Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
JALUR MATI GEMPOL-KEJAPANAN-MOJOKERTO
#31
(05-06-2009, 11:29 PM)grokmusic Wrote: Ternyata oh ternyata... jalur ini milik MSM (Mojokerto) ya, dan ...bahkan jalur Mojokerto-Gempol ini berlanjut hingga ke Pandaan - Bangil !!! Ada thread tentang jalur misterius Pandaan - Bangil, sebenarnya connect dgn jalur ini. Di dekat pertigaan Japanan itu memang dulu ada ex stasiun, sebelah kiri jalan dr arah Surabaya. 15 tahun lalu masih ada. Jalurnya lalu memotong jalan raya utama sekarang, belok kanan kearah Ngoro, melalui gang di perkampungan (gangnya masih ada, berbentuk tikungan khas rel KA).
Salam.

Benar, di thread Jalur Pandaan-Bangil saya juga ngasih tambahan disana. Maaf jika ini seperti re-post. Jika grokmusic bilang halte/stasiun gempol ada di sisi kiri jalan dari Sby, sedangkan saya menemukan tandon air lok di sebelah kanan jalan, muncullah dugaan baru.
Jalan raya Gempol yang selebar itu dengan jarak bangunan halte (jika grokmusic benar) dan tandon airnya, apakah bukan lebih tepat jika disebut stasiun atau bahkan stasiun besar? Apalagi stasiun tersebut adalah stasiun pertemuan jalur dari Ngoro dan Pandaan. Setahu saya halte di Indonesia tak memiliki tandon air. Dan dengan area selebar itu tak menutup kemungkinan ada beberapa spoor, lebih dari 2 atau 3 spoor. Jika memang hanya sebuah halte, berarti ada dipo kecil di seberangnya (CMIIW).
Saya hanya membandingkan dengan halte-halte di jalur mati seperti lintas Madura dan Malang raya. Bagaimana dengan analisis rekan-rekan yang lain? Saya tahu disini ada yang lebih mengerti tentang arsitektur dan klasifikasi sebuah stasiun.

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#32
(09-06-2009, 03:40 PM)Penjelajah Wrote:
(05-06-2009, 11:29 PM)grokmusic Wrote: Ternyata oh ternyata... jalur ini milik MSM (Mojokerto) ya, dan ...bahkan jalur Mojokerto-Gempol ini berlanjut hingga ke Pandaan - Bangil !!! Ada thread tentang jalur misterius Pandaan - Bangil, sebenarnya connect dgn jalur ini. Di dekat pertigaan Japanan itu memang dulu ada ex stasiun, sebelah kiri jalan dr arah Surabaya. 15 tahun lalu masih ada. Jalurnya lalu memotong jalan raya utama sekarang, belok kanan kearah Ngoro, melalui gang di perkampungan (gangnya masih ada, berbentuk tikungan khas rel KA).
Salam.

Benar, di thread Jalur Pandaan-Bangil saya juga ngasih tambahan disana. Maaf jika ini seperti re-post. Jika grokmusic bilang halte/stasiun gempol ada di sisi kiri jalan dari Sby, sedangkan saya menemukan tandon air lok di sebelah kanan jalan, muncullah dugaan baru.
Jalan raya Gempol yang selebar itu dengan jarak bangunan halte (jika grokmusic benar) dan tandon airnya, apakah bukan lebih tepat jika disebut stasiun atau bahkan stasiun besar? Apalagi stasiun tersebut adalah stasiun pertemuan jalur dari Ngoro dan Pandaan. Setahu saya halte di Indonesia tak memiliki tandon air. Dan dengan area selebar itu tak menutup kemungkinan ada beberapa spoor, lebih dari 2 atau 3 spoor. Jika memang hanya sebuah halte, berarti ada dipo kecil di seberangnya (CMIIW).
Saya hanya membandingkan dengan halte-halte di jalur mati seperti lintas Madura dan Malang raya. Bagaimana dengan analisis rekan-rekan yang lain? Saya tahu disini ada yang lebih mengerti tentang arsitektur dan klasifikasi sebuah stasiun.

Wah, ada tandon air di kanan jalan? Wah,baru tahu. Soalnya setiap lewat jalan itu pandangan mata selalu ke kiri jalan, merhatiin rel & stasiunnya (dulu). Tapi rasanya memang betul ada lebih dr 1 spoor disana (lupa-lupa ingat). Jadi bukan halte ya? Lebih ke stasiun ya. Mohon pencerahan.
Reply
#33
ihhh seru juga ya ngomongin jalur non aktif ini. Ada yg punya foto2 masa lalunya gak? (waktu aktif jalurnya)
3 Racun dunia : Harta, Wanita dan Kereta
Reply
#34
pengen mblusuk kesono... kemarin Pas MBLUSUKKAN TIADA TARA PART II cuman liwat doang ...
T_T
Reply
#35
Sekian lama mencari, kenapa saya tidak menemukan foto sewaktu jalur ini aktif ya? apa jalur ini tidak terlalu prestisius, sampai2 belanda tidak mengambil gambar untuk jalur ini. Informasi baru bahwasannya stasiun kejapanan yang dimaksud rekan2 saat ini sudah menjadi bengkel, bangunan memang seperti halte kecil, kalau masalah tandon air, menurut informasi tkang bengkel bukan tandon air KA, tapi tandon air seperti PDAM yang tidak difungsikan lagi dan sebelum pelebaran jalan ada 2 sepur yang masih tersisa waktu itu sampai akhirnya diangkat pada saat pelebaran jalan surabaya-malang.
Hear the voices of Indonesian railroads

[Image: 20090425202511_wew_49f30f376172f-t.jpg]
Reply
#36
hmm, sempat melihat tandon itu, tp gak pernah tw di kiri jalan (dari surabaya) ada bekas stasiun T_T

waktu saya ke pacet dari gresik (cerme) lewat mojosari ug gak ngeliat bekas rel sama sekali ya?? yang saya liat cuman tiang kabel telepon yg modelnya kayak tiang telepon yg ada di rel aktif...Bingung

[Image: Stop%20Rasis.gif]
Reply
#37
Halte ada di kiri jalan dari Surabaya, yaa mas Ahmad? (Timur jalan raya), terus rel nyebrang ke barat...
Reply
#38
(23-06-2010, 09:25 AM)grokmusic Wrote: Halte ada di kiri jalan dari Surabaya, yaa mas Ahmad? (Timur jalan raya), terus rel nyebrang ke barat...

Benar

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#39
(15-07-2010, 04:17 PM)Penjelajah Wrote:
(23-06-2010, 09:25 AM)grokmusic Wrote: Halte ada di kiri jalan dari Surabaya, yaa mas Ahmad? (Timur jalan raya), terus rel nyebrang ke barat...

Benar

@ Wafa : Thanks bro for answer...

@ Grokmusic : Ini sedikit petanya


[Image: 38169_1280498906850_1661390637_583746_4540597_n.jpg]

Dari peta ini juga digambarkan bahwa jalur rel menuju pandaan tepat berada di sisi kiri Jl. Surabaya-Malang. Tidak seperti yang kita duga sebelumnya.
Dari peta berikutnya juga menggambarkan bahwa jalur di kepulungan tidak connect dengan jalur di gunung gangsir.
Hear the voices of Indonesian railroads

[Image: 20090425202511_wew_49f30f376172f-t.jpg]
Reply
#40
(09-06-2009, 03:40 PM)Penjelajah Wrote:
(05-06-2009, 11:29 PM)grokmusic Wrote: Ternyata oh ternyata... jalur ini milik MSM (Mojokerto) ya, dan ...bahkan jalur Mojokerto-Gempol ini berlanjut hingga ke Pandaan - Bangil !!! Ada thread tentang jalur misterius Pandaan - Bangil, sebenarnya connect dgn jalur ini. Di dekat pertigaan Japanan itu memang dulu ada ex stasiun, sebelah kiri jalan dr arah Surabaya. 15 tahun lalu masih ada. Jalurnya lalu memotong jalan raya utama sekarang, belok kanan kearah Ngoro, melalui gang di perkampungan (gangnya masih ada, berbentuk tikungan khas rel KA).
Salam.

Benar, di thread Jalur Pandaan-Bangil saya juga ngasih tambahan disana. Maaf jika ini seperti re-post. Jika grokmusic bilang halte/stasiun gempol ada di sisi kiri jalan dari Sby, sedangkan saya menemukan tandon air lok di sebelah kanan jalan, muncullah dugaan baru.
Jalan raya Gempol yang selebar itu dengan jarak bangunan halte (jika grokmusic benar) dan tandon airnya, apakah bukan lebih tepat jika disebut stasiun atau bahkan stasiun besar? Apalagi stasiun tersebut adalah stasiun pertemuan jalur dari Ngoro dan Pandaan. Setahu saya halte di Indonesia tak memiliki tandon air. Dan dengan area selebar itu tak menutup kemungkinan ada beberapa spoor, lebih dari 2 atau 3 spoor. Jika memang hanya sebuah halte, berarti ada dipo kecil di seberangnya (CMIIW).
Saya hanya membandingkan dengan halte-halte di jalur mati seperti lintas Madura dan Malang raya. Bagaimana dengan analisis rekan-rekan yang lain? Saya tahu disini ada yang lebih mengerti tentang arsitektur dan klasifikasi sebuah stasiun.

sepertinya jalur Mojokerto-Japanan ini gak sambung dengan jalur Porong-Bangil-Pandaan menurut cerita ayah saya yg dulu pernah naik kereta dari stasiun bangsal ke japanan rel keretanya hanya putus sampek stasiun japanan saja , dan seingat saya juga ketika kecil sering lewat stasiun japanan ini sekitar tahun 88-95an sepertinya itu stasiun mentok , analisanya karena ini jalur milik MSM jadi kecil kemungkinan connect dengan maskapai kereta api lain pada jaman itu.

dan lagi sepertinya jalur ini termasuk jalur cabang yg peruntukannya untuk mengangkut hasil bumi terutama Gula, disepanjang jalur ini banyak ditemukan bekas pabrik gula, antara lain PG Bangsal yg skr di gunakan gedung SPN, dari stasiun Bangsal dulu ada jalur cabang ke arah Pugeran yg dijalur itu juga ada PG Dlanggu dan PG Pugeran , di Pugeran dulu juga ada pabrik kain / pemintal kapas. kemudian dari Bangsal ketimur ada PG Mojosari hingga diteruskan sampai japanan agar deket dengan jalur ka maskapai lainnya karena stasiun porong ada di seberang sungai maka MSM memutuskan untuk berhenti sampai japanan saja.

mohon koreksinya kalau salah.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)