Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mengenang Almarhum KA Pandanaran Smc-Slo-Yk
#1
Rekan RF dan Para Begawan Spoor ytc. Saya anggota baru , ingin tahu lebih banyak tentang KA Pandanaran yang dulu pernah merajai jalur Semarang - Solo pada jamannya , Saya mengenal beliau ( KA Pandanaran ) pertama kali th 1972 saat diajak ayahanda yang ternyata edan spoor ke Wonogiri. Saat sampai tasyun Purwosari , kami ketinggalan KA ke Wonogiri . jadi terpaksa naik bis. Bagi saya KA ini adalah KA yang pertama saya kenal dalam hidup saya , kini telah tiada . Th 1977 saya habiskan waktu di tasyun SMT , Saat itu KA Pandanaran ini 3 X bolak-balik tiap hari SMC-SLO . namun karena banjir menghanyutkan jembatan antara Karangsono-Telawa KA ini menjadi Mati. Mohon pencerahan para RF dan Begawan semua . Terima-kasih .


[Image: 15oc8j7.jpg]

KA Pandanwangi sedang beristirahat sejenak melepaskan lelah setelah berlari dari Semarang Poncol dan terus akan berlari menuju stasiun tujuan akhir sebagai perwujudan generasi penerus KA Pandanaran.


[Image: 2ecknpv.jpg]

Pemandangan di sepanjang jalur KA Pandanaran ini terkadang tandus juga Ijo royo2 tidak tentu karena melalui beberapa daerah disepanjang jarak kira2 110 km yang membentang dari Semarang Poncol hingga Solo Balapan. Terlihat disebelah kanan jalan raya Solo - Purwodadi sering KA Pandanwangi " berhasil " menyusul dan mendahului Bis antar kota bila sedang berjalan beriringan.


[Image: 217y9z.jpg]
Reply
#2
Matinya KA ini tak ada hubungannya dengan hanyutnya jembatan tersebut. Buktinya rute ini masih dilayani KA-KA reguler kok... Rute ini masih dilayani KRD Kaligung dan Banyubiru.

Berita gosip terakhir, KA ini dimatikan karena banyak membantu para maling pembalak liar yang suka beroperasi di sekitar jalur KA Solo-Semarang.
Reply
#3
Benar mas. tapi setelah jembatan ini hanyut KA dialihkan ke Brumbung - Gambringan - Gundih - Karangsono ( Langsir balik arah ) - Gundih - Solo. dari sehari 3 x menjadi 1 x saja. Setelah Jebatan di bangun lagi beberapa tahun kemudian baru trayeknya dikembalikan lagi Semarang - BBG - Kedungjati - Telawa - Karangsono - Gundih - Solo. tapi frekuensinya tetep 1 x sehari.
Saat Semarang diberi Jatah KRD ( kalo ga saalah sekitar 4 Set ) Jalur Smc-Gambringan-Gundih- Solo dapat jatah 1 set. Pkl-Smg-Slo 1 Set . Slo - Gdh-Gbn-Cpu 1 Set dan Smt-Weleri-Plabuan 1 Set. dan KA Pandanaran dikembalikan ke Jalur Smc-Kdj-Gdh-Slo . karena Diforsir KRD pun rusak dan menghilang dari peredaran .Karena KRD Smt-Pkl rusak maka KA Pandanaran diperpanjang sampai Pekalongan. jadi Trayeknya : Slo - Smg - Pkl .Ternyata banyak masalah dengan KA pandanaran ini . akhirnya dikembalikan lagi menjadi Slo-Smg saja.Keterlambataan adalah acara sehari-hari ditambah dengan pembalakan/pencurian kayu jati mempercepat binasanya KA ini.
Reply
#4
sy pernah naik ini waktu SD, kesannya kyk KA odong2. wkt berhenti di stasiun mana gitu, ada sekelompok orang yg memasukan balokan kayu gede-gede. mayoritas dinaiki wong-wong cilik.
Keep Fighting Never Give
Reply
#5
(27-10-2009, 09:01 PM)bagus70 Wrote: Matinya KA ini tak ada hubungannya dengan hanyutnya jembatan tersebut. Buktinya rute ini masih dilayani KA-KA reguler kok... Rute ini masih dilayani KRD Kaligung dan Banyubiru.

Berita gosip terakhir, KA ini dimatikan karena banyak membantu para maling pembalak liar yang suka beroperasi di sekitar jalur KA Solo-Semarang.

Iya memang cerita yang beredar seperti itu....
Karena memang banyak juga maling2 gitu termasuk pembalak yang suka naek ni kereta....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#6
Seharusnya bukan KA nya yg dimatiin , tapi pencuri kayunya yg diberesin , Walaupun th 2002 diluncurkan KA Pandanwangi langsung sehari 2 Trip , Memang sekitar jalur ini banyak tumbuh pohon jati , sehingga lebih mudah terjadi kriminal. Lok BB 200 yg legendaris menjadi saksi bisu.
Reply
#7
waktu naik KA ini ada org2 yg masukin balokan kayu gede gede, mgkn itu kayu jati ya? scr KA ini lwt hutan jati.
Keep Fighting Never Give
Reply
#8
Jelas kayu jati . Kan lingkungan KA ini lewat yang ada kebanyakan pohon jati , juga beberapa KPH Perhutani tempat mangkalnyak kayu jati tebangan ini dilalui sang almarhum.Kini sebagian bantalan yg dulu dari kayu sedah diganti dengan beton dan besi walaupun masih ada beberapa tempat yg msh pake kayu . Sekarang sudah ada KA Pandanwangi Smc-Slo sehari 2 X dan KA Banyubiru Smc-Sragen 1 X , setidaknya menjadi obat mujarab untuk sejenak melupakan kerinduan kepada KA Pandanaran yang legendaris.
Pandanaran adalah nama Bupati Semarang yang pertama . Mungkin untuk mengenang jasa beliau atau memang tidak ada hubungan sama sekali sehingga ka Solo- Smc ini memakai nama KA Pandanaran , mohon pencerahan para RF senior en Begawan spoor yth.
Reply
#9
KRD Pandanwangi ini kalo jalan lunjak-lunjak lho saat merayapi jalur nusukan ( kluar dari Slo Blp menuju kalioso ) padahal kec hanya sekitar 60 km/j mungkin kegirangan kali mendapat kehormatan mewarisi trayek KA Pandanaran.
Reply
#10
(28-10-2009, 11:05 PM)BAMBANG EKO Wrote: KRD Pandanwangi ini kalo jalan lunjak-lunjak lho saat merayapi jalur nusukan ( kluar dari Slo Blp menuju kalioso ) padahal kec hanya sekitar 60 km/j mungkin kegirangan kali mendapat kehormatan mewarisi trayek KA Pandanaran.

hwakakakakakakaka............NgakakNgakakNgakak
alasan yang amat lucu sekali neh.........

ngelunjak2 itu bukan karena kegirangan, tapi karena dulu memang rel antara solobalapan-kalioso-gundih-kedungjati-tanggung-brumbung itu masi menggunakan tipe rel kecil yaitu R33 serta bantalan besi/kayu, jadinya ya goyang kanan goyang kiri loncat ke atas dan ke bawah jadi satu dah.......Big Grin
sekarang si tracknya sudah diperbaiki dan relnya pun sudah diganti menjadi R42 berbantalan beton, jadi goyangannya dah agak berkurang

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)