11-05-2009, 10:54 AM
Kalaw gw lebih setuju koridor buswaee diganti dengan tram. karena lebar jalan di jakarta kan tidak terlalu besar, jalur tram tidak terlalu banyak memakan bahu jalan dan tanpa kricak. Lagian tram menggunakan LAA sehingga tidak menimbulan polusi udara.
Untuk jumlah gerbong tram cukup dengan satu gerbong saja, karena menggunakan halte yang sudah ada cuma armadanya diperbanyak sehingga penumpang tidak perlu menunggu lama di halte. intervalnya 2-3 menit di jam sibuk.
Pembangunannya diprioritaskan untuk koridor yang bebas banjir dan berbadan lebar seperti koridor I (lebak bulus-Blok M-Kota)
CMIIW..
Untuk jumlah gerbong tram cukup dengan satu gerbong saja, karena menggunakan halte yang sudah ada cuma armadanya diperbanyak sehingga penumpang tidak perlu menunggu lama di halte. intervalnya 2-3 menit di jam sibuk.
Pembangunannya diprioritaskan untuk koridor yang bebas banjir dan berbadan lebar seperti koridor I (lebak bulus-Blok M-Kota)
CMIIW..
" Pecinta Rangkas jaya "



walau di pasang rel tanam, makanya pengandaian saya tuh pake kricak, lebih murah ketimbang ngaspal, silakan deh di terobos jalurnya kalo pengen "Gubrak!!", tapi tetep semisal di UTurn, persimpangan ataupun perempatan pakai aspal dengan di tambah rambu2 peringatan dan sinyal otomatis. Railbus diesel electric ataupun trem menggunakan LAAmungkin jadi solusinya, tapi ntar ada railfans yg protes karena LAAnya mengganggu jika di potret...hehehehehe

![[Image: DSC9554.jpg]](http://s15.postimage.org/utmrckg87/DSC9554.jpg)

![[Image: spammingsj0.gif]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/spammingsj0.gif)
