Kapan dihidupkan lagi jalur ini? Katanya potensial? Bangunan stasiun katanya masih bagus hingga Panarukan? Memang butuh biaya besar, perbaikan jalur kereta Solo-Wonogiri saja 53 milyar, berapa yang di butuhkan untuk jalur Kalisat-Panarukan? Mungkin perlu kereta KRDI juga agar okupansinya tinggi, jangan lupa kalo keretanya sudah KRDI harus di rawat dan di jaga.
1. Semoga ke depan bisa jadi heritage utk stasiun2 sepanjang rute Panarukan - Jember ini.
2. Kalau pun ingin dihidupkan seperti Ambarawa alias terputus tidak terhubung dg rel Daops IX semoga saja bisa jadi sarana pariwisata layaknya Ambarawa.
3. Nice pics buat kang Asep, mas Raditiya, dll juga tentunya nih... Foto2 memorial yang sangat bernostalgia buat kita2 semua....
Kalo pun memang bener2 dihidupkan lagi alias tersambung dg petak rel Daops IX Jember, apakah akan berbarengan dengan tersambungnya petak rel antara st. Kedungjati dg st. Tuntang yah? Trus apakah jalur ini juga ada hubungannya dg sejarah kekejaman Gubernur Jenderal Daendels kalai itu yg ngebangun ruas jalan antara Anyer - Panarukan yah?
(26-04-2011, 09:59 PM)Dana Komuter Wrote: 1. Semoga ke depan bisa jadi heritage utk stasiun2 sepanjang rute Panarukan - Jember ini.
2. Kalau pun ingin dihidupkan seperti Ambarawa alias terputus tidak terhubung dg rel Daops IX semoga saja bisa jadi sarana pariwisata layaknya Ambarawa.
3. Nice pics buat kang Asep, mas Raditiya, dll juga tentunya nih... Foto2 memorial yang sangat bernostalgia buat kita2 semua....
Kalo pun memang bener2 dihidupkan lagi alias tersambung dg petak rel Daops IX Jember, apakah akan berbarengan dengan tersambungnya petak rel antara st. Kedungjati dg st. Tuntang yah? Trus apakah jalur ini juga ada hubungannya dg sejarah kekejaman Gubernur Jenderal Daendels kalai itu yg ngebangun ruas jalan antara Anyer - Panarukan yah?
Kalau dengan Daendels tidak ada karena jalur KA Panarukan - Kalisat dibangun jauh setelah Daendels wafat... Jalur tersebut mungkin ada hubungannya dengan Gubernur Frederik Jacob yang berjasa dalam perluasan jaringan KA dan anaknya Frederik Bernard Jacob yang menjadi petinggi di Staatsspoorwegen...
Kapan akan dihidupkan lagi ya? Di banding dengan Stasiun Wonogiri dan Sukoharjo untuk railbus Solo-Wonogiri, lebih megah. Tak hanya menghidupkan saja, tetapi mungkin perlu ada perencanaan pembangunan yang komprehensif di daerah Bondowoso dan Situbondo, agar ada keberlanjutan transportasi kereta api di daerah ini.
Semoga pemerintah segera merealisasikan revitalisasi jalur ini, jika terlalu lama, akan semakin besar biayanya dan sulit, karena banyak aktivitas warga berupa fisik dan non fisik mungkin, mempengaruhi pengambilan material jalur ini dsb.