Thread Rating:
  • 2 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About Argo Bromo & Argo Bromo Anggrek
mau nanya sekarang ABA kalo di Jakarta masih stabling di MRI atau di JAKK ya?soalnya tanggal 10 Mei lalu ane naik Taksaka malam kok gak papasan sama langsiran ABA di petak Gmr - MRI?
Reply
(22-05-2015, 07:16 PM)aditnugie Wrote: mau nanya sekarang ABA kalo di Jakarta masih stabling di MRI atau di JAKK ya?soalnya tanggal 10 Mei lalu ane naik Taksaka malam kok gak papasan sama langsiran ABA di petak Gmr - MRI?

JAKK. Kelihatannya semua KA Argo dipindah ke DAO utk yang harus nginep. Diperkuat dgn posisi kereta P nya yang pindah ke belakang kalo dari Jakarta. Kecuali utk KA GoPar terakhir dari BD (KA 29) sama duo Semarang (GoMur & GoSin)
Facebook : Garry RP
Twitter : GarryKAHP
Flickr : GarryKAHP
Youtube : Gerikahp

Majulah Perkeretaapian Indonesia
Reply
(22-05-2015, 07:27 PM)Garry KAHP Wrote:
(22-05-2015, 07:16 PM)aditnugie Wrote: mau nanya sekarang ABA kalo di Jakarta masih stabling di MRI atau di JAKK ya?soalnya tanggal 10 Mei lalu ane naik Taksaka malam kok gak papasan sama langsiran ABA di petak Gmr - MRI?

JAKK. Kelihatannya semua KA Argo dipindah ke DAO utk yang harus nginep. Diperkuat dgn posisi kereta P nya yang pindah ke belakang kalo dari Jakarta. Kecuali utk KA GoPar terakhir dari BD (KA 29) sama duo Semarang (GoMur & GoSin)
seluruh kajj yang mengakhiri perjalanan di stasiun gambir & lebih dari 1 jam untuk tunggu waktu berangkat istirahat di JAKK untuk meminimalisir proses langsiran di stasiun GMR,stasiun MRI untuk KAJJ tujuan akhir PSE yang datang duluanBig Grin
Sosmed sayaBig Grin
Facebook
Line:Luthfi20606
Instagram:Luthfi_20606

Ingin menjadi insan yang lebih baikWek


Reply
sebenarnya ada apa dengan rangkaian ABAL ?
Mengapa temen temen banyak yg Lbh suka Rangkaian GG ? Lebih nyaman kah ? Atau ada alasan lain ?
Reply
(24-05-2015, 04:37 PM)sloncad Wrote: sebenarnya ada apa dengan rangkaian ABAL ?
Mengapa temen temen banyak yg Lbh suka Rangkaian GG ? Lebih nyaman kah ? Atau ada alasan lain ?

Menurut saya, ada beberapa teman kita (termasuk saya ding...) Ngakak yang lebih prefer naik GG. Pertama, rangkaian GG memang sudah menjadi image dari ABA itu sendiri. Apa ada ka lain yang pakai rangkaian GG? Kalau semacam ABAL kan banyak. Kedua, mungkin pengen merasakan "nyaman" nya bogie K9. Karena ya itu tadi, rangkaian berbogie K9 hanya ada di rangkaian GG, dan hanya ABA yg punya....
Reply
(24-05-2015, 09:33 PM)dozykayen Wrote:
(24-05-2015, 04:37 PM)sloncad Wrote: sebenarnya ada apa dengan rangkaian ABAL ?
Mengapa temen temen banyak yg Lbh suka Rangkaian GG ? Lebih nyaman kah ? Atau ada alasan lain ?

Menurut saya, ada beberapa teman kita (termasuk saya ding...) Ngakak yang lebih prefer naik GG. Pertama, rangkaian GG memang sudah menjadi image dari ABA itu sendiri. Apa ada ka lain yang pakai rangkaian GG? Kalau semacam ABAL kan banyak. Kedua, mungkin pengen merasakan "nyaman" nya bogie K9. Karena ya itu tadi, rangkaian berbogie K9 hanya ada di rangkaian GG, dan hanya ABA yg punya....

ABA GG doang? wait, bukannya Prameks - Sriwedari (KRDE) boogienya kaya ABA juga ya? Suspensinya Airsus kan? koreksi kalo nggak benar Xie Xie
Reply
KA 4, Argo Anggrek Malam
Senin, 19 Oktober 2015
Gambir - Surabaya Pasar Turi

Baru sampai di Jakarta Minggu subuh 18 Oktober 2015, malam harinya mendapat kabar kakak ipar yang dirawat di RS bersamaan dengan keberangkatan balik ke Jakarta mengalami koma dari penyakit ginjal yang telah dideritanya sejak 2 tahun lampau. Kondisinya terus menurun hingga esok sorenya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter rumah sakit.

Tak ingin berlarut-larut, Senin sore pkl 17.30wib langsung meluncur ke kantor untuk mengurus keperluan cuti dan berangkat ke Gambir 30 menit kemudian. Pinginnya cari tiket KA (pilihan Gajayana/Bima batal karena sudah pasti gak keburu, demikian pula dengan Jayabaya, Majapahit, Gumarang, maupun Bangunkarta). Pilihan tinggal Sembrani atau ABA Malam jika masih keburu/tersedia tiketnya. ALternatif lain terpaksa menggunakan moda transportasi udara yang berangkat esok pagi dari Halim.

Berangkat dari Cikarang naik angkutan umum pkl 18.00wib, sepanjang perjalanan was-was akan kemacetan sepanjang ruas tol Cikarang-Cawang hingga jalanan ibukota. Sesekali SMSan dengan rekan di kantor untuk cek ketersediaan tiket KA4. Masih tersisa 140an lebih katanya. Alhamdulilah masih aman rasanya. Dengan tetap berkomunikasi dengan family di kampung tak terasa angkutan umum berwarna 'merah' yang saya naiki telah melaju kilometer demi kilometer dengan lancarnya hingga tiba di Cawang UKI pada pkl 18.30wib. Sempat terpikir untuk melanjutkan perjalanan ke Gambir antara menggunakan transjakarta, KRL, ataupun angkutan lainnya karena menimbang peluang mendapatkan tiket KA Sembrani agar sampai di SBI lebih awal, akhirnya diputuskanlah menggunakan jasa ojek 'online' yang diinden secara offline dari UKI-Gambir sebesar Rp 50.000,00. Diantar bang ojek sekitar pkl 18.45an wib, melewati beberapa jalanan protokol ibukota, stasiun Manggarai, dll akhirnya tiba di Stasiun Gambir pas ketika KA Sembrani diberangkatkan.

Gagal berangkat bersama KA Sembrani, akhirnya saya menuju ke loket untuk memesan KA4. Seperti yang diinformasikan oleh rekan di kantor, ketersediaan tiket KA ABA masih sangat banyak. Segera saya meminta kepada petugas untuk membeli tiket dengan nomor tempat duduk berada di dekat jendela. Akhirnya saya mendapat nomor tempat duduk di Eks5 no 3D. Masih ada sisa waktu kurang dari 2 jam sebelum KA berangkat, saya menyempatkan diri untuk membeli makan malam di *s T*l*r 77 berupa paketan nasi goreng ayam + es jeruk nipis seharga Rp 23.000,00. Paketan ini saya rasa yang paling hemat dibandingkan resto-resto lainnya di area Stasiun Gambir. Porsi nasi gorengnya banyak dan rasanya enak. Malah lebih enak ini dibandingkan beberapa paket makanan nasi goreng di beberapa KA komersial hehehehe.


Saya sendiri boarding setelah KA Argo Lawu diberangkatkan, yakni sekitar pkl 20.20wib. Kondisi di lantai bawah dan lantai 1 cukup sepi. Sedikit berbeda di peron, selain beberapa calon penumpang, terdapat pula di peron barat para penumpang KA Taksaka yang memasuki rangkaian KA tersebut.


[Image: DSC_1612.jpg]


KA4 sendiri akhirnya tiba dan di langsir di Stasiun Gambir sekitar pkl 21.00wib. Saya mendapat kereta dengan nomor K1 097 19 dengan kondisi kereta yang sangat bersih, dan rapi. Kondisi toiletnya sendiri sangat bagus, diantara layanan KA penumpang PT. Kereta Api Indonesia (Persero), rangkaian KA ABA batch ini yang paling saya suka desainnya, kesan modern, bersih, lebih luas sangat terasa(maaf tidak terpotret). Bangku kursi sendiri memakai kulit yang tingkat kekerasannya saya rasa on par dengan kursi kulit di KA Gajayana yang baru diretrofit tahun lalu. Hanya satu kekurangan dari rangkaian 'terbaru' ini, yakni no footrest. Sangat mengganggu untuk perjalanan jauh yang memakan waktu hingga 9 jam tersebut. 2-3 jam masih bisa menahan, namun lebih dari itu siapa sangka Big Grin

[Image: DSC_1621.jpg]

KA4 sendiri berangkat tepat waktu dari Gambir pada pkl 21.30 wib. Sepanjang perjalanan kondisi suhu ruangan dalam kereta cukup dingin, on par dengan Gajayana. Semenjak berangkat dari Gambir menuju Manggarai laju kereta agak tertahan, meski setelahnya lepas normal hingga tiba di Stasiun Cirebon pada pkl 00.16 wib. Seterusnya KA4 ABA Malam, tiba di Semarang Tawang sekitar pkl 03.00wib. Tak butuh waktu lama beberapa menit kemudian diberangkatkan kembali hingga tiba tebat waktu di SBI pada pkl 06.30wib tepat waktu!!

Yang membuat saya terkesan guncangan ABA sepanjang petak Cepu-SBI bener-bener alus lus lus... nyaris tiada getaran atau guncangan. TOP!!
Reply
Gan mau nanya sisa rangkaian ABA yg sempet dipake Argo Sindoro sama Argo Jati dipake KA apa ya sekarang? Soalnya kemarin tgl 1 dinihari saya liat tuh rangkaian langsir di JAKK pake lok CC 203 dr depan Cargo, K1 0 01 XX masih berlivery Go green sisanya gak keliatan kode berapa tp yg jelas masih bercap SBI. Mohon informasinya
Pengen jadi Railpen  Ngakak
Reply
(03-01-2016, 07:18 AM)Henggar SP Wrote: Gan mau nanya sisa rangkaian ABA yg sempet dipake Argo Sindoro sama Argo Jati dipake KA apa ya sekarang? Soalnya kemarin tgl 1 dinihari saya liat tuh rangkaian langsir di JAKK pake lok CC 203  dr depan Cargo, K1 0 01 XX masih berlivery Go green sisanya gak keliatan kode berapa tp yg jelas masih bercap SBI. Mohon informasinya

Kalo setahu saya sih digunakan untuk KA Argo Muria Tambahan mas. karena waktu itu pas mau naik KA 13 Argo Muria dari SMT ke GMR sempet liat kedatangan KA Argo Muria Tambahan yang pake rangkaian ABA gitu dan ditarik loko CC 203.
Reply
Gan sekwrang KA ABA bawa berapa rangkaian ya? 8 K1 apa 9 K1?
Pengen jadi Railpen  Ngakak
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)