Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Safety Hunting Di Musim Hujan (listrik statis)
#1
Pengumuman
Walaupun kejadian yang saya ceritakan tidak ada hubungannya dengan dunia RF, tetapi informasi ini perlu saya sampaikan di sini untuk keselamatan kita semua.

Tadi siang saat tiba di rumah mbah putri saya setelah acara ISLC di Museum Transportasi TMII, saya diajak oleh bapak saya ke makam mbah kakung di TMP Kalibata. Awalnya saya cukup lelah setelah mengerok CC50, tetapi saya ingat menjelang Rabu Abu jadi saya nurut saja bersama anggota keluarga yang lain. Tiba di TMP Kalibata cuaca sudah mendung tebal. Karena belum hujan, kami tetap melanjutkan sampai ke makam dengan mobil internal. Kami tenang saja karena memang belum hujan, jadi tetap berdoa sebentar diiringi gerimis dan petir. Walaupun masih gerimis, kami membuka payung supaya siap kalau hujan lebat datang.

Di sini ada fenomena yang tidak akan saya lupakan. Saat tabur bunga dan meyiram air, tangan saya beberap kali meyentuh tanah / beton sementara tangan satunya memegang batang payung yang terbuat dari logam. Saat menyentuh tanah, saya merasakan kejutan-kejutan statis di kedua tangan. Rasanya mirip dengan memegang handel pintu di tempat dingin dan kering. Kejadian ini saya ceritakan ke adik saya yang ternyata juga merasakan hal yang sama. Bapak saya yang mendengar pertanyaan saya ke adik saya, ternyata juga merasakan fenomena yang sama. Dengan segera, bapak saya memerintahkan semua kembali ke mobil internal. Saya juga setting HP ke posisi flight mode. Penjaga makam juga menyuruh kami masuk ke mobil dan dia pun pergi meninggalkan lokasi. Di dalam mobil, bapak saya menjelaskan kalau fenomena itu adalah muatan listrik statis yang terbentuk di wilayah itu karena ada beda potensial dengan awan di atasnya. Bapak saya mendapat pengetahuan itu dari teman-teman golf.

Jika dibaca dari berberapa sumber pustaka, di lokasi sudah terbentuk muatan positif (positive streamer) yang sangat tinggi karena ada awan tebal di atas. Positive streamer ini siap "menjemput" muatan negatif yang turun dari awan (step leader). Karena step leader yang turun bersifat acak di lokasi yang luas, maka tidak selalu step leader sampai ke lokasi tempat saya dan keluarga. Kalau di tempat gelap dan kering, positif streamer dapat dilihat sebagai pendaran cahaya atau sering disebut Api St. Elmo. Kalau saja positive streamer tersambung dengan step leader, muatan sangat besar akan dilepas dari awan ke bumi sampai habis atau biasa disebut dengan PETIR. Jadi kejutan-kejutan yang saya rasakan adalah calon petir. Keputusan bapak saya untuk segera masuk mobil adalah tindakan bijaksana dan sangat tepat.

Padahal sebelum ini saya juga beberapa kali spotting di lintas ketika mendung, seperti bulan Oktober lalu di Lebak Jero. Untung saat itu tidak ada petir dan fenomena nyetrum-nyetrum seperti di TMP Kalibata. Justru saat di lapangan golf, saya sering ditegur oleh PKD untuk segera meninggalkan lapangan ketika sudah mendung karena terlalu penasaran dengan bola dan teknik pukulan. Karena lapangan golf sudah ada standar keselamatan, maka langkah preventif kepada pemain golf yang bandel sering dilakukan.

Bagi yang suka hunting spoor di lintas, pengalaman saya ini dapat diambil sebagai pelajaran. Apalagi kalau sudah namanya hobby, kita bisa lupa keselamatanPhotographer. Juga di lintas tidak ada petugas yang memperingatkan kita ketika resiko petir meningkat seperti di lapangan golf. Jadi bahaya ketika hunting spoor tidak hanya tersambar spoor, tetapi juga tersambar petir.

Kesimpulannya, sebelum hunting perhatikan selalu ramalan cuaca di lokasi dan selalu lihat langit. Cari lokasi tempat berteduh yang mudah dijangkau apabila cuaca buruk. Tempat berteduh sebaiknya bersifat sangkar faraday seperti mobil, pos PJL, stasiun, atau di dalam rangka jembatan baja. Jangan di bedeng-bedeng tengah sawah. Tidak ada gunanya.

Dengan saya sampaikan pengalaman mengerikan tadi sore, semoga tidak ada kejadian seorang RF hangus tersambar petir di lintas.


Terima kasih
Lok Merah Biru
Reply
#2
Sundul..

Nice Info
693-5073-893-673
Reply
#3
Info yang bermanfaat sekali, makasih sharenya bravo..
Sawah di DaOP 1, mudik ke DaOP 2 dan 5 | @ahsyaka | http://ahsyaka.com
Reply
#4
mantab broo. Nambah ilmu. Tks Xie XieXie XieBye Bye
Reply
#5
emang hingga saat ini saya belum pernah hunting foto hujan hujan pertimbangan saya ya itu tadi takut ada petir apalagi di ruang terbuka. kalaupun saya niat paling saya berdiri di peron atau bangunan permanen yang dekat rel atau lebih aman lagi di bawah fly over yang dekat dengan rel kaya di timur jng dan pondok kopi
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)