Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987
TRAGEDI BINTARO 19-10-1987

dikutip dari sumber di internet :

Pagi itu pukul 06.45, KA 225 yang ditarik lokomotif BB30316 dengan masinis Slamet Suradio dan ass. masinis Soleh berhenti di stasiun Sudimara dengan membawa +/- 700 penumpang yang sesaknya minta ampun, bahkan sampe ke loko. Kereta naas tsb berhenti di sepur (jalur) 3, dan sedang bersilang dengan KA 220 yang ditarik loko BB30616 dengan masinis Amung Sunarya dan ass.masinis Mujiono dengan membawa +/- 500 penumpang yang juga berdesakan yang sedang berada di sepur 2 Kebayoran Lama
.

Kemudian Djamhari, PPKA Sudimara memberitahukan persilangan di Kebayoran (saat itu di sepur 3 ada KA 1035 Indocement dan di sepur 1 ada 2 gerbong kosong rusak). Namun PPKA Kebayoran Lama Umriyadi menolak pemindahan persilangan KA dan tetap bertahan bahwa KA disilangkan di Sudimara, dan terjadi perseteruan antara Djamhari dan Umriyadi tentang pemindahan persilangan yang pada akhirnya dimenangkan oleh Umriyadi.
Kemudian Umriyadi memberangkatkan 220 dengan S35, 40, dan 41, dan disetujui oleh Djamhari.


Djamhari berniat mengosongkan sepur 2 untuk menampung KA 220 dengan memindahkan 225 ke sepur 1. dan memberikan perintah kepada Juru Langsir u/ mengambil bendera merah tanda melangsir KA 225 ke sepur 1. Juru Langsir membawa bendera merah menuju lokomotif 225 dan meniup peluit semboyan 46 untuk memberi peringatan kpd masinis dan penumpang bahwa KA 225 akan dilangsir, tanpa membatalkan perintah persilangan yg terlanjur diserahkan kpd Masinis KA 225.


Suradio mendengar peluit semboyan 46 Djamhari tanpa memastikan apakah Djamhari menunjukkan semboyan 40 atw tidak (krn lok penuh penumpang shg dy tdk dapat melihat posisi Djamhari), dan menanyakan kpd penumpang di luar lok "berangkat ya ??"... dan penumpang menjawab "berangkat !!!!", maka tanpa ragu ia membunyikan S35... kemudian semboyan 41 tanpa melalui semboyan 40...

Pada pukul 06.55 pagi itu kereta 225 akhirnya berangkat tanpa izin Djamhari, dan semua crew yang melihat langsung panik...
Juru langsir pun panik dan berlari, untungnya berhasil naik di gerbong paling belakang.
Djamhari juga ikut-ikutan panik dan mengibas-ngibaskan bendera merah. Selain itu, sinyal atau biasa disebut palang kereta api yg menggerakkan sinyal masuk arah KBY dinaikturunkan berkali-kali... tp tdk terlihat oleh Suradio. Dy berusaha mengejar KA 225 dengan berlari krn panik .... trs teriak "tolong ... pasti tabrakan ..... tolong .... pasti tabrakan ...." trs berhenti berlari kemudian kembali ke ruangan sambil menangis ..... memberitahu ke Umriyadi agar usahakan KA 220 diberhentikan di Pondokbetung...
Sementara itu beberapa crew mengejar 225 dengan motor tapi ga berhasil...
Sementara itu Umriyadi hanya tenang2 saja dan (dengan sombong) menjawab "gw sih dah bener .... elo aja yg kasih semboyan bahaya ..."
Tapi semua upaya crew Sudimara untuk menghentikan 225 sia-sia. Kereta api Suradio (Slamet) seakan sudah dituntun menuju maut. Tanpa sadar, nasib naas menunggu mereka. Para penumpang yang duduk di atap gerbong rupanya gembira kereta berangkat lebih cepat. Mereka pun malah menyoraki Djamhari, "huuuuu....." sambil tertawa-tawa.

Djamhari akhirnya membunyikan semboyan bahaya ke bel genta perlintasan .....
PJL PONDOKBETUNG pun bingung ... kok ada genta berulang-ulang .... dikiranya bel genta percobaan ..... (kemudian diketahui bahwa PJL Pondokbetung tidak hafal semboyan genta) ...
KA 220 melewati PJL Pondokbetung tanpa peringatan dari ybs (seharusnya PJL Pndkbetung menghentikan KA 220) ...... (setelah PJL Pndkbetung terdapat lengkung jalan huruf "S" maka disitulah terjadi tabrakan KA 220 dan KA 225) ..... kurang lebih 200 meter dari PJL Pondok Betung arah ke SDM.


Sang maut kemudian datang. Setelah berjalan 8 km meninggalkan Sudimara, di km 17, Slamet mengharapkan KA 220 berhenti, namun tiba-tiba ia kaget melihat lokomotif BB30616 yang menarik KA 220 ketika jarak antar keduanya tinggal 30 meter. Jalan di situ menikung membentuk huruf S. Penumpang di kedua loko kaget & sontak berteriak sambil berlompatan keluar, bahkan yang di atap pun ikut melompat, "Kereta!! Kereta!! Kereta di depan!!!" KA 225 yang saat itu bergerak dengan kecepatan 45 km/h di trek lurus tak mampu mengerem & memberitahu KA 220 dengan kecepatan 25 km/h yang baru saja melewati tikungan.

Dalam jarak sedekat itu upaya mengerem dari Slamet akhirnya sia-sia. Menurut teori, dengan kecepatan 50 km/jam kereta api itu baru bisa dihentikan setelah 400 meter.
Jarak pun semakin dekat. Waktu menunjukkan jam 07:10. Amung dan Mujiono berhasil selamat dengan berjongkok di lantai loko. Namun Slamet dan Soleh tak sempat bereaksi, dan sesaat kemudian...

DHHHUAAAAAARRRRRR!!!!!

Suara benturan mengagetkan warga sekitar, dan membuat mereka berduyun2 melihat ke arah asal suara itu. Gerbong pertama dari kedua rangkaian 'menelan' kedua loko. Kepingan-kepingan gerbong yang hancur berserakan di lokasi. 100 orang tewas tergencet gerbong.


[/align]
Reply
kisah nyatakah atow tulisan anda saja???
cukup menarik namun..

banyak yang ganjill
diantaranya..
Quote:Juru langsir pun panik dan berlari, untungnya berhasil naik di gerbong paling belakang.

kalo juru langsir bisa naek kekereta knapa tidak dibeerhentikan saja...

dan ini

Quote:Sementara itu Umriyadi hanya tenang2 saja dan (dengan sombong) menjawab "gw sih dah bener .... elo aja yg kasih semboyan bahaya ...

sampai sekarang tidak jelas siapa yang salah,,,
memang sudah ada tindakan hukum bahwa PPKA Sudimara salah,,
tapi kesalahan itu lantas tidak juga seharusnya dijatuhkan kePPKA,,
kemungkinan Mass KA dari sudimara bersalah juga ada,,penuhnya penumpang yang bejubel di lok menjadi salah satu penyebabnya,,

jadi syapun yang salah semoga tragedi seperti tragedi bintaro ini tidak terjadi lagi kapan pun,,,
Reply
Dulu sy punya tetangga yang kerja di St. THB. Waktu ada Tragedi Bintaro dia diperbantukan untuk mengevakuasi para korban.

Waktu mengevakuasi sih dia dengan "semangat 45" mengangat para korban/onderdil korban.

Tapi begitu malam nya, dia ga bisa tidur ngebayangin para mayat dan potongan potongan tubuh yang tergeletak disana .

Semoga tidak ada PLH lagi yang menelan korban banyak
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
Ada yg tau bangkai loko plus gerbongnya dimana?
Hunting yuk. .malam" ok jg. .
Reply
(24-09-2009, 08:55 PM)Bismania KAmania Wrote: Ada yg tau bangkai loko plus gerbongnya dimana?
Hunting yuk. .malam" ok jg. .

bangkai lokonya ada di BY Pengok- Jogja, untuk gerbong gak tau ada dimana....

Reply
(24-09-2009, 11:51 PM)eling Wrote:
(24-09-2009, 08:55 PM)Bismania KAmania Wrote: Ada yg tau bangkai loko plus gerbongnya dimana?
Hunting yuk. .malam" ok jg. .

bangkai lokonya ada di BY Pengok- Jogja, untuk gerbong gak tau ada dimana....

kagak d retrofit? Jgn2 yg K1-095xx dari gerbong BintaroNgeledekNgakak

[Image: 21kkvba.jpg]
Reply
Quote:plus gerbongnya dimana?
biasanya sih kalau gerbong rusak larinya ke balai yasa MRI !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
(25-09-2009, 07:00 AM)dedy vh Wrote:
Quote:plus gerbongnya dimana?
biasanya sih kalau gerbong rusak larinya ke balai yasa MRI !

Tau jejak gerbong'a gak mas? d retrofit apa d biarin mangkrak?

[Image: 21kkvba.jpg]
Reply
untuk keretanya sampe sekarang ga ada yang tau ke mana rimbanya. kalo loknya, udah di pretelin dan sebagian di onggokkan begitu saja di BY pengok. ne die gambar radiatornye (ga ada yang tau tuh punya lok 30316 ato 30616):

[Image: show.php?photo=20090926012133_bintaro_ra...d4fd0c.jpg]
kabarnye se radiator ini angker. entah bagaimana bentuk kenagkerannya, yang pasti sampai sekarang benda itu masih setia menghuni halaman belakang BY pengok. mungkin lama kelamaan satu-satunya saksi bisu yang tersisa selain rel ini bakal rusak dan benar-benar hancur sehingga salah satu "memorabilia" tentang peristiwa tragedi trasnportasi paling kelam dalam sejarah negeri ini akan hilang selamnya Sedih

pertanyaannya adalah: siapa yang berani ngurusnyaNgeledek
Reply
kalo ane mah ogah dah ngurus'a
hiiiiii

[Image: 21kkvba.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)