Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH KA EMPUJAYA VS GBMS
#21
(19-06-2010, 10:30 AM)toerangga Wrote:
Quote:kan udah diitung sama tim ahli...hehehe
lagian kereta tuh punya momentum yang sangat besar...
pada kecepatan kecil pun kalo massa ( berat ) besar pasti hasilnya juga besar...
Lagian lok juga ga hancur tuh, cuman ringsek aja. K3 hancur karena struktur rangkanya udah keropos..hehehe
Kalo 17 km/jam menurut saya masih terlalu rendah untuk menghancurkan gerbong walopun momentumnya besar, kan ini yang hancur kereta yang menabrak . 17 km/jam itu kecepatan jatuh bebas benda dari ketinggian 2 meter.
Kalo memang karena strukturnya yang udah jelek agak wajar ya ringsek... Atau mungkin ada gaya tambahan yang menambah stress, seperti belokan atau lintasan yang melengkung...

ya mungkin aja karena faktor belokan wesel,sehingga moment kereta ga 100 lurus melainkan terdorong ke samping.....
yang jelas hancurnya gerbong dikarenakan momentum dari arah belakang yang besar padahal didepannya yaitu lok sudah berhenti saat tumbukan...
kalo memang 17 km/jam janggal, berarti ada yang salah dengan perekaman data loggernya dunk ??Bingung
[Image: banner.jpg]
Reply
#22
janggal kalau gerbong dalam keadaan baik... Kalau gerbongnya emang udah rusak ya mungkin..
---------------------------------------------------------------------------------
[Image: 10152518_770209422991478_115824953701405038_n.jpg]
Reply
#23
Ikutan dong, waktu itu saya masih klas 5 sd.... 3 hari setelah PLH ini saya diajak ayah saya pulang naik ka progo. Ternyata gerbong depan kosong semua... mungkin efek dari PLh gbms vs empu jaya...
Reply
#24
(19-06-2010, 11:45 AM)Logawa_exp Wrote:
(19-06-2010, 10:30 AM)toerangga Wrote:
Quote:kan udah diitung sama tim ahli...hehehe
lagian kereta tuh punya momentum yang sangat besar...
pada kecepatan kecil pun kalo massa ( berat ) besar pasti hasilnya juga besar...
Lagian lok juga ga hancur tuh, cuman ringsek aja. K3 hancur karena struktur rangkanya udah keropos..hehehe
Kalo 17 km/jam menurut saya masih terlalu rendah untuk menghancurkan gerbong walopun momentumnya besar, kan ini yang hancur kereta yang menabrak . 17 km/jam itu kecepatan jatuh bebas benda dari ketinggian 2 meter.
Kalo memang karena strukturnya yang udah jelek agak wajar ya ringsek... Atau mungkin ada gaya tambahan yang menambah stress, seperti belokan atau lintasan yang melengkung...

ya mungkin aja karena faktor belokan wesel,sehingga moment kereta ga 100 lurus melainkan terdorong ke samping.....
yang jelas hancurnya gerbong dikarenakan momentum dari arah belakang yang besar padahal didepannya yaitu lok sudah berhenti saat tumbukan...
kalo memang 17 km/jam janggal, berarti ada yang salah dengan perekaman data loggernya dunk ??Bingung


Yupz betul mas, posisi kereta no.1/di belakang lok spertinya dalam wesel belok dan sbgai catatan Speedometer CC 20317 wktu itu dalam kondisi rusak, sehingga masinis dan asistennya memberikan keterangan soal kecepatan ke tim KNKT hnya berdasarkan perasaan saja. "Kira2 pada kec.sekian......"
Reply
#25
jd cm berdasar kan persaan ? ... hoalah
Mengejar Rangkaian 7123F Asik..
Reply
#26
wah kayaknya nama empujaya bikin sial neh, makanya ganti nama jdi progo..

ckckckckck
Reply
#27
lah iya nama orang sakti jaman kerajaan dulu di pakai buat nama kereta api dah gitu ekonomi pula. (padahal sih ngga ada hubunganya ye )
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#28
whwhhwhwhhw....

ad" saja
Mengejar Rangkaian 7123F Asik..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)