Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Gimana kalo dibuat jalur 'Flying' Lintas Utara & Selatan di Bandung?
#1
KRL Eco 
Aku suka mikirin, gmana caranya memecah kemacetan jalan di kota Bandung yang terutama lebih disebabkan karena banyaknya persimpangan jalan yang sangat berdekatan.

Akhirnya aku punya unek-unek dan saran, bagaimana kalo dibuatkan moda transportasi yang terelasi dengan transportasi darat yang ada namun tidak menambah potensi kemacetan baru. Yaitu dibuat moda transportasi seperti monorail, tapi lebih tepatnya 'flying railways' yang terkoneksi dengan eksisting railways. Jadi bayanganku, seandainya ada flying Lintas Utara yang dimulai dari Cileunyi menyusuri Cibiru, Ujungberung, Cicaheum, Jl. Suci, menyusuri flyover Pasupati, Pasteur, Parongpong, Cimahi dan berakhir di Padalarang. Serta Lintas Selatan yang terpecah di Cibiru dan menyusuri jalan Soekarno-Hatta, berbelok di PasirKoja ke arah barat menyusuri Cigondewah, Kerkoff, Baros, Jl. Batujajar, berakhir juga di Padalarang. Namun semuanya itu ada sekitar 5-7 meter di atas tanah, sehingga tidak terjadi persimpangan sebidang dengan jalan.

Gimana rekan2 RF, khususnya DAOP 2 BD yang lebih tahu detail kota Bandung. Semuanya baru sebatas khayalan, tapi akan lebih seru jika kita saling berbagi, siapa tahu ada Bapak-Bapak di atas yang denger...

Atau ada saran lain yang lebih bagus? Silahkan...
Indonesia
_________________________________________________________________
Bukan Mimpi Kalo Bisa Jadi Kenyataan ! ... Jayalah Kereta Api Indonesia !
Reply
#2
Pernah ada wacana untuk membuat monorail menyusuri jalan Dago.

Tapi kalau seandainya monorail bisa menerabas gradien terjal dengan mudah, saat membawa muatan banyak, ya saya pikir itu lebih bagus daripada kereta gantung.
Reply
#3
Hmm...., kalau misalnya wacana ini jadi. Kira-kira faktor okupansinya bagus tidak ya? Berapa banyak biaya yang dikeluarkan? Dll.

CMIIW
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
Reply
#4
Nggak usah tanya okupansi: yang pasti laku keras!

apalagi kalau diatas, dijamin sopir angkot yang protes nggak bisa melemparinya.
Reply
#5
Hmmm.... sepintas yang aku tahu dari kota Bandung itu kota padat arus kendaraan bermotor dengan banyak labirin alias ruas jalan yang bentar2 seraah bentar2 2 arah yg kalau kita gak hafal rute jalan raya bisa tersesat atau kembali ke rute semula. Enggak bedanya Jakarta dan Tangerang di mana antara bangunan dengan bangunan yang berseberangan dengan jalan raya hampir berdekatan. Jadinya dalam bayangan aku sih tiang - tiang monorail atau apapun itu namanya bisa mengacaukan beberapa pedestrian yang ada. Kalau tiap ruas jalan enggak punya pedestrian jadi sulit buat para warga buat jalan kaki atau parkir kendaraan bermotor mereka.

Tapi apa bakal lewat hotel Savoy Homann, Jl. Asai Afrika, Istana Dago Plaza dan utara stasiun Bandung juga yah? Kalau Cihampelas.... jangan deh kayaknya...

Reply
#6
(05-10-2010, 06:19 PM)bagus70 Wrote: Nggak usah tanya okupansi: yang pasti laku keras!

apalagi kalau diatas, dijamin sopir angkot yang protes nggak bisa melemparinya.

hihi supir angkot.... kemiskinan massal para supir angkot Ngakak
kren juga yah di Bandung ada fly over, udah bosen saya ama kemcetan di bandung... Bethe

harusnya juga ada jalur tengah (underground, biar tidak mengubah estetika kota) yang melintas ke pusat kota, kayak alun2, kota2 tua, perbelanjaan, kosambi ya ampuun macetnya luar biasa..... apalagi kalo weekend, org Jakarta pada ke Bandung..... Bethe

Senangnya kulihat para petani melepas lelah dan berhenti sejenak untuk melihat Kereta Api melewati ladang mereka.....
Terharu
Reply
#7
Heart 
Hmmm.. memang kalo menilik nilai estetika, sebaiknya dibuat Underground atau Subway, tapi dari segi biaya juga pastinya jauh lebih mahal. Tapi tetap suatu saran yang bagus buat kemajuan kota Bandung, yang mau tidak mau harus segera merubah diri menjadi kota Megapolitan dan harus pula segera berbenah diri, terutama pada sarana transportasi untuk mempermudah pergerakan warganya.

Aku juga udah mempertimbangkan jalan2 yang akan dilewati oleh Flying Railways tersebut, makanya kupilih Jl. Soekarno Hatta di selatan dan Jl. Suci di utara. Khusus untuk yang di utara, kan udah ada tuh wacana untuk membuat terusan Pasupati sampe ke Cibiru, kalo bisa sekalian aja nebeng di tengah-tengahnya. Jadi nantinya Jl. Suci teduh, macam di Jakarta (Jl. Bypass dari Cawang-Tg. Priok). kalo Jl. Soekarno Hatta udah jelas bisa, kaki-kakinya disimpen di tengah-tengah, sugan we tambah adem.

Kalo jalur tengah, kayanya sudah terwakili dengan jalur yang sudah ada sepanjang Kircon-Cimahi, tinggal dibuatkan perlintasan tak sebidang disetiap persimpangan yang ada sekarang, baik dengan membuat flyover/underpass.

Untuk jalur yang melintasi kota Bandung membujur dari Selatan ke Utara, masih lebih baik dengan moda tranportasi seperti monorail atau kereta gantung deh kayanya, mengingat topografi yang menanjak di daerah utara.

Xie Xie
[Image: overstappen.png]
(05-10-2010, 06:19 PM)bagus70 Wrote: Nggak usah tanya okupansi: yang pasti laku keras!

apalagi kalau diatas, dijamin sopir angkot yang protes nggak bisa melemparinya.

Ya nantinya dibuat jangan sampai ada pihak yang protes dong, misalnya dengan menjelaskan bahwa Kereta tidak mengambil semua pengguna angkot.
Karena sebenarnya itu hanya pemikiran sempit pihak-pihak yang keburu ketakutan duluan seperti sopir angkot ato pengusaha angkot. Karena tujuan pembuatan "Flying Railways" itukan sebenarnya adalah mengurangi pemakaian kendaraan bermotor di jalan, misalnya yang tadinya ke kampus ato kantor menggunakan sepeda motor ato mobil dapat beralih ke Kereta,
Para pengguna sepeda motor ato mobil yang beralih ke Kereta itu tidak merugikan angkot loh !, karena sekarang aja mereka kan ga naek angkot. Malah mungkin jadi lebih menguntungkan bagi Angkot, karena akan mengurai ato mengurangi ke-heurin-an jalan...

Meureun...
Indonesia
_________________________________________________________________
Bukan Mimpi Kalo Bisa Jadi Kenyataan ! ... Jayalah Kereta Api Indonesia !
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)