Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
K3 yang baru2 itu kan yg beli KEMENHUB d/h DEPHUB.....
banyak juga K1 yg pk rangkian thn muda spt argo lawu,Gopar K1,New Argo jati,bima ex JS950, muria,sindoro...
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(23-02-2011, 11:30 AM)eling Wrote: K3 yang baru2 itu kan yg beli KEMENHUB d/h DEPHUB.....
banyak juga K1 yg pk rangkian thn muda spt argo lawu,Gopar K1,New Argo jati,bima ex JS950, muria,sindoro...
Iya sih, semua Argo MD-nya sesudah 1995 (paling "nubi" New Argo Jati, 2010), juga beberapa Satwa seperti Gajayana (2009), Bima (1995 - eks-Bromo JS-950), 1/2 Turangga (1999), dll.
Tapi coba liat K1 Satwa yang lain, apalagi yang Eksis kayak Lodaya, Malabar... Ada yang MD 1964, 1967... Biar ada yang retrofit (kayak Turangga yang 675**, Sembrani yang 845**) tetep aja kan kalo ngerti taun produksinya pasti akan keliatan "bobroknya"...
Tapi ini semua masalahnya ada pada "maintenance" (perawatan), bukan pada "manufacture" (pembuatan). Biar K3 Nutrisari MD 2009, tapi kalo maintenancenya kalah ama K1 Lodaya MD 1964, pasti bakal lebih bobrok K3 2009 daripada K1 1964...
Ibaratnya sama kayak kakek 81 tahun hidup sehat dan pemuda 18 tahun hidup tidak sehat, kalo dibandingin tentu, dalam masa tuanya si kakek ini tampak lebih sehat dari si pemuda (si pemuda lebih rentan akan penyakit daripada si kakek)...
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
[spoiler] (23-02-2011, 11:30 AM)eling Wrote: K3 yang baru2 itu kan yg beli KEMENHUB d/h DEPHUB.....
banyak juga K1 yg pk rangkian thn muda spt argo lawu,Gopar K1,New Argo jati,bima ex JS950, muria,sindoro...
(23-02-2011, 12:06 PM)dtRAiNeR Wrote: (23-02-2011, 11:30 AM)eling Wrote: K3 yang baru2 itu kan yg beli KEMENHUB d/h DEPHUB.....
banyak juga K1 yg pk rangkian thn muda spt argo lawu,Gopar K1,New Argo jati,bima ex JS950, muria,sindoro...
Iya sih, semua Argo MD-nya sesudah 1995 (paling "nubi" New Argo Jati, 2010), juga beberapa Satwa seperti Gajayana (2009), Bima (1995 - eks-Bromo JS-950), 1/2 Turangga (1999), dll.
Tapi coba liat K1 Satwa yang lain, apalagi yang Eksis kayak Lodaya, Malabar... Ada yang MD 1964, 1967... Biar ada yang retrofit (kayak Turangga yang 675**, Sembrani yang 845**) tetep aja kan kalo ngerti taun produksinya pasti akan keliatan "bobroknya"...
Tapi ini semua masalahnya ada pada "maintenance" (perawatan), bukan pada "manufacture" (pembuatan). Biar K3 Nutrisari MD 2009, tapi kalo maintenancenya kalah ama K1 Lodaya MD 1964, pasti bakal lebih bobrok K3 2009 daripada K1 1964...
Ibaratnya sama kayak kakek 81 tahun hidup sehat dan pemuda 18 tahun hidup tidak sehat, kalo dibandingin tentu, dalam masa tuanya si kakek ini tampak lebih sehat dari si pemuda (si pemuda lebih rentan akan penyakit daripada si kakek)... [/spoiler]
Bener semua Alesannya, tapi kalo saya lain brow.K-3 banyak yg muda taunnye karena "K3" emang untuk vosiran, gak mungkin samalah perawatannya sm kls 1-2 wlpn dia pake tua jam terbangnya dan tanggung jawabnyakan lain sama K3. "mumpung muda di geber buat kejar modalnya dulu" kira2 begitu brow ...
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
Posts: 702
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
3
ya wajar bila K1 buatan taun 60an diperhatiin dibanding K3 taun 90an ato 09. Mereka beda kelas,beda pula perawatannya. Sebagian org,mungkin ga kan memperhatikan tu gerbong buatan taun berapa,yg penting,contohnya bila naik exa taun 60an,"saya naik exa"... Nah,mungkin ini taktik kali yee,K3 dicarikan gerbong yg muda2,sedangkan exa yg tua MD nya... Toh,tetap saja prioritas dan perhatian ada nya buat exa segerbong,hehehehe... Kalo pengen semua baru,ya gampang,beli ke INKA,ato gerbong yg MDnya lama diganti MD nya,misal karna PA nya udh masuk ke MRI lg jd K1 11-*** yg padahal buatan 60an. Jd di retrofit ky turangga atau sembrani. Nah sya kan udah utarakan,Pemerintah dan KAI punya dana ga utk itu????? Kalo mau maju,ya harus siap dengan berbaagai hal,termasuk danaaaaaaaaaaaaa,hehehh
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
(24-02-2011, 09:37 PM)gilang pratama Wrote: ya wajar bila K1 buatan taun 60an diperhatiin dibanding K3 taun 90an ato 09. Mereka beda kelas,beda pula perawatannya. Sebagian org,mungkin ga kan memperhatikan tu gerbong buatan taun berapa,yg penting,contohnya bila naik exa taun 60an,"saya naik exa"... Nah,mungkin ini taktik kali yee,K3 dicarikan gerbong yg muda2,sedangkan exa yg tua MD nya... Toh,tetap saja prioritas dan perhatian ada nya buat exa segerbong,hehehehe... Kalo pengen semua baru,ya gampang,beli ke INKA,ato gerbong yg MDnya lama diganti MD nya,misal karna PA nya udh masuk ke MRI lg jd K1 11-*** yg padahal buatan 60an. Jd di retrofit ky turangga atau sembrani. Nah sya kan udah utarakan,Pemerintah dan KAI punya dana ga utk itu????? Kalo mau maju,ya harus siap dengan berbaagai hal,termasuk danaaaaaaaaaaaaa,hehehh Duit Piye to Masssssss................ La buat Maintenance aja jual rongsokan BB XXXX yg dongkrok ....
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
Posts: 535
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
2
Bukti, kalau management PT.KA tidak memperhitungkan biaya depresiasi. Padahal namanya barang ada usianya, seharusnya PT.KA memperhitungkan berapa tahun usia pakai gerbong. dan menyisihkan pendapatannya pertahun untuk meremajakan gerbong yang sudah habis usia pakainya.
Posts: 275
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
7
Asal perawatan OK. terus kualitas Logam jg dites rutin. Gerbong tua justru lebih kuat dibanding gerbong muda.
untuk contoh ya, K1- 55501 (unik, triple 5) cireks. K1- 568xx (gumarang Boogie K8)
untuk k2 ga pernah lihat. Yang pernah sy dpt jg k2-715xx
juga K3-647xx tawang jaya (boogie k7). Dan k3- 667xx (patas Purwakarta)
saya masih ga tahu, apa gerbong2 tsb impor atau buatan INKA
kondisi gerbong DIATAS lebih baik dibanding k3 - 065xx kutojaya selatan jg K3 - 065xx tawang jaya. Yang terlihat lebih kusam. Lapisan dinding kopong (saya sering mengetuk2 dinding gerbong)
juga, rangkaian nutri matarmaja yang.. Gitulah..
Pasti tau kan.. Padahal masih baru. Dibandingkan dengan rangkaian kertajaya yg byk gerbong tuanya.
jadi, kembali ke kualitas bahan gerbong itu sendiri.
Oh iya. Gerbong K2 Yugoslavia Cireks yang jendelanya jarang itu termasuk kuat kan? Padahal udh lumayan berumur juga.
jadi , bukan menjudge ya. Mungkin PT. INKA kurang memperhatikan kualitas gerbong buatannya..
di divre 1 sendiri. Saya pernah naik k3 putri deli ke tj. Balai. Saya ga ingat persis k3 yg saya naiki. Di karcis sy dpt gerbong pertama (sengaja pilih karena sy suka raungan mesin BB303) gerbong itu buatan INKA (ada logonya) dan masih kelihatan segar (dari tahun seingat saya 90 an) . Begitu lepas stasiun kisaran. Dalam perjalanan ke tj .balai (rel tua r45, bantalan kayu) goncangan di dalam gerbong saya tsb luar biasa. Krn K3 Disana tidak seperti di jawa (okupansi waktu itu hanya sekitar 40%. 2 Gerbong terakhir nyaris kosong. Padahal hari minggu)
akhirnya saya jalan ke gerbong (K3-675xx ga ada logo INKAnya) paling belakang untuk ambil foto. Tapi di gerbong terakhir itu saya merasakan goncangan yg lebih minim. Jd saya putuskan pindah ke belakang. Dan menguasai 2 seat ABC sendirian (hal yg imposible di K3 regional Jawa)
satu hal lagi. di divre 1 . . K3 ada kipas angin seperti Di K2. Dan menyala fulltime sepanjang perjalanan. Juga exhaust berfungsi sebagaimana mestinya.
sorry jd sedikit cerita. Dari sini bisa disimpulkan. Bukan masalah tua atau apa. Tp masalah SDM nya. Apa dia mampu membuat, menjaga, dan berinovasi.
Posts: 154
Threads: 0
Joined: Mar 2011
Reputation:
3
[quote='nikmuracell' pid='225908' dateline='1298219893']
JAKARTA, KOMPAS.com - [spoiler]Moda transportasi kereta api mampu mengangkut ribuan orang dalam sekali perjalanan. Moda transportasi inilah yang dinilai paling efektif memobilisasi massa dari satu tempat ke tempat lain.
Namun, nasib kereta api kini mengenaskan karena banyaknya gerbong-gerbong tua yang masih saja dipakai, kecelakaan pun kerap kali terjadi. Bentuk diskriminasi yang dialami PT. Kereta Api (Persero), sebagai operator kereta api di Indonesia, yakni terkait dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
"Walaupun kereta api itu kendaraan umum, tapi dia tidak mendapatkan jatah BBM bersubsidi dan masih memakai BBM Industri,"  ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, Jumat (4/2/2011), di kantor MTI, Jalan Cikini Raya, Jakarta.
Ia membandingkan antara truk dengan kereta api. "Truk yang mengangkut barang bisa dapat BBM subsidi berkali-kali, padahal dia merusak jalan. Tapi kereta api justru pakai industri," ucap Djoko. Djoko melihat hal tersebut sebagai salah satu bentuk kesadaran dan perhatian yang rendah dari pemerintah akan nasib kelangsungan PT. Kereta Api (Persero).
Pemerintah, ujar Djoko, masih menganggap PT. Kereta Api (Persero) sebagai perusahaan untuk berbisnis. Padahal, PT. Kereta Api (Persero) seharusnya dikembalikan fungsinya sebagai perusahaan pelayanan jasa transportasi. "Seharusnya pemerintah memikirkan KAI itu untuk service bukan bisnis. Dengan mengutamakan service, maka aspek-aspek keselamatan yang menjadi utama," ujarnya.
Hal lain yang dikeluhkan MTI ungkap Djoko adalah ditundanya dana perbaikan sarana dan prasarana kereta api senilai Rp 17,4 triliun  . Apabila PT. Kereta Api (Persero) tidak mendapatkan kucuran dana perbaikan tersebut, pemerintah seharusnya mempertimbangkan menarik investor pada penyediaan peralatan dan prasarana keselamatan.
Pengadaan alat dan prasarana yang dimaksud seperti pembangunan jalur ganda secara menyeluruh, pembangunan jalur lintasan luncuran (sepur badug), dan pemasangan piranti otomatis penghentian kereta api (automatic train stop).
[/spoiler]
[quote]
[/quote]
Nggak mau komentar ah. Belakangan ini kita kan sudah tahu kalau kereta api kita makin lama makin ngaco.
Pemerintah selalu mengklaim bahwa kereta api milik mereka, tapi di sisi lain tidak mau mengucurkan uang untuk perbaikan sarana kereta api.
Kalau urusan mengubah nomor lokomotif (dengan papan nomor tripleks) dan nomor gerbong (dengan cat murahan) mereka giat. Tapi membetulkan sarana dan prasarana seperti stasiun dan jalur, plus perbaikan kualitas KA ekonomi (Yang seharusnya adalah tanggung jawab mereka) mereka malaaaassss.....
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
teman-teman sorry rada OOT dikit, mau tanya nih kalau seperti gerbong K1 BK itu kan gerbong lama yang diretrofit lagi di PT INKA. nah, sebenarnya seberapa jauh sih retrofit itu mengubah komponen2 gerbong? apakah hampir 100 persen komponennya diganti baru? jika seperti itu berarti kode gerbong yang tua itu sebenarnya hanya kode administratif aja, tidak mencerminkan kondisi riil gerbong yang bisa dikatakan sama dengan gerbong baru.
terima kasih.
KA Sumber Kentjono
Posts: 154
Threads: 0
Joined: Mar 2011
Reputation:
3
Maksudnya gerbong Bangunkarta eks Gajayana itu yah? Kalau itu diretrofit total dengan mencopot semua komponen hingga tersisa frame saja, kemudian dipasangi badan baru.
Retrofit itu bervariasi yah. Kalau dulu ada gerbong K1 batch 1993 yang menggunakan gerbong EXA 1967 yang cuman diupgrade.
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
|