Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Agar Kereta Model (Makin) Realistis
#1
Aww...
Tidak nikmat rasanya kalo Kereta Api Model (KAM) belum sesuai dengan model layout/KA sesungguhnya. Misalnya rel KA pada saat menikung memiliki elevasi track, di mana salah satu ruas rel (kanan) lebih tinggi dibandingkan yang kiri saat menikung ke kiri.


kapanlagi

20090723120018_CC203_4a67ee62e04eb.JPG

Ini untuk memudahkan KA lewat dengan kecepatan optimum dan memberikan kenyamanan penumpang. Secara teori, ketinggiannya dapat dihitung dengan rumus :

Height = 4 x Speed x Speed / Radius In Feet
Misalkan kurva rel dengan radius 4000 ft, jika dilewati KA dengan kecepatan 60 mph, maka setidaknya ketinggiannya sekitar 3,6 inch dan kemiringan 7 derajat. Semakin tinggi kecepatan KA waktu melintasi kurva, maka elevasi juga makin tinggi, misalnya pada jalur utama (main line) bias mencapai 4 inch. Namun pada jalur-jalur cabang biasanya hanya 2-3 inch, misalnya di lintasan industri atau dipo.

Bagaimana dengan KAM ?

Elevasi 4 inch jika diterjemahkan ke dalam skala HO sekitar 0,045 inch (~0,1143 cm) dan 0,025 inch (~0,0635 cm) pada skala N. Tinggal tambahkan saja potongan plastik atau styrofoam pada bawah ruas rel sisi terluar.

(adapted from : www.trackplanning.com)

Silakan kalau mau menambahkan hal lain....
Reply
#2
Adalagi untuk mendukung realistis kereta model, yaitu stasion.
Kekurangannya cuman satu, wesel yang banyak membuat "investasinya" menjadi lebih mahal dibanding dengan membangun jembatan atau thema pegunungan.

Reply
#3
iya...kayaknya kalau ada usaha produksi membuat wesel sendiri prospeknya cerah nih....biar harganya lebih miring.....(kapan yah????)
Reply
#4
makanya klo bisa trus emang budgetnya minim diminimalkan aja jumlah weselnya terlebih dengan yg namanya wesel inggris, tp klo g pake wesel tersa hampa.... jd bingung
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE

[Image: 2euifjl.jpg]
Reply
#5
saya kemarin bincang2 tentang karet penghubung antar gerbong...

kalo kita liat kreta asli, pada saat kreta menikung maka karet penghubung tersebut tetap nempel kan... sdngkan di KM kok ngga ya....

btw ada g sih supplier yang bs buat karet tersebut terllihat nempel saat belok...??.. ato org indonesia udah ada yg bisa ngakalinnya....??? Kapan ya...
Reply
#6
(24-07-2009, 07:25 PM)abee debzz Wrote: saya kemarin bincang2 tentang karet penghubung antar gerbong...

kalo kita liat kreta asli, pada saat kreta menikung maka karet penghubung tersebut tetap nempel kan... sdngkan di KM kok ngga ya....

btw ada g sih supplier yang bs buat karet tersebut terllihat nempel saat belok...??.. ato org indonesia udah ada yg bisa ngakalinnya....??? Kapan ya...

Kalo untuk scala HO mungkin agak susah ya karena bentuknya yang kecil. Mungkin bisa diterapkan di scala O atau G.
Untuk HO dan N, detail seperti itu tidak terlalu mengganggu.

Sementara itu, saya sih belum pernah mendengar ada yang berusaha untuk membuat detail ini.

salam

Reply
#7
mungkin bisa diakali diganti dengan karet ban..... sehingga sambungan antargerbong terlihat rapat....siap dicoba tuh...
Reply
#8
wah kynya mesti lentur, karena untuk Ho bahkan N atau Z, betuh kata mas hedwigus, kynya g terlalu menggangu karena dilihat dr radius putarnya kynya kecil bgt
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE

[Image: 2euifjl.jpg]
Reply
#9
bwt kang adipe n denzuko n bung hedwig... Tengsin

td saya kroscek hasil obrolan sama "sesepuh" KAM di Jogja (bpk Musadat) bbrapa hr lalu ke websitenya walthers, ternyata ada gerbong penumpang yg bs mengadopsi hal tersebut... tertulis working diaphragms

silahkan liat dsni http://www.walthers.com/exec/productinfo/932-16843




kalo salah maaph ya..... Xie Xie
Reply
#10
untuk detail sambungan karet antar ka penumpang (diatas coupler) biar yang lewat sambungan gak jatuh dll.
ada, silahkan dicek di http://www.hitechdetails.com/.
disitu ada juga rem angin yang karet dan MU unit yang karet... untuk saluran udara dan sanding.
silahkan dicek...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)