Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mengenang KA Madiun Express
#1
hi guys.....
sudah t cari ga ktm, trit yg mbhs KA Madiun Express yg merupakan KA ekspress dg rangkaian pendek setelah Cantik express, namun sayang usianya se-express namanya, Sedih
yng mau ikud talking2 di sini ea........... suwun

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#2
(25-01-2011, 11:15 PM)UIZ-SenjutKade Wrote: hi guys.....
sudah t cari ga ktm, trit yg mbhs KA Madiun Express yg merupakan KA ekspress dg rangkaian pendek setelah Cantik express, namun sayang usianya se-express namanya, Sedih
yng mau ikud talking2 di sini ea........... suwun

KA Madeks ya.!?
hmm masi inget dulu waktu pertama kali Lok BB 301 pertama yg bercat putih di jawa selalu narik KA ini. . .rangkaiannya hanay 1K1, 2K2, KMP2
dahulu KA ini sempat digembar gemborkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yg katanya salah satu "senjata ampuh" buat melawan persaingan dengan moda angkutan udara. . .saat itu KAI mengklaim KA Ekspres jarak dekat sangat bisa menyaingi moda angkutan udara yg tidak mungkin melayani trayek jarak dekat. . .namun kenyataannya KA Madeks (juga menyusul Cantik Ekspres dan Malang Ekspres) harus meregang nyawa tanpa memberi harapan yg sesuai dengan keinginan KAI
Reply
#3
seingat saya sih Madeks di matikan karna okupansi yang rendah...hal ini karena jadwal keberangkatannya yang terlalu pagi sehingga para penumpang beralih ke moda yang lain seperti sancaka.. Big Grin

[Image: 11854949193_f4066c0b84.jpg]
Reply
#4
sekitar tahun berapa KA Madeks diresmikan? baru dengar?
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#5
Silahkan , monggo :

Rute Kereta Api yang Pensiun
26 Apr 2010

* Hiburan
* Koran Jakarta

Penutupan sejumlah rute kereta api bukan semata-mata kurangnya minat penumpang menggunakan kereta api, melainkan juga minimnya kualitas pelayanan, fasilitas, serta waktu tempuh jika dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya. Rute Kereta Api (KA) Parahyangan yang dihapus oleh PT Kereta Api (PT KA) bukanlah kejadian yang pertama kalinya. Data yang disodorkan oleh Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) menyebutkan setidaknya ada uga jalur yang dihapus sepanjang 2009.

KA Madiun Ekspres dengan tujuan Madiun - Surabaya dihapus awal 2009. Kemudian Malang Ekspres (Tujuan Malang - Surabaya) dan Priangan Ekspres (Banjar -Jakarta juga dieliminasi pada akhir 2009. Sesungguhnya, ada beberapa faktor sebuah rute kereta api diputuskan untuk berhenti oleh PT KA. Yang menjadi pertimbangan utama adalah dari segi bisnis. Biasanya adalah minimnya tingkat okupansi penumpang sehingga menimbulkan kerugian bagi PT KA.

Namun, Ario Wibisono, Sekretaris IRPS Wilayah Bandung menuturkan yang menjadi penyebab bukan semata-mata kurangnya minat penumpang menggunakan kereta api. "Terkadang kualitas pelayanan serta waktu tempuhnya kalah dibandingkan dengan moda transportasi lainnya," ucap Ario. Padahal si kuda besi ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan moda angkutan darat lainnya, seperti bus dan angkutan travel. ;E.dj.lQ,et Hendratno, , pengamat transportasi, mengatakan kelebihan kereta api yang paling menonjol yaitu sebagai angkutan transportasi massal. "Dalam sekali perjalanan bisa mengangkut ratusan orang," kata dia.

WalhasH, mobilitas penumpang lebih efektif dan efisien. Yang tidak kalah pentingnya kereta api langsung menuju jantung kota. Riidi, 47 tahun, warga Bandung, merasakan betul manfaat kereta api dalam menopang aktivitas bisnisnya.

Dalam tiga dekade terakhir ini dia lebih memilih kereta api sebagai transportasi andalannya. Betapa tidak, pengusaha yang bergerak di bidang jasa ini sangat mengandalkan kereta api karena bisa mengantarkannya langsung ke kawasan pusat bisnis Jakarta yang lokasinya hanya selemparan batu dari Stasiun Gambir. "Jadi saya tidak terlambat bertemu klien," ungkapnya.

Di samping itu, kereta api bisa mengangkut barang berukuran besar dalam jumlah banyak, misalnya sepeda motor atau bahkan gerobak. Dengan kelebihan yang seperti demikian, kereta api bisa menghemat bahan bakar dan mengurangi kadar polusi. Penumpang juga tidak perlu berdesak-desakan sebab tempat duduknya didesain sedemikian rupa agar menciptakan kenyamanan. Di sisi lain, kereta api juga punya nilai minusnya di mata penumpang, yakni soal ketepatan waktu. Raden Sumarna, 50 tahun, pengguna kereta api, menyesalkan keterlambatan yang acap kali dirasakannya saat hendak berangkat.

Agaknya keluh kesah itu terjadi tatkala KA Parahyangan tiba di Stasiun Gambir, Jakarta, pada pertengahan pekan ini. Raden harus menunggu setengah jam lebih dari jadwal yang ditetapkan. Pasalnya, kereta yang ditunggu-tunggunya baru tiba di Gambir pada pukul 16.30. Padahal, jadwal keberangkatan kereta api nomor seri KA 72 yang tertera di tiket ataupun papan jadwal menunjukkan pukul 16.15.

Karena itu, berbagai pihak selalu berharap PT KA memperbaiki ketepatan waktu. Jalur kereta yang nyaris tidak memiliki hambatan apa pun seharusnya bisa tiba atau berangkat tepat waktu. Gunanya agar penumpang tidak semakin kecewa.

Kualitas Pelayanan

Edi mengatakan seharusnya pelayanan ke penumpang lebih ditingkatkan agar pengguna kereta api tidak beralih ke moda transportasi lainnya. "Fasilitas dan pelayanan harus diperbaiki, menutup rute sebuah kereta bukan jalan keluar dari masalah," jelas Edi.

Lebih lanjut, Edi mengatakandengan manajemen ala korporasi PT KA berpotensi menjadi perusahaan yang mampu mengelola bisnisnya. Namun, fakta berbicara lain. Sebab sejumlah rute kereta harus dipeti-eskan gara-gara mendulang kerugian.

Selain terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kualitas sarana dan prasarana juga harus terus ditingkatkan agar keandalan kereta api dapat dipercaya masyarakat, selain itu juga kualitas SDM dari PT KA persero juga harus lebih ditingkatkan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik lagi.

Humas PT KA Daops 1, Sugeng Priyono, menuturkan pihaknya sudah menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang menunjang kegiatan penumpang. Ia mencontohkan KA Argo Gede jurusan Jakarta-Bandung yang menyediakan televisi, toilet yang bersih nan harum, bangku empuk dan pendingin ruangan.

Tidak hanya itu, Sugeng menuturkan kalau PT KA menyediakan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan gaya hidup masyarakat. Contohnya, kata Sugeng, stop kontak untuk komputer (•︡益︠•) yang tersedia di setiap bangku KA Argo Gede, sehingga penumpang bisa mengerjakan pekerjaan kantornya selama di perjalanan.

Hanya saja semua layanan yang disebutkan Sugeng itu hanya bisa dinikmati di gerbong kereta kelas eksekutif. Untuk kelas bisnis dan ekonomi rasanya itu sukardinikmati. Karenanya, tak heran, Raden mengeluhkan kebersihan toilet di kereta api kelas bisnis seperti yang kerap dijumpainya di KA Parahyangan. "Dan pelayanannya juga kurang cekatan dan ramah," lirih Raden.

Berpijak dari hal tersebut, rasanya PT KA harus terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, kebersihan toilet, keramahan petugasnya, serta ketepatan waktu. Di sisi lain, penggunajasa kereta api juga tidak bisa berlaku sekehendak hatinya, misalnya membayar tarif tiket ke petugas di kereta api. "Ini perbuatan tidak terpuji yang merugikan kita semua," kata Ario.

PT KA sendiri menampik adanya praktik tersebut. Sofyan Hasan, Kepala Stasiun Gambir, menegaskan bahwa praktik tersebut sudah ditertibkan. Praktik seperti demikian diklaim Ario memengaruhi pemasukan PT KA. Karenanya sejumlah rute kereta api ditutup oleh PT KA karena selalu mendulang kerugian.

Meski demikian, lokomotif dan gerbong dari kereta api yang ditutup itu tidaklah terbuang dan tersia-sia. Menurut Ario, PT KA biasanya tetap memfungsikan lokomotif dan gerbong kereta api yang rutenya ditutup itu. "PT KA biasanya mengalihkan pengoperasiannya ke wilayah lain. Namun sebelum dioperasikan kembali PT KA memperbaikinya terlebih dahulu," jelasnya.

Alasan pengalihan jalur kereta ini karena PT KA masih kekurangan armada untuk beberapajalur yang okupansinya cukup tinggi. Lokomotif dan gerbong KA Parahyangan, misalnya, akan berganti rute dengan melayani rute Malang - Bandung Raya, (Malabar). Sugeng mempredik-sikan bahwa jalur ini berpotensi diminati oleh warga. Karena itu, pihaknya menyediakan tiga kelas sekaligus dalam satu perjalanan, yakni Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi. vic/L-1
Reply
#6
Lagi-lagi soal jadwal. Madeks, Caneks, Prieks, semua mati karena jadwal yang awut-awutan. Selanjutnya siapa lagi? Sancaka Timur kah?
Reply
#7
Sebenernya, KA ini bisa bangkit lagi. Jam keberangkatannya diisi saat jam-jam kosong antara KA Sancaka (jam 09.30an) dengan KA Sri Tanjung (jam 10.00an).
Reply
#8
Ini kreta ditutup mgkn krn okupansiny kalah dg sancaka,kreta yg sama" eksbis.kemudian mgkn kalah dg banyakny armada bus dr terminal bungurasih k madiun,dr ekonomi yg mrh meriah+cepat & bus patas.untuk dhdpn lg kayakny jg susah,krn kreta yg melintas d jalur madiun-sby sudah trllu byk dan armadany kurang utk itu,jayabaya ja jg dmatiin krn okupansi rendah cmiimw
Lok Merah Biru

Feeder Purworejo Jaya!!!!
Reply
#9
huft selain okupansinya rendah.....
tarifnya juga ga kalah mencekik loo.... bayangkan MN-SB K1= 50 ribu K2= 35 ribu, tarif tu berlaku juga di sta KTS. jadi orang lebih berpikir naik bus patas katakanlah 27 ribu, dah nyampe SB.....

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#10
(31-01-2011, 10:47 PM)UIZ-SenjutKade Wrote: huft selain okupansinya rendah.....
tarifnya juga ga kalah mencekik loo.... bayangkan MN-SB K1= 50 ribu K2= 35 ribu, tarif tu berlaku juga di sta KTS. jadi orang lebih berpikir naik bus patas katakanlah 27 ribu, dah nyampe SB.....

betul...karena menggunakan mekanisme single tariff tapi pembuatan daftar pemberentiannya ngaco..... lah nama nya KA Madiun Express, yang seharusnya melayani masyarakat sekitaran madiun yg hendak ke surabaya...harusnya brenti nya Madiun dan Caruban, bahkan kalo perlu nganjuk..stasiun lain kaya KTS, JG, MR bablas ajah.. lah ini brentinya MN langsung KTS, bahkan Sumobito juga, Mojokerto, Wonokromo, SGU-SDT.. dengan tarif segitu kan kesannya ga niat ngelayanin masyarakat sekitaran madiun kan... seharusnya kek Cirebon Express yg melayani masyarakat sekitaran Cirebon (brentinya Cirebon, Arjawinangun, Jatibarang dan Haurgeulis... habis itu bablas ampe JNG-GMR)... nah kalo perlu Madiun Expres juga bisa di brangkatin dari paron dulu..... nah kalo mo brenti and ambil penumpang di KTS dan JG.. terapin juga tarif tengah.....

masalah jadwal sebenarnya kalo brangkat dari MN jam 6 itu udah tepat loh...nyampe di SGU harusnya jam 8.50 an... penumpang yg ke SBY dari MN sebenarnya cukup bagus koq, cuman sebagai KA expres jarak dekat...harusnya jalannya ngebut abisss... layaknya Cirex, sebagai KA expres jarak dekat yg sukses luar biasa, dgn GMR-CN bisa tepat 3 jam.... nah yang bikin ancur okupansi Madex kan jadwal balik dari SBY... masa mo ke MN aja jam 13.30???? jadi sepi lah... coba aja dari SGU brangkat jam 17.30.. dan brenti nya SGU-Nganjuk (kalo perlu), Caruban, MN, Paron... kalo jalannya ngebut dan dengan waktu tempuh SGU-MN 3 jam kurang... saya pikir cukup valuable ma tarifnya... dan waktu perjalanannya juga pas banget kan untuk KA expres jarak dekat...so penumpang yg butuh waktu cepat pasti akan menyukai KA ini

untuk KA expres jarak dekat.. alangkah lebih baik jika mengambil contoh adalah KA Cirebon Express... yang di manage dengan hebat oleh DAOP III, KA ini sangat memperhitungkan waktu tempuh, dan ketepatan waktu nya sangat dijaga...jadi kepercayaan masyarakat cukup besar ke KA... bahkan pas dulu track Cikampek-Haurgeulis masih single track dan dengan kepadatan begitu tinggi and frekuensi silang sangat banyak aja..CN-GMR juga sudah tepat 3 jam koq... jadi Cirex mang KA yang harus ngebut....

so kalo ada KA express jarak dekat kek Madex, Canex, Malex.. ya kalo fasilitas KA masih gitu2 aja... satu2nya jalan ya musti ngebut abisss, jangan ngecer di banyak tasiun.. shg waktu tempuhnya jauh lebih cepat dari moda pesaing terdekat (bus patas)
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)