Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
E-TICKETING Kereta Api
#11
ya.. tepat sekali apabila mekanisme E-Ticketing tersebut dapat dikembangkan dari website PT KA yang udah ada... seperti yg diungkapkan oleh Sdr. d'trainer
[spoiler]
(12-01-2011, 08:16 PM)dtRAiNeR Wrote: Sebenarnya kalo untuk e-Ticketing (reservasi on-line) sih bisa dikembangkan dari apa yang sudah ada. Misal di official site PT KA (www.kereta-api.co.id) kan ada drop menu untuk search KA jurusan tertentu, nah paling setelah seseorang melakukan fasilitas search tersebut, di bagian bawah page ada button buat "Book a Ticket!" disamping "Back to Homepage", nah ketika orang tersebut meng-click "Book a Ticket!" disitu baru disediakan pernak-pernik buat pesen tempat, seperti drop menu buat daftar kelas yang tersedia buat jurusan tersebut (berikut tarifnya), gerbong yang tersedia ada berapa biji (per kelas kalo KA-nya "gado-gado" kayak KA Eksis dan Malabar yang "the truly gado-gado", denah tiap gerbong berikut kursi yang masih kosong (diberi warna berbeda untuk kursi yang kosong dan yang sudah terisi), dll.

Tapi itu semua tinggal tergantung pengelola official site tersebut, apakah mampu meng-update site tiap kali ada perubahan, baik soal tarif maupun jenis gerbong yang digunakan (misal GoPar K1-nya ada yang 50 dan 52 seat)...

Bagaimana kira-kira?
[/spoiler]

tinggal bagaimanakah upaya PT KA untuk menseriusi kerjasama dengan perbankan dalam kerjasama yang lebih serius.....

yang dibutuhkan hanya sebuah manajerial yang visioner ... dan tidak ada salahnya menimba ilmu kepada maskapai... selain itu... dengan model E-Ticketing ini akan membuat kereta ada di genggaman anda... dan bisa dilanjutkan dengan upaya untuk menciptakan.. Kereta ada di hati andaNgeledek...

untuk mengejar target kereta ada di hati... saya pikir PT KA bisa koq melakukan study ke GIA... TENTANG MANAJERIAL DAN METODE cUSTOMER Care nya Garuda ...... toh sesama BUMN ini... pasti bisa dibuat kerjasama secara lebih baik.....

selalu ngarep dot com untuk bisa

JUST CLICK go EVERYWHERE Xie Xie
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#12
kapan hari dapat kabar dari bagian IT DAOP 8, sistem e-tiketing sedang dikembangkan di kantor pusat bandung oleh para ahli IT internal PT KA. .
tapi nggak tau juga kapan mulai diluncurkan.
Reply
#13
TS programmer ya...? Hehehe
[Image: new_ngeledek.gif]

Yuk bikin algoritmanya....
Reply
#14
(14-04-2011, 08:51 PM)ohn_pite Wrote: kapan hari dapat kabar dari bagian IT DAOP 8, sistem e-tiketing sedang dikembangkan di kantor pusat bandung oleh para ahli IT internal PT KA. .
tapi nggak tau juga kapan mulai diluncurkan.

serius neh... semoga aja ndak lama lagi bisa memesan tiket by lappie ajah.. ga usah pake telpon2 an.... trus bayarnya pake ATM/kartu kredit/e-banking.... dan begitu issued, tiket bisa langsung di confirm ke e-mail kita... biar kita2 ngga harus ke stasiun tapi dengan ketidak pastian untuk dapet tiket (terutama pas long weekend, mudik dll)... dengan mekanisme ini kan bisa juga sebagai upaya meminimalisir praktek percaloan...

(14-04-2011, 10:55 PM)phepe_ph Wrote: TS programmer ya...? Hehehe
[Image: new_ngeledek.gif]

Yuk bikin algoritmanya....

whallah... bukan pak... saya ini cuman penikmat aja koq.. dan membayangkan segala urusan kita dapat dilakukan sepraktis mungkin... jangankan IT... lah persoalan komputer ajah saya ini juga cuman seorang pengguna....
cuman di sini... harapan kita kan.. di jaman yg serba modern dan praktis ini, semoga naek KA juga sangat praktis...
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#15
Saya usul untuk pemesanan/booking tiket kereta online. Dengan alasan kepraktisan dan tidak kalah bersaing dengan alat transportasi lain semisal pesawat terbang yang sudah memfasilitasi calon penumpang untuk dapat memesan tiket secara online. Metodenya mungkin bisa diadaptasi dari pemesanan tiket via call center atau pada website maskapai penerbangan. Check keberangkatan kereta, lalu pilih kereta, isi identitas . Setelah itu para pemesan akan diberikan kode booking. Penumpang dapat membayar via ATM (paling lambat 3 jam setelah booking). Penumpang akan mendaptkan tiket dengan menukarkan struk bukti pembayaran (dari ATM) dam KTP asli dan fotocopy di stasiun pemberangkatan. Apa ada usul, saran, kritik, sanggahan, ataupun pendapat ?
Saya Masih SMP !

[Image: 6052456369_ef11c6fcda_b.jpg]
Tak Berhenti Berharap Untuk Ini

Reply
#16
(16-08-2011, 01:55 PM)argobromosemeru Wrote: Saya usul untuk pemesanan/booking tiket kereta online. Dengan alasan kepraktisan dan tidak kalah bersaing dengan alat transportasi lain semisal pesawat terbang yang sudah memfasilitasi calon penumpang untuk dapat memesan tiket secara online. Metodenya mungkin bisa diadaptasi dari pemesanan tiket via call center atau pada website maskapai penerbangan. Check keberangkatan kereta, lalu pilih kereta, isi identitas . Setelah itu para pemesan akan diberikan kode booking. Penumpang dapat membayar via ATM (paling lambat 3 jam setelah booking). Penumpang akan mendaptkan tiket dengan menukarkan struk bukti pembayaran (dari ATM) dam KTP asli dan fotocopy di stasiun pemberangkatan. Apa ada usul, saran, kritik, sanggahan, ataupun pendapat ?

bukannya sudah bisa melalui call center 121? memang sih akan lebih afdol jika pake website berhubung call center 121 butuh kesabaran menunggu telepon kita diangkat..
Reply
#17
(16-08-2011, 01:59 PM)bolsterless_bogie Wrote:
(16-08-2011, 01:55 PM)argobromosemeru Wrote: Saya usul untuk pemesanan/booking tiket kereta online. Dengan alasan kepraktisan dan tidak kalah bersaing dengan alat transportasi lain semisal pesawat terbang yang sudah memfasilitasi calon penumpang untuk dapat memesan tiket secara online. Metodenya mungkin bisa diadaptasi dari pemesanan tiket via call center atau pada website maskapai penerbangan. Check keberangkatan kereta, lalu pilih kereta, isi identitas . Setelah itu para pemesan akan diberikan kode booking. Penumpang dapat membayar via ATM (paling lambat 3 jam setelah booking). Penumpang akan mendaptkan tiket dengan menukarkan struk bukti pembayaran (dari ATM) dam KTP asli dan fotocopy di stasiun pemberangkatan. Apa ada usul, saran, kritik, sanggahan, ataupun pendapat ?

bukannya sudah bisa melalui call center 121? memang sih akan lebih afdol jika pake website berhubung call center 121 butuh kesabaran menunggu telepon kita diangkat..

Agar nggak kalah dari Pesawat, dan juga agar pemesan dapat membooking tiket lebih nyaman (bisa membaca saat pemesanan).
Saya Masih SMP !

[Image: 6052456369_ef11c6fcda_b.jpg]
Tak Berhenti Berharap Untuk Ini

Reply
#18
ah mas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu kuno, orang jaman sekarang aja mau beli ticket bioskop di blitzmegaplex aja bisa langsung lewat website, plus pesen makanan and snacknya.Playboy
masa hal hal besar seperti kereta ngak bisa Bingung
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#19
ijin buka tread baru semoga g repost...sebuah inovasi baru PT. Kereta Api Indonesia (Persero)Tepuk TanganTop Banget

Tempo Wrote:TEMPO Interaktif, Bandung - PT Kereta Api Indonesia memperkenalkan mesin penjualan tiket kereta api bernama Rail Box. ”Pembelian tiket itu memakai kartu, seperti di pintu tol,” kata Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia Sugeng Priyono di Bandung, Rabu, 28 September 2011.

Mesin pembelian tiket itu merupakan hasil kerja sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT Telkom yang menggarap sistem IT dan Bank BNI yang menggarap fitur transaksinya. Lewat mesin itu, tiket kereta bisa dibeli tanpa perlu mengantre di loket pembelian tiket di stasiun kereta.

Sugeng mengatakan kartu yang dipakai untuk transaksi pembelian tiket kereta itu bisa diperoleh di Bank BNI. Dengan memasukkan kartu itu, penggunanya bisa memesan tiket kereta plus nomor tempat duduk yang diinginkan. ”Harapannya ini bisa mendekatkan layanan pada masyarakat luas,” katanya.

Menurutnya, mesin semacam itu bisa disebar di sejumlah tempat strategis, seperti mal. Tapi saat ini, kata Sugeng, baru 10 unit mesin yang siap digunakan. Sementara bakal ditempatkan di sejumlah stasiun kereta. ”Rencananya kita tempatkan dulu di Stasiun Gambir dan Stasiun Bandung dulu,” kata Sugeng.

Sayangnya, hasil transaksi dengan mesin itu belum berupa tiket kereta yang siap dipakai. Bukti transaksi berupa struk, tetap harus ditukarkan di loket stasiun kereta untuk mendapatkan tiket kereta.

Sugeng mengatakan dalam pengembangannya nanti, tidak menutup kemungkinan transaksinya tidak lagi memerlukan kartu khusus, tapi bisa memakai kartu debet yang dikeluarkan bank. Termasuk, katanya, memasukkan fitur pembelian tiket kereta lewat mesin Anjungan Tunai Mandiri.

Mesin penjualan tiket kereta api yang dinamakan Rail Box itu diperkenalkan saat perayaan ulang tahun PT Kereta Api Indonesia ke-66 yang jatuh hari ini. Naskah kerja sama pengembangan mesin antara PT Kereta Api Indonesia dan PT Telkom serta Bank BNI diteken pada perayaan itu.

AHMAD FIKRI

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
#20
Yaaah... sama aja ngantri di loket dooong..
[Image: new_ngiler.gif]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)