Pukul 10.00 WIB dari arah utara datang rangkaian kereta yang membawa kertas milik PT TEL ditarik lokomotif CC20331-CC20332.
Pukul 10.13 WIB dari arah Stasiun Tarahan terdengar deru mesin lokomotif, dan ternyata yang datang adalah 4 lokomotif yang habis berdinas.
Ke-4 lokomotif tersebut adalah CC20205, CC20211, CC20247 dan CC20204. Ke-4 lokomotif tersebut dilangsir menuju dipo, tetapi di wesel dipecah menjadi 2, lokomotif CC20205-CC20211 masuk dipo sedangkan CC20247-CC20204 akan digandeng dengan rangkaian Babaranjang yang berada di jalur 4 dimana rangkaian tersebut akan digandengkan pula dengan lokomotif CC204.
Saya dan Deden ngobrol, jika benar digandeng maka akan menjadi sejarah lokomotif GM duet dengan lokomotif GE.
(03-10-2011, 11:05 AM)asep_0907 Wrote: Hampir 20 menit KA Babaranjang menunggu silangan, kesempatan tersebut kami puas-puasin untuk motret KA Babaranjang.
Saya lihat jalur 1 dan 2 sudah banyak perubahan, rel dan panjang ke wesel sudah diperpanjang, menurut kami mungkin itu untuk menyambut Babaranjang rangkaian 60 gerbong. Ketika melihat2 rel ternyata ada salah satu rel yang dikasih tanda â€invest 2011â€.
itu K1 livery apa om?
bagus ya jendelanya mulus gak kayak di jawa banyak yang pecah
Tapi harapan kami pupus sudah karena keteledoran petugas langsir dan juga masinis yang kekencengan memundurkan/memajukan lokomotif, sehingga membuat bandul penahan coupler lokomotif CC20247 patah.
Tadinya mau tetap digandeng akan tetapi kasi sarana tidak berani mengambil resiko. Akhirnya lokomotif CC20247-CC20204 dilangsir menuju dipo dan CC20428-CC20429 digandengkan dengan rangkaian Babaranjang. Pukul 10.37 WIB KA Babaranjang datang dari Tanjungenim ditarik CC20209-CC20206,
setelah itu rangkaian Babaranjang kosongan yang ditarik CC204 berangkat langsiran.
Setelah puas hunting di sekitaran dipo Tarahan, kami bergegas menuju stasiun Tarahan dan setelah mengobrol sebentar dengan KS Tarahan yang bernama Bp. Syamsul Bahri, kami akhirnya menuju kantor Divre III.2 untuk bertemu dengan Asisten humas internal dan eksternal Bp. Asropen. Ketika melewati Gudang PT TEL kami sempat motret lokomotif "ijo-ijo"