17-01-2015, 04:07 PM
Kesan utama ane terhadap Gapeka 2014 :
Jadwalnya ajaibÂ
Maksudnya, ada banyak KA yang berangkat siang hari, dan tiba di tujuan tengah malam / terlalu pagi, misal : Bangunkarta Ganjil. Gumarang (Ganjil genap), purwojaya genap, GBMS (ganjil genap), Brantas ganjil, Kertajaya Genap, Bengawan (ganjil genap) dll.
Begitu pula sebaliknya. Jadwal KA berangkat terlalu malam, sehingga tiba di tujuan terlalu siang. Contoh terbaik adalah Senja SLO genap.
Memang sih, ane ga bisa memungkiri kalo KA jalannya masih ada yang bergantian, dan harus ada jarak aman dalam perjalanannya. Dan ane mgkn bisa maklum kalo jadwal tsb dibuat untuk meminimalisir persilangan antar KA, terutama yang lewat di jalur selatan.
Lain halnya dengan KA yang jaraknya terlalu jauh seperti tujuan Malang (Gajayana dan Matarmaja). Pemilihan waktu memang harus memperhitungkan okupansi dan jarak tempuh. Contohnya, kalo mau Gajayana sampai ML disaat masih pagi, misal jam 6, mungkin berangkat dari Jakarta harus jam 3 siang, dan bisa aja keterisiannya rendah. Tapi kalo Matarmaja Ganjil sih, mungkin bisa dipertimbangkan untuk jadwalnya dimajuin. Berangkat dari Malang sih enak jam 17, tapi sampe Jakarta jam 9 atau bahkan jam 10 kan males bangeettt.
Kalo ane sebagai penumpang sih, koq agak aneh ya kalo harus tiba di tempat tujuan jam 12 malam - jam 2 pagi. Angkutan umum mungkin akan sulit. Barangkali taxi / ojek adalah pilihannya, namun biaya tinggi. Belum lagi isu keamanan, takut pulang karena kotanya masih terlalu sepi. Mau nunggu di stasiun kelamaan
Kajian khusus untuk Bengawan dan Senjut SLO.
Bengawan : Bengawan genap mungkin bisa dimajukan menjadi jam 10.00, sehingga tiba di PWS tidak terlalu malam. Bengawan ganjil, mungkin bisa dikembalikan ke sekitar jam 17.00 sore. Syukur2 Bengawan tetap dikasih jalan malam untuk ganjil genapnya
Senjut SLO : Sepertinya kereta ini (genap) menjadi sapu bersih K2 jalur selatan. Tapi sayangnya, seringkali tiba di tujuan sudah lebih dari jam 08.00 (terlalu siang). Mungkin ada baiknya Senjut SLO genap tukeran jadwal sama  Menoreh Malam Genap atau Sawung Malam genap. KA yang dituker pun nantinya tidak akan kepagian lagi tiba di tujuan, karena dari jarak, dari Jakarta ke Semarang / Kutuarjo lebih dekat daripada Jakarta - Solo.
Demikian
Jadwalnya ajaibÂ
Maksudnya, ada banyak KA yang berangkat siang hari, dan tiba di tujuan tengah malam / terlalu pagi, misal : Bangunkarta Ganjil. Gumarang (Ganjil genap), purwojaya genap, GBMS (ganjil genap), Brantas ganjil, Kertajaya Genap, Bengawan (ganjil genap) dll.
Begitu pula sebaliknya. Jadwal KA berangkat terlalu malam, sehingga tiba di tujuan terlalu siang. Contoh terbaik adalah Senja SLO genap.
Memang sih, ane ga bisa memungkiri kalo KA jalannya masih ada yang bergantian, dan harus ada jarak aman dalam perjalanannya. Dan ane mgkn bisa maklum kalo jadwal tsb dibuat untuk meminimalisir persilangan antar KA, terutama yang lewat di jalur selatan.
Lain halnya dengan KA yang jaraknya terlalu jauh seperti tujuan Malang (Gajayana dan Matarmaja). Pemilihan waktu memang harus memperhitungkan okupansi dan jarak tempuh. Contohnya, kalo mau Gajayana sampai ML disaat masih pagi, misal jam 6, mungkin berangkat dari Jakarta harus jam 3 siang, dan bisa aja keterisiannya rendah. Tapi kalo Matarmaja Ganjil sih, mungkin bisa dipertimbangkan untuk jadwalnya dimajuin. Berangkat dari Malang sih enak jam 17, tapi sampe Jakarta jam 9 atau bahkan jam 10 kan males bangeettt.
Kalo ane sebagai penumpang sih, koq agak aneh ya kalo harus tiba di tempat tujuan jam 12 malam - jam 2 pagi. Angkutan umum mungkin akan sulit. Barangkali taxi / ojek adalah pilihannya, namun biaya tinggi. Belum lagi isu keamanan, takut pulang karena kotanya masih terlalu sepi. Mau nunggu di stasiun kelamaan

Kajian khusus untuk Bengawan dan Senjut SLO.
Bengawan : Bengawan genap mungkin bisa dimajukan menjadi jam 10.00, sehingga tiba di PWS tidak terlalu malam. Bengawan ganjil, mungkin bisa dikembalikan ke sekitar jam 17.00 sore. Syukur2 Bengawan tetap dikasih jalan malam untuk ganjil genapnya

Senjut SLO : Sepertinya kereta ini (genap) menjadi sapu bersih K2 jalur selatan. Tapi sayangnya, seringkali tiba di tujuan sudah lebih dari jam 08.00 (terlalu siang). Mungkin ada baiknya Senjut SLO genap tukeran jadwal sama  Menoreh Malam Genap atau Sawung Malam genap. KA yang dituker pun nantinya tidak akan kepagian lagi tiba di tujuan, karena dari jarak, dari Jakarta ke Semarang / Kutuarjo lebih dekat daripada Jakarta - Solo.
Demikian




