11-02-2013, 09:56 PM
(25-01-2013, 06:39 PM)zmidth Wrote:(25-01-2013, 03:09 PM)reynan Wrote: assalamualaikum,
Waktu itu pernah dialog sama anak kereta lainnya, saya juga sempat mengutarakan yang sama dengan anda yaitu menggunakan moda "semacam prambanan ekspres" namun sepertinya Prambanan Ekspress bisa murah karena didukung oleh Dana PSO (Public Service Obligation) yang ternyata setiap tahunnya bisa saja berkurang.
Wilayah Kutorajo, Yogya, Surakarta memang terbilang ramai, namun berbeda dengan karakteristik Purwokerto, Kroya, Kebumen, yang cenderung sepi.
Sebelum akhirnya dipinjamkan ke Daops VI Lempuyangan dan akhirnya menjadi Sriwedari itu harganya sudah diturunkan kalau tidak salah diangkat sekitar "50rb"-an. coba check lagi barangkali saya salah.
memang harus dikaji kembali masalah tarif ini karena karakteristik tempat dan penduduknya berbeda.
wassalam
Ricky Pratama
Waalaikumsalam
PWT, KYA, KM cenderung sepi? Saya kira tidak juga. Jeng Efi aja bisa bertahan, bahkan bisa ganti Armada tiap tahunnya. Ini menunjukkan kalau jalur ini profitable. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga dengan PeDe-nya pasang tarif 80rb. Kenapa Maguwo Ekspress cenderung sepi? Jawabannya Maguwo Ekspres itu masih baru. Promosi juga minim. Tarif promo memang diturunkan jadi 50rb, tapi berapa banyak masyarakat umum yang tau tarif tersebut? Berapa banyak juga yang tau KTA-PWT 30rb dan GB-PWT 20rb?
Oh ya dari dulu juga belum pernah ada kereta lokal PWT-YK(koreksi kalau saya salah), dulu dicover sama Logawa. Menurut saya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ngga usahlah langsung pakai AC. Bertahap dulu. Pakai kereta tanpa AC, jangan menerapkan sistem pas tempat duduk alias ada tiket berdiri. Dengan ini kan bisa menekan tarif walaupun tanpa subsidi. Dulu Daop IV aja bisa meluncurkan KA Tegal Ekspres dengan tarif 25rb tanpa subsidi. Seandainya tarifnya sekitar 30rb, kan bisa menarik kembali pelanggan Logawa yang sekarang jadi bismania. Selain itu, jangan lupa promosinya, biar masyarakat umum tahu "Kalau ke Jogja bisa pakai Kereta Api".
Permisi nubi mau komentar
Untuk purwokerto-jogja, itu adalah pasar yg signifikan klo mau dgarap serius. dengan harga yg wajar pula. masalahnya jalur ramai itu, betul kata agan diatas, jeng efi aja masih aman bahkan terus mengalami lonjakan permintaan.
saya rasa kekuranganya maguwo eks pada saat itu:
1. masalah harga
2. kurangnya sosialisasi
3. dalam kondisi percobaan sebaiknya jgn gunakan AC terlebih dahulu

![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)

![[Image: 10244129524_2d9536b2d9_b.jpg]](http://farm8.staticflickr.com/7452/10244129524_2d9536b2d9_b.jpg)
![[Image: hira148591.gif]](http://img716.imageshack.us/img716/2167/hira148591.gif)
![[Image: mw3c5v.jpg]](http://i42.tinypic.com/mw3c5v.jpg)