Kalau uda jadi kira2 shinkansennya bakal lompat ke jurang ga ya?
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.
Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...
Hibernasi ã„ã¿ã¯ ãÂÂã¦ã„ãÂÂã¾ãÂâ„¢. XDa
l
mau berwacana sih boleh2 saja. tapi mbok yang realistis dan masuk akal. jak-bd 20 menit itu keretanya mau dibawa lari berapa? misal dibangun jalur baru selurus2nya pakai sepur normal 1435mm (konsekuensinya bikin tunel dan jembatan yang buanyak termasuk menembus waduk jatiluhur?), maka jarak jak-bd itu sekitar 120km. oleh karena itu kereta harus lari sekitar 360 kmh. dan itu v rata2 yang berarti v maks nya harus diatasnya lagi.
lha wong china saja pada akhirnya menurunkan v operasionalnya dibawah 300 kmh dengan pertimbangan safety dan operational cost. karena menurut pengalaman shinkansen dan tgv, kecepatan optimal hst sekitar 280 kmh.
jadi yang realistis itu jak-bd 1 jam. yang berarti v rata2 sekitar 120-150 kmh, mengingat koridor ini adalah pegunungan yang bakal sulit mengoperasikan hst dengan v maks.
lagipula, hst untuk jak-bd tidak efektif karena tetap saja bakal kalah oleh tol. bukan karena masalah kecepatan, melainkan lebih ke masalah driver fatique. untuk perjalanan 2 jam seperti jak-bd, bagi sopir dan penumpangnya masih belum melampaui ambang jenuh dan melelahkan. sehingga naik mobil masih menjadi favorit. saat ini, mobil juga relatif lebih praktis, murah dan fleksibel.
untuk persaingan antara mobil-hst-pesawat, kereta hst baru bersaing untuk jarak 200 km sampai 500 km. jika kurang dari 200 km, mobil yang menang, jika lebih dari 500km, pesawat lebih baik.
Jakarta-Bandung selama 20 menit ? Palingan 2025 baru terealisasi
Dari pada kayak gitu, perbaiki dulu sarana yg ada, buat ketepatan waktu lebih baik, dipersingkat aktu tempuhnya.
guys, maap, yg lempar wacana pak dada rosada, bukan dari orang PT. Kereta Api Indonesia (Persero), jadi tidak layak untuk di sangkut pautin soal ketepatan dan kenyamanan kereta api saat ini, jadi ini murni wacana nya pak dada rosada dan (katanya) Bappenas, nggak ada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di dalam nya ...hehehehhe....
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Bandung-Jakarta naik kereta hanya 20 menit? Mimpi kali yee... Naik pesawat aja BD-JKT 40-50 menit. Bener-bener gak realistis...
Selain itu, liat aja Trans Metro Bandung, masalah kecil gini aja gak bisa diatasi sama si walikota yg pengen jadi Gubernur Jabar (gimana ya nasib Jabar kalo dia dipromosikan jadi gubernur?), apalagi mo bikin kereta supercepat BD-JKT... Atau gak usah TMB, benerin jalan di Kota Bandung aja kagak becus...
Ya, sementara ini kita sebagai RF hanya bisa membanggakan kejayaan KA Argo Gede JB-250 di masa lalu, juga KA Parahyangan yg pada masa peluncurannya 40 tahun yg lalu juga memberi janji "Bandung-Djakarta 2 1/2 djam" (kalo zaman itu saya gak tahu beneran bisa 2,5 jam atau enggak)...
Untuk KA supercepat, ya diimpikan saja dulu. Yang paling realistis, ya cuma memperbaiki sarpras KA di jalur BD-GMR, khususnya daerah PDL-PWK, biar yg penting balik dulu ke JB-250...