Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mengenang Almarhum KA Pandanaran Smc-Slo-Yk
#51
KA Pandanaran yang legendaris ini pada awalnya meluncur mulus di jalur slo - gundih - kedungjati - brumbung - smg dan saat jembatan telawa putus trayek dialihkan menjadi Slo-gund-krsno-gund-gamb-gubug-brumbung- smg dan kembali lagi di jalur lama setelah 5 th menunggu perbaikan jembatan selesai.rangkaian favorit BB 200 4 K3 1 B.
Reply
#52

Reply
#53
wah photo jadul yg sangat ruaaar biasa , tapi itu kira2 sinyak masuk tasyun brumbung ya kang ? . ternyata warna KA jaman dulu kayanga lebih indah dari sekarang , kombinasi warna yang solid. Dan terlihat Papan nama KA dipasang pada bagian SH Lokomotip membuktikan bahwa jaman dulu lebih banyak informasi yg diberikan kepada penumpang dari pada sekarang tap satupun ada nama KA di lokomotip.
Reply
#54
Reply
#55
loknya masih kinclong...

Reply
#56
Loko BB 200 yg dateng th 1957 terlihat seperti habis di preservasi ya , padahal memang perawatannya yang prima dan warna gerbong juga masih ngejreng , tapi ane masih bingung , tuh sinyal masuk tasyun mana ya bos ?
Reply
#57
(06-11-2009, 07:27 AM)BAMBANG EKO Wrote: Loko BB 200 yg dateng th 1957 terlihat seperti habis di preservasi ya , padahal memang perawatannya yang prima dan warna gerbong juga masih ngejreng , tapi ane masih bingung , tuh sinyal masuk tasyun mana ya bos ?

kayaknya sinyal keluar deh....

Reply
#58
Bingung nih , klo sinyal kluar kan relnya biasanya ada 2 tapi yg terlihat hanya satu , klo sinyal masuk kan harusnya sinyalnya yang ganda ( lintas spoor lempeng dan spoor belok )
Reply
#59
Ane lihat di Time table th 1972 KA Pandanaran ini sehari jalan 5 X , ada yg sampai yogya , dan ada yg Klaten dan Solo , Brarti saat itu lintas semarang - solo - yogya sudah dikuasai oleh KA Pandanaran , terbukti dari cerita para pinisepuh bahwa mereka bangga kalau ke solo naik ka ini . Andaikan saka KA ini kualitasnya ditingkatkan dan di kembangkan pada saat itu mungkin tidak akan terpuruk dan malahan bisa berkembang seperti jalur Bandung-Jakarta dengan Argogede dan parahiyangannya , namun sejarah berkata lain.
Reply
#60
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)