Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Perlukah dibuatkan jalur baru?
#61
Sebenernya bukan hanya jalur sepanjang ahmad yani aja mas yang perlu dibikin jalur ganda ataupun yang baru. Banyak daerah di jawa yang perlu ditambah lagi jalurnya seperti misalnya antara Bogor dan Jakarta, yang memang terkenal sangaaaaat ramai (soalnya saya pengguna reguler). Walaupun sudah jalur ganda tapi memang entah kenapa keretanya selalu penuh. harusnya disitu sudah double-double trackXie Xiemenambah rangkaian percuma karena jalurnya tak kuat lagi menampung.
Ada lagi jalur dimana perlu ada pembangunan jalur baru menurut saya, yakni jalur antara Kroya sampai Kutoarjo.

Kalau di ahmad yani seperti tadi kalau misalnya benar-benar dibikin track baru, dengan sedikit konsistensi dari operator semoga aja frekuensi "Susi" dan Komuter dengan KRDE eks-Hyundai itu bisa bertambah dan menjadi solusi transportasi di kota Surabaya (baru tahu kalau disana macet. Maklum cuma setahun sekali ke Surabaya)Xie Xie

[Image: 8359555449_fd6dd08f73.jpg]
Reply
#62
(02-07-2009, 11:25 PM)Anugrah Bima Wrote: Sebenernya bukan hanya jalur sepanjang ahmad yani aja mas yang perlu dibikin jalur ganda ataupun yang baru. Banyak daerah di jawa yang perlu ditambah lagi jalurnya seperti misalnya antara Bogor dan Jakarta, yang memang terkenal sangaaaaat ramai (soalnya saya pengguna reguler). Walaupun sudah jalur ganda tapi memang entah kenapa keretanya selalu penuh. harusnya disitu sudah double-double trackXie Xiemenambah rangkaian percuma karena jalurnya tak kuat lagi menampung.
Ada lagi jalur dimana perlu ada pembangunan jalur baru menurut saya, yakni jalur antara Kroya sampai Kutoarjo.

Kalau di ahmad yani seperti tadi kalau misalnya benar-benar dibikin track baru, dengan sedikit konsistensi dari operator semoga aja frekuensi "Susi" dan Komuter dengan KRDE eks-Hyundai itu bisa bertambah dan menjadi solusi transportasi di kota Surabaya (baru tahu kalau disana macet. Maklum cuma setahun sekali ke Surabaya)Xie Xie


first,memang tempat lain juga perlu DT tapi karena ini trit under "armada timur" jadi topiknya dibatasi wilayah timur saja supaya tidak melebar kemana-mana.oke?

komuter susi,sumo dan sulam gak akan efektif kalau frekuensinya dikit karena jalurnya masih single.So buat daop 8 kayaknya itu lahan PT.KA sepanjang wonokromo-waru-sidoarjo harus segera diselamatkan dan dibangun DT sebelum keduluan pemkot SBY yang ngebet banget bangun jalan baru lagi di sebelah timur rel KA untuk memberi akses jalan bagi kendaraan pribadi,khususnya motor.
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply
#63
Kl menurut aq sich...hidupkan dulu jalur yg mati n optimalkan jalur yg sudah ada (kl perlu but DT di jalur yg penuh)...lha setelah itu bikin jalur baru...bisa berupa shortcut maupun jalur yg benar2 baru gitu...Sombong Dikit Ah
Reply
#64
(03-07-2009, 02:43 PM)sulovyo Wrote: komuter susi,sumo dan sulam gak akan efektif kalau frekuensinya dikit karena jalurnya masih single.So buat daop 8 kayaknya itu lahan PT.KA sepanjang wonokromo-waru-sidoarjo harus segera diselamatkan dan dibangun DT sebelum keduluan pemkot SBY yang ngebet banget bangun jalan baru lagi di sebelah timur rel KA untuk memberi akses jalan bagi kendaraan pribadi,khususnya motor.

cak, mau tanya. itu jalan raya nya rencananya mau makan lahan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kah? kalo sampai nggak bisa dibikin DT, itu berarti cari2 masalah. Bethe
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#65
Saya usul selain hidupin semua jalur mati di Jatim,
buat jalur Slaing-pacitan untuk membuka isolasi tanah kelahiran presiden kita ini.
Jalur dari Ml-dampit- limajang. Melewati sebelah selatan pegunungan tengger dan untuk mempersingkat rute Ml-Bw sekaligus menghidupkan jalur mati di lumajang.
Jalur Sby-Kml. Dengan merenov jembatan suramadu ato buat jembatan baru.
Jalur Ta-trenggalek-slaung-Po.
Jalur pantura tapal kuda..Probolinggo-situbondo-Bw disamping hidupin jalur JR-panarukan, jadi bisa ke bw lewat utara n bisa ke pasir putih, situbondo, dan bondowoso naik KA langsung dari sby.
Usul saya ni mank kayaknya utopis..ya namanya juga usul.. Tengsin
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#66
^^ boro2 mau membuka isolasi tanah kelahiran.
wong "orang"nya sendiri gak peduli ma jalur jalan raya madiun-pacitan apalagi kereta api (sory kalo oot).buktinya,beliaunya kalau mudik lebih milih turun pesawat di jogja terus meluncur lewat jalan darat jogja-wonosari-baturetno-pacitan.atau solo-wongiri-pacitan.jadi sekarang tuh yang mulus dan lebar malah jalur jogja-pacitan/solo-pacitan.
madiun-pacitan mah gak ada perubahan signifikan apalagi membuka jalur ka madiun-slahung.Sakit
If I were Soekarwo,pembangunan jalur baru,DT jalur ramai dan revitalisasi jalur mati is a must.yah itu kalau mau daerahnya jadi maju sih.
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply
#67
Ya . kalo maw daerahnya maju mank ga bisa instan untuk bangun jalur baru perlu keberanian dalam berspekulasi dan kesabaran dan satu hal yg masih langka di RI, harus istiqomah aka konsisten dan sungguh2 dalam pengelolaannya, dan dalam pembangunannya harus all-out, ga boleh setengah2, kalo setengah2 mending ga usah buat daripada dah keluar uang tapi ga optimal. Jadi pake konsep all or nothing..

Saya juga punya angan2 menambah jalur KA di sby, seperti jalur lingkar, Jalur lingkar barat,dari sepanjang bercabang ke utara ke arah surabaya barat, dari sepanjang-wiyung-lidah-ketemu lagi ma jalur utara di kandangan, trus jalur lingkar timur, dari waru bercabang ke gunung anyar-rungkut-sukolilo-kenjeran-tambak wedi-semampir-SDT. Dari tambak wedi bercabang ke madura. Dengan jalur ini bisa dioperasikan kereta komuter impianku, Ga usah jauh2 subway-metro. Ini aja dah membuatku makin jatuh hati ma KA dan SurabayaCinta Banget..He2 namanya juga angan2, tapi g menutup kemungkinan diwujudkan meski kayaknya kemungkinannya kecil sekali

Truz untuk memfasilitasi orang madiun ygmaw ke bojonegoro, bisa juga dibuat jalur dari caruban ke bojonegoro.
Berikutnya jalur dari malang ke Batu, ya jalur pegunungan, truz diterusin lewat selorejo sampe tembus jombang atau mojokerto. Pasti ini bakal jadi jalur eksotis.
Ato mau lebih serem lagi.. buat jalur ke bromo. Pasti jalur ini bisa nyaingin ketenaran jalur pegunungan alpen di swis.
Tapi harus ijin dulu ke suku tengger kayaknya,he2
(13-06-2009, 05:06 PM)sulovyo Wrote:
(11-06-2009, 03:43 PM)septian triantomy Wrote:
(11-06-2009, 10:27 AM)anandandhy2009 Wrote: Pasti Bisa ! Memang untuk saat-saat ini itulah yang diperlukan...

Kita kumpulkan dulu semangat dan niat kita....
Hidup RF !! Jayalah Kereta api Indonesia !!

Xie Xie[/align]
___________________________________________
Bukan Mimpi Kalo Bisa Jadi Kenyataan

Nah..oke deh kalo gitu. Kita umpamakan saja saat ini dana bener2 ada, terus niatan yang menggebu2 juga pasti ada. Terus jalur mana kira2 yang paling urgen atau paling mendesak untuk segera dihidupin atau dibuat jalur baru???

menurut aye yang paling urgent dibuat yaitu nambah jalur baru disamping jalur lama alias double track.ada tiga yang paling urgent menurut aye:
1. lintas wonokromo-Kertosono ; lintas ini adalah bottle neck KA dari arah jakarta/bandung/jogja dengan KA dari arah Kediri dan dari arah surabaya.btw,kalau perlu DT-nya sampai Madiun/walikukun.lintasan KTS-Madiun-walikukun lahan PT. KA relatif masih aman,belum di serobot orang.

2.lintas wonokromo-waru-sidoarjo. ; urgent karena selak kedisikan (keburu diduluin) pemkot SBY yang mau bikin frontage road (jalur jalan tambahan) di sebelah timur rel untuk mendukung lalu lintas jl. ahmad yani SBY.very bad idea.....Ngamuk pemkot surabaya mah selalu mengistimewakan pengendara kendaraan bermotor pribadi deh.........
jadi sebelum lahan PT. KA diambil buat jalan raya mending bikin double track dulu.

3.lintas SBI-lamongan ; denger-denger sih memang lintasan ini diprioritaskan untuk dibangun double track dan termasuk dalam proyek kereta komuter Gerbangkertasusila.malah denger-denger katanya pake elevated rail kayak kota-manggarai gitu.....btw,kalau perlu double tracknya sampai cepu biar perjalanan KA bisa jadi lebih lancar.apalagi lahan PT. KA di samping rel yang ada sekarang di lintasan bowerno-bojonegoro-cepu mulai diserobot orang buat bikin warung,tempat cuci motor,tempat penimbunan genteng/batu bata dll.

Iya ya. Pemkot kok malah mendahulukan frontage road.. Ini menurut ana cuma tambal sulam.. Kalo g mengalihkan pengguna kendaraan ke komuter, cepat ato lambat jalan baru ini pun akan penuh juga karena pertambahan kendaraan bermotor di sby dan sekitarnya terus meroket tiap tahun..Frontage road hanya solusi sampingan belaka..Solusi utama adalah membuat angkutan masal karena jalan A.Yani sebelahan ma rel
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#68
Kalau melebarkan jalan itu, menurut saya memang malah bikin masalah baru..namanya kendaraan pribadi tu cepat "manak" alias brtambah, yg berarti menambah penggunaan BBM yg smestinya dihemat, dan jangan lupa, Polusi... Mobilitas malah makin terhambat, soalnya kalau lebarin jalan raya itu sama dengan memupuk cara pandang dan pikir masyarakat yg cenderung tidak efisien dalam berkendara..yah..sederhananya memicu pemborosan energi dan penyebaran polusi.
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#69
(19-08-2009, 09:47 PM)Adolph Wrote: Saya juga punya angan2 menambah jalur KA di sby, seperti jalur lingkar, Jalur lingkar barat,dari sepanjang bercabang ke utara ke arah surabaya barat, dari sepanjang-wiyung-lidah-ketemu lagi ma jalur utara di kandangan, trus jalur lingkar timur, dari waru bercabang ke gunung anyar-rungkut-sukolilo-kenjeran-tambak wedi-semampir-SDT.

Truz untuk memfasilitasi orang madiun ygmaw ke bojonegoro, bisa juga dibuat jalur dari caruban ke bojonegoro.

walah isi kepala kita kok hampir sama.
kalau saya juga punya "visi" yg hampir sama untuk membangun jaringan rel untuk greater surabaya.cuman bedanya kalau versi saya sebaiknya dari KRIAN-belok utara ke BY PASS-LEGUNDI-KEDAMEN-CERME-KANDANGAN-SBI.
wah dolph,kayaknya kita harus mencalonkan diri jadi penggantinya Pak de Karwo dan Gus Ipul nih...Eh iya lupa...

(19-08-2009, 09:47 PM)Adolph Wrote: Ya . kalo maw daerahnya maju mank ga bisa instan untuk bangun jalur baru perlu keberanian dalam berspekulasi dan kesabaran dan satu hal yg masih langka di RI, harus istiqomah aka konsisten dan sungguh2 dalam pengelolaannya, dan dalam pembangunannya harus all-out, ga boleh setengah2, kalo setengah2 mending ga usah buat daripada dah keluar uang tapi ga optimal. Jadi pake konsep all or nothing..
sebenarny konsepnya tuh sudah ada.pemprov punya kok PERDA NO 2 tahun 2006 tentang RENCANA TATA RUANG WILAYAH JAWA TIMUR.

di perda itu ada kok konsep membangun jalur ganda dan menghidupkan jalur mati di seluruh jatim.coba cek pasal 42 hal 41~42.

tapi ya gitu deh orang kita,antara konsep dan praktek di lapangan masih "jauh panggang dari api" Sakit
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply
#70
(20-08-2009, 01:40 AM)sulovyo Wrote:
(19-08-2009, 09:47 PM)Adolph Wrote: Saya juga punya angan2 menambah jalur KA di sby, seperti jalur lingkar, Jalur lingkar barat,dari sepanjang bercabang ke utara ke arah surabaya barat, dari sepanjang-wiyung-lidah-ketemu lagi ma jalur utara di kandangan, trus jalur lingkar timur, dari waru bercabang ke gunung anyar-rungkut-sukolilo-kenjeran-tambak wedi-semampir-SDT.

Truz untuk memfasilitasi orang madiun ygmaw ke bojonegoro, bisa juga dibuat jalur dari caruban ke bojonegoro.

walah isi kepala kita kok hampir sama.
kalau saya juga punya "visi" yg hampir sama untuk membangun jaringan rel untuk greater surabaya.cuman bedanya kalau versi saya sebaiknya dari KRIAN-belok utara ke BY PASS-LEGUNDI-KEDAMEN-CERME-KANDANGAN-SBI.
wah dolph,kayaknya kita harus mencalonkan diri jadi penggantinya Pak de Karwo dan Gus Ipul nih...Eh iya lupa...

(19-08-2009, 09:47 PM)Adolph Wrote: Ya . kalo maw daerahnya maju mank ga bisa instan untuk bangun jalur baru perlu keberanian dalam berspekulasi dan kesabaran dan satu hal yg masih langka di RI, harus istiqomah aka konsisten dan sungguh2 dalam pengelolaannya, dan dalam pembangunannya harus all-out, ga boleh setengah2, kalo setengah2 mending ga usah buat daripada dah keluar uang tapi ga optimal. Jadi pake konsep all or nothing..
sebenarny konsepnya tuh sudah ada.pemprov punya kok PERDA NO 2 tahun 2006 tentang RENCANA TATA RUANG WILAYAH JAWA TIMUR.

di perda itu ada kok konsep membangun jalur ganda dan menghidupkan jalur mati di seluruh jatim.coba cek pasal 42 hal 41~42.

tapi ya gitu deh orang kita,antara konsep dan praktek di lapangan masih "jauh panggang dari api" Sakit

He,he,he Xie Xie
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)