Harapan saya memakai KRD non AC, karena ini jalur perintis, untuk menarik minat calon penumpang.
Quote:trus KA Wisatanya ada kemungkinan diterusin sampe KEJ gak om kira2??
Tujuan pembukaan jalur ini memang untuk wisata karena jalur KA KEJ-ABR ini tertua se-Indonesia (perpanjangan dari lintas Semarang-Tanggung). Selain itu juga untuk memudahkan akses ke museum KA Ambarawa lewat jalur KA.
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
nah..semoga saja ya ga molor dan ga cuma wacana,sebenernya pikiran saya jg bgitu..jalur ini selain untuk wisata jg dibuat angkutan reguler (bs baca post saya sebelumnya)..kan lumayan bs jd feeder Brantas atau Matarmaja yg menjaring penumpang di sekitar Salatiga,Ambarawa dan kab.Semarang
-------
btw sampe saat ini di sekitar bringin blm ada tanda2 fisik bahwa jalur ini mau di revitalisasi..pembebasan tanahpum jg blm
Tadi siang (9/5/'13) sempatin ngecek sambil foto-foto, siapa tahu ada perkembangan proses reaktivasi, ternyata belum ada tanda-tanda yang signifikan.
di daerah Ngombak
[spoiler]
railbed jadi jalan kampung [/spoiler]
[spoiler]
tampak bekas rel dan tiang telegraf (foto tgl 21 April 2013)[/spoiler]
[spoiler]
bantalan bekas dual gauge? [/spoiler]
[spoiler]
Bekas rel dan jembatan kecil, di sebelah kanan dalam foto ini adalah Sungai Tuntang (tdk nampak) [/spoiler]
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
(09-05-2013, 08:09 PM)Toentang Wrote: Tadi siang (9/5/'13) sempatin ngecek sambil foto-foto, siapa tahu ada perkembangan proses reaktivasi, ternyata belum ada tanda-tanda yang signifikan.
di daerah Ngombak
[spoiler]
railbed jadi jalan kampung [/spoiler]
[spoiler]
tampak bekas rel dan tiang telegraf (foto tgl 21 April 2013)[/spoiler]
[spoiler]
bantalan bekas dual gauge? [/spoiler]
[spoiler]
Bekas rel dan jembatan kecil, di sebelah kanan dalam foto ini adalah Sungai Tuntang (tdk nampak) [/spoiler]
berdasarkan berita di atas
* akan ada pakta kerja sama yang kemungkinan besar berlangsung pada akhir Mei 2013
* pengerjaan fisik reaktivasi jalur Kedungjati-Tuntang akan dimulai pada 2014
akhir tahun kmrn jalan2 ke secang lihat di sekitar stasiun samapai depan jalan raya udah pada dikasih plang PT KA gede banget warna putih
apa berarti pengerjaannya sekaligus ya sampai Secang-Mgl-YK??
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
(10-05-2013, 05:37 AM)aatea_goparmania Wrote: akhir tahun kmrn jalan2 ke secang lihat di sekitar stasiun samapai depan jalan raya udah pada dikasih plang PT KA gede banget warna putih
apa berarti pengerjaannya sekaligus ya sampai Secang-Mgl-YK??
Mou yang sudah ditandatangani sementara cuma Kedungjati-Tuntang, belum sampai Secang, apalagi smpe Mgl-Jogja.
Kalo soal plang, akhir-akhir ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memang lagi giat-giatnya masang, sebagai penanda klaim bahwa itu punyanya.
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
mungkin agak OOT,tp lebih baik saya post disini saja karena trit sebelah kayanya lebih sepi
seandainya saja memang jalur ABR-MGL-YK aktIf kembali nantinya (semoga),menurut rekan2 RF sekalian kira2 petak ABR kearah magelang nantinya akan melewati jalur yg ada skrng atau bikin baru ya?
1.menggunakan jalur yg sudah eksis,selain mengandung faktor heritage karena untuk jalur KA uap jg di petak jambu-bedono menggunakan rel gerigi,apa bisa KA yg ada skrng melewati jalur bergerigi tsb?dan apakah gradientnya jg sanggup dilalui oleh loko tanpa gerigi sekelas CC201 keatas,namun dgn keuntungan ebih hemat karena cm butuh upgrade peron stasiun,rel dan bantalan+ballast saja
2.dibuat percabangan setelah stasiun ABR,jd jalur baru mungkin akan memutar ke sebelah barat ambarawa (kanan jalan abr-secang klo dari arah semarang),saya lihat di sekitar situ relatif lebih"masuk akal"klo dibuat jalur rel standart meskipun harus berkelok seperti di daerah priangan timur,namun kendala tentu saja di masalah lahan yg tau sendiri lah bagaimana ribetnya
nah menurut rekan2 diantara 2 opsi diatas mana yg mungkin diambil oleh PT.KAI?
maaf jika terlalu panjang dan sedikit OOT,tp sepertinya ga terlalu jauh dr konteks trit ini.maturnuwun
(11-05-2013, 01:55 AM)bayucool Wrote: mungkin agak OOT,tp lebih baik saya post disini saja karena trit sebelah kayanya lebih sepi
seandainya saja memang jalur ABR-MGL-YK aktIf kembali nantinya (semoga),menurut rekan2 RF sekalian kira2 petak ABR kearah magelang nantinya akan melewati jalur yg ada skrng atau bikin baru ya?
1.menggunakan jalur yg sudah eksis,selain mengandung faktor heritage karena untuk jalur KA uap jg di petak jambu-bedono menggunakan rel gerigi,apa bisa KA yg ada skrng melewati jalur bergerigi tsb?dan apakah gradientnya jg sanggup dilalui oleh loko tanpa gerigi sekelas CC201 keatas,namun dgn keuntungan ebih hemat karena cm butuh upgrade peron stasiun,rel dan bantalan+ballast saja
2.dibuat percabangan setelah stasiun ABR,jd jalur baru mungkin akan memutar ke sebelah barat ambarawa (kanan jalan abr-secang klo dari arah semarang),saya lihat di sekitar situ relatif lebih"masuk akal"klo dibuat jalur rel standart meskipun harus berkelok seperti di daerah priangan timur,namun kendala tentu saja di masalah lahan yg tau sendiri lah bagaimana ribetnya
nah menurut rekan2 diantara 2 opsi diatas mana yg mungkin diambil oleh PT.KAI?
maaf jika terlalu panjang dan sedikit OOT,tp sepertinya ga terlalu jauh dr konteks trit ini.maturnuwun
Semarang Jogja adalah dua kota besar di pulau jawa yang jaraknya cukup dekat. tapi adanya pegunungan diantaranya menjadikan prasarana transportasi lebih sulit dibuat daripada daerah datar. menurut hemat saya. melihat kepentingan ke depannya. perlu dibuatkan jalur baru selepas ABR, bahkan bila perlu dibuatkan beberapa terowongan dan double track untuk mnghemat waktu tempuh SMT - YK. dan kalau mau yg lebih ekstrim. mmbuat jalur baru shortcut dr ATA lsg ke Selatan sehingga menmbus stasiun Beringin.
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.