(21-04-2011, 07:22 AM)dtRAiNeR Wrote: Kayaknya sekarang tipe penomoran baru mulai mendominasi deh. Bukan hanya lokomotif, beberapa gerbong penumpang pun sudah pake nomor baru. Contohnya K2-86520 BD yg kemarin dinas Mutsel, udah jadi K2 0 86 20 BD, ga beda jauh dengan K1 New Argo Jati (K1 0 10 **) dan K3 AC Bogowonto (K3 0 10 **)... Emang pake boogienya sama-sama K5 ya?
Jadi makin ribet nih penomorannya...
nah yang parahnya mah penomeran kereta penumpang yang bukan berbogie K5, tetep pake penomeran yang sama
(ngaca dari foto test run ABA yang sekarang diapus)
Kalau misalnya penomoran lokomotif CC yang hasil rehab dari lok BB gimana ? Apa tahun dinasnya dihitung mulai dia berubah jadi CC atau waktu masih BB ??? Terus apa masih ditambah huruf "R" ???
denger-denger sih cc 201 yang hasil rehab dari bb203 tetap waktu dinas dihitung dari cc 201. jadi contoh CC 20170 di dipo JNG berubah menjadi CC 201 83 70. hal ini biar "kemungkinan ya" kita sebagai masyarakat juga bisa mengawasi tindak tanduk operator jika masih make loko ya dah berumur. kalo dulu kan kita pada ga tau tu tahun berapa mulai. kalo sekarang, malu operator ketauan lokonya dah berumur hampir melewati umur ekonomis 25-30 tahun.
menurut gw, penomeran ini jenius. kalo untuk ka penumpang. kayanya ga penting deh ada penomeran bogie. mau dy k5 mau dy k9 atau mau dy k2 (WKWK) ya terserah operator. yang penting ride index maksimal 2,5 dan tinggi alat perangkai 775mm +10mm dari kepala rel. untuk pengereman ya harus disesuaikan.
Hari ini belum nemu lok-lok BD yg udah pake nomor baru... Tapi ada beberapa gerbong yg sudah pake nomor baru. Anehnya, penomoran benar-benar berubah... Mereka adalah:
K1 0 67 22 (ex K1-67524)
K1 0 98 12 (ex K1-98805)
Saya jadi ragu, apa K2 0 86 20 itu benar K2-86520 apa bukan, merujuk ke 2 contoh yg saya temukan hari ini (plus beberapa K3 ML di BKS tadi siang)... Beda boogie tapi sekilas kayak ga ada bedanya...
(23-04-2011, 09:07 PM)bogie.k9 Wrote: denger-denger sih cc 201 yang hasil rehab dari bb203 tetap waktu dinas dihitung dari cc 201. jadi contoh CC 20170 di dipo JNG berubah menjadi CC 201 83 70. hal ini biar "kemungkinan ya" kita sebagai masyarakat juga bisa mengawasi tindak tanduk operator jika masih make loko ya dah berumur. kalo dulu kan kita pada ga tau tu tahun berapa mulai. kalo sekarang, malu operator ketauan lokonya dah berumur hampir melewati umur ekonomis 25-30 tahun.
menurut gw, penomeran ini jenius. kalo untuk ka penumpang. kayanya ga penting deh ada penomeran bogie. mau dy k5 mau dy k9 atau mau dy k2 (WKWK) ya terserah operator. yang penting ride index maksimal 2,5 dan tinggi alat perangkai 775mm +10mm dari kepala rel. untuk pengereman ya harus disesuaikan.
TETAP TIDAK SEPENDAPAT.
Tanpa ditulis tahunnya , tetap saja semua mechanic/staff Dipo/Balai Yasa bisa tahu TAHUN PEMBUATANNYA DENGAN MELIHAT DI LOG BOOK.
INI SAMA SAJA MERENDAHKAN intelek para Mechanic/Staff Dipo/Balai Yasa yang dianggap bodoh dengan perlunya menulis kode tahun di body lokomotif.
Dari awalnya kan sudah kelihatan kalau ini proyek konyol alias buang-buang duit saja.
(yang ada dipikiran para pembuat keputusan itu kan cuma "yak opo enake, nggawe proyek", maka keluarlah proyek konyol tadi).
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
(26-04-2011, 08:19 PM)spoor_jadul Wrote: TETAP TIDAK SEPENDAPAT.
Tanpa ditulis tahunnya , tetap saja semua mechanic/staff Dipo/Balai Yasa bisa tahu TAHUN PEMBUATANNYA DENGAN MELIHAT DI LOG BOOK.
INI SAMA SAJA MERENDAHKAN intelek para Mechanic/Staff Dipo/Balai Yasa yang dianggap bodoh dengan perlunya menulis kode tahun di body lokomotif.
Dari awalnya kan sudah kelihatan kalau ini proyek konyol alias buang-buang duit saja.
(yang ada dipikiran para pembuat keputusan itu kan cuma "yak opo enake, nggawe proyek", maka keluarlah proyek konyol tadi).
Tahunnya juga (sudah) ada di builder's plate. Sependapat. Good comment.
(26-04-2011, 08:19 PM)spoor_jadul Wrote: TETAP TIDAK SEPENDAPAT.
Tanpa ditulis tahunnya , tetap saja semua mechanic/staff Dipo/Balai Yasa bisa tahu TAHUN PEMBUATANNYA DENGAN MELIHAT DI LOG BOOK.
INI SAMA SAJA MERENDAHKAN intelek para Mechanic/Staff Dipo/Balai Yasa yang dianggap bodoh dengan perlunya menulis kode tahun di body lokomotif.
Dari awalnya kan sudah kelihatan kalau ini proyek konyol alias buang-buang duit saja.
(yang ada dipikiran para pembuat keputusan itu kan cuma "yak opo enake, nggawe proyek", maka keluarlah proyek konyol tadi).
HOREEE!!!!
Akhirnya ada juga yang membuat koment yang sepositif ini!
klo loko yg no.nya warna merah dan loko yg no.nya warna putih bedanya apa ya??? ni pic nya
[spoiler=yg merah] [/spoiler]
[spoiler=yg putih (yg kiri warnanya merah juga tuh)][/spoiler] BAGI YG MERASA PEMILIK DARI KE 2 FOTO TERSEBUT, PINJEM YAHH......
abis nongkrong di lempuyangan, baru tau ternyata PA ga cuma masang plat nomer baru tapi juga nambahin lampu kabut, tersangkanya adalah CC 201 46 , sama CC 201 23 yang pake lampu kabut tapi cuma ada plat sampingnya, plat depan-blakangnya ga ada...