29-09-2009, 01:43 PM
semoga pengaktifan jalur ini segera terlaksana
karena bapak Yusman sudah menyatakan akan mengaktifkan lagi jalur ini krn SBY punya kenanagan dengan jalur ini
dari wawasan
Rencana difungsikannya jalur KA Magelang-Yogyakarta
Diawali sosialisasi dengan pemda terkait
MAGELANG - Departemen Perhubungan dalam mengkaji rencana menghidupkan kembali jalur kereta api (KA) Magelang-Yogyakarta, akan melibatkan pemerintah daerah yang dilalui jalur tersebut. ‘’Selain bekerja sama de-ngan konsultan untuk kajian secara teknis, juga melibat-kan pemda-pemda yang akan dilalui jalur kereta api,’’ kata Dirjen Perkeretaapian Depar-temen Perhubungan, Tunjung Indrawan di Magelang, ke-marin.
Ia mengatakan, tahap pertama dari pengkajian tersebut yakni sosialisasi dengan pemda yang akan dilalui jalur ke-reta api dan dilakukan secara komprehensif.
Tunjung mengatakan, ka-jian yang dilakukan Depar-temen Perhubungan tersebut minimal memakan waktu se-tahun. Bila kajian sudah selesai dan hasilnya jalur KA Magelang-Yogjakarta bisa dihi-dupkan lagi, maka paling lambat tahun 2011 sudah mulai dibangun jalur kereta api. Kajian yang dilakukan me-nyangkut Design Enginering Detail (DED) jembatan dan juga track.
Menurutnya, untuk meng-hidupkan lagi jalur tersebut, dana yang diperlukan untuk membangun kembali rel KA Magelang-Yogyakarta, setiap 1 km diperkirakan mencapai Rp 15 miliar-Rp 20 miliar.
Ia mengakui, rencana di-hidupkannya lagi jalur KA Magelang-Yogjakarta karena atas permintaan Presiden SBY. “Beliau ingin ada KA untuk melayani Taruna Ak-mil seperti dulu lagi dan siwa SMA Taruna Nusantara. Na-mun yang paling utama untuk melayani masyarakat umum, karena angkutan KA diniliai relatif murah,’’ ujarnya.
Terkait dengan banyaknya jalur rel KA yang banyak sekarang dibangun menjadi rumah-rumah penduduk, Tunjung mengatakan, bahwa hal tersebut merupakan urusan pemda setempat. Untuk itu, ia meminta agar pemda yang dilalui jalur KA tersebut untuk menyelesaikan masalah itu.
Ia juga membantah bahwa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengizinkan warga untuk membangun rumah di atas rel KA dengan cara menyewa. “Kita tidak pernah menyewakan tanah diatas rel KA. Kalau ada yang bilang menyewa, itu pasti ke oknum,†tandasnya Ias-skh
karena bapak Yusman sudah menyatakan akan mengaktifkan lagi jalur ini krn SBY punya kenanagan dengan jalur ini
dari wawasan
Rencana difungsikannya jalur KA Magelang-Yogyakarta
Diawali sosialisasi dengan pemda terkait
MAGELANG - Departemen Perhubungan dalam mengkaji rencana menghidupkan kembali jalur kereta api (KA) Magelang-Yogyakarta, akan melibatkan pemerintah daerah yang dilalui jalur tersebut. ‘’Selain bekerja sama de-ngan konsultan untuk kajian secara teknis, juga melibat-kan pemda-pemda yang akan dilalui jalur kereta api,’’ kata Dirjen Perkeretaapian Depar-temen Perhubungan, Tunjung Indrawan di Magelang, ke-marin.
Ia mengatakan, tahap pertama dari pengkajian tersebut yakni sosialisasi dengan pemda yang akan dilalui jalur ke-reta api dan dilakukan secara komprehensif.
Tunjung mengatakan, ka-jian yang dilakukan Depar-temen Perhubungan tersebut minimal memakan waktu se-tahun. Bila kajian sudah selesai dan hasilnya jalur KA Magelang-Yogjakarta bisa dihi-dupkan lagi, maka paling lambat tahun 2011 sudah mulai dibangun jalur kereta api. Kajian yang dilakukan me-nyangkut Design Enginering Detail (DED) jembatan dan juga track.
Menurutnya, untuk meng-hidupkan lagi jalur tersebut, dana yang diperlukan untuk membangun kembali rel KA Magelang-Yogyakarta, setiap 1 km diperkirakan mencapai Rp 15 miliar-Rp 20 miliar.
Ia mengakui, rencana di-hidupkannya lagi jalur KA Magelang-Yogjakarta karena atas permintaan Presiden SBY. “Beliau ingin ada KA untuk melayani Taruna Ak-mil seperti dulu lagi dan siwa SMA Taruna Nusantara. Na-mun yang paling utama untuk melayani masyarakat umum, karena angkutan KA diniliai relatif murah,’’ ujarnya.
Terkait dengan banyaknya jalur rel KA yang banyak sekarang dibangun menjadi rumah-rumah penduduk, Tunjung mengatakan, bahwa hal tersebut merupakan urusan pemda setempat. Untuk itu, ia meminta agar pemda yang dilalui jalur KA tersebut untuk menyelesaikan masalah itu.
Ia juga membantah bahwa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengizinkan warga untuk membangun rumah di atas rel KA dengan cara menyewa. “Kita tidak pernah menyewakan tanah diatas rel KA. Kalau ada yang bilang menyewa, itu pasti ke oknum,†tandasnya Ias-skh


[/spoiler]
[/spoiler]
