Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pemprov Riau Optimis Bangun Rel KA
#1
Quote:
Kamis, 18 Februari 2010 , 18:54:00
Pemprov Riau Optimis Bangun Rel KA


JAKARTA - Pemerintah Provinsi Riau optimis bisa merealisasikan secepatnya rencana untuk membangunan rel kereta api, yang akan menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Dumai. Keyakinan itu karena pada saat ini pembangunan proyek tersebut sudah mendapat respon serta dukungan dari Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mencari investor.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Promosi dan Investasi (BPI) Riau, Faizal Komar Karim, kepada JPNN usai mendampingi Gubernur Riau HM Rusli Zainal, dalam acara penerimaan penghargaan program Regional Champions dari Kepala BKPM, di Gedung BKPM, Jalan Gatot Subroto, Kamis (18/2).

"Pembangunan proyek KA khusus untuk membawa bahan baku klaster seperti kelapa sawit maupun hasil pertanian lainnya ini, telah kita paparkan kepada Kepala BKPM. Dia merespon dengan baik, serta akan mendorong agar proyek ini cepat direalisasikan. Kepala BKPM berjanji akan membantu mencari investor asing dari Timur Tengah yang tertarik pada rencana ini, karena menurutnya proyek ini sangat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi," ungkap Faizal.

Disebutkan Faizal lagi, masuknya Provinsi Riau sebagai kawasan Regional Champions 2010, sekaligus mendorong proses penanaman investasi di daerah. Oleh karena itu katanya, pembangunan rel kereta api ini mendapatkan prioritas utama, selain proyek-proyek besar lainnya yang akan direalisasikan secepatnya. "Kita berharap sinyal dari Kepala BKPM ini bisa terwujud pada tahun 2010 ini, karena kita sangat yakin dengan dukungan dari BKPM, banyak investor yang akan tertarik menanamkan modalnya pada proyek yang diperkirakan panjang lintasannya sekitar 140 kilometer ini," harapnya. (yud/jpnn)

Kalau bisa menyambung dengan jalur kereta api lainnya di Sumatera lebih bagus nih! Xie Xie
.
Reply
#2
ini dapat berita dari surat kabar apa ya ??? atau internet...???
Bingung

Reply
#3
(19-02-2010, 11:26 AM)eling Wrote: ini dapat berita dari surat kabar apa ya ??? atau internet...???
Bingung

dari Jawapos JPNN, linknya klik di judulnya Wink atau klik disini
.
Reply
#4
(19-02-2010, 11:30 AM)animaX Wrote:
(19-02-2010, 11:26 AM)eling Wrote: ini dapat berita dari surat kabar apa ya ??? atau internet...???
Bingung

dari Jawapos JPNN, linknya klik di judulnya Wink atau klik disini


Dari dahulu juga sudah pernah digagas untuk membikin jalur Kereta Trans Sumatra mulai dari Sumsel-Aceh yang mau di borong oleh Prancis dan cina dan sampai sekarang ..Sedih
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#5
smoga tetep pake gauge 1067,
biar tetep nyambung n standardisasi. Jangan kyak d aceh, mnrt saya itu proyek gagal. Coba andaikan dibangun pake 1066 n disambung ama stasiun besitang,
Perencanaanya ga matang!
Reply
#6
(21-02-2010, 07:53 PM)rapih_dhoho Wrote: smoga tetep pake gauge 1067,
biar tetep nyambung n standardisasi. Jangan kyak d aceh, mnrt saya itu proyek gagal. Coba andaikan dibangun pake 1066 n disambung ama stasiun besitang,
Perencanaanya ga matang!


OOT:Mau seperti kereta antar benua kali ya kok nganeh2 anehi dewe terus sebelum proyek di kerjakan apa tak di uji kelayakan, daerah kepulauan dan berbukit2 ya bagus pakai gauge 1067mm, dana sudah cekak kok bikin program aneh2, londo dahulu perencanaannya sudah matang melihat bagai mana geografis yang cocok untuk disini ini, harusnya pakai formula yang sudah patent dan teruji.
pindah wesel weeer..kembali ke jalur mula.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#7
(21-02-2010, 07:53 PM)rapih_dhoho Wrote: smoga tetep pake gauge 1067,
biar tetep nyambung n standardisasi. Jangan kyak d aceh, mnrt saya itu proyek gagal. Coba andaikan dibangun pake 1066 n disambung ama stasiun besitang,
Perencanaanya ga matang!

(21-02-2010, 10:19 PM)eko winarno Wrote:
(21-02-2010, 07:53 PM)rapih_dhoho Wrote: smoga tetep pake gauge 1067,
biar tetep nyambung n standardisasi. Jangan kyak d aceh, mnrt saya itu proyek gagal. Coba andaikan dibangun pake 1066 n disambung ama stasiun besitang,
Perencanaanya ga matang!


OOT:Mau seperti kereta antar benua kali ya kok nganeh2 anehi dewe terus sebelum proyek di kerjakan apa tak di uji kelayakan, daerah kepulauan dan berbukit2 ya bagus pakai gauge 1067mm, dana sudah cekak kok bikin program aneh2, londo dahulu perencanaannya sudah matang melihat bagai mana geografis yang cocok untuk disini ini, harusnya pakai formula yang sudah patent dan teruji.
pindah wesel weeer..kembali ke jalur mula.

oot juga neh:
kalo kata saya sih salahin aja Pemerintah kita yg ga bisa (atau mau) ngebangun sendiri jalur KA di Aceh,, sehingga menggunakan bantuan dari Perancis sehingga mau ngga mau gaugenya 1435mm sesuai yg diinginkan konsultan, yaitu SNCF.. jadi perencanaan dari jalur Aceh itu ditangani oleh SNCF dan SNCF yg memutuskan memakai 1435mm.. ya negara kita sih terima aja daripada ga ada sama sekali kan.. saya jamin kalo ga ada bantuan Peranci jalur KA Aceh sampai saat ini tidak ada pembangunan kembali jalur KA,, meskipun saat ini juga proyek tsb ga jelas gimana gara2 ada walikota yg gamau ada rel KA ke dalam kotanya Bethe.. dia gatau aja kalo KA merupakan transportasi darat yg paling efektif dan efisien dibanding kendaraan jalan raya..
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.



[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply
#8
kalo saya sih lebih memilih spur internasional. biarpun lebih mahal, tapi bedanya gak jauh2 amat sama bikin spur 1067. setidaknya itu kata temen saya yang insinyur sipil lho. cmiiw.

tetapi spor standar punya kelebihan untuk stabilitas dan kecepatan yang lebih baik. apalagi kalo membangun jaringan ka, perlu dilihat kedepannya apakah perlu meningkatkan kecepatan moda seiring dengan persaingan dengan moda lain? contoh kasus jawa, sekarang kita baru menyadari betapa meningkatkan kecepatan di jawa susah sekali. jangankan mau lari 300 kmh, 120 kmh saja belum bisa. mau tak mau harus bikin trek baru 1435 kalo ingin ke arah sana.

oleh karenanya, saya sangat mendukung seluruh daerah yang mau buat jaringan ka baru, jangan kepalang tanggung kalo bikin rel ka. kalo 1435 bisa, buat apa milih 1067? apalagi sumatra dan kalimantan tanah nya relatif luas dan konturnya agak datar tidak seperti di jawa yang sempit dan bergunung-gunung.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#9
Sayangnya pembangunan di Riou sepanjang 140 km tidak disebutkan dari mana ke mana serta setail teknisnya berarti ini ya baru wacana yang nota bene bisa mentah lagi...di waca saja.
OOT: ya benar sih di Sumatra dan Kalimantan bisa di bangun dengan rel gauge 14xx akan tetapi kontur tanahnya lembek apalagi di kalimantan yang gambut..ambles nanti lo.Sedih
wesel pindah weeer ke jalur mula.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#10
Benar kang harusnya lebar sepor kudu 1435
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)