(05-10-2009, 03:41 PM)azu Wrote: kabar bagus nih.. bisa dipastikan KRL baru ini akan dibuat dgn perencanaan yg lebih baik..
mas logawa, ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan, mungkin beberapa aga OOT.. hhe..
1. dalam pembuatan KRL ini, BOMBARDIER berperan sebagai apa? kemudian apa saja peran INKA dalam pembuatan KRL ini?
2. kalau boleh tahu, ini bekerja samanya dgn BOMBARDIER jerman (yg dulunya adTranz) atau BOMBARDIER Belgia (dulunya BN) yg dulu jg membuat KRL bersama HOLEC?
3. sudah sampai manakah proses perencanaan/pembuatan KRL ini?
kemudian ini ada pertanyaan yg aga melenceng.. hehe..
4. saya ingin tahu sebenernya apa yg membuat CKRDE ex BN/HOLEC sering bermasalah? apakah hanya sistem abarnya yg memang sejak masih KRL sudah bermasalah? oiya huruf C pada CKRDE itu kepanjangan dari apa?
5. mengapa INKA hanya menggunakan engine buatan Cummins pada KRDnya?
6. mengapa INKA tidak membuat KRDI seperti KRDH Nippon Sharyo yg bisa lebih fleksibel dalam jumlah rangkaiannya?
maaf ya mas logawa, saya banya tanya.. hehe.. mudah2an produk INKA terus lebih baik..
wooow..banyak banget pertanyaannya..
maaf ane baru baca kembali thread ini, soalnya oktober tahun lalu, ane sibuk urusan kerjaan sampai jarang di kost..hehehe
coba jawab, maaf kalo dan basi ( coz dibalas 1 tahun kemudian )
1. BOmbardier sebagai penyedia Sistem Kontrol dan penggerak KRL, namun INKA sebagai konseptor, jadi Bombardier akan membikin sesuai keinginan INKA.
2. Sekarang dengan Bombardier Transportation Swedia, bukan German atau BN HOLEC.
3. Saat ini Carbody sudah jadi, tinggal pemasangan komponen dan interior, karena ada keterlambatan komponen, hehehe
4.Setahu ane ABAR CKRDE masih menggunakan yang lama alias Ex HOLEC, jadi sering bermasalah..
C merupakan singkatan Conversion
5. wah, kalo ini ane kurang tau, Padahal masih banyak mesin lain seperti MTU, CAT. Mungkin karena jaringan service-nya..hehehe
6. KRDI dibuat agar lebih efisien karena hanya menggunakan 2 MC tiap 4 Car..Jika dibikin MC semua, biaya tambah mahal...hehehe