Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Calon PLH (Video/Pics)
#1
KRL Eco 
Ngiler

Dulu sekali, saya dan beberapa teman teman sekampung di Gondokusuman Yogyakarta sering berenang di kali Gajah wong.
Kala itu kali Gajah wong masih bersih dengan debit air yang masih berlimpah, terutama dekat bendungan.

Kebiasaan kami ketika berangkat selalu melewati hutan karet kecil " matras ". Dari arah sana pemandangan sangat indah yaitu rel kereta dengan latar belakan gunung Merapi yang berasap.

Sepulang dari berenang di kali Gajah wong, seperti biasa kami berjalan menelusuri rel kereta.
Sering saya menemukan beberapa komponen rel yang terlepas, seperti paku penambat dan penambat elastis. Sebagai iseng benda itu saya bawa pulang buat sekedar koleksi. ( off the record nich... )
Tapi sekarang kebiasaan itu sudah tidak lagi, kapok.
Ceritanya begini :

Suatu ketika saat berjalan sendirian, tiba tiba dari kejauhan mata saya tertuju pada deretan batu batu balast yang besar besar di letakkan tangan tangan jahil diatas rel kereta disebelah kiri dan di kanannya.
Dengan refleks saya singkirkan deretan batu balast itu.

Berselang 2 atau 3 menit kemudian, melintaslah rangkaian kereta penumpang kelas ekonomi yang dihela lokomotif hidrolik dari arah Maguwo menuju stasiun Tugu.
Kereta berlalu cepat dengan selamat melintasi tebing tinggi kali Gajah wong..

Saya dapat membayangkan, betapa berbahayanya ulah iseng seperti menaruh batu, paku, atau mengambil komponen rel.
Reply
#2
daerah dkt kampus UIN yha mas?
klo ada potone share dimarih dunk Playboy
Reply
#3
Sayang sekali kenangan itu hanya ada di memori waktu kecil.
Dulu khan belum ada kamera digital.
Reply
#4
Bukan saia Kang yg naruh batu balast di rel itu...
Saia dulu cuma sering naruh paku di rel biar jadi gepeng abis dilindas kereta... Keretanya sih selamat dan bablas...pakunya yg gepeng...
Tapi sering ditegur sama Bapak2 JPJ karena bisa membahayakan perjalanan KA.
Dulu masih kecil sih...jd blm mudeng Nyengir
Kumpulan poto2 gw di Flickr Xie Xie
Reply
#5
Sampai sekarang kebiasaan kyk gitu masih dilakukan lho..., pernah dikasih inpo sama seorang masinis, di lintas banyak Poldur-nya ngelok serasa naik Bajaj. Kricak ato ballast yang dipasang di atas rel banyak sich.. Big Grin
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#6
(08-01-2010, 10:41 AM)denMbladuz Wrote: Bukan saia Kang yg naruh batu balast di rel itu...
Saia dulu cuma sering naruh paku di rel biar jadi gepeng abis dilindas kereta... Keretanya sih selamat dan bablas...pakunya yg gepeng...
Tapi sering ditegur sama Bapak2 JPJ karena bisa membahayakan perjalanan KA.
Dulu masih kecil sih...jd blm mudeng Nyengir

iya gan buka aku juga, dulu hanya paku biar kjadi pisau ama tutup botol biar jadi bintang terus main ninja2an.....
Reply
#7
(08-01-2010, 10:41 AM)denMbladuz Wrote: Bukan saia Kang yg naruh batu balast di rel itu...
Saia dulu cuma sering naruh paku di rel biar jadi gepeng abis dilindas kereta... Keretanya sih selamat dan bablas...pakunya yg gepeng...
Tapi sering ditegur sama Bapak2 JPJ karena bisa membahayakan perjalanan KA.
Dulu masih kecil sih...jd blm mudeng Nyengir

jadi inget masa kecil....-udah tobat-
Petak Cakung-Bekasi tuh rawan..


maap OOT
693-5073-893-673
Reply
#8
Saya juga dulu waktu kecil iya tuh suka naruh paku di rel, untuk dijadiin pisau. Emang bisa bahaya buat kereta kalo kita naroh paku di rel, kan cuman atu dan kecil lagi?
Kalo menurut logikanya anak kecil sih kereta kan gede, sedangkan paku kecil. Ya ama-aman ajah. Ngiler

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#9
Saya pas kecil juga seperti itu.
kadi bila apa aja dirindar kereta rasanya senang sekali.Ngakak

Tapi sekarang uda tau kalo itu berbahaya buat perjalan KA sekarang uda ga lagi.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#10
Kebetulan, tadi mendapat undangan berbuka puasa dari KS MLK, KS ML. Sintel dan beberapa punggawa setasiun, ternyata, tadi malam, dibawah sinyal masuk Sta Pohgajih, telah diberi balok kayu, tidak tanggung-tanggung, 3 buah sekaligus, dengan ukuran, panjang sekitar 75 cm, tebal 6 cm.
Diletakan dua buah dikanan kiri dan satu ditengah.

Untung, sekitar pukul 03 pagi, ketahuan oleh JPJ, sehingga dapat diambil.
Padahal, rangkaian kereta yang akan lewat pertama adalah rangkaian Penataran dari Blitar, 976, yang berangkat pukul 04.35 dan akan lewat di PGJ sekitar pukul 04.50 an.

Ini yang sedang diusut oleh pihak kereta api dengan petinggi desa setempat.
Sepertinya oleh para pemabuk yang sangat tidak bertanggung jawab dan manusia-manusia seperti ini lah yang sangat tidak berguna lahir dan bathin kali ya ? NgamukDziiigg

Seandainya, perbuatan usil itu dilakukan setelah JPJ lewat, mungkin akan ada berita memilukan lagi, sehingga kita akan terus membaca PLH yang semestinya tidak terjadi.
Salut kepada JPJ nya, yang telah bekerja dengan baik dan benar.
Xie Xie
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)