Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About Bima Kunting (B100,200,201)
#1
KRL Eco 
[spoiler=Pendahuluan]Sebelumnya, kalo thread ini repost tolong dihapus saja. Saya sudah cari di Google Custom Search tapi tidak ada. Maaf kalau saya kurang telitiXie Xie[/spoiler]
___________________________________________________________________________

Quote:
[Image: bimakunting3bypengok.jpg]
Lokomotif B201 (Bima Kunting 3) ketika masih beroperasi di Balai Yasa Yogyakarta

Lokomotif Bima Kunting adalah nama yang diberikan untuk 3 unit lokomotif diesel tipe mekanik dengan nomor seri B100 (Bima Kunting 1), B200 (Bima Kunting 2) dan B201 (Bima Kunting 3). Nama 'Bima' diambil dari salah satu tokoh di dunia wayang sedangkan 'Kunting' artinya kecil. Lokomotif Bima Kunting ini tergolong istimewa karena merupakan lokomotif diesel generasi pertama yang dirakit oleh Balai Yasa Yogyakarta. Walaupun mesinnya bukan produk dari Indonesia, namun diharapkan bisa menanamkan rasa bangga serta penghargaan atas keunggulan bangsa Indonesia yang mempunyai talenta dan keahlian dalam merakit lokomotif diesel. Lokomotif Bima Kunting dirancang oleh Mardjono.


[Image: bimakunting1bandung.jpg]
Lokomotif B100 (Bima Kunting 1) di Taman Lalu Lintas kota Bandung

Lokomotif B100 (Bima Kunting 1) didesign untuk berjalan pada jalan rel yang menggunakan gauge (lebar) 600 mm. Lokomotif ini memiliki gandar tipe 1A artinya bergandar 2 namun hanya 1 roda yang digerakkan oleh motor traksi. Lokomotif B100 menggunakan motor diesel Willys Jeep dan memiliki panjang 3800 mm. Lokomotif B100 mulai operasional tahun 1963 dan digunakan untuk inspeksi. Namun seiring dengan berjalannya waktu, jalan rel dengan gauge 600 mm ditutup pada tahun 1972 - 1973 karena tidak mampu bersaing dengan moda transportasi darat lainnya sehingga membuat lokomotif B100 disumbangkan ke Taman Lalu Lintas di Kota Bandung sebagai media pembelajaran tertib berlalu lintas untuk anak-anak. Lokomotif B100 masih beroperasi hingga saat ini.


[Image: bimakunting3mangkrak.jpg]
Lokomotif B201 (Bima Kunting 3) di Balai Yasa Yogyakarta

Lokomotif B200 (Bima Kunting 2) dan Lokomotif B201 (Bima Kunting 3) didesign untuk berjalan pada jalan rel yang menggunakan gauge (lebar) 1067 mm dan mulai operasional tahun 1965. Lokomotif B200 dan Lokomotif B201 memiliki gandar tipe B artinya bergandar 2 dan 2 rodanya digerakkan oleh motor traksi. Kedua lokomotif ini memiliki tugas khusus yaitu dinas langsir hanya di dalam Balai Yasa Yogyakarta. Lokomotif B200 menggunakan generator Hobart dan memiliki panjang 6500 mm. Lokomotif B201 menggunakan motor diesel Daimler Benz M204B dengan daya 120 HP (horse power). Lokomotif B201 ini memiliki berat 19 ton, panjang 6300 mm dan melaju hingga kecepatan maksimum 45 km/jam. Sebagai salah satu produk kebanggaan Indonesia, lokomotif B201 ikut dipamerkan dalam ajang Pameran Produksi Indonesia (PPI) di kota Jakarta pada tahun 1985. Karena tidak tersedianya suku cadang, memaksa Lokomotif B200 dan Lokomotif B201 berhenti beroperasi dan dinas langsir digantikan oleh Lokomotif D301. Saat ini hanya tersisa Lokomotif B201 yang berada di Balai Yasa Yogyakarta.

Sumbernya

Baru tau ternyata loko yang ada di Taman Lalu Lintas Bandung ternyata namanya Bima Kunting. Big Grin
Reply
#2
semoga CC300 buatan INKA bernasib lebih baik daripada si Bima Kunting ini
Reply
#3
(02-01-2012, 05:48 PM)mdnboy Wrote: semoga CC300 buatan INKA bernasib lebih baik daripada si Bima Kunting ini

Amin. Mudah-mudahan bukan cuma jadi loko langsiran.Lok Merah Biru
BTT yuk.
Bima Kecil (Kunting)

[Image: taman1.jpg]
Reply
#4
Bima Kunting yang di YK masih hidup atau???
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#5
wah iye waktu PPI di Silang Monas ada tuh, jadi inget lagi, jaman2 pintu perlintasan otomatis, pd jamannya pintu msh manual dengan di dorong dan pintu dengan pemberat
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#6
(02-01-2012, 09:58 PM)aatea_goparmania Wrote: Bima Kunting yang di YK masih hidup atau???

Sudah pada wafat Kang, Sedih
Jadi, ada dua kemungkinan, 1. Masih jadi mayat, 2.Sudah dirucatSedih soalnya foto dibawah nggak tau kapan dibuatnyaSedih

[Image: bimakunting3mangkrak.jpg]


(02-01-2012, 10:19 PM)bonbon Wrote: wah iye waktu PPI di Silang Monas ada tuh, jadi inget lagi, jaman2 pintu perlintasan otomatis, pd jamannya pintu msh manual dengan di dorong dan pintu dengan pemberat
Wah ternyata ada RF yang pernah liat loko ini waktu baru lahir Xie Xie
Reply
#7
yang di taman lalu lintas gauge nya berapa tuh?
Reply
#8
(04-01-2012, 07:06 AM)mdnboy Wrote: yang di taman lalu lintas gauge nya berapa tuh?

600 mm Mas
Reply
#9
(02-01-2012, 10:51 PM)OrangBingung Wrote:
(02-01-2012, 09:58 PM)aatea_goparmania Wrote: Bima Kunting yang di YK masih hidup atau???

Sudah pada wafat Kang, Sedih
Jadi, ada dua kemungkinan, 1. Masih jadi mayat, 2.Sudah dirucatSedih soalnya foto dibawah nggak tau kapan dibuatnyaSedih

[Image: bimakunting3mangkrak.jpg]


(02-01-2012, 10:19 PM)bonbon Wrote: wah iye waktu PPI di Silang Monas ada tuh, jadi inget lagi, jaman2 pintu perlintasan otomatis, pd jamannya pintu msh manual dengan di dorong dan pintu dengan pemberat
Wah ternyata ada RF yang pernah liat loko ini waktu baru lahir Xie Xie

sayah masih 7 tahun waktu ada PPI Ngakak tp msh inget, itu loko mondar mandir aja, relnya kalo nggak salah hanya 4-6 batang berjajar, kalo mau lewat pintu PJL otomatis (yg sperti sekarang) bunyi dan nutup
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#10
(02-01-2012, 10:19 PM)bonbon Wrote: sayah masih 7 tahun waktu ada PPI Ngakak tp msh inget, itu loko mondar mandir aja, relnya kalo nggak salah hanya 4-6 batang berjajar, kalo mau lewat pintu PJL otomatis (yg sperti sekarang) bunyi dan nutup

Mondar-mandirnya bawa kereta nggak? Atau cuma lokonya aja?Ngakak
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)