04-04-2009, 12:51 AM
Sasaksaat
Sasaksaat adalah nama sebuah pemukiman di wilayah desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat. Daerah ini menjadi terkenal dan berperan penting saat belanda membuka jalur kereta api menuju bandung yang lebih cepat di sekitar mei 1906. Dikarenakan medan yang terjal dan bergunug-gunung, maka diputuskan untuk membuat terowongan yang membelah bukit sejauh 949m. Terowongan ini dinamai sesuai dengan nama daerah sekitar dan kini menjadi terowongan aktif terpanjang di negeri ini.
Terowongan ini berada di petak jalan Maswati-Sasaksaat dan berada dibawah pengawasan resort jalan rel 22 PWK dan distrik jalan rel 22c PLD. Berada di km 143+144 dan memiliki no BH 503. Dibangun dalam tempo yang singkat, hanya 1 tahun, yakni sebelum jalur Purwakarta-Padalarang diresmikan, tepatnya tahun 1902-1903. Terowongan ini menjadi yang terpadat di lintas selatan, yang juga menjadi lintas utama Daop 2 BD. Terdapat sekitar 35 sleko (tempat berlindung JPTw) di dalam terowongan ini. Di kedua ujung terowongan di tempatkan 1 pos penjagaan yang juga menjadi markas JPTw.
Arsitektur bangunan terowongan ini sangat kental dengan gaya eropa, terutama era peninggalan kolonial belanda. Terowongan ini memiliki citra yang hampir sama dengan terowongan Mrawan di Jember. Setiap harinya, ada 44 buah perjalanan kereta yang melintasinya. Pada tahun 2004, telah dilakukan usaha pemeliharaan dan renovasi terowongan ini. Saat ini, pihak PT. KA (Persero) sedang merencanakan untuk menggali dasar terowongan agar nantinya terowongan ini dapat dilalui oleh kereta pengangkut jumbo container yang nantinya akan menambah pendapatan.
Saat dilakukan penyusuran terowongan dari dalam lok, maka akan terasa suasana yang mendebarkan: gelap karena penerangand alam lok yang lebih redup daripada didalam kereta, panas dan pengap karena tentunya tidak ber AC (terlebih saat asap dari lok masuk ke dalam kabin masinis), serta jauh lebih berisik karena suara pantulan bunyi mesin dan gesekan roda dengan rel sangat terasa memekakkan telinga. Sekalipun pada dasarnya dapat dilalui dengan kecepatan tinggi, pemberlakuan taspat mutlak diperlukan untuk menjaga keselamatan perjalanan KA.
kapanlagi
20090401231734_DSCI0287_copy_49d3939e2e8c6.jpg
kapanlagi
20090401231734_DSCI0290_copy_49d3939e336e1.jpg
kapanlagi
20090401231734_DSCI0291_copy_49d3939e38430.jpg
Sasaksaat adalah nama sebuah pemukiman di wilayah desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat. Daerah ini menjadi terkenal dan berperan penting saat belanda membuka jalur kereta api menuju bandung yang lebih cepat di sekitar mei 1906. Dikarenakan medan yang terjal dan bergunug-gunung, maka diputuskan untuk membuat terowongan yang membelah bukit sejauh 949m. Terowongan ini dinamai sesuai dengan nama daerah sekitar dan kini menjadi terowongan aktif terpanjang di negeri ini.
Terowongan ini berada di petak jalan Maswati-Sasaksaat dan berada dibawah pengawasan resort jalan rel 22 PWK dan distrik jalan rel 22c PLD. Berada di km 143+144 dan memiliki no BH 503. Dibangun dalam tempo yang singkat, hanya 1 tahun, yakni sebelum jalur Purwakarta-Padalarang diresmikan, tepatnya tahun 1902-1903. Terowongan ini menjadi yang terpadat di lintas selatan, yang juga menjadi lintas utama Daop 2 BD. Terdapat sekitar 35 sleko (tempat berlindung JPTw) di dalam terowongan ini. Di kedua ujung terowongan di tempatkan 1 pos penjagaan yang juga menjadi markas JPTw.
Arsitektur bangunan terowongan ini sangat kental dengan gaya eropa, terutama era peninggalan kolonial belanda. Terowongan ini memiliki citra yang hampir sama dengan terowongan Mrawan di Jember. Setiap harinya, ada 44 buah perjalanan kereta yang melintasinya. Pada tahun 2004, telah dilakukan usaha pemeliharaan dan renovasi terowongan ini. Saat ini, pihak PT. KA (Persero) sedang merencanakan untuk menggali dasar terowongan agar nantinya terowongan ini dapat dilalui oleh kereta pengangkut jumbo container yang nantinya akan menambah pendapatan.
Saat dilakukan penyusuran terowongan dari dalam lok, maka akan terasa suasana yang mendebarkan: gelap karena penerangand alam lok yang lebih redup daripada didalam kereta, panas dan pengap karena tentunya tidak ber AC (terlebih saat asap dari lok masuk ke dalam kabin masinis), serta jauh lebih berisik karena suara pantulan bunyi mesin dan gesekan roda dengan rel sangat terasa memekakkan telinga. Sekalipun pada dasarnya dapat dilalui dengan kecepatan tinggi, pemberlakuan taspat mutlak diperlukan untuk menjaga keselamatan perjalanan KA.
kapanlagi
20090401231734_DSCI0287_copy_49d3939e2e8c6.jpg
kapanlagi
20090401231734_DSCI0290_copy_49d3939e336e1.jpg
kapanlagi
20090401231734_DSCI0291_copy_49d3939e38430.jpg


