13-02-2012, 08:39 AM
Jatinegara, Wartakotalive.com
Tiga remaja penumpang kereta api, terjatuh dari atap kereta api ekonomi jurusan Jakarta- Bekasi di KM 5, Gunung Antang, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (12/2/2012) sekitar pukul 13.30. Seorang diantaranya tewas, sementara dua lainnya kritis dan masih dirawat di RS Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Korban tewas adalah Waldo Iman (14), warga Perumahan Papan Mas, Tambun, Bekasi. Sementara dua korban kritis adalah Ilham (14) dan Fauzi (15).
Senior Manager Security PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Jakarta, Akhmad Sujadi, kepada Warta Kota, Minggu malam, menjelaskan ketiga korban naik bersamaan dari Stasiun KA Manggarai menggunakan kereta api ekonomi jurusan Jakarta Bekasi.
Kronologis kejadian
Menurut Senior Manager Security PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Jakarta, Akhmad Sujadi, kornologi jatuhnya korban dari atap kereta api adalah, awalnya ketiga korban naik di dalam gerbong kereta api. Mereka berdiri di pintu masuk kereta api. Saat kereta api berjalan, ketiga mencoba naik ke atap kereta api, sambil bercanda.
"Dari informasi, ketiga remaja itu, saling bercanda dan mencoba naik ke atap kereta melalui pintu," kata Sujadi.
Sujadi menuturkan, tepat di KM 5 Gunung Antang, ketiganya terbentur tiang listrik dan akhirnya terjatuh. "Korban langsung dilarikan ke RS UKI," kata Sujadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga remaja penumpang kereta api, terjatuh dari atap kereta api ekonomi jurusan Jakarta- Bekasi di KM 5, Gunung Antang, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (12/2/2012) sekitar pukul 13.30. Seorang diantaranya tewas, sementara dua lainnya kritis dan masih dirawat di RS Universitas Kristen Indonesia (UKI). (bum)
Luka Parah di Kepala
Menurut Senior Manager Security PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Jakarta, Akhmad Sujadi, para korban yang terjatuh dari atap kereta api menderita luka memar di sekujur tubuhnya dan di beberapa bagian mengalami patah tulang. Korban meninggal Waldo Iman, meninggal akibat luka parah di bagian kepalanya.
Sementara dua rekannya Fauzi dan Ilham masih dalam perawatan di ruang ICU dan dalam kondisi kritis. "Luka-luka detailnya, pihak rumah sakit yang lebih tahu. Namun yang pasti korban tewas, akibat luka berat di kepala," kata Sujadi. Sementara dua remaja lainnya, Fauzi dan Ilham mengalami luka memar dan patah tulang.
Sementara itu, dari pengakuan petugas RS UKI, tiga korban masih berada di RS UKI, sampai Minggu malam sekitar pukul 21.20.
Korban meninggal dunia Waldo Iman, warga Papan Mas, Tambun, Bekasi masih berada di ruang jenasah. "Tadi ada keluarganya. Tapi sekarang dimana gak tahu," kata salah seorang perawat piket yang enggan disebutkan namanya.
Sementara dua korban lainnya, juga masih dirawat intensif di ruang ICU. "Keluarga dua korban yang kritis, juga belum ada yang datang. Namun jaminan dari petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero), keduanya kita rawat di ICU," katanya.
Tiga remaja penumpang kereta api, terjatuh dari atap kereta api ekonomi jurusan Jakarta- Bekasi di KM 5, Gunung Antang, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (12/2/2012) sekitar pukul 13.30. Seorang diantaranya tewas, sementara dua lainnya kritis dan masih dirawat di RS Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Korban tewas adalah Waldo Iman (14), warga Perumahan Papan Mas, Tambun, Bekasi. Sementara dua korban kritis adalah Ilham (14) dan Fauzi (15).
Senior Manager Security PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Jakarta, Akhmad Sujadi, kepada Warta Kota, Minggu malam, menjelaskan ketiga korban naik bersamaan dari Stasiun KA Manggarai menggunakan kereta api ekonomi jurusan Jakarta Bekasi.
Kronologis kejadian
Menurut Senior Manager Security PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Jakarta, Akhmad Sujadi, kornologi jatuhnya korban dari atap kereta api adalah, awalnya ketiga korban naik di dalam gerbong kereta api. Mereka berdiri di pintu masuk kereta api. Saat kereta api berjalan, ketiga mencoba naik ke atap kereta api, sambil bercanda.
"Dari informasi, ketiga remaja itu, saling bercanda dan mencoba naik ke atap kereta melalui pintu," kata Sujadi.
Sujadi menuturkan, tepat di KM 5 Gunung Antang, ketiganya terbentur tiang listrik dan akhirnya terjatuh. "Korban langsung dilarikan ke RS UKI," kata Sujadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga remaja penumpang kereta api, terjatuh dari atap kereta api ekonomi jurusan Jakarta- Bekasi di KM 5, Gunung Antang, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (12/2/2012) sekitar pukul 13.30. Seorang diantaranya tewas, sementara dua lainnya kritis dan masih dirawat di RS Universitas Kristen Indonesia (UKI). (bum)
Luka Parah di Kepala
Menurut Senior Manager Security PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Jakarta, Akhmad Sujadi, para korban yang terjatuh dari atap kereta api menderita luka memar di sekujur tubuhnya dan di beberapa bagian mengalami patah tulang. Korban meninggal Waldo Iman, meninggal akibat luka parah di bagian kepalanya.
Sementara dua rekannya Fauzi dan Ilham masih dalam perawatan di ruang ICU dan dalam kondisi kritis. "Luka-luka detailnya, pihak rumah sakit yang lebih tahu. Namun yang pasti korban tewas, akibat luka berat di kepala," kata Sujadi. Sementara dua remaja lainnya, Fauzi dan Ilham mengalami luka memar dan patah tulang.
Sementara itu, dari pengakuan petugas RS UKI, tiga korban masih berada di RS UKI, sampai Minggu malam sekitar pukul 21.20.
Korban meninggal dunia Waldo Iman, warga Papan Mas, Tambun, Bekasi masih berada di ruang jenasah. "Tadi ada keluarganya. Tapi sekarang dimana gak tahu," kata salah seorang perawat piket yang enggan disebutkan namanya.
Sementara dua korban lainnya, juga masih dirawat intensif di ruang ICU. "Keluarga dua korban yang kritis, juga belum ada yang datang. Namun jaminan dari petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero), keduanya kita rawat di ICU," katanya.






![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)




