Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[DISKUSI] Pembagian tarif berdasarkan sub kelas
#31
(25-06-2013, 02:54 AM)Hungry Soul Wrote: Eh, baru inget. Sebenernya ada sih, PT. Sepur via @KAI121 juga bakal ngejawab kalau ada pengguna yang bertanya maksud dari subkelas HAJI. Ya tapi ya itu, nunggu ada yang tanya dulu, baru ngomong. Ngiler Penyakit dari dulu nih, baru sosialisasi setelah ada pertanyaan, ada korban, "korban" atau setelah ada komplain pelanggan yang diblow up media massa. Ngiler

Emang sejauh ini sdh ada korbannya ya, om...?
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#32
(25-06-2013, 09:31 AM)see_204XX Wrote: Emang sejauh ini sdh ada korbannya ya, om...?

Yaa maksudnya korban dari kurangnya sosialisasi secara umum Bravo, seperti contoh bawa kardus dan kena denda suplisi itu. Setelah diblow up besar-besaran di media baru deh peraturan bagasi KRL ditulis dimana-mana dan ditempel di dalam KRL berbagai jurusan ... hehehe.

Yang tentang subkelas ini menurut saya ada juga sih "korban", seperti pada kasus tiket bantingan kemarin kan, ada kereta yang didiskon pada tanggal tertentu (misalnya 1 s.d. 5) untuk subkelas H, I, dan J. Tapi sebelum kena diskon, subkelas H, I, dan J nya di suatu tanggal (misalnya tanggal 3) sudah habis karena memang tanggal strategis. Jadilah tak liat banyak mention yang kurang lebih bernada "Ngasih diskon kok kursinya udah pada habis semua? Wah, kebohongan publik ini". Ada juga yang bilang "Katanya ada diskon? Mana? Jangan menipu ya".

Belakangan, siang atau sore pada hari yang sama baru deh si @KAI121 ngetwit kalo diskon berlaku untuk sebagian kereta (tidak semua), dan pada umumnya untuk keberangkatan melawan arus. Telat as always .... Ngikik
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#33
(25-06-2013, 12:53 PM)Hungry Soul Wrote:
(25-06-2013, 09:31 AM)see_204XX Wrote: Emang sejauh ini sdh ada korbannya ya, om...?

Yaa maksudnya korban dari kurangnya sosialisasi secara umum Bravo, seperti contoh bawa kardus dan kena denda suplisi itu. Setelah diblow up besar-besaran di media baru deh peraturan bagasi KRL ditulis dimana-mana dan ditempel di dalam KRL berbagai jurusan ... hehehe.

Yang tentang subkelas ini menurut saya ada juga sih "korban", seperti pada kasus tiket bantingan kemarin kan, ada kereta yang didiskon pada tanggal tertentu (misalnya 1 s.d. 5) untuk subkelas H, I, dan J. Tapi sebelum kena diskon, subkelas H, I, dan J nya di suatu tanggal (misalnya tanggal 3) sudah habis karena memang tanggal strategis. Jadilah tak liat banyak mention yang kurang lebih bernada "Ngasih diskon kok kursinya udah pada habis semua? Wah, kebohongan publik ini". Ada juga yang bilang "Katanya ada diskon? Mana? Jangan menipu ya".

Belakangan, siang atau sore pada hari yang sama baru deh si @KAI121 ngetwit kalo diskon berlaku untuk sebagian kereta (tidak semua), dan pada umumnya untuk keberangkatan melawan arus. Telat as always .... Ngikik

termasuk saya "korban" yang telat dapat momoan. Ngakak

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
#34
(25-06-2013, 12:53 PM)Hungry Soul Wrote: Yaa maksudnya korban dari kurangnya sosialisasi secara umum Bravo, seperti contoh bawa kardus dan kena denda suplisi itu. Setelah diblow up besar-besaran di media baru deh peraturan bagasi KRL ditulis dimana-mana dan ditempel di dalam KRL berbagai jurusan ... hehehe.

Yang tentang subkelas ini menurut saya ada juga sih "korban", seperti pada kasus tiket bantingan kemarin kan, ada kereta yang didiskon pada tanggal tertentu (misalnya 1 s.d. 5) untuk subkelas H, I, dan J. Tapi sebelum kena diskon, subkelas H, I, dan J nya di suatu tanggal (misalnya tanggal 3) sudah habis karena memang tanggal strategis. Jadilah tak liat banyak mention yang kurang lebih bernada "Ngasih diskon kok kursinya udah pada habis semua? Wah, kebohongan publik ini". Ada juga yang bilang "Katanya ada diskon? Mana? Jangan menipu ya".

Belakangan, siang atau sore pada hari yang sama baru deh si @KAI121 ngetwit kalo diskon berlaku untuk sebagian kereta (tidak semua), dan pada umumnya untuk keberangkatan melawan arus. Telat as always .... Ngikik

Nah betul ini, kan selalu begitu kalo ada yang uda kena, baru deh PT spoor inisiatip kasih pengumuman ke konsumennya...
itu pun beberapa kali hanya lewat twitter?emang semuanya punya twitter....

kasihanilah diriku ini yang ga main twitter...Ngambek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#35
(25-06-2013, 01:45 PM)Joe_cn Wrote:
(25-06-2013, 12:53 PM)Hungry Soul Wrote: Yaa maksudnya korban dari kurangnya sosialisasi secara umum Bravo, seperti contoh bawa kardus dan kena denda suplisi itu. Setelah diblow up besar-besaran di media baru deh peraturan bagasi KRL ditulis dimana-mana dan ditempel di dalam KRL berbagai jurusan ... hehehe.

Yang tentang subkelas ini menurut saya ada juga sih "korban", seperti pada kasus tiket bantingan kemarin kan, ada kereta yang didiskon pada tanggal tertentu (misalnya 1 s.d. 5) untuk subkelas H, I, dan J. Tapi sebelum kena diskon, subkelas H, I, dan J nya di suatu tanggal (misalnya tanggal 3) sudah habis karena memang tanggal strategis. Jadilah tak liat banyak mention yang kurang lebih bernada "Ngasih diskon kok kursinya udah pada habis semua? Wah, kebohongan publik ini". Ada juga yang bilang "Katanya ada diskon? Mana? Jangan menipu ya".

Belakangan, siang atau sore pada hari yang sama baru deh si @KAI121 ngetwit kalo diskon berlaku untuk sebagian kereta (tidak semua), dan pada umumnya untuk keberangkatan melawan arus. Telat as always .... Ngikik

Nah betul ini, kan selalu begitu kalo ada yang uda kena, baru deh PT spoor inisiatip kasih pengumuman ke konsumennya...
itu pun beberapa kali hanya lewat twitter?emang semuanya punya twitter....

kasihanilah diriku ini yang ga main twitter...Ngambek

uuu, kaciyaaan, cup cup cup, sini sini Om, biar gak ngambek melulu, bisa lah ya beliin Gajayana Subkelas A buat saya menempuh perjalanan balik lebih awal setelah lebaran .... Cup..Cup

*ngelunjaktingkatdewa.com

Lempar Loko
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#36
(25-06-2013, 03:14 PM)Hungry Soul Wrote: uuu, kaciyaaan, cup cup cup, sini sini Om, biar gak ngambek melulu, bisa lah ya beliin Gajayana Subkelas A buat saya menempuh perjalanan balik lebih awal setelah lebaran .... Cup..Cup

*ngelunjaktingkatdewa.com

Lempar Loko

Wah kalo suruh beliin Gajah subklas A sih ga mampu om, saya mampuny abeliing gajayana tapi subklas BB....Ngeledek
BB=Barang Bagasi.....Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#37
ijin share Gan.....

gw baca sekilas beberapa postingan mengenai plus minus tentang pemberlakuan sistem subclass dalam sistem tiket....

sistem ini dimulai sejak penjualan KA untuk keberangkatan mulai 1 juli 2013.....sistem subclass ini menggantikan sistem kenaikan tarif yg udh ada sebelumnya yg mengacu pada okupansi suatu kereta, semakin naik okupansi kereta maka bakalan ada revisi kenaikan tarif yg berdasarkan pada aturan yg ditetapkan......alokasi dan pembagian subclass dibagi dalam beberapa kriteria, secara singkat dapat dijelaskan bahwa dalam satu kereta terdapat bebrapa subclass dengan besaran tarif yang berbeda dan masing2 subclass memiliki posisi tempat duduk yg berbeda pula, makin mahal tiket maka ia akan memiliki posisi tempat duduk yg lebih nyaman dalam hal ini di tengah kereta......sistem ini mengadaptasi dari sistem dalam pesawat dimana posisi tempat duduk yg lebih nyaman maka akan diberikan tarif tinggi daripada posisi yg lainnya.....

dengan diberlakukannya sistem ini, maka akan meminimalkan kemungkinan perubahan yg sewaktu-waktu bakal terjadi seperti sistem yg dipake sebelumnya dan penumpang dapat memilih sendiri tarif yg akan dibayarkannya sesuai dengan keinginan penumpang......

seperti yg diuraikan diatas maka keuntungan sistem ini diantaranya:
- meminimalisir terjadinya perubahan tarif yg mendadak yg kadang memberatkan penumpang
- sistem ini lebih fair karena penumpang dibuat tdk "tertipu" dengan adanya tarif yg dpt berubah sewaktu-waktu
- penumpang dapat memilih tarif yg sesuai dengan keinginan dan "budget" yg dimilikinya
----------------------------------------------------------------------
sy agak bingung dengan istilah "korban" dari adanya sistem ini.....

klo dibilang "maskapai wanna-be".....ya memang benar ini "mencontoh" sistem yg ada d maskapai penerbangan.....

ada jg yg dibilang "akal-akalan".....maksudnya akal-akalan itu gmn ya? yg sy tau sih manusia ya diberikan akal dan pikiran.....

ribet? ribet apanya lha wong penumpang tinggal pilih lalu petugas yg eksekusi.....
==========================================
mohon maaf klo dalam sistem baru ini msh ada kekurangan, moga2 kedepannya bisa lebih baik lg........saran dan kritik diharapkan bs menjadikan lebih baik lg Bye Bye
Reply
#38
(25-06-2013, 07:20 PM)discopotato86 Wrote: ijin share Gan.....

gw baca sekilas beberapa postingan mengenai plus minus tentang pemberlakuan sistem subclass dalam sistem tiket....

sistem ini dimulai sejak penjualan KA untuk keberangkatan mulai 1 juli 2013.....sistem subclass ini menggantikan sistem kenaikan tarif yg udh ada sebelumnya yg mengacu pada okupansi suatu kereta, semakin naik okupansi kereta maka bakalan ada revisi kenaikan tarif yg berdasarkan pada aturan yg ditetapkan......alokasi dan pembagian subclass dibagi dalam beberapa kriteria, secara singkat dapat dijelaskan bahwa dalam satu kereta terdapat bebrapa subclass dengan besaran tarif yang berbeda dan masing2 subclass memiliki posisi tempat duduk yg berbeda pula, makin mahal tiket maka ia akan memiliki posisi tempat duduk yg lebih nyaman dalam hal ini di tengah kereta......sistem ini mengadaptasi dari sistem dalam pesawat dimana posisi tempat duduk yg lebih nyaman maka akan diberikan tarif tinggi daripada posisi yg lainnya.....

dengan diberlakukannya sistem ini, maka akan meminimalkan kemungkinan perubahan yg sewaktu-waktu bakal terjadi seperti sistem yg dipake sebelumnya dan penumpang dapat memilih sendiri tarif yg akan dibayarkannya sesuai dengan keinginan penumpang......

seperti yg diuraikan diatas maka keuntungan sistem ini diantaranya:
- meminimalisir terjadinya perubahan tarif yg mendadak yg kadang memberatkan penumpang
- sistem ini lebih fair karena penumpang dibuat tdk "tertipu" dengan adanya tarif yg dpt berubah sewaktu-waktu
- penumpang dapat memilih tarif yg sesuai dengan keinginan dan "budget" yg dimilikinya
----------------------------------------------------------------------
sy agak bingung dengan istilah "korban" dari adanya sistem ini.....

klo dibilang "maskapai wanna-be".....ya memang benar ini "mencontoh" sistem yg ada d maskapai penerbangan.....

ada jg yg dibilang "akal-akalan".....maksudnya akal-akalan itu gmn ya? yg sy tau sih manusia ya diberikan akal dan pikiran.....

ribet? ribet apanya lha wong penumpang tinggal pilih lalu petugas yg eksekusi.....
==========================================
mohon maaf klo dalam sistem baru ini msh ada kekurangan, moga2 kedepannya bisa lebih baik lg........saran dan kritik diharapkan bs menjadikan lebih baik lg Bye Bye
Ooooooooooo.......... Bingung

intinya (pembagian kelas) sesuai dgn badget penumpang itu sendiri ya om kentang ?
ya wes lah... masih mengharapkan momoan sama bantingan saja. Ngiler

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
#39
(24-06-2013, 07:31 PM)Joe_cn Wrote: Sependapat om, sebelum adanya subklas ini kadang2 saya juga selalu minta seat tengah kepada petugas reservasi kecuali memang seat uda penuh dan seat tersisa pinggiran2 itu pun ga masalah buat saya dan tentunya seat promo...Playboy
sama om saya juga cerewet kalo masalah seat, kalo seat udah rusak ato ga nyaman tentu aja saya akan pindah sesuka saya tanpa harus ijin ke KP, kecuali kalo saya sudah mendapatkan sesuai apa yang saya bayar maka saya gak akan beranjak dari tempat duduk saya....Ngeledek
Nah itu dia masa sih wong bulan Juli nih uda seminggu lagi, tapi koq kayanya gada sama sekali sosialisasi dari PT spoor, kalo A itu apa B itu apa C itu apa, selama ini para ER EP aja yang menerka nerka huruf2 yang diberikan PT spoor, sementara orang awam?apa mareka tau huruf2 yang diberikan PT Spoor?Ngikik

[spoiler=Monggo dinikmati dulu, Kang...]

[Image: 2vsrmvq.jpg]
original photo : http://statik.tempo.co/?id=33442&width=475
Ngakak[/spoiler]

Di supermarket atau hypermarket ada kentang dijual dlm 3 harga, dari yg bentuknya yg kecil2 sampai yg gede2, atau dari yg kulitnya kusam sampai yg mulus jg nggak ada sosialisasinya koq, Kang...
Reply
#40
(26-06-2013, 12:11 AM)Logawa_ATB Wrote:
(24-06-2013, 07:31 PM)Joe_cn Wrote: Sependapat om, sebelum adanya subklas ini kadang2 saya juga selalu minta seat tengah kepada petugas reservasi kecuali memang seat uda penuh dan seat tersisa pinggiran2 itu pun ga masalah buat saya dan tentunya seat promo...Playboy
sama om saya juga cerewet kalo masalah seat, kalo seat udah rusak ato ga nyaman tentu aja saya akan pindah sesuka saya tanpa harus ijin ke KP, kecuali kalo saya sudah mendapatkan sesuai apa yang saya bayar maka saya gak akan beranjak dari tempat duduk saya....Ngeledek
Nah itu dia masa sih wong bulan Juli nih uda seminggu lagi, tapi koq kayanya gada sama sekali sosialisasi dari PT spoor, kalo A itu apa B itu apa C itu apa, selama ini para ER EP aja yang menerka nerka huruf2 yang diberikan PT spoor, sementara orang awam?apa mareka tau huruf2 yang diberikan PT Spoor?Ngikik

[spoiler=Monggo dinikmati dulu, Kang...]

[Image: 2vsrmvq.jpg]
original photo : http://statik.tempo.co/?id=33442&width=475
Ngakak[/spoiler]

Di supermarket atau hypermarket ada kentang dijual dlm 3 harga, dari yg bentuknya yg kecil2 sampai yg gede2, atau dari yg kulitnya kusam sampai yg mulus jg nggak ada sosialisasinya koq, Kang...

Kalau kentang, apel, jeruk dst kan pembeli bisa langsung melihat fisik atau keadaan barang tersebut kang sebelum memilih harga. Dan dengan melihat fisiknya langsung pembeli juga pasti tau penyebab perbedaan harga nya. Kalau kereta api jika gak dikasih tau maksudnya juga banyak yang bingung, kan beli nya di loket atau tempat reservasi yang lain dengan melihat harganya dulu, dan bukan sambil melihat fisik tempat duduk di dalem kereta dengan tempelan huruf A, H, I, atau J di tiap seat nya, hahaha. Itu di @KAI121 masih sering lho kang yang bertanya masalah perbedaan harga dan maksud dari huruf A, H, I, J Ngiler
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)