27-09-2011, 07:47 AM
Penambahan Daya Gardu, 25 KRL tidak Beroperasi
JAKARTA--MICOM: Dalam rangka penambahan daya dan kehandalan listrik aliran atas (LAA), Pemerintah melalui Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengumumkan 25 kereta rel listrik (KRL) tidak akan beroperasi pada 19 Oktober hingga 29 November. Hal itu disampaikan Direktur Prasarana Perkeretaapian Arief Heriyanto, Senin (26/9).
Pengoperasian KRL di wilayah Jabodetabek disuplai dari 39 gardu listrik yang tersebar di 29 lokasi dengan tegangan 1500 Vdc dan total daya 105.500 Kw.
Dari 39 gardu, tujuh gardu mengalami perbaikan, antara lain Gardu LAA Kedung Badak, Cilebut, Citayam, Jatinegara, Karet, Limo, dan Jurangmangu. Sedangkan untuk enam gardu LAA yang dilaksanakan pekerjaan, antara lain Bojonggede, Depok, Lenteng Agung, Pasar Minggu, Pasar Senen, dan Cicayur.
"Untuk pembangunan gardu baru biayanya mencapai Rp34 miliar, sedangkan untuk rehabilitasi biaya sebesar Rp10 miliar," papar Arief.
Menurut Arief, untuk pekerjaan rehabilitasi pada tiga gardu LAA, antara lain Citayam, Cilebut, dan Kedung Badak akan dilakukan pemadaman gardu listrik. Untuk gardu listrik Kedung Badak akan dilaksanakan pada 19-31 Oktober, kemudiaan dilanjutkan pada gardu listrik Cilebut yang berlangsung pada 3-15 November 2011. Pemadaman gardu listrik terakhir akan dilangsungkan di Citayam pada 17-29 November.
Pemadaman gardu listrik ini akan berdampaknya pada penghentian 25 perjalanan, antara lain 13 KRL dari Bogor ke Jakarta, sedangkan sisanya dari perjalanan Jakarta ke Bogor.
"Rehabilitasi Gardu LAA itu karena beberapa komponen dari gardu listrik tersebut sudah tidak berfungsi dan harus segera diganti," ungkapnya.
Dengan penambahan daya listrik itu, menurut Arief, akan dapat menambah jumlah KRL yang dioperasikan. Saat ini KRL yang beroperasi berjumlah 460. (*/OL-2)
Sumber: Penambahan Daya Gardu, 25 KRL tidak Beroperasi
ternyata untuk penambahan daya listrik guys biar nanti KRL nya semakin banyak....
JAKARTA--MICOM: Dalam rangka penambahan daya dan kehandalan listrik aliran atas (LAA), Pemerintah melalui Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengumumkan 25 kereta rel listrik (KRL) tidak akan beroperasi pada 19 Oktober hingga 29 November. Hal itu disampaikan Direktur Prasarana Perkeretaapian Arief Heriyanto, Senin (26/9).
Pengoperasian KRL di wilayah Jabodetabek disuplai dari 39 gardu listrik yang tersebar di 29 lokasi dengan tegangan 1500 Vdc dan total daya 105.500 Kw.
Dari 39 gardu, tujuh gardu mengalami perbaikan, antara lain Gardu LAA Kedung Badak, Cilebut, Citayam, Jatinegara, Karet, Limo, dan Jurangmangu. Sedangkan untuk enam gardu LAA yang dilaksanakan pekerjaan, antara lain Bojonggede, Depok, Lenteng Agung, Pasar Minggu, Pasar Senen, dan Cicayur.
"Untuk pembangunan gardu baru biayanya mencapai Rp34 miliar, sedangkan untuk rehabilitasi biaya sebesar Rp10 miliar," papar Arief.
Menurut Arief, untuk pekerjaan rehabilitasi pada tiga gardu LAA, antara lain Citayam, Cilebut, dan Kedung Badak akan dilakukan pemadaman gardu listrik. Untuk gardu listrik Kedung Badak akan dilaksanakan pada 19-31 Oktober, kemudiaan dilanjutkan pada gardu listrik Cilebut yang berlangsung pada 3-15 November 2011. Pemadaman gardu listrik terakhir akan dilangsungkan di Citayam pada 17-29 November.
Pemadaman gardu listrik ini akan berdampaknya pada penghentian 25 perjalanan, antara lain 13 KRL dari Bogor ke Jakarta, sedangkan sisanya dari perjalanan Jakarta ke Bogor.
"Rehabilitasi Gardu LAA itu karena beberapa komponen dari gardu listrik tersebut sudah tidak berfungsi dan harus segera diganti," ungkapnya.
Dengan penambahan daya listrik itu, menurut Arief, akan dapat menambah jumlah KRL yang dioperasikan. Saat ini KRL yang beroperasi berjumlah 460. (*/OL-2)
Sumber: Penambahan Daya Gardu, 25 KRL tidak Beroperasi
ternyata untuk penambahan daya listrik guys biar nanti KRL nya semakin banyak....
