Baiklah, sebagai pembuka dari triiit ini, saya akan menceritakan pengalaman joyride saya dengan KA
KA PROBOWANGI
Perjalanan ini sendiri saya laksanakan pada musim arus mudik dan balik lebaran tahun ini, 2014. Tepatnya 30 juli 2014. Dimana orang-orang berkumpul dan bercengkrama dengan sanak keluarga, namun dengan semangat “sepur†yang saya miliki, akhirnya kulangkah kan kaki ini menuju stasiun.
Pada laporan perjalanan kali ini, KA probowangi yang saya naiki ini memiliki rute stasiun surabaya gubeng sampai dengan stasiun banyuwangi baru. Dalam perjalanannya, hampir semua stasiun yang dilewati itu disinggahinya. Perjalanan ini sendiri membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 7 jam lamanya. Dengan biaya hanya Rp 30.000 anda akan dimanjakan oleh eloknya perkebunan karet dilintas jember-banyuwangi yang berada dikaki gunung gumitir tersebut.
[spoiler=
sinopsis KA Probowangi]
Dahulunya, KA ini adalah KA lokal yang dimiliki oleh daop 9 jember. Memiliki rute asli Probolinggo - Banyuwangi PP. Namun, semenjak diperpanjang relasinya hingga stasiun surabaya kota, KA ini pun naik pangkat, dari yang semula KA lokal menjadi KA ekonomi Jarak menengah.
Dengan jarak tempuh kurang lebih 306 Kilomter, KA Probowangi membutuhkan waktu 7 jam untuk mencapai banyuwangi baru dari stasiun surabaya kota. Kini rangkaiannya biasa terdiri dari Lok CC 201 + B + 5-6 K3 + 1 KMP yang semula hanya BB 304/301 + 2 K3 + 1 KMP 3 + B. Untuk lebih detilnya, mungkin bisa dilihat
disini
[/spoiler]
ini adalah perjalanan kedua saya bersama KA Probowangi. Sebelumnya, saya sudah pernah joyride KA Probowangi ini medio januari 2012 yang lalu. Namun, dua tahun semenjak hari itu, saya terkesima dan kangen oleh suasana alam gunung gumitir yang indah nian serta jalurnya yang eksotis membuat saya kembali berkesempatan mmencicipi kembali jalur ini.
Medio 2012, KA probowangi ini berhenti disemua stasiun yang dilewatinya, dimulai dari probolinggo, leces, jember, rogojampi hingga banyuwangi baru. Namun, dalam gapeka 2014 dia berjalan langsung distasiun-stasiun kecil seperti mrawan dan grahan. Padahal, dua stasiun ini memiliki panorama alam yang aduhai sedapnya.

[spoiler=
KA Probowangi di mrawan]
![[Image: 15412168719_b709f8ba36.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5600/15412168719_b709f8ba36.jpg)
[/spoiler]
Sungguh ironi memang, kini jika teman-teman hendak ke stasiun ini disarankan menggunakan KA pandanwangi yang berhenti normal disini.
[spoiler=
stasiun lintas]
Sekedar info ajah, KA 207 probowangi ini akan melewati stasiun ngagel, margorejo, jemursari, kertomenanggal, waru, sawotratap, gedangan, banjarmantren, baduran, pagerwojo, sidoarjo, tanggulangin, porong, gunggangsir, bangil, pasuruan, rejoso,grati,bayeman, probolinggo, leces, malasan, ranuyoso, klakah, randuagung, jatiroto, tanggul, bangsalsari, rambipuji, mangli, jember, arjasa, kotok, kalisat, ledokombo, sempolan, grahan, mrawan, kalibaru, glenmore,sumberwadung, kalisetail, temuguruh, singorujuh, rogojampi, karangasem, argopura dan mengakhiri perjalanan distasiun banyuwangi baru
[/spoiler]
[spoiler=
Platename KA probowangi]
![[Image: 15412995430_c422f36d5e.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3956/15412995430_c422f36d5e.jpg)
[/spoiler]
Baiklah, yuk kita mulai perjalanannya
Setelah tiba dengan selamat di stasiun surabaya pasar turi dengan menggunakan
KA Gumarang Eksekutif dari jakarta kota, kulangkahkan kaki untuk menuju pintu keluar. Rupanya pintu keluarnya pecis tepat berada didepan bordes gerbong yang saya naiki. Alhamdulilah, langsung ajah ngacir. Didepan pintu keluar sudah banyak calo-calo yang menawarkan jasa. Ada supir taksi, abang tukang becak, tukang ojek dan lain sebagainya. Diantara mereka kupilih dia yang benar-benar tukang ojek pilihan. Saya memilih menggunakan jasa ojek karena efisiensi waktu, meskipun mahal tak masalah lah. Yang penting bisa sampai gubeng sebelum ka probowangi ini datang. Waktu telah menujukan pukul 4 kurang, kuminta si abang untuk segera mengebut saja. Meningat waktu yang sudah mepet. Tepat pukul 03:52 saya tiba distasiun gubeng. Massya allah, ngebutnya luar biasa. Padahal katanya kalau siang hari itu macetnya luar biasa. Salut ama doi
Kebetulan, waktu itu diturunin langsung distasiun surabaya gubeng lama. Padahal saya lupa bilang gubeng lama atau baru, alhamdulilah si abangnya udah paham
[spoiler=Gubeng Lama tampak depan]
![[Image: 14979161493_6973c98b84.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3950/14979161493_6973c98b84.jpg)
[/spoiler]
Diluar, keadaan memang sepi. Nampak hanya beberapa orang saja. Eittttts, tapi tunggu dulu. Jangan tertipu dengan sampul. Ternyata didalam stasiun ramenya luar biasa sekali mas bro. Udah kaya pasar ajah, ternyata ada yang lebih rajin dari saya. Dan saya menilai, orang surabaya itu rajin-rajin yah. Kebanyakan dari mereka ada penumpang KRD SUSI tujuan sidoarjo yang sudah masuk boarding terlebih dahulu. Sisanya adalah penumpang probowangi dan penataran.
[spoiler=suasana boarding Pass]
![[Image: 14979161513_6c957ddd2b.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5615/14979161513_6c957ddd2b.jpg)
[/spoiler]
Di loket SGU lama juga masih melayani pembelian langsung KA Penataran-Dhoho, dan probowangi namun tentunya dengan resiko tanpa tempat duduk, alias berdiri. Namun begitu, penumpang go show masih ada juga rupanya.
Setelah boarding yang tidak terlalu alot, masuk deh keruang tunggu.
Disini sudah banyak orang juga, sampai-sampai kursi untuk duduk pun sudah penuh.
[spoiler=Tiket Probowangi]
![[Image: 15597157261_9c705a0700.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3946/15597157261_9c705a0700.jpg)
[/spoiler]
[spoiler=suasana ruang tungu]
![[Image: 14979161723_0c9a4cf4b9.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5616/14979161723_0c9a4cf4b9.jpg)
[/spoiler]
Seketika itu saya memiliki niat untuk bebersih, soalnya sebentar lagi mau adzan subuh untuk wilayah surabaya dan sekitarnya. Langsung aja deh cari toilet atau tempat untuk berwudhu. Untuk sarana dan prasana serta fasilitas untuk keperluan sanitasi bisa terbilang sangat baik. Keadaanya sangat bersih, wangi, dan tidak ramai. Namun, tetap ada sisi minusnya. Yaitu air yang keluar relatif kecil, seperti sebatang lidi bro. Kecil banget.
Mau menyucikan badan juga rasanya perlu ngumpulin air dulu, kasihan sekali yang mau buang hajat.

mendengar adzan berkumandang, saya dan beberapa penumpang lainnya segera merapatkan barisan dan segera solat subuh berjamaah. Mengapa belom selesai adzan udah langsung melaksanakan solat? Alsannya sih dikarena keterbatasan waktu, mepet banget sama pemberangkatan KA Probowangi ini. Ya daripada ketinggalan kereta, atau dapat dosa karena melalaikan solat, ya mendingan langsung kita dirikan solat meskipun belom selesainya adzan.
Sebelum adzan berkumandang, jalur dua tiba-tiba kedatangan KRD Susi tujuan sidoarjo. Lepas dari itu ane gak tahu ada kejadian apa lagi. Beberapa menit setelah saya solat, datang lah KA penataran tujuan akhir blitar via malang. Dan yang dinantikan pun datang juga.
Setengah lima kurang, terdengar announcement:
“Perhatikan jalur 1, jalur 1 akan segera masuk KA Probowangi tujuan akhir stasiun banyuwangi yang berhenti disetiap stasiun kecuali stasiun mrawan, grahan, ..... bla bla bla dan mengakhiri perjalannnya distasiun banyuwangi baru... untuk susunan rangkaian KA Probowangi berturut-turut kebelakang, dimulai dari arah datangnya lokomotif, kereta bagasi bukan untuk penumpang, K3 1, K3 2, K3 3, K3 4, K3 5 dan kereta makan, bla bla bla.......â€Â
“Perhatikan jalur 1, bla... bla... bla...â€Â
Sontak, langsung ajah deh masuk ke peron. Ternyata SGU yang sekarang sudah berubah, terkahir tahun 2012 kesini gak begini soalnya. rupanya cepat juga yah perubahannya
[spoiler=detik-detik kedatangan KA 207]
![[Image: 15427806937_9967d57ab4.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3948/15427806937_9967d57ab4.jpg)
[/SPOILER]
KA 207 ini berhenti tidak terlalu lama di gubeng, hanya sekitar 3 menitan saja. Namun bagi saya itu cukup lama. Nah, waktu yang sebentar itu saya pergunakan untuk mencatat susunan rangkaian ka probowangi saat itu.
Susunan rangkaian KA 207 Probowangi SGU-BW pemberangkatan rabu, 30 Juli 2014:
[Spoiler=CC 201 77 11]
cc20115 SDT
[/spoiler]
[spoiler=B 0 66 03 BW]
![[Image: 15614697692_6cd78ae277.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3948/15614697692_6cd78ae277.jpg)
[/spoiler]
[Spoiler=
K3 1, K3 0 64 13 BW]
![[Image: 15614697702_7c2105fb89.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3935/15614697702_7c2105fb89.jpg)
[/SPOILER]
[Spoiler=
K3 2, K3 0 65 25 BW]
![[Image: 15614697772_112c4906a5.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3953/15614697772_112c4906a5.jpg)
[/SPOILER]
[SPOILER=
K3 3, K3 0 64 12 BW]
![[Image: 15614697832_9bda96acd8.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5604/15614697832_9bda96acd8.jpg)
[/Spoiler]
[spoiler=
K3 4, K3 0 65 21 BW]
![[Image: 15614697842_a0a7e79f3b.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3942/15614697842_a0a7e79f3b.jpg)
[/spoiler]
[SPOILER=
K3 5, K3 0 66 07 BW]
![[Image: 15614697852_cf6f39e9c3.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3940/15614697852_cf6f39e9c3.jpg)
[/SPOILER]
[SPOILER=MP2 0 65 04 BW]
![[Image: 15428282490_f18eb270f3.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5604/15428282490_f18eb270f3.jpg)
[/SPOILER]
Setelah selesai mencatat dan memfoto rangkaian tersebut, yuuuuuuk kita naik kedalam rangkaian ka probowangi.
[spoiler]
![[Image: 15428241177_957629b7c7.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3942/15428241177_957629b7c7.jpg)
[/spoiler]
Seperti layaknya K3, tentunya teman-teman suah tau dong interiornya seperti apa? Meskipun sudah tahu bentuk dan rupanya, kurang afdol rasanya kalau belom saya ceritakan keadaan interior KA 207 saat itu.
[spoiler=interior]
![[Image: 15428241227_6b3073a4f1.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5604/15428241227_6b3073a4f1.jpg)
[/spoiler]
Saat saya masuk kedalam rangkaian, suasana didalam masih sangat sepi dari penumpangnya. Sayapun merasa kedinginan dengan AC yang ada didalam rangkaian tersebut. hal ini cukup bertahan lama hingga kereta lepas dari stasiun sidoarjo, atau satu jam setelah ini.
Berhubung kosong dan sepi, ane bebas duduk dimana ajah. Termasuk penumpang yang tak memiliki kursi pun bebas duduk dimana saja sesuai kehendaknya. Namun, karena sudah memiliki hak, sayapun memastikan bahwa saya duduk dikursi yang sudah seharusnya saya duduki.
[spoiler]
![[Image: 15428241307_ccfdb3bcc3.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3944/15428241307_ccfdb3bcc3.jpg)
[/spoiler]
Ternyata, rangkaian yang saya naiki ini adalah salah satu rangkaiannya KA Tawang alun. Hal ini terbukti dari:
[spoiler]
![[Image: 15428241337_83fdd8d314.jpg]](https://farm4.staticflickr.com/3942/15428241337_83fdd8d314.jpg)
[/spoiler]
Tak lama setelah saya duduk, sepur ini langsung ajah berangkat seusai upacara pemberangkatan KA.
Perlahan tapi pasti, roda semakin berputar cepat. halte ngagel pun dilalui tanpa adanya tanda-tanda kehidupan alias gelap banget coy. Hanya ada beberapa orang saja yang terlihat disana. Entah itu penumpang atau tuna wisma yang sekedar berbaring disana. Saat sepur ini berangkat SGU, suasana jalan petak SGU-WO sudah double track, mereka terpisahkan di Wonokromo. Sama seperti petak JNG-PSE-KPB, petak SGU-WO pun terlihat kumuh, kotor dan tak enak dipandang, namun ini saya rasa massih lebih baik daripada nyang punya daop 1 sana.
Beberapa menit mengasap,

pun harus segera berhenti distasiun pemberhentian pertamanya. Stasiun wonokromo. Disini pun yang naik masih sangat sepi. Rangkaian yang saya naikipun masih lenggang saja.

Bertubi-tubi kami melewati beberapa stasiun dilintas Wonokromo-Sidoarjo dan berhenti dibeberapa stasiun seperti stasiun waru dan kamipun sudah tiba distasiun sidoarjo. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit saja untuk melahap lintasan WO – SDA. Mohon maaf, untuk lintas tersebut saya tidak take foto dikarenakan keadaan yang masih cukup gelap dan saya ingin menikmati suasana pagi itu. Dilintas ini pula saya penasaran dengan kuliner yang ditawarkan. Namun sayang seribu sayang, meskipun ada kereta makan kelas bisnis yang terletak diujung rangkaian, saya tidak menemukan makanan sama sekali. Setelah saya tanya sama petugas yang berjaga disana, KM nya tidak menjual makanan dan disarankan membeli ditempat lain ketika sedang berhenti.

Ternyata, meskipun sudah naik kelas, KM KA 207 masih sama kaya KA lokal, gak jual makanan. Otomatis sepanjang perjalanan saya tidak bisa ngunyah sama sekali. Padahal salah satu hobi saya adalah mengunyah selama perjalanan.
back to train
Saat ini kereta bersandar distasiun sidoarjo. Stasiun yang cukup besar juga secara fisik bangunannya mah. Terlihat dari jumlah sepurnya yang lebih dari 3. Disini, kamipun tidak terlalu lama berhenti. Hanya 2 menitan saja berhentinya.
[spoiler=suasana SDA]
![[Image: 15428241377_5117593f60.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5597/15428241377_5117593f60.jpg)
[/spoiler]
Dari sidoarjo, penumpang yang naik dik K3-1 pun relatif banyak. K3-1 yang saya naiki pun lebih rame dan ketersedian kursi kosong semakin terbatas jumlahnya. Tepat pukul 04:53 KA 207 ini diberangkatkan. Ternyata sinyal disini masih sinyal non-elektrik. Gak kebayang deh capeknya narik handel siyal. Sekalian olahraga kali yah
[align=justify][spoiler=terang]
![[Image: 15428959280_9f5c142b2e.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5612/15428959280_9f5c142b2e.jpg)
[/spoiler]
Lampu sorot lokomotif berseri cc 201 15 ini sunggu terang sekali, mana lampunya jauh banget lagi. Kalo motor ogut bisa kaya gini, bakalan happy nih

Sinyalnya keluar stasiun SDA jalur 1 ternyata berada disebelah kiri rangkaian. Baru tahu ogut. Padahal lazimnya sih ada disebalah kanan. Untung posisi kabin idung pendek, jadinya massinis lebih leluasa liatnya
[spoiler=AMAN]
![[Image: 15428959350_3af7452ffc.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5609/15428959350_3af7452ffc.jpg)
[/spoiler]
Lanjutttttt jalan...
Tepat pukul 05:01 kami tiba distasiun tanggul angin. Disinipun ada jadwal berhentinya berdasarkan gapeka yang berlaku saat ini. Rupanya KA 207 ini menunggu untuk bersilang. Hayoooooooooo, menurut teman-teman bersilang dengan KA apa hayooo?
Yoooo, yang mau jawab silahkan.
Sementara ceritanya dihentikan dulu yah sampai disini. Ane mau izin joyride dulu.
(21-10-2014, 01:16 PM)yogisuryawan Wrote: Gunung gumitir kah maksudnya mas? di BWI kan?
yap gan, pegunungan gunung gumitir dilintas jember-banyuwangi. top banget deh tuh view