Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kegiatan ISLC di TMII
#1
[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#2
Hari ini tgl 2 juli 2011 banyak yg datang di TMII sekitar 21 orang, kalo namanya ga bisa saya sebutkan satu persatu, bagi yg punya pic nya silahkan di upload. Pokoknya rame bgt.
RF ronggo, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#3
Report kegiatan ISLC Sabtu 2 juli 2011

Kegiatan Bulanan ISLC sekaligus menjadi ajang Gathering para "steamers" kali ini masih dilaksanakan di museumTransportasi TMII jakarta. pada bulanjuli ini kita melakukan perawatan kepada loko D 5011 , Kita telah membersihkan dan mengurangi karat dengan cara di semprot dengan campuran solar dan oli menggunakan semprotan nyamuk.

adapun para Steamers yang datang berjumlah 21 orang dibawah pimpinan om dedy selaku komandan lapangan . sebeleumjnya kita masih menemui kendala seperti, untuk pembelian solar , karena pom bensin tidak mau menjual secara langsung dengan menggunakan jerigen atw botol hingga untuk kegiatan bulan depan perlu di buatkan surat resmi untuk pembelian solar tersebut, selain itu dibutuhkan segera loker penyimpanan alat-alat perawatan ISLC karena sering hilang. diperlukan juga alat penggosok ringan seperti sikat kawat guna menggosok karat dengan lebih efisien.


[Image: 270785_161046087297543_100001764585959_3...4780_n.jpg]

selain itu kegiatan kemarin juga di liput oleh salah satu media cetak di jakarta (warta kota), mudah mudahhan dengan diliputnya kegiatan ISLC ini dapat menunjukan kepada khalayak umum bahwa pentingnya penyelamatan aset bersejarah .

sekian dan terimakasih ...
salam Kluthuk .. choo..chooo....
koleksi jepretan ane
http://www.flickr.com/photos/jhon_ipenk/

[Image: meshoostggyt-1.jpg]
me whit ss-2v5 PInDAD
Reply
#4
(06-07-2011, 12:37 AM)we supratman Wrote: Report kegiatan ISLC Sabtu 2 juli 2011

Kegiatan Bulanan ISLC sekaligus menjadi ajang Gathering para "steamers" kali ini masih dilaksanakan di museumTransportasi TMII jakarta. pada bulanjuli ini kita melakukan perawatan kepada loko D 5011 , Kita telah membersihkan dan mengurangi karat dengan cara di semprot dengan campuran solar dan oli menggunakan semprotan nyamuk.

adapun para Steamers yang datang berjumlah 21 orang dibawah pimpinan om dedy selaku komandan lapangan . sebeleumjnya kita masih menemui kendala seperti, untuk pembelian solar , karena pom bensin tidak mau menjual secara langsung dengan menggunakan jerigen atw botol hingga untuk kegiatan bulan depan perlu di buatkan surat resmi untuk pembelian solar tersebut, selain itu dibutuhkan segera loker penyimpanan alat-alat perawatan ISLC karena sering hilang. diperlukan juga alat penggosok ringan seperti sikat kawat guna menggosok karat dengan lebih efisien.


[Image: 270785_161046087297543_100001764585959_3...4780_n.jpg]

selain itu kegiatan kemarin juga di liput oleh salah satu media cetak di jakarta (warta kota), mudah mudahhan dengan diliputnya kegiatan ISLC ini dapat menunjukan kepada khalayak umum bahwa pentingnya penyelamatan aset bersejarah .

sekian dan terimakasih ...
salam Kluthuk .. choo..chooo....

Mantab gan, kegiatan tgl 2 juli kemarin yg diliput harian media cetak sudah terbit di warta kota hari ini tgl 10 juli 2011.
RF ronggo, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#5
Maaf, sempet liat foto jepretan entu lok uap... karatan juga udah berkelupas ya catnya... selain pemberian oli, solar juga membersihkan dan mengurangi karat apa ga sebaiknya Zinc Chromate atau Meni Besi agar lebih tahan karat? maaf sekedar saran saja...
Reply
#6
Reply
#7
Reply
#8
Laporan kegiatan perawatan loko uap ISLC di TMII Sabtu 4 Mei 2012

peserta
- Deddy herlambang
- Ronggo Ngadirojo
- Joko Van debrug (RJH HLM)
- Ifan triyanto
- Agra wisesa hermantoro
- Adhitya hatmawan
- Inoe Spike
- Tyo Soax
- Adam Suju
- Emanuel Rio C
- Dimaz faiz

kegiatan rutin bulanan ini kemarin memberikan oli dan solar pada loko E1016 dan B2209. Kegiatan kemarin di liput pula oleh detik.com

untuk kegiatan selanjutnya agar dipersiapkan surat guna membeli solar dari SPBU yang dan surat untuk Buperta cibubur guna merawat monumen loko uap di Buperta cibubur (note to mas Adhitya)

trims untuk semua efort dan konsistensinya
salam

[Image: 544698_327641543971329_100001764585959_8...6150_n.jpg]

berikut artikel dari detik dot com
Quote:Deddy Herlambang dan Aksi Komunitasnya Merawat Lokomotif Kuno

Jakarta Srot! Srot! Srot! Beberapa orang menyemprot dengan semprotan serangga model lawas ke lokomotif kuno yang terpajang di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Mereka bukan menyemprot serangga melainkan 'memandikan' lokomotif kuno itu.

Para penyemprot itu memakai masker sambil terus bekerja menyemprotkan cairan dari semprotan yang memakai tuas pendorong maju-mundur. Mereka naik di lokomotif, terkadang merunduk, menjangkau sela-sela besi lokomotif yang nyempil.

"Ya itu disemprot pakai solar. Memang tidak bisa mencegah karat tapi setidaknya memperpanjang umur logamnya," jelas Deddy Herlambang, pendiri Indonesia Steam Locomotive Community (ISLC), ketika ditemui detikcom pada Sabtu (5/5/2012) pagi pekan lalu.

Begitulah aksi ISLC yang dilakukan secara rutin pada Sabtu pekan pertama setiap bulan. Tak cuma menyemprot dengan solar, menurut Deddy, skrup-skrup dan elemen-elemen yang kecil pada lokomotif itu juga perlu diberi oli untuk merawatnya.

Deddy, selain pengguna, dia juga pencinta kereta api hingga memahami seluk beluk sejarah kereta api dari zaman Indonesia di koloni Belanda, Inggris, hingga Jepang. Lokomotif itu kebanyakan memakai bahan bakar kayu jati, air, atau batubara. Bentuknya memang khas, karena ada cerobong asap di depannya.

Menurut Deddy, lokomotif kuno ini paling banyak tersisa di Indonesia. Mayoritas buatan Jerman, ada juga yang buatan Belanda atau Inggris.

"Di TMII ada 25 loko, dan di Ambarawa ada 21. Kalau kereta yang kayu di Taman Mini ada 6, termasuk yang dipakai Pak Karno itu," jelas Deddy sambil menunjuk bagian depan Museum Transportasi.

Bahkan Deddy hafal lokomotif mana saja yang hilang. Ya, hilang, dicuri tangan-tangan jahil sehingga hanya tersisa dokumentasi saja.

"Yang hilang nomor seri DD 52, DD 50, DD 51, CC 10, B 53. Hilang dikilokan, hanya foto-nya saja (yang tersisa)," kata Deddy yang memiliki banyak referensi dan buku-buku tentang lokomotif kuno ini.

Deddy bahkan bisa mendeskripsikan masing-masing lokomotif ini sesuai fungsinya. "Kalau yang ini loko trem, kalau yang itu loko jarak sedang," jelas Deddy sambil menunjuk lokomotif bernomor seri B 2209 dan E 1016.

Atas keistimewaan bahwa lokomotif kuno ini paling banyak di Indonesia, dan tak banyak masyarakat yang ngeh bahwa lokomotif kuno ini adalah warisan sejarah, Deddy lantas menggalang inisiatif untuk merawat lokomotif-lokomotif kuno ini. Apalagi dia melihat lokomotif kuno ini bak tak bertuan.

"Dulu di bawah PJKA yang masih di bawah Departemen Perhubungan. Sekarang setelah terpisah, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator dan Kemenhub sebagai regulator, lokomotif ini belum jelas, berada di bawah siapa," jelas pria kelahiran Semarang 26 Desember 1970 ini.

Dia bahkan mendapati lokomotif kuno itu beratap langit, kepanasan dan kehujanan yang merusak besi-besi lokomotif itu. Beruntung, keluhannya didengar Kemenhub yang akhirnya membuat atap-atap.

Alumnus jurusan Arsitektur di Unika Atmajaya Yogyakarta ini lantas bertemu dengan orang-orang 'se-frekuensi' yang juga pencinta kereta api dan sejarah hingga terbentuklah ISLC ini pada awal 2011 lalu. Begitulah mereka kemudian secara rutin pada Sabtu pekan pertama merawat lokomotif ini, dengan dana swadaya dari para anggota komunitasnya.

Bahkan beberapa dari belasan orang yang datang merawat lokomotif ini berusia muda, sekitar 20-an tahun. Seperti Agra, yang baru lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan ini.

"Saya memang penyuka sejarah, kemudian ketemu Pak Deddy ini, lantas saya belajar dari beliau," jelas Agra yang memiliki banyak buku referensi lokomotif kuno ini.

Semangat peduli dan melestarikan inilah yang dikobarkan Deddy dan komunitasnya. Mereka menyemprot sekitar 20-an lokomotif kuno itu secara bergantian. Kini mereka sedang memikirkan cara untuk menghidupkan kembali lokomotif itu, seperti di Ambarawa.

"Pemerintah Inggris sudah mengatakan akan membantu untuk menghidupkan salah satu lokomotif buatan mereka, tak peduli berapapun biayanya. Kalau Belanda bersedia membantu Rp 300 juta untuk menghidupkan lokomotifnya. Tapi ya itu, birokrasinya masih ribet," jelas Deddy sambil tersenyum.

Nah, bila Anda tertarik untuk bergabung dan berkontribusi bersama ISLC ini, mereka bisa dihubungi di:
Facebook: Indonesian Steam Locomotive Community (ISLC)
Milis: steamloco@googlegroups.com

foto2 dari detik

[Image: DeddyH-amp;ISLC-dlm.jpg]


[Image: lokomotif-2.jpg]
Komunitas Indonesian Steam Locomotive Community (ISLC) 'memandikan' lokomotif dengan semprotan serangga model lawas dan solar.

[Image: lokomotif-1.jpg]
Komunitas Indonesian Steam Locomotive Community (ISLC) menyemprotkan solar pada lokomotif di Museum Transportasi TMII. Selain itu, mereka juga memberikan oli pada sekrup-sekrup lokomotif.
koleksi jepretan ane
http://www.flickr.com/photos/jhon_ipenk/

[Image: meshoostggyt-1.jpg]
me whit ss-2v5 PInDAD
Reply
#9
Yg dicibubur udh parah bgt om...
Reply
#10
Minggu, 08:30 WIB 17 Juni 2012, Museum Transportasi yang biasanya sepi... hari itu dipenuhi oleh suara canda tawa anak-anak usia PAUD, TK, SD.... Ya, ISLC kembali mengadakan kegiatan gerakan cinta kereta uap yang nyata (walaupun lokomotif uap yang ada sudah mati) dalam rangka mengisi libur sekolah dan menumbuhkembangkan minat serta cinta terhadap moda transportasi ini sedini mungkin

Pukul 08:30 Peserta yang sebagian besar dari wilayah Depok, mulai melakukan registrasi ulang beserta para pendampingnya, setelah sebelumnya didata via jejaring sosial Facebook, yang berjumlah ± 80 anak
Pukul 09:00 Acara dimulai dengan didahului sepatah kata dari Ketua ISLC dan Ketua Penyelenggara
Pukul 09:15 Mulailah kegiatan tur keliling museum yang dipandu oleh 2 orang guide dari pihak Museum (Bu Sri dan Pak Parmin) karena peserta pun dibagi 2 kelompok
Pukul 10:00 Anak-anak mulai beristirahat dan bersiap untuk kegiatan mewarnai (mengecat/merawat loko uap) dan tetap kegiatan ini dibagi 2 kelompok
Pukul 11:15 Games ringan yang dipandu oleh panitia membuat anak-anak semakin sumringah terlebih lagi mendapatkan suvenir menarik pagi mereka yang telah menjabap pertanyaan dengan benar.....
Pukul 12:00 Pulang

Overall, acara ini menarik dan diharapkan ada acara lanjutan dan reguler untuk memperkenalkan peninggalan sejarah, terutama kereta uap kepada anak-anak

Oh, iya acara ini diliput oleh Liputan6 SCTV, detik.com dan Tabloid Trans Bogor

Viva ISLC!!!

[spoiler=Sedikit gambar]
[Image: 525974_3246358650895_1763234904_n.jpg]
Panitia

[Image: 600358_3246634297786_523649832_n.jpg]
Registrasi Peserta

[Image: 252209_3246634977803_1404714806_n.jpg]
Beberapa patah kata dari ketua ISLC

[Image: 318092_3246636937852_2125154555_n.jpg]
Anak-anak yang dibagi 2 kelompok akan mulai keliling Museum

[Image: 551630_3256846713090_318045705_n.jpg]
Dilepas menggunakan Semboyan 35 oleh 'Kepala Stasiun Williem I' Mas Leo (IRPS)
[/spoiler]

Berita Liputan6 SCTV

Video Liputan6 SCTV

Berita detik.com

[spoiler=Koresponden detik.com, Mbak Putri RH][Image: 598988_463929960286297_697947738_n.jpg][/spoiler]

[spoiler=Trans Bogor, edisi Kamis, 21 Juni 2012 halam 14][Image: 550715_3246346050580_34447164_n.jpg][/spoiler]

Untuk foto lainnya silahkan ke SINI dan INI
[Image: spammingsj0.gif]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)