Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[ASK] Kode Gerbong dan Kereta
#11
eling Wrote:ntu gerbong2 ketel pertamina yg ditumpuk2 apa mau dijadikan scrap (di kiloin) ? :gembira:
S35
blom sempet dirapiin kali ya... :mrgreen:

SOOT
Reply
#12
Permisi..., newbie hendak nanya nich....
1. Berapa panjang 1 gerbong (hanya gerbong tanpa kaitan penggandeng)..???
2. Bila ditambahi dengan pengait, total panjangnya jadi berapa ya...???
3. Apakah panjang tiap kelas (k1, k2, k3) beda-beda...???
4. Apakah jarak peletakkan antar bogie untuk masing-masing kelas dan tipe bogie berbeda..???

Satu pujian untuk perancang gerbong sehingga mampu memadukan lebar, tinggi, berat gerbong dengan jalur yang menurut Otto terlalu sempit untuk lebar gerbong segitu sehingga penumpang merasa nyaman berada di dalamnya tanpa takut terguling saat membelok.

Aseli..., Otto sering merasa ngeri saat kereta berbelok, dengan kecepatan yang pelan sementara di bawah sungai menganga. Apalagi untuk kelas exe, dimana pada atap ada air dan AC yang tentu saja membuat titik berat agak naik.
Kelas eko saja udah takut.., dimana di atap enggak terlalu banyak beban...

Hih..., ngeri.....

Makasih sebelum dan sesudahnya...
Dengan Soner G502 berburu kereta api karena di kereta apilah Otto bisa melihat cerminan Indonesia seutuhnya tanpa keliling Indonesia...
Reply
#13
otto_13 Wrote:Permisi..., newbie hendak nanya nich....
1. Berapa panjang 1 gerbong (hanya gerbong tanpa kaitan penggandeng)..???
2. Bila ditambahi dengan pengait, total panjangnya jadi berapa ya...???
3. Apakah panjang tiap kelas (k1, k2, k3) beda-beda...???
4. Apakah jarak peletakkan antar bogie untuk masing-masing kelas dan tipe bogie berbeda..???

Satu pujian untuk perancang gerbong sehingga mampu memadukan lebar, tinggi, berat gerbong dengan jalur yang menurut Otto terlalu sempit untuk lebar gerbong segitu sehingga penumpang merasa nyaman berada di dalamnya tanpa takut terguling saat membelok.

Aseli..., Otto sering merasa ngeri saat kereta berbelok, dengan kecepatan yang pelan sementara di bawah sungai menganga. Apalagi untuk kelas exe, dimana pada atap ada air dan AC yang tentu saja membuat titik berat agak naik.
Kelas eko saja udah takut.., dimana di atap enggak terlalu banyak beban...

Hih..., ngeri.....

Makasih sebelum dan sesudahnya...

kalo nyang penumpangnya manusia, berarti maksud ente "kereta" ye....

`kan udah dibilangin kalo "gerbong" itu buat ngangkut barang... Ngikik
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
#14
Iyah..., iyah... kereta....., ma'af....
Duch..., masih peninggalan PJKA deh nich perasaan....

Ada yang bisa ngejelasin apa yang Otto tanyakan...
Kereta, Ot.., bukan gerbong......
Dengan Soner G502 berburu kereta api karena di kereta apilah Otto bisa melihat cerminan Indonesia seutuhnya tanpa keliling Indonesia...
Reply
#15
di masyarakat umumnya kereta tuh serangkayan... gerbong wat orang.... nah lho kalo udah ngetrendnya gitu jadi gimana tuh??? kalo di kamus sebenernya gimana ya??/

kalo wat barang di luar negeri apa sama juga kodenya???
FaceBook

YAHOO!

van_urewa


Reply
#16
kemarin ketika nongkrong di JNG lewat suatu rangkaian KA barang,,
kirain 1004 lewat ternyata bukan,,
gak sempet moto di JNG krn gak engeh,,

paginya pulang ternyata dia lagi stabling di THB,,
kira2 gerbong cgw buat dimana yaH?apa buat ke sum sel?

ada yang tahu?..
berikut photonya,,

[Image: 20090119151922_P1010166_4974378a44336-t.jpg]


[Image: 20090119151922_P1010170_4974378a4daf6-t.jpg]


[Image: 20090119151922_P1010169_4974378a54dfb-t.jpg]
perbedaan dunia maya dan dunia nyata...
"galak" di keyboard akan terlihat sangat berbeda dengan kenyataannya,,
Reply
#17
lhaaaa kenapa gak tanya ke mass nya ???
itu gerbong GGW bukan CGW....

Reply
#18
masa ngejar2 mass nya lagi ka jalan...
Lupa ynag bawa Lok brapa,, jadi pas Lok balik kandang mana tau yang narik,, Nyengir Xie Xie
perbedaan dunia maya dan dunia nyata...
"galak" di keyboard akan terlihat sangat berbeda dengan kenyataannya,,
Reply
#19
Ada tambahan ilmu dare sebelah...

Quote:Yang paling saya suka adalah gerbong TTW.

Definisinya berbunyi:
Gerbong tertutup, beratap lengkung geser, bergandar empat dilengkapi rem udara tekan, untuk angkutan semen.

Versi gandar duanya adalah TR (rem tangan) atau TW (rem udara tekan).
Kenapa saya paling suka? Ya tentu tidak lepas dari unsur historis… dan keterkaitan emosional…

Gerbong TTW didatangkan pertama kali pada tahun 1964 dari Rumania . Pabrik pembuatnya adalah ARAD .

Waktu itu didatangkan sejumlah 400 unit, seluruhnya dialokasikan untuk pulau Jawa. 250 unit di antaranya di-pool di setasiun INDRO.

Pada tahun 1984 didatangkan lagi sejumlah 300 unit, dengan alokasi Jawa, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Di Jawa selain untuk angkutan semen juga untuk angkutan besi spons.

Tahun 1985 mulailah gerbong ini berubah nasib… beberapa di antaranya DIGUNDULI (dibuang atapnya), kemudian kedudukannya pindah ke Tasikmalaya, sebagai angkutan pasir galunggung.

Tahun 1986 sebaagian gerbong DIGUNDULI LAGI, dan berubah seri menjadi YYW untuk mendukung angkutan BESI BAJA Cilegon.

Tahun 1988 bahkan dindingnya DIKEPRAS dan dijadikan gerbong PPCW.

Saat ini, banyak yang sudah diafkir karena kesulitan sparepart (bukan sparepart-nya tidak ada, tapi memang tidak ada alokasi dana untuk pemeliharaan gerbong). Akibatnya jumlahnya makin menyusut. Dan seiring berhentinya angkutan pasir dan besi baja, akhirnya gerbong YYW ex TTW tersebut harus di-down grade menjadi angkutan batu balas.

Versi dua gandarnya muncul lebih dulu, tahun 1957, didatangkan dari Jepang.

Menjelang tahun 1980, alokasinya dipindah dari angkutan semen menjadi angkutan pasir kwarsa dan kedudukannya pindah ke Jatirogo dan Pamotan.

Setelah tahun 1983, keberadaannya menjadi sesuatu yang langka. Dan sama seperti versi 4 gandarnya, banyak yang akhirnya terlihat berubah wujud menjadi YR dengan tugas utama mengangkut batu balas.

Tahun 1976-an ada beberapa gerbong TR bekas yang didapat dari INDIA (hibah?) saat itu dikhususkan beredar di ETR saja… dan menjadi pelopor TR berperangkai henricot, karena TR aselinya berperangkai ganco.

Demikian sekilas ulas..
Lutfi

Tulisan oleh : M. Lutfi T.

Bisa juga diketemukan di MARIH dan di MARIH

[spoiler=Ada beberapa pics dare Kang Bas]
Gerbong Pupuk

kapanlagi

20091001132340_G_Pupuk_BBT_02_4ac44aec6294b.jpg

kapanlagi

20091001132340_G_Pupuk_BBT_03_4ac44aec70acd.jpg
Gerbong Semen

kapanlagi

20091001132340_G_Semen_BBT_02_4ac44aec75aca.jpg

kapanlagi

20091001132340_G_Semen_SMC_02_4ac44aec7b397.jpg
Gerbong PPCW

kapanlagi

20091001132340_PPCW_AntaBoga_PKL_05_4ac44aec8432e.jpg
Gerbong TTW

kapanlagi

20091001132340_TTW_Barang_SLO_03_4ac44aec89196.jpg

kapanlagi

20091001132340_TTW_ExBaja_KTS_02_4ac44aec8df99.jpg
Gerbong YR

kapanlagi

20091001132340_YR_Pasir_BBG_04_4ac44aec92ca0.jpg

kapanlagi

20091001132340_YR_Pasir_BBG_16_4ac44aec97c76.jpg
Gerbong YY

kapanlagi

20091001132340_YY_Pasir_BJ_02_4ac44aec9ca0a.jpg
[/spoiler]

Kalau ini Pics oleh : Fajar Arifianto
[spoiler=foto gerbong GR 5618 di depo kereta YK]

kapanlagi

20091001132715_GR_5618_4ac44bc38a121.jpg

kapanlagi

20091001132715_GR_5618_bogie_SS_4ac44bc3912fd.jpg

kapanlagi

20091001133054_KKW_401056_4ac44c9e32c0f.jpg
[/spoiler]

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#20
(19-01-2009, 03:21 PM)boim hanamichi Wrote: kemarin ketika nongkrong di JNG lewat suatu rangkaian KA barang,,
kirain 1004 lewat ternyata bukan,,
gak sempet moto di JNG krn gak engeh,,

paginya pulang ternyata dia lagi stabling di THB,,
kira2 gerbong cgw buat dimana yaH?apa buat ke sum sel?

ada yang tahu?..
berikut photonya,,

[Image: 20090119151922_P1010166_4974378a44336-t.jpg]


[Image: 20090119151922_P1010170_4974378a4daf6-t.jpg]


[Image: 20090119151922_P1010169_4974378a54dfb-t.jpg]

wedew........ masih pada baru tuh gerbongnya
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)