Posts: 71
Threads: 0
Joined: Jun 2012
Reputation:
0
maaf nih sebelumnya kalo ada yang gak berkenan.. 
setelah saya berpikir karena banyaknya krl eks jepang, saya mau berandai2 nih, bagaimana yah kalo kereta komuter jarak dekat dan menengah menggunakan krd eks jepang pula, entah mungkin karena dapet hibah lagi dari pemerintah jepang  atau karena pemerintah berniat membelinya karena mungkin dijual murah?
ayo gimana rekan-rekan rf sekalian pendapatnya?
kalo saya sih setuju aja, lumayan kan jadi tambah banyak variasi krd yang dioperasikan dan pasti rasanya juga beda  krna selama ini cuma maenan gamenya aja, jadi ada rasa penasaran juga saya gimana rasanya kalo dinaekin
kalo berkenan, add fb saya yah biar lebih cepat saling tuker info dan bisa ngechat juga >> silahkan diklik <<
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 895
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
2
Ni ane kasih informasi tentang KRD Eks Jepang yang ada di Indonesia dapet dari tread tetangga
KRD MCW 301 dan MCW 302 merupakan unit-unit kereta rel diesel hidrolik (KRDH) yang diproduksi oleh Nippon Sharyo di mana seri MCW 301 didatangkan pada tahun 1976 dan seri MCW 302 didatangkan pada tahun 1980 hingga 1982.
KRD MCW 301 memiliki dua pintu pada setiap sisinya, dua pintu akses ke kabin masinis dan 1 pintu di bagian depan untuk mempermudah hilir mudik penumpang jika terjadi penggabungan rangkaian, sedangkan KRD MCW 302 memiliki tiga pintu di setiap sisinya, dua pintu akses ke kabin masinis, 1 pintu di bagian depan untuk penghubung dan toilet.
Pada awalnya, KRD ini menggunakan mesin dan transmisi hidrolik buatan Shinko, namun mulai tahun 1995 hingga 1999 secara bertahap 64 unit KRD MCW 302 dikonversi mesinnya ke Cummins yang dilakukan oleh PT. INKA Madiun dengan pembiayaan dari Jepang (JICA), dan sedangkan beberapa unit MCW 301 yang sudah tidak aktif mesinnya dimodifikasi menjadi kereta ekonomi (K3) yang beroperasi di wilayah Daop I dan Daop II.
Spesifikasi teknis KRD MCW 301 dan MCW 302:
- Jenis mesin: Cummins NT 855 R5
- Jenis transmisi: Voith T 211 r
- Jumlah pintu: 2 (MCW 301), 3 (MCW 302)
- Tahun konversi (MCW 302): 1995-1999
- Daya keluaran mesin: 206 kW=276 HP
- Daya keluaran transmisi: 194 Kw=260 HP
- Kecepatan maksimum: 90 km/h
- Massa total rangkaian: 189,6 ton (4 kereta)
A. Bumi Geulis (Sukabumi)
B. Prameks [edisi lama]
In Memoriam MV Karana Sembilan first JR E 103 Carrier to Indonesia
Posts: 435
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
8
Kalau saya sendiri malah berfikiran kenapa gak make KRDI aja yah? Nggak musti impor lagi dari Jepun. Apa karena masih lebih murah ngimpor ketimbang bikin sendiri kali yah?
Posts: 895
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
2
(09-08-2012, 04:14 PM)PJL_Hunter Wrote: Kalau saya sendiri malah berfikiran kenapa gak make KRDI aja yah? Nggak musti impor lagi dari Jepun. Apa karena masih lebih murah ngimpor ketimbang bikin sendiri kali yah?
Betul Itu, kan jadinya beli KRD baru yang di beli bukan Bekas, sekaligus mengembangkan produk karya anak Bangsa
In Memoriam MV Karana Sembilan first JR E 103 Carrier to Indonesia
Posts: 1,158
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
8
lho
bukannya sekarang emag KRD2 batu makke KRDI/KRDE y?
kan udah ga make MCW lagi??
cmiiw
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Posts: 71
Threads: 0
Joined: Jun 2012
Reputation:
0
(09-08-2012, 03:36 PM)CC-201-23 Wrote: bayu3x skr hidup di mana? di beberapa daerah, KRD buatan Jepang masih digunakan utk perjalanan komuter jarak dekat & menengah.
maaf sekali lagi, maksud saya bukan begitu, saya ngerti kok tentang krd & soalan krd mcw 301 & 302 berikut spesifikasinya & lainnya juga, kalo krd mcw nya nippon sharyo & sebagian juga buatan tokyu (seperti mcw 302 nya nr daop 1 saya baru sadar ternyata buatan tokyu bukan nippon sharyo), maksud saya bagaimana jika misalkan krdnya menggunakan yang 'barang bekas' rolling stocknya bekas jr misalkan, seperti kiha 20/ kiha30/kiha40 gitu (maksud saya bukan beli baru lho yah) walaupun tahun produksinya lumayan tua tapi kan kondisinya masih bagus, perawatan & kenyamanannya juga, udah gitu ada ACnya pula.
(09-08-2012, 04:42 PM)denbagoes Wrote: (09-08-2012, 04:14 PM)PJL_Hunter Wrote: Kalau saya sendiri malah berfikiran kenapa gak make KRDI aja yah? Nggak musti impor lagi dari Jepun. Apa karena masih lebih murah ngimpor ketimbang bikin sendiri kali yah?
Betul Itu, kan jadinya beli KRD baru yang di beli bukan Bekas, sekaligus mengembangkan produk karya anak Bangsa 
yah saya kan cuma berandai2 mas misalkan gitu karena mungkin bakalan unik juga, gada salahnya kan..
sebenarnya saya miris juga saat mendengar, hah? krl bekas lagi krl bekas lagi?
padahal inka sudah bisa membuatnya sendiri? dimana nasionalitas pejabatnya buat mencintai produk negri? udah gitu padahal krl eks jepang pun umurnya sudah tua. apalagi pas denger kabar miringnya krl TM5000 & TRR100 series gimana sampai masuk ke indonesia.
kalo berkenan, add fb saya yah biar lebih cepat saling tuker info dan bisa ngechat juga >> silahkan diklik <<
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
Quote: maaf sekali lagi, maksud saya bukan begitu, saya ngerti kok tentang krd & soalan krd mcw 301 & 302 berikut spesifikasinya & lainnya juga, kalo krd mcw nya nippon sharyo & sebagian juga buatan tokyu (seperti mcw 302 nya nr daop 1 saya baru sadar ternyata buatan tokyu bukan nippon sharyo), maksud saya bagaimana jika misalkan krdnya menggunakan yang 'barang bekas' rolling stocknya bekas jr misalkan, seperti kiha 20/ kiha30/kiha40 gitu (maksud saya bukan beli baru lho yah) walaupun tahun produksinya lumayan tua tapi kan kondisinya masih bagus, perawatan & kenyamanannya juga, udah gitu ada ACnya pula.
inget loh ada ACnya. Mending dibuat KRD jarak menengah deh, kayak Cepu express.
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 435
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
8
(10-08-2012, 03:55 AM)CC-201-23 Wrote: Quote: maaf sekali lagi, maksud saya bukan begitu, saya ngerti kok tentang krd & soalan krd mcw 301 & 302 berikut spesifikasinya & lainnya juga, kalo krd mcw nya nippon sharyo & sebagian juga buatan tokyu (seperti mcw 302 nya nr daop 1 saya baru sadar ternyata buatan tokyu bukan nippon sharyo), maksud saya bagaimana jika misalkan krdnya menggunakan yang 'barang bekas' rolling stocknya bekas jr misalkan, seperti kiha 20/ kiha30/kiha40 gitu (maksud saya bukan beli baru lho yah) walaupun tahun produksinya lumayan tua tapi kan kondisinya masih bagus, perawatan & kenyamanannya juga, udah gitu ada ACnya pula.
inget loh ada ACnya. Mending dibuat KRD jarak menengah deh, kayak Cepu express. Lumayan tuh kalau jark menengah. Bisa dipake ke RK, SRG, ama CKP tuh KRDnya. Apa malah masih masuk jarak dekat ya?
Ama bukannya bisa kalau KRD-AC dioperasiin kayak Commuter Line yang make KRL-AC ya? Buat ngelayanin sekitaran Jakarta. Apa malah jadi kurang ekonomis kalau demikian?
Posts: 71
Threads: 0
Joined: Jun 2012
Reputation:
0
(10-08-2012, 06:26 AM)PJL_Hunter Wrote: Ama bukannya bisa kalau KRD-AC dioperasiin kayak Commuter Line yang make KRL-AC ya? Buat ngelayanin sekitaran Jakarta. Apa malah jadi kurang ekonomis kalau demikian?
yah sepertinya bisa ajah mas..
kalo menurut saya begitu, buat melayani jalur-jalur suburban yang meuju perkotaan dan jarak yang tidak terlalu jauh seperti sekitaran kota-kota besar.
apalagi karena rolling stocknya seperti krd seri kiha nya jr satu setnya terdiri dari minimal hanya 1 atau 2 kereta (gak seperti krdi yang satu set harus 4 kereta) jadi kalo tidak butuh rangkaian panjang tinggal dicopot saja, konsumsi bahan bakar pun bisa lebih irit dibanding menggunakan lokomotif, tidak perlu langiran untuk pindahin lokomotif di stasiun ujung, dan akselerasi pun lebih cepat karena mesinnya terbagi di tiap gerbong (karena angkutan suburban atau sub comuter umumnya berhenti di banyak stasiun).
tetapi, untuk biaya perawatan saya nggak tau deh, karena yang saya tau biaya perawatan untuk merawat sebuah mesin bertenaga besar (misalnya lokomotif daya 1000hp) tidak berbanding lurus dengan merawat beberapa mesin bertenaga kecil (misalnya 5x krd yang tiap keretanya 200hp= 1000hp) akan jadi lebih mahal.
mungkin itulah salah satu alasan kenapa sekarang pt. ka tidak lagi memesan lokomotif dengan daya sedang (seperti BB201/BB303 yang tidak sampai 1500hp) CMIIW
maaf kalo opini saya salah, saya juga masih perlu banyak belajar
kalo berkenan, add fb saya yah biar lebih cepat saling tuker info dan bisa ngechat juga >> silahkan diklik <<
|