RENCANA OPERASI KERETA API ANGKUTAN LEBARAN 2014
Tradisi tahunan mudik Lebaran Idul Fitri 1435 H tahun 2014 jatuh pada hari Senin, Selasa 28-29 Juli 2014. Walaupun mudik Lebaran merupakan momen tahunan, tapi karena skalanya cukup besar, menasional dan waktunya bersamaan, kegiatan ini perlu diantisipasi karena permintaan kebutuhan transportasi sangat tinggi. Untuk mengantisipasi kebutuhan pengguna jasa kereta api pada masa Lebaran, maka perlu disusun Rencana Operasi Angkutan KA yang terpadu, sebagai pedoman bagi seluruh jajaran PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa kereta api, dengan menitikberatkan pada faktor keselamatan, keamanan dan kelancaran Perjalanan KA (PERKA).
Adapun rencana operasi angkutan Lebaran 2014 adalah sebagai berikut :
[Spoiler=Kereta Api Tambahan Komersial]
![[Image: 20fdzbm.png]](http://i61.tinypic.com/20fdzbm.png)
[/Spoiler]
[Spoiler=Kereta Api Tambahan Non Komersial]
![[Image: 5upev6.png]](http://i57.tinypic.com/5upev6.png)
[/Spoiler]
Masa angkutan Lebaran ditetapkan selama 16 hari, dimulai Pra Lebaran selama 7 hari (H1-7) pada 21 Juli s/d 27 Juli 2014, masa Lebaran selama 2 hari (H1-H2) pada tgl 28-29 Juli 2014 dan Purna Lebaran selama 7 hari (H2+7 ) atau mulai 30 Juli s/d 5 Agustus 2014.
Puncak arus mudik Lebaran (Pra Lebaran) diperkirakan pada H1-2, Sabtu 26 Juli 2014 dan puncak arus balik Lebaran (Purna Lebaran) diperkirakan terjadi pada H2+2 atau Kamis, 31 Juli 2014
Skenario operasi :
Memenuhi Stamformasi rangkaian KA Reguler sesuai dengan stamformasi GAPEKA 2014 serta WAM (Warta Maklumat Kereta Api). Selain itu, dipersiapkan tahapan-tahapan mulai dari maksimalisasi stamformasi KA reguler, menjalankan KA Lebaran tertentu sesuai kebutuhan, maksimalisasi stamformasi KA reguler sampai batas daya tarik lokomotif.
Untuk wilayah Jawa, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan 293 rangkaian KA Reguler, 18 KA Tambahan Komersial serta 14 KA Ekonomi Subsidi (PSO).
Armada lokomotif disiapkan sebanyak 416 unit, meliputi lokomotif dinas sebanyak 368 unit dan cadangan 48 unit, naik cukup signifikan dibanding lebaran tahun lalu karena adanya tambahan lok CC 206. Sedangkan armada kereta yang disiapkan berjumlah 1555 unit.
Prasarana, menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) pada titik-titik yang dianggap rawan seperti banjir dan longsor dan mengadakan pemeriksaan ekstra seluruh jalur KA serta perondaaan di lintasan KA pada waktu-waktu rawan. Selain itu juga bekerjasama dengan instansi terkait (Pemda, aparat keamanan) untuk keselamatan di perlintasan-perlintasan sebidang.
Hal-hal terkait Ketentuan Pelayanan tiketing selama masa angkutan lebaran diatur sebagai berikut :
Penjualan tiket KA Tambahan Lebaran seperti yang telah disebutkan di atas dibuka mulai 15 Mei 2014 untuk perjalanan H1-7 s.d. H2+7 (21 Juli s.d. 5 Agst 2014).
Tiket KA yang dijual pada masa Angkutan Lebaran dan seterusnya, jadwal keberangkatan dan kedatangannya telah disesuaikan dengan Gapeka baru yang berlaku 1 Juni 2014. Masyarakat dihimbau untuk menyesuaikan dengan mengecek kembali jam keberangkatan dan kedatangan KA.
Penjualan tiket KA Lebaran Kelas Komersial maupun kelas ekonomi dilayani sejak 90 hari sebelum keberangkatan dan mulai running ticketing mulai jam 00.00WIB.
Tempat penjualan: pusat reservasi stasiun, kantor pos, agen tiket KA, Indomaret, Alfamart, dan melalui Railcard & Railbox, CIMB Clicks, Fastpay, dan Contact Center 121. Untuk CC 121 dan beberapa loket di Daop tengah buka 24 jam.
Boarding 1 s/d 2 jam sebelum KA berangkat, nama yang tertera dalam tiket harus sesuai dengan kartu tanda pengenal yang dimiliki penumpang.
Okupansi maksimum tiap kereta ditetapkan100% untuk semua kelas dan 150% untuk KA lokal. Pada saat kapasitas angkut sudah terpenuhi, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak mengeluarkan tiket lagi untuk KA yang bersangkutan.
Tarif KA Kelas Komersial (non PSO) bervarisi sesuai dengan tujuan dan tanggal keberangkatan.
Tarif parsial hanya berlaku untuk KA dengan kelas komersial : Eksekutif, bisnis, ekonomi AC.
Tarif KA Tambahan sama dengan tarif KA reguler yang searah.
Tarif Diskon Anak, Lansia, Pensiunan PT.KAI,TNI/POLRI tetap berlaku.
Tarif Diskon Veteran/LVRI berlaku 30%.
Tarif Reduksi 75 % untuk pegawai PT. KAI dengan memakai seragam R6.
Tarif Khusus diberlakukan untuk relasi berikut:
YK-SLO
SLO-YK
PWT-KTA
PWT-CP
BJ-SBI
JR-BW
GMR-CN
PWT/KTA-SLO
YK-SGU/ML
SMT-SBI
PWT-YK/SLO
YK-ML
YK-SB
SMT-SBI
Penjualan dengan tarif khusus dilayani 3 jam sebelum keberangkatan KA.
Tiket KA Jarak Jauh dan Jarak Sedang tidak bisa digunakan untuk naik KRL.
Angkutan rombongan dilayani selama masih memungkinkan.
Melayani tiket return dengan komputer online. Pembatalan Tiket :
Atas permintaan penumpang, tiket yang telah dibeli dapat dibatalkan dengan dikenakan bea administrasi sebesar 25 % dari harga tiket diluar bea pesan.
Pembatalan tiket dapat dilakukan selambat-lambatnya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan KA sebagaimana tercantum dalam tiket yang telah dibeli.
Pelaksanaan proses pembatalan tiket dilakukan dengan menggunakan aplikasi Rail Ticket System.
Tiket lama yang dibatalkan selanjutnya dilampirkan pada laporan penjualan tiket.
Untuk tiket yang dibeli di channel eksternal, kode booking dicetak terlebih dahulu menjadi tiket, selanjutnya dapat diproses pembatalan tiket.
Pengembalian bea pembatalan yang ditunda:
Pengembalian bea pembatalan dapat dilakukan melalui transfer atau tunai dengan mengisi formulir dan melampirkan fotocopy identitas.
Permohonan pembatalan tiket dapat dilakukan selambat-lambatnya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta api sebagaimana tercantum dalam tiket yang dibeli.
Pengembalian bea tiket dapat diambil dalam jangka waktu 30 s.d 45 hari setelah menerima print out pembatalan.
Selama masa angkutan Lebaran 2014, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga melayani angkutan sepeda motor pemudik dengan KA, dengan ketentuan sebagai berikut:
Pelaksanaan pengangkutan dan penyediaan tempat duduk penumpang yakni tanggal 21 s.d. 25 Juli 2014 (H1-7 s.d. H1-3) dan tanggal 1 s.d. 5 Agustus 2014 (H2+3 s.d. H2+7).
Layanan keluhan pelanggan 24 jam non stop melalui Contact Center (021) 121, Customer Service di Stasiun Besar, Customer Service On Train yang selalu siap melayani perjalanan.
Untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban akan dilaksanakan tambahan pengawalan KA oleh personil POLRI, pengamanan stasioner di stasiun-stasiun penting dan padat penumpang serta patroli lintas oleh anggota Brimob seperti tahun lalu, pemeriksaan barang-barang bawaan penumpang yang mencurigakan, pembuatan spanduk himbauan dan larangan, serta peringatan di stasiun-stasiun dan perlintasan sebidang yang ramai lalu lintas.
Selain itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga menyiapkan beberapa posko untuk mendukung kelancaran jalannya Angkutan Lebaran 2014, antara lain: Posko Operasional, Posko Data, Posko Kesehatan, Posko Pengamanan, dan Posko Humas, termasuk menerjunkan personel Juru Periksa Jalan (JPJ) ekstra untuk lebih mengintensifkan pemeriksaan seluruh lintas KA, petugas JPL ekstra pada lintasan yang dianggap rawan, dan melakukan lokrit KA pada waktu-waktu yang dianggap rawan.
Selama masa Angkutan Lebaran 2014 ini, seluruh pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak diperkenankan untuk mengambil cuti demi mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2014.
Vice President Public Relation PT. Kereta Api Indonesia (Persero)