Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tour de Divre III ( 4 Hari 4 Malam )
#1
Setelah sekian lama tidak aktif di forum ini, akhirnya bisa nongol lagi deh..hehehe
Pertama-tama saya ucapkan terima kasih dan mohon ijin kepada momod untuk membuka kamar eh trit baru... Playboy 


INTRO :

Kali ini saya akan menyampaikan mengenai perjalanan saya dalam rangka Joyride keliling divre 3 yang saya sebut dengan "Tour de Divre III" yang dilakukan tanggal 30 Januari - 3 Februari 2015.
Rencana ini bisa dibilang mendadak, karena saya mulai memesan tiket pada H-3 sebelum keberangkatan.  Awalnya karena bingung ingin cuti tapi mau kemana, ya sudah diputuskan aja mblandang ke divre 3, hehehe.
Joyride ini dilakukan dengan rute : MN - GMR - TNK - PBM -LLG - KPT - TNK - GMR - SLO - MN / Madiun - Gambir - Tanjungkarang ( lampung ) - Prabumulih - Lubuk Linggau - Kertapati - Tanjungkarang -Gambir - Solo - Madiun. Waktu yang ditempuh adalah 4 hari 4 malam NON STOP alias saya tidak mampir dan menginap di satu kota manapun...Big Grin
Dalam Joyride ini saya menggunakan setidaknya  7 trip perjalanan KA dan 2 trip Bus Patas DAMRI termasuk 2 trip Kapal ferry untuk penyebrangan antar pulau. terus terang, ini adalah Joyride saya yang terlama dan terjauh yang pernah saya lakukan dan secara non stop.
oke langsung saja ke hasilnya...
 
Dalam Trip report ( TR ) ini saya tidak akan menjelaskan detail perjalanan seperti jadwal datang dan brkt atau silang dengan KA apa, karena akan merepotkan sedangkan saya butuh rilex selama perjalanan yang rutenya lumayan jauh  ini. pada malam hari, yang saya lakukan adalah TIDUR dalam perjalanan KA. Soalnya dibutuh stamina extra sehingga waktu tidur harus benar-benar diperhatikan.
TR ini akan di bagi dalam 3 Etape yaitu MN - GMR - TNK - PBM, PBM - LLG - KPT dan KPT - TNK - GMR - SLO - MN.

Selamat menikmati.... Playboy

Etape  1 : MN - GMR - TNK - PBM


Etape 1 dimulai dengan berangkat dari Madiun / MN pada jumat malam, dan tiba di Prabumulih / PBM pada Minggu Pagi. Etape ini menggunakan 3 KA dan 1 Bus Damri. berikut detailnya :
 
MN - GMR  ( KA 39 Gajayana )
Perjalanan ini ditempuh menggunakan KA Gajayana kelas Eksekutif. Harga tiket 460 Ribu rupiah. Brkt dari madiun kurang lebih pukul 18.45-an dan tiba di Gambir pukul  5 pagi. Tidak banyak yang saya lalukan saat naik KA ini, selain Tidur, hehehe. Setiba di gambir saya langsung bergegas ke loket Bis DAMRI tujuan Tanjungkarang. namun ternyata loket masih tutup dan baru buka jam 7 pagi. Akhirnya sambil menunggu saya gunakan waktu untuk mandi di kamar mandi masjid depan gambir. Setelah loket buka, ternyata untuk keberangkatan jam 8 pagi sudah habis , akhirnya saya ambil yang jam 9 mengingat untuk mengejar keberangkatan KA dari Stasiu  Tanjungkarang.
 
GMR – TNK ( DAMRI ROYAL CLASS )
Untuk perjalanan ini Saya membeli tiket bis DAMRI kelas ROYAL CLASS dengan harga 250 ribu rupiah. Bis ini mempunyai formasi kursi 2-1 yang lega dan nyaman. harga tiket sudah termasuk tiket kapal dan tuslah snack berat berupa roti dan air mineral gelas.


[Image: eyGLWhDQj]
Bis Patas DAMRI ROYAL CLASS Gambir - Tanjungkarang

[spoiler]
[Image: ey2c5e01j]
[/spoiler]
Interior Bus dengan formasi kursi 2-1


Bus berangkat dari Gambir pada pukul 09.25, agak molor dikarenakan ganti ban dulu, hehehe
pada pukul 11.15-an, Bus memasuki pelabuhan Merak dan langsung memasuki kapal karena saat itu ada kapal yang masih ada tempat kosong dan belum berangkat.
Kapal ferry berlabuh sekitar jam 11.45 menuju pelabuhan Bakaheuni, Lampung. Selama perjalanan saya hanya duduk2 di kursi penumpang dan sesekali keluar menikmati pemandangan kapal-kapal ferry yang lalu lalang. Kapal ferry yang saya naiki sempat berhenti di lautan menunggu antrian sandar di Pelabuhan Bakaheuni. Setelah hampir 3 jam perjalanan di lautan, kapal merapat di dermaga dan bus pun keluar melanjutkan perjalanan ke Tanjungkarang dan sempat berhenti di rest area Restoran Siang Malam untuk istirahat. Bus sampai di pelataran Stasiun Tanjungkarang sekitar jam 17.15 dan setelah itu turun Hujan Deras.



Hampir 3 tahun saya tidak mampir di StasiunTanjungkarang, ternyata banyak perubahan disini.

[Image: exPIvwULj]

loket berubah, begitu pula ruang tunggu yang jauh lebih luas dan nyaman. Namun saat mencari loket bis DAMRI, saya kebingungan karena letaknya sudah pindah. Setelah bertanya kepada pegawai stasiun, akhirnya saya di beri tahu letak loket bis yang baru yang berada di dekat tempat mangkal bus.  Sambil menunggu keberangkatan KA menuju Kertapati saya menyempatkan diri memesan tiket bus Damri untuk balik ke Jakarta. Atas saran dari petugas saya memilih bis keberangkatan paling malam yaitu jam 22.00


TNK – PBM ( KA S2 SRIWIJAYA )

Untuk perjalanan ini saya menggunakan KA Sriwijaya . KA ini merupakan KA campuran Bisnis dan Eksekutif dengan formasi 4 K1 dan 2 K2 serta 1 MP2.  Dan saya memilih kelas Eksekutif dengan harga tiket 170 ribu Rupiah. Dan lagi-lagi saya pilih kelas ini  karena ya supaya bisa tidur dengan nyaman, hehehe.

[Image: pcKqHB2lj]
Interior K1 di KA Sriwijaya yang saya naiki


KA Sriwijaya malam itu didinasi oleh lokomotif pindahan dari jawa yaitu CC204 11 12. Akhirnya saya bisa bernostalgia kembali bersama loko CC204 kala masih berdinas di Jawa.

[Image: pb1sEpPFj]
CC204 11 12 bertugas menarik KA Sriwijaya
 
Ternyata perjalanan KA ini tidak seperti yang saya harapkan. Saat saya terbangun pagi hari pukul 4 lebih ternyata KA ini masih belum memasuki Prabumulih ( PBM ). Padahal secara jadwal seharusnya KA Sriwijaya masuk PBM pada jam 2 dini hari dan secara jadwal seharusnya jam 4 pagi sudah sampai di Kertapati. Berkali-kali KA ini berhenti untuk bersilang. Hal yang unik di divre 3 ini adalah adanya “Silang Beset” yaitu persilangan yang hanya menggunakan 2 jalur untuk 3 KA, dimana dalam 1 jalur ada yang diisi oleh 2 rangkaian KA. Saat saya tengok, ternyata KA yang saya naiki berhenti tepat di belakang rangkaian KA Batubara / BBR. Setelah lawan silang lewat, KA yang saya naiki berjalan mundur terlebih dahulu, baru kemudian bergerak maju dan melewati emplasemen stasiun.
Sampai pukul 6 pagi ternyata KA Sriwijaya belum memasuki PBM. Saya kemudian menanyakan kepada bapak KP mengenai kemungkinan Kedatangan KA di kertapati (KPT) dan akhirnya atas saran dari beliau saya memutuskan untuk turun di PBM saja dan menunggu KA yang akan saya naiki menuju Lubuk Linggau. Pukul 7.15, KA Sriwijaya tiba di PBM dan dengan terpaksa saya mengakhiri perjalanan sampai sini saja yang seharusnya sampai KPT.

[Image: p51sgsMcj]
KA Sriwijaya berhenti di stasiun PBM
 
Disini saya langsung bergegas mandi dan kemudian sarapan, sambil menunggu KA Serelo menuju Lubuk Linggau yang secara jadwal baru masuk PBM sekitar jam 11 kurang.

Untuk Etape 2, sabar dulu yaaa....kan harus ngetik lagiii...hehehehe Playboy
 






























[Image: banner.jpg]
Reply
#2
akhirnya, dishared dimari juga ya om huda Big Grin
ane nyimak deh kalau gitu. sama, tr ane di divre 3 juga 6 hari non stop, hhhe..
nunggu TR sriwijaya dan sindang marga yah

mandi di kamar mandi stasiun kah mas bro?
Reply
#3
hehehe...sabar gan
kudu nulis dulu, soale panjang , ahahahaa
Kemudian nanti ane gak bakal nulis detail persilangan atau waktu kedatangan dan berangkat KA di tiap stasiun..cukup garis besarnya saja... Playboy Playboy
[Image: banner.jpg]
Reply
#4
seru nih pastinya....
silahken dilanjutkan om.... Big Grin
Reply
#5
mantap neh TR kaykany

pengen banget ke divre III oh..
Reply
#6
(05-02-2015, 07:41 PM)Logawa_exp Wrote: [Image: pcKqHB2lj]
Interior K1 di KA Sriwijaya yang saya naiki




[Image: pb1sEpPFj]
CC204 11 12 bertugas menarik KA Sriwijaya
 


[Image: p51sgsMcj]
KA Sriwijaya berhenti di stasiun PBM
 

background pas pict cc204 11 12 kek di LPN daop  Xie Xie

btw itu pas di PMB, baru engeh kalo entu K1 udah ganti livery jd satwa, kapan berubahnya ya?.. pdhl di daop, K1 satwa pesawat lumayan gak banyak  Bethe
Reply
#7
hehehe..apalagi ditambah si loko CC204 yang dulu emang wara-wiri di jawa
Sepertinya K1 ini belum lama ganti baju, soalnya dulu sempat ada yang posting foto Sriwijaya masih pake liveri Argo...hehe
[Image: banner.jpg]
Reply
#8
Lanjuuuuut.....


Etape  2 : PBM - LLG - KPT
PBM - LLG ( KA S5  Serelo )
Perjalanan dari PBM menuju Lubuk Linggau ( LLG ) saya tempuh menggunakan KA Ekonomi Serelo. Harga tiketnya cukup murah yaitu 30 ribu rupiah.
Sambil menunggu kedatangan KA Serelo, saya sempatkan untuk mandi  sarapan dan mengambil gambar depan stasiun serta situasi di stasiun
 
[Image: exgqpSrlj]
Stasiun Prabumulih.
Stasiun PBM pagi itu masih sepi karena jadwal KA yang datang baru ada jam 10 pagi. Setelah sarapan saya bergegas masuk dan menunggu di ruang tunggu di dalam stasiun.
Saat jam menunjukan pukul 10.00, belum ada tanda-tanda KA masuk yang seharusnya adalah KA Rajabasa tujuan Tanjungkarang. Kurang lebih 30 menit kemudian, KA Rajabasa baru memasuki emplasemen stasiun PBM.
[Image: eyGJZU2pj]
KA Rajabasa terlambat masuk PBM
 
KA Rajabasa ditarik oleh loko CC201 04 01 yang telah menggunakan seragam putih khas Daop dan berdinas dengan posisi LH atau Ujung panjang didepan. KA ini berhenti lumayan lama di sini sebelum kemudian berangkat lagi sekitar pukul 11 kurang.
Setelah KA Rajabasa berangkat, belum ada tanda KA Serelo masuk, padahal seharusnya KA ini sudah masuk PBM pada jam 10.45-an. Akhirnya sang KA muncul pada 11.35 atau telat lebih dari 30 menit.
[Image: pasLUWsqj]
KA Serelo memasuki emplasemen PBM
KA Serelo yang akan saya naiki didinasi oleh loko CC20189 dengan seragam merah khas Divre 3. KA ini ternyata juga tidak langsung berangkat, bahkan sempat langsir entah untuk mengisi air atau apa karena posisi saya sudah di dalam KA.
KA ini akhirnya berangkat kembali pada pukul 12 kurang, atau terlambat kurang lebih 1 jam dari jadwal seharusnya. KA yang saya naiki ini ternyata penuh oleh penumpang yang naik dari kertapati , palembang. Ada yang beda dari kereta Ekonomi K3 yang ada di KA Serelo dengan K3 lainnya terutama di jawa. Pada jendela K3 KA Serelo, dipasang kain korden layaknya di Kereta kelas Eksekutif atau bisnis, suatu hal yang sangat jarang ditemui pada K3 lain. Sama seperti K3 lain, di KA Serelo, semua K3nya sudah dilengkapi dengan AC Split sehingga lebih sejuk.
 
[Image: p9ykV5xgj]
Suasana di dalam KA Serelo
 
Sepanjang perjalanan, KA Serelo sering berhenti di stasiun-stasiun kecil. Entah karena menunggu silang atau menunggu aman dari KA yang ada didepannya. Hal ini dikarenakan  lintas PBM - Muara Enim adalah jalur KA Angkutan Batu bara yang lalu lalang menuju Tanjung Enim dan juga KA Pulp tujuan Niru. Selain itu ada pula KA batu bara SCT yang berangkat dari Stasiun Sukacinta, 2 petak setelah Muara Enim arah Lahat.
Sekitar jam  13.30, KA yang saya naiki berhenti lama di stasiun kecil Penanggiran. banyak penumpang yang berhamburan keluar termasuk saya sendiri yang langsung kabur ke arah depan loko dan mengambil gambar..hehehe Xie Xie
 
[Image: p1R184xZj]
KA Serelo berhenti tunggu aman di stasiun Penanggiran.

Saya kira KA ini menunggu bersilang dengan KA BBR, ternyata setelah kurang  lebih 30 menit menunggu, sinyal aman diberikan tanpa ada KA yang muncul dari arah depan alias kemungkinan besar menunggu warta aman dari KA yang lebih dulu lewat didepannya.
Setelah berangkat dari Penanggiran, KA sering berhenti lagi hampir di semua stasiun yang dilaluinya termasuk di stasiun kecil hingga akhirnya sampai di stasiun Muara Enim. Disini jalur KA batu bara berbelok ke selatan menuju Tanjung Enim. Di Stasiun Muara Enim, KA berhenti normal untuk naik turun penumpang. KA tidak berhenti lama di Muara Enim untuk selanjutnya meneruskan perjalanannya kembali. Lagi-lagi KA berhenti, kali ini di stasiun Banjarsari. Saya kira cuma tunggu aman, tapi ternyata bersilang dengan KA batubara BMSS dari Sukacinta. Saya cuma bisa melongo dari dalam kereta ,melewatkan begitu saja KA BMSS yang ditarik loko andalan pindahan dari jawa , CC204. Selepas banjarsari, KA Serelo melenggang bebas karena KA batubara hanya tinggal yang dari Sukacinta saja. Selepas Sukacinta, KA Serelo menjadi Raja karena tidak ada KA lagi yang lewat pada jam-jam tersebut.
KA Serelo akhirnya masuk Lahat dengan keterlambatan lebih dari 1,5 jam. Disini banyak penumpang yang turun dan juga naik. Banyak juga penumpang yang membeli nasi bungkus untuk makan malam, karena perjalanan menuju Lubuk Linggau masih 3 Jam lagi.
Selepas Stasiun Lahat, KA Serelo melenggang dengan cepat karena  merupakan satu-satunya  KA yang berjalan pada slot waktu sore itu ada di lintas Lahat - Lubuklinggau.
Pukul 6 Sore, KA Serelo masuk stasiun Tebing Tinggi. Nama ini familiar bagi saya, karena di divre 1 Sumatra Utara juga ada stasiun dengan nama yang sama.
 
[Image: p9KHcBrRj]
KA Serelo berhenti di Stasiun Tebing Tinggi

Setelah proses naik turun penumpang selesai, tak lama kemudian KA Serelo kembali melanjutkan perjalanan menuju Lubuk Linggau yang berjarak 3 petak jalan lagi.
Hari semakin gelap saat KA Serelo melaju menembus bukit dan hutan. KA Serelo berhenti lagi di stasiun Muara Saling dan juga stasiun Kota Padang.
Pada pukul 19.30 (kurang lebih ), KA Serelo akhirnya tiba di stasiun Lubuk Linggau, stasiun paling ujung barat divre 3. Cukup banyak penumpang yang turun disini. Saya bergegas keluar untuk mencari tempat makan malam. Karena waktu yang mepet akhirnya saya beli saja Sate Padang yang ada di daerah kuliner yang kebetulan tak jauh dari stasiun Lubuk Linggau.

lanjut besok lagi yaaa...hehehe
[Image: banner.jpg]
Reply
#9
silangan sesama serelo dimana mas? ko gak diceritaain?
kemarin waktu ane nyoba serelo sampe LLG 18:30an, masih magrib disana dan masih terang.

btw gambarnya bagus, bening. pake kamera apa itu?
iya memang, suasana serelo lima lebih nyaman dibandingkan saudaranya dilintas lain, rajabasa.
mungkin karena korden kali yah, jadi ngaruh gitu.

itu berhenti dipenanggiran, mau silang baset kali yak?
Reply
#10
ane lupa silang dimana, soalnya stasiunnya ketutup sama si serelo yang satunya, heheehe
Kalo gak salah sih masih sebelum Muara Enim
Di Penanggiran berhenti lama kayaknya nunggu aman KA didepannya, soalnya tidak ada KA dari depan yang lewat.
Playboy
[Image: banner.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)