Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jadual KRL Jabodetabek 2 Juli 2011
Mulai 30 Juni 2011 tarif CL akan menjadi :
Jakarta – Bogor Rp 7.000,-
Jakarta – Depok Rp 6.000,-
Jakarta – Bekasi Rp 6.500,-
Jakarta – Tangerang Rp 5.500,-
Jakarta – Sudimara/Serpong Rp 6.000,-
Nggak beda jauh sama tarif bis kota patas ac di Jakarta.
Quote:Nantinya dg uang Rp.20.000 sudah dapat tiket GDD-DP pp (12.000), Sewa parkir sepeda motor (3.000) dan sisanya 5.000 untuk nasi uduk hihihi

silahkan dilanjut diskusi "sinetronnya" ·····

(26-06-2011, 10:45 PM)Bangunkarta Wrote:
@ Mas Ady-mcady... mohon maaf... saya baca tulisan anda, ketika tarif KRL jadi 7rb (turun 2rb dari harapan awal operator sebesar 9rb).... koq anda seperti jadi ikut sedih... bukankah tarif tersebut demi keadilan pada pengguna juga........apakah anda bukan pada kondisi sebagai penglaju kek kami??????

ah, itu kan perasaan cak bangun saja. lha kalo saya sih tarif turun ya juga ikut senang tho cak bangun. apalagi kalo krl kukus nya denger2 ditambah. saya memang tidak selalu sering naik krl karena posisi saya jauh dari rel, tapi dekat dengan tol jagorawi. jadi saya punya banyak pilihan lewat jalan atau rel.

saya hanya mencoba melihat persoalan dari 2 sisi. jadi tidak berada diposisi siapa2. saya tertarik saja dengan kebijakan tarif ini sebenarnya akar masalahnya dari mana. ini yang saya sedang coba cari tahu. apakah memang masalah dari operator, atau pemerintah.

hanya itu saja. dan apabila ada pernyataan saya yang menyinggung jenengan, saya mohon maaf..

Back on Topic.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
dengan tarip 7000 dan bila nanti para pengguna express mau berpindah transportasi lain, ya syukurlah, KRL jd lega-an dikit...
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Moga-moga KRL yang hobi mogok tidak diikut sertakan Single Operation.
(27-06-2011, 10:10 AM)m_ilhami Wrote: Moga-moga KRL yang hobi mogok tidak diikut sertakan Single Operation.

mudah2an yg ntuh di rehabilitasi atau di opname dulu sampe sembuh, Big Grin jgn lupa setrum nya ditambah biar bisa nambah KRL nya...

KCJ atau KAI perlu beli Loko listrik buat back up KRL yg mogok

Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
(26-06-2011, 06:14 PM)Illia Wrote: Info soal tarif disini ni: http://www.detiknews.com/read/2011/06/26...li?9911032
wkwkw akhirnya menjadi sedikit lebih normal. 6rb untuk jalur Serpong mah ga rugi2 amat .Dbanding harus 8rb XD
walau dgn menyesal express harus dihapus. tp bagaimana lagi?

Oh ya infonya KRL seri Hibah 6000 yang biasa dipake express mau dijadikan KRL eko panas yang tambahan Big Grin wkwwkwkw bakal ngakak lagi tuh XD

yah..berhubung angkatan 6000 AC nya udah anget..apalagi yg Stripping Ijo yg sering dinasan BKS-TPK..

daripada ntar pada protes: harga CL kok dapetnya rasa Eko panas??
mending dipanasin aja..Ngeledek

cuma pertanyaanya, kalo jadi Panas, apa tetep 6 rangkaian..???
693-5073-893-673
Kutipan Sekilas Pandang Kompas
Senin, 27 Juni 2011
Tarif bergoyang Tanpa Perencanaan Matang
Oleh Agnes Rita S dan Andy Riza Hidayat

Tarif KRL Commuterline ancang-ancang diturunkan antara Rp 1500 - Rp 3000, setelah pertemuan antara PT. Kereta Api Indonesia (Persero), PT KCJ, Komisi V DPR dan perwakilan komunitas KRLmania, Sabtu 25 Juni.
-Jakarta - Bogor Rp. 7000.
-Jakarta - Depok Rp. 6.000.
-Jakarta - Bekasi Rp 6.500.
-Jakarta - Serpong Rp 6.000.
-Jakarta - Tangerang Rp 5.500.
Kemungkinan berlaku 2 Juli, kemungkinan karena tarif kereta ini seringkali berubah tanpa mekanisme yang jelas.

Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sugeng Priyono memberi memberitahukan akan melakukan uji tahap dua, tanggal 30/6 dan 1/7, dengan menggunakan tarif tersebut.

Mekanisme Tarif

Pendapat peneliti Perkeretaapian LIPI Taufik Hidayat meliputi: tarif melalui mekanisme yang jelas serta ada peran regulator yakni Kementerian Perhubungan. Sebagai regulator berhak memanggil PT. Kereta Api Indonesia (Persero), PT KCJ dan perwakilan masyarakat. Perhitungan tarif harus melalui pedoman yakni kebutuhan internal PT. KAI, PT. KCJ termasuk biaya operasional, serta memperhitungkan faktor eksternal yaitu inflasi. Tarif yang ditetapkan seharusnya diikuti standar minimum pelayanan. Regulator juga melakukan pengawasan pelayanan terhadap pemberian tarif komersial dari operator. Pengkajian tarif seharusnya melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah BUMN yang harus mencari laba bukan tarifnya yang terus ditekan bukan dijadikan tumbal dengan alasan sosial. Penangguhan kenaikan tarif kereta ekonomi sebenarnya tidak masalah, apabila Pemerintah memberikan PSO yang baik, kenyataannya PSO kerap tidak seimbang. Kelahiran KRL commuter line disebabkan ketidakseimbangan subsidi.

Suyono Dikun, Guru Besar Perencanaan dan Kebijakan Transportasi UI, perubahan jadwal dan Tarif merupakan keputusan sensitif yang menyangkut hajat hidup orang banyak demi peningkatan pelayanan, sehingga masyarakat berhak mengontrol peningkatan pelayanan.

Dukung Kereta Api

Suyono Dikun, persoalan dasar pada PT. KCJ adalah masalah profesional, mandiri, efisien dan dapat memberikan pelayanan yang nyaman.

Idealnya, perlu investasi pemerintah triliunan rupiah untuk membangun jalur baru, jalan layang, underpass, stasiun modern dan persinyalan canggih seta tenaga listrik yang yang lebih besar dari sekarang

Pemerintah harus meningkatkan anggaran 20 trilliunan pertahun dan mengundang sektor swasta.

Dirjen Kereta Api meningkatkan kualitas SDM-nya untuk membangun besar-besaran Pereketaapian Jabodetabek.

Pada 2013, pemerintah harus memperbaiki kondisi stasiun, penambahan KRL dan menghentikan penumpang naik ke atap.

Pada 2015, pemerintah harus memberikan anggaran Rp 20 trilliun pertahun, untuk mengejar kemampuan mengangkut penumpang 1,2 juta orang per hari.

Pemerintah harus memikirkan integrasi dengan trans jakarta dan membangun infrastruktur pendukung.

Pada tahun 2025 KRL harus mampu mengangkut penumpang 3 - 5 juta orang per hari, tetapi telah didukung peningkatan daya listrik secara signifikan, perbaikan persinyalan, perbaikan keselamatan, perbaikan kecepatan dan manajemen profesional.

Sorry bro, kalimatnya belepotan, mohon koreksi.

















Quote:kpn majunya KERETA API INDONESIA?, masa mau mundur selangkah lagi kalo T6000 didowngrade.
hehe, om masukangin.... ngomong2 pernah gak naek T6000 sih? seperti kata om tomrys

Quote:yah..berhubung angkatan 6000 AC nya udah anget..apalagi yg Stripping Ijo yg sering dinasan BKS-TPK..

daripada ntar pada protes: harga CL kok dapetnya rasa Eko panas??
mending dipanasin aja..New_ngeledek
bahkan gak cuma si 6000 aja, mayoritas AC-nya juga udah mulai jadi pemanas ruangan, alias kagak pungsi. makanya kenapa temen2 pada minta didowngrade. toh, lumyan ngehemat biaya maintenance kan, gak perlu ngerawat ac.....

kl masalah tarif sih memang pasti ada pro-kontra, terutama yg pengguna jarak deket kayak dp/dpb - poc/ui.... pasti mereka akhirnya milih naek angkot lah atau motor. dan penurunan tarif itu bukan karena lobi2 pejabat kok, tapi karena pressure para teman2 pengguna.... ya akhirnya para pejabat dan wakil itu ikut2an lah "nyari muka"............
Lok Merah Biru
naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut.....
http://transportationindonesia.wordpress.com/
kalo liat jadwal resmi per 2 juli kok malah merugikan buat saya yah...., kan biasanya ada yg kereta dari MRI berenti di St. SUD, jam 17.30an sekarang kok malah ilang, baru ada lagi jam 18.30an, ini kan namanya malah merugikan... mending naek motor aja lgi dari kantor, jam 18.30 an udah bisa sampe di St. PDJ....
Hmm.. anak-anak ku pun sudah mulai menyukai kereta nampaknya Ngeledek


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)