Posts: 7,346
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
44
Hm kalau hanya Comuter jabotabek hanya jabotabek saja sama aja kayak PT KA tanpa saingan
maksud di atas adalah PT swasta yang memiliki tujuan sama PT KA.
Misal kereta jarak jauh.
Tp saya denger 2010 bakal banyak PT swasta yang masuk bersaing dengan PT KA
dengan begitu PT KA akan sadar diri apa yang kurang. Misal soal makanan kalau ada pesaing pasti PT KA akan memberikan yang terbaik dari pada sekarang yang kalau saya bilang cukup jelek....(sebenarnya ini ada modus biar KM laku jg si  )
Yah mgkn 2010 keatas bakal kayak penerbangan di indonesia
JALUR PEMERINTAH KASIH
Perusahaan KAnya di banyakin silahkan pakai tu jalur
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.
Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...
Hibernasi ã„ã¿ã¯ ãÂÂã¦ã„ãÂÂã¾ãÂâ„¢. XDa
l
Posts: 386
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
0
Selama anggaran untuk perkereta-apian masih kurang, ya susah untuk mengharapkan pelayanan yang baik....
"Don't blame me, blame it to the train and the station..."
Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
10-05-2009, 08:21 PM
(This post was last modified: 10-05-2009, 08:23 PM by eling.)
Posts: 485
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
4
mari kita berusaha lebih keras lagi untuk terus memonitor perkeretaapian yang kita cintai ini.....
Cikeusal stasion
Posts: 785
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
8
Mas Ginza, saya ralat dikit, Filipina gak punya kereta tidur.
emang Filipina punya keretanya, tapi dijadikan kereta duduk kayak biasa.
kalo perusahaan swasta masuk, bisa kayak di Jepang perkeretaapian kita.
tapi pemerintah juga harus selektif memilih perusahaan swasta yang mau nyemplung di perkeretaapian kita, jangan sampai perusahaan swasta yang doyan korupsi juga masuk, kan bisa berabe...
kembali ke to-pik.
saya juga pernah mergokin di KA Tegal Arum JAKK-TG, ada oknum pegawai PT.KA yang minta fulus sama penumpang bertiket berdiri yang bawa barang banyak, dengan alasan: 'kan bawa banyak barang...' kenapa di KA Ekonomi masih ada yang kayak gitu ya?
KCJ 7000 series-7117F
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
10-05-2009, 10:46 PM
(This post was last modified: 10-05-2009, 10:49 PM by bagus70.)
(10-05-2009, 07:40 PM)railway_athlete Wrote: Selama anggaran untuk perkereta-apian masih kurang, ya susah untuk mengharapkan pelayanan yang baik....
Lha terus kemana semua uang yang kita bayarkan untuk tiket itu??? 
Rencana Penghapusan Makanan Tuslah di KA Eksekutif Jarak Jauh?
Hari senin (27/4/2009), pas saya lagi dalam perjalanan naik Argo Wilis dari Bandung ke Surabaya, saya sempat ngobrol panjang lebar dengan kondektur (dari Bandung) di perjalanan KA. Yah, pada dasarnya pak kondekturnya curhat ke saya tentang masalah yang dialami di PT KA sekarang. Dia cuman berharap, semoga manajemen sekarang lebih peduli.
Selain itu, dia juga berkata bahwa manajemen sekarang lebih aktif dalam membuat PT KA lebih efisien. Jadi banyak pengeluaran mahal dipangkas. Beberapa pemeriksaan KPK terhadap dugaan mark-up juga cukup diintensifkan, termasuk juga dugaan mark-up pengadaan spare part lokomotif di BY Pengok, Yogya. Bahkan katanya, orang-orang KPK juga datang ke BY Pengok untuk memeriksa.
Tetapi yang paling mengejutkan dari rencana program efisiensi itu adalah rencana penghapusan makanan tuslah dari atas KA Eksekutif. Jadi nantinya kalau mau makan diatas KA, anda harus membeli! Begitulah penjelasan sang kondektur.
Hal ini karena dari tiap tiket yang dijual, perusahaan penyelangara makanan-minuman mengutip Rp 25.000,- dari tiap tiket yang dijual. Wah! Rp 25.000,- ? Untuk makanan dengan porsi sekecil itu dijual dengan harga 25 ribu?
Coba lihat baik-baik gambarnya, menurut anda apakah porsi sebesar bogem bayi itu sebanding harganya? Bahkan diameter nasinya jauh lebih kecil dari tiket KA yang saya taruh untuk skala. Nasi goreng di tempat orang tua saya harganya setengahnya itu, tetapi porsinya dua kali lipat. Di warung Tegal, kalau saya memesan porsi seperti di gambar, harganya tak sampai 10 ribu.
Aduh..aduh...seperti yang saya ulas di postingan saya tentang lampu kabin LED dan lantai vinyl yang terdahulu, kapan PT KA berhenti berperan antagonis terhadap keinginan penumpang untuk mendapatkan pelayanan yang baik? (Dan juga kapan mark-up makanan tuslah diselidiki KPK).
Masak dengan memotong kualitas pelayanan, PT KA bisa sanggup bersaing dengan moda transportasi lain? Di jaman persaingan serba ketat ini, PT KA tetap seperti anak autis yang hidup di dunianya sendiri, tanpa tanggap terhadap keinginian pengguna jasanya.
Saya jadi ingat, dulu ada pejabat PT KA yang berkata bahwa ada peraingan tak sehat dengan moda transportasi lain, seperti dengan pesawat terbang dan travel. Kalau menurut saya, sebenarnya lebih pantas kalau “persaingan tak sehat†dirubah jadi “persaingan, tak sehatâ€Â, atau kalau diinterpretasikan menjadi PT KA tak suka persaingan atau mereka tak sehat menghadapi persaingan.
Wassalam.
Posts: 295
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
0
(10-05-2009, 10:46 PM)bagus70 Wrote: Rencana Penghapusan Makanan Tuslah di KA Eksekutif Jarak Jauh?
![[Image: 20090510224914_makan_siang_wilis_4a06f77aac7a5-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20090510224914_makan_siang_wilis_4a06f77aac7a5-t.jpg)
Nasi goreng di tempat orang tua saya harganya setengahnya itu, tetapi porsinya dua kali lipat. Di warung Tegal, kalau saya memesan porsi seperti di gambar, harganya tak sampai 10 ribu.
hehe iyaa sih maz..
tapi kan beda..
nih dkreta..msk dbandingin ma warung tuegal..kan ada yg bilang,,klo dkreta itu RUARR BIASA...hehehe..
misal tanpa memikirkan hal2 tsb,,naek kreta tetep d'bez..n ruarr biasa!!!hehe..
^^kenapa railfans pada lum jadi pegawai pt.ka,?? n kenapa pegawai pt.ka tak menjadi railfans,???^^
Posts: 1,171
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
11-05-2009, 10:48 AM
(This post was last modified: 11-05-2009, 10:51 AM by adhie_ka33.)
Memang Mas..kadang kita sebagai pengguna jasa layanan kereta api..selalu di hadapi dg situasi sulit...kasarnya "elo mau ga naik kereta kayak gini, kalo ga mau ya sudah naik angkutan yg laen" makanya perlu adanya kompetitor...Sorry Om Momod OOT dikit...kita bisa liat bagaimana BUMN2 Lain setelah mempunyai Competitor, bersaing sehat n semakin pelayanannya Garuda..( Memang ada yg semakin mengkeret...Liat PPD n Merpati )...
Back to inovasi negatif...lya memang lampu LED di kereta Argo Muria..terlalu terang...Sya pikir perlu adanya standarisasi Operasional yg lebih jelas..
- Sebenarnya Rumus Pencahayaan didlm kabin itu ada mas, Sehingga org yg berada didalamnya di terganggu, cuma saya ga tau pake standar ini, waktu bikin.
- Tv kadang juga ada gambar, tp suara ga kedengeran, ini juga perhitungan rumusnya.
- Kadang Tv juga trlalu kecil sebuah kabin penumpang kereta
- Ac/ pendingin juga ada standarnya
kalo ini semua terakomodasi dg baik, maka inovasi2 buka sekedar asal baru saja.
![[Image: th_IMG_0864.jpg]](http://i1088.photobucket.com/albums/i334/chairul_nefi/th_IMG_0864.jpg) [/URL]
Dilarang keras membawa klonengan di Atas kereta api
Posts: 519
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
Menurut gw, beberapa hal yang menyebabkan inovasi negatif di PT.KA
- PT.KA yang memonopoli bisnis KA, sehingga tidak ada persaingan usaha di bidang KA.
- Kereta Api ditinggal oleh penumpangnya karena mereka lebih memilih jalan tol yang lebih cepat.
- Penurunan pendapatan PT.KA sehingga untuk biaya perawatan armada dibebankan pada subsidi pemerintah yang terbatas.
-Dilema yang dialami PT.KA antara biaya operasional yang tinggi namun masyarakat yang menginginkan tiket murah dan pelayanan yang baik.
Salam,
" Pecinta Rangkas jaya "
Posts: 18
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
0
membahas tentang pelayanan KA, terutama masalah warna dan interior sepertinya bakal panjang..
menurut saya, mengapa KA kita terlihat aneh, karena sepertinya (aumsi saya ) setiap desain ext or interiornya tidak lah dikerjakan oleh ahlinya, seperti di paksakan...dan harus dikoordinasikan dengan berbagai keahlian..
misal : interior KA Argo, mengenai warna dan bentuk seat, warna dinding, bentuk plafond, bagasi tas atas, warna lantai, dsb tentunya dikerjakan oleh desainer interior. dan untuk pencahayaannya dan AC tentunya oleh ahli lighting or setidaknya oleh M/E engineer yang diandalkan, karena bagaimanapun dalam perencanaan harus dipikirkan banyak hal yang saling terintegrasi...sehingga benar2 penumpang di buat nyaman (sebagai hasil akhirnya)
menyimpulkan pernyataan Ign Johan di majalah KA edisi KA komuter ---dimana costumer satisfication merupakan tujuan utama...indikasinya adalah = repeat user...bukan sekali naik terus kapok.
exterior pun mesti dikerjakan oleh PARA ahli nya dan di koordinasikan mengenai mutu dan kemudahan perawatan tentunya...
memang terlambat karena hampir semua KA satwa berubah abu2
kalo menurut saya mah kayak gerbong barang warnanya  ga bisa membuat kesan "kita bangga naik ini kereta", tidak gagah, kurang wibawa...
kalo boleh usul desain ext mesti "nyambung" ma warna loko, sekarang mah ngaco warnanya...jadi kesannya loko jalan sendiri, rangkaian dibelakangnya...usul warna : saya suka rangkaian JS 950 nya argo bromo...kita kayak naik GIA --- bangga...
kalo ngebahas pelayanan K2 dan K3 mah bakal panjang beneer,,,
semoga menjadi kritikan yang membangun...
maju terus Kereta Api Indonesia...
|