KA Gajayana tidak pernah bertemu dg Argo Wilis
KA Argo Wilis tidak pernah bertemu dg ABA, Sembrani, Gumarang, Kertajaya
KA Argo Parahyangan tidak pernah ketemu dg KA Pasundan atw KutSel....
KA Argo Wilis tidak pernah ketemu dg Argo Dwipangga rute SLO - GMR, n Argo Lawu rute GMR - SLO
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
tritnya bikin pusing mas.
Kalo gitu semua KRL yang melintas Jabodetabek gak akan pernah ketemu dong sama kereta2 di daerah yang tujuannya ga ke jakarta.
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Heheh... justru itu tantangannya...
Supaya lebih simpel, mungkin teman2 yg berada di wilayah daops masing2 nyebutin masing2 nama KA yang mungkin gak akan saling ketemu.
Aku deh nih yg berada di wilayah Daops I Jakarta :
1. Mungkin bisa nyebutin rangkaian KA yang berada di dipo semisal Jakarta Kota. Apakah bisa KA Taksaka bertemu dengan KA Argo Bromo Anggrek? Taksaka pagi berangkat dr Jakarta Kota. Sementara saat si Taksaka sdh di Gambir siap ke Yogya, si ABA malah msh asyik entah dimandiin, dibersihin, dll di dipo Manggarai.
2. Meskipun mengakhiri dan mengawali sama - sama di stasiun Gambir, apakah bisa (mungkin di lain waktu) Purwojaya bertemu dg KA Argo Sindoro dr Semarang di wilayah Daops I? Kalau pun ketemu pasti khan di antara ke2 KA ini lg ada rinja khan (meskipun sgt gak kita harepin)...
3. Bahkan 1 dipo pun khan blm tentu bisa saling ktemu kayak Sembrani (konon msh di Manggarai khan??) dg Argo Parahyangan yang langsir di Manggarai kalo semisal rangkaian Sembrani-nya aja terhalang KA penumpang lainnya di dipo MRI tersebut. Tp setahu aku dlm kasus ini, MRI punya 7 jalur yg mana KA Sembrani (ralat kalo salah yah...) berada di jalur 8 yah... Itungannya jalur 8 - dst sudah msk wilayah dipo MRI.
4. OK kita sedikit flashback ke eranya Parahyangan & AG msh ada... Meskipun sudah juga dipakai sgb Harina, tapi khan setibanya di Jakarta, 1x Argo Gede yah tetep Argo Gede. Tapi apa msh ada gitu rangkaian KA yg msh 1 rangkaian tp bisa 2-3 nama? Tentunya selain KRD-I Madiun Jaya yg sekaligus juga Prameks AC yah...
Yang pasti: KA Argo Lawu gak akan pernah ketemu dengan sesama KA Argo Lawu, begitu pula dengan KA Argo Dwipangga. Ketika kereta lain berpapasan/bersilangan dengan saudaranya, kedua KA milik Dipo Kereta Solo ini tidak akan pernah bertemu kecuali antara sesama trayek, bukan sesama nama...
Dan satu lagi: KA Lodaya Pagi tujuan Solobalapan (saya bold karena situasi ini tidak berlaku untuk KA Lodaya Pagi tujuan Bandung) tidak akan pernah berpapasan dengan KA Mutiara Selatan dan KA Turangga di tengah jalan, ketemunya hanya di Stasiun Bandung, sebelum Lodaya berangkat...
Juga KA Bangunkarta Eksekutif dengan KA Bima, baik yg dari Jombang/Sb. Gubeng maupun yg dari Ps. Senen/Gambir, tidak akan pernah bertemu, baik di Daop I, VI, maupun VII...
Yang dulunya gak ketemu di tengah jalan (kecuali ada rinja) dan sekarang akhirnya bertemu akibat perubahan Gapeka: KA Argo Wilis tujuan Surabaya dengan KA Kahuripan tujuan Padalarang. Sedang untuk kondisi sebaliknya pada kedua kereta ini, mereka tidak akan saling berpapasan/bersilangan di tengah jalan, kecuali di BD saat Wilis sudah tidur nyenyak dan Kahuripan baru saja akan memulai perjalanan panjangnya (sudah sedari PDL sebenarnya) menuju Kediri...