Posts: 177
Threads: 0
Joined: Oct 2012
Reputation:
2
Tanggal 15 Februari 2015 naik KA 40 dari Gambir - Malang. Berangkat dari Gambir on time, tapi sepanjang petak Bekasi - Cikampek 'nggremet' karena ada gangguan sinyal di Cikampek. Alhasil sepanjang Cirebon-Malang telat 2 jam dari jadwal seharusnya. Hal yang sama terjadi dengan KA2 lain.
Tanggal 2 Maret 2015 kemarin naik KA 39 dari Malang - Jatinegara(ada plan mau turun di Gambir tapi gak jadi), berangkat on time. Nyampe Kepanjen - Kediri juga on time. Hanya saja di Madiun BLB, untuk evakuasi KA Sancaka selama 15-20 menit. Nyampe di Jatinegara pkl 04.40wib. Telat sekitar 20 menit imbas BLB di Madiun.
Report dan foto2 menyusul.
Posts: 177
Threads: 0
Joined: Oct 2012
Reputation:
2
Minggu, 15 Februari 2015
KA Gajayana (40) Gambir - Malang
Berawal dari mendapat kabar di rumah(Sabtu malam, 14 Februari 2015) jika Bapak terserang stroke dan mengalami hipertensi(tekanan darah naik hingga 210), dengan perasaan tak enak saya sempatkan browsing situs reservasi KAI mencari tiket pulang ke Malang. Terlihat di Sabtu malam pkl 22.00wib jika sisa tiket KA Gajayana dan Bima masih 40-60an. Belum saya reservasi tiketnya sambil berharap keadaan Bapak lekas membaik.
Sayang harapan tak kunjung berbuah kenyataan. Pagi-pagi saya mendapat telepon dari saudara jika Bapak dibawa ke rumah sakit. Dengan feeling sudah double tak enak, saya sesegara pergi ke Alfamart untuk beli tiket Bima atau Gajayana sekalian. Awalnya saya menginginkan naik KA Bima. Dengan perhitungan ketika saya pergi ke minimarket tersebut jam sudah menunjukkan waktu pkl 09.00wib(tak memungkinkan untuk naik KA Jayabaya yang lebih cepat sampai karena belum berkemas dan pergi ke stasiun).
Sayang tiket KA Bima habis. Adanya KA Gajayana, itupun hanya tersedia subclass teratas dan tersisa 3 lembar tiket saja!!! Tak membuang waktu lama, segera saya beli tiket KA 40 seharga Rp 530.000,00 tersebut. Skip, setelah mendapat form transaksi segera saya ngacir pulang kerumah untuk berkemas-kemas. Setelah itu ke kantor, mengurus izin cuti, pamitan dengan rekan kerja, dsb. Pkl 11.00 lewat saya berangkat menuju stasiun Gambir(kantor di Kab Bekasi).
Sebelum ke Gambir, singgah sebentar di Blok M, ishoma dan membeli 4 majalah Natgeo lawas tapi baru(segel plastik rapat) sebagai bahan bacaan di kereta nantinya(sampai di Malang-pun ini majalah gak pernah dibuka satupun).
Skip, dari Blok M, saya melanjutkan perjalanan ke Gambir naik Transjakarta koridor 1(Blok M-Kota), turun di Monas dan melanjutkan perjalanan transit menggunakan Transjakarta warna biru tujuan Pasar Senen-Pulogadung untuk turun di halte Gambir 2. Saya sendiri waktu itu tiba di Stasiun Gambir pkl 14.30wib.
Karena terlalu awal tiba di Stasiun Gambir, sambil menunggu keberangkatan KA, saya sempatkan melakukan beberapa hal seperti shalat ashar, reservasi tiket untuk baliknya, dapat KA Bima untuk keberangkatan 25 Februari 2015 (tiket ini pada akhirnya tak jadi digunakan dan harus direschedule), makan sore, dll. Hingga akhirnya saya memilih boarding pada pkl 16.40wib(dibolehin sih meskipun 'kecepeten' 10 menit dari waktu yang ditentukan).
Di lantai 1, saya baru ingat jika KA Gajayana tidak lagi stabling di jalur 1/2 seperti halnya 1-2 tahun lalu. KA Gajayana akan stabling di jalur 3-4 bersama dengan beberapa KA berikut ini : Cireks, Argo Jati, Tegal Bahari, Bima, Argo Dwipangga, Taksaka 1 dan 2, Gajayana, Purwojaya, Bangunkarta, Sembrani, dan Argo Lawu Tambahan.
[spoiler=Peron Stasiun Gambir]
![[Image: c.php?f=201503082140434_dsc_0384_54fc5f6bb0275.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082140434_dsc_0384_54fc5f6bb0275.jpg) [/spoiler]
Sekitar pkl 16.55 KA Argo lawu dari Solo tiba di Stasiun Gambir. Beberapa menit kemudian terdengar announcer mengumumkan terjadinya kehilangan tas berwarna biru disalah satu kereta di Stasiun Gambir. Sampai saya naik KA Gajayana beberapa puluh menit berikutnya, entah tas tersebut sudah ketemu atau belum.
[spoiler=Argo Lawu]
![[Image: c.php?f=201503082142544_dsc_0387_54fc5fee10e1b.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082142544_dsc_0387_54fc5fee10e1b.jpg) [/spoiler]
Kurang lebih pkl 17.30 wib, KA Gajayana datang di Stasiun Gambir. Saya naik di K1-3, kereta bernomor K1 009 15 dari ML yang baru selesai PA SGU 30 Oktober 2014 lalu. Ternyata saya cukup beruntung, KA yang saya naiki kursinya masih pake kursi yang lama, empuk dengan selubung kursi berwarna biru. Sebagai informasi K1-2 K100902 ML dan K1-4 K100903 ML menggunakan kursi kulit
[spoiler=Interior Gajayana]
![[Image: c.php?f=201503082145524_dsc_0400_54fc60a05a156.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082145524_dsc_0400_54fc60a05a156.jpg) [/spoiler]
Didalam KA terdapat 2 colokan listrik, meja lipat juga masih ada. Begitupula dengan pintu dan bagasi yang berfungsi dengan amat baik. Yang berubah hanyalah toilet yang menggunakan tipe jongkok(belakangan saya ketahui cukup disukai oleh penumpang wanita). Kebersihan didalam kabin KA sendiri sangat bersih, AC berfungsi dengan baik. Minusnya didalam kloset masih terdapat sedikit 'lele kuning encer'. Rupanya semua WC kereta didalam KA Gajayana tak lagi dibuang kotorannya kedalam rel seperti dulu, tapi ditampung dulu hingga dikuras kemudian.
Didalam K1-3 saya duduk di kursi bernomor 5C. Kursi 5A diduduki oleh gadis cantik berusia 20an namun berwajah jutek. Kursi sebelahnya(5B) sendiri kosong(hingga Cirebon). Namun saya tak tergoda untuk mendudukinya. Sebabnya, sebelah saya(5A) ternyata duduk wanita cantik peranakan Blitar-Padang yang menjadi finalis Miss Indonesia 2008. Orangnya setinggi saya, dengan tahun kelahiran yang sama dengan saya(bedanya ia masuk sekolah lebih cepat setahun dibandingkan saya).
Yang membuat betah, Miss 'S'(sebut saja begitu) orangnya benar2 smart dan friendly. Ia yang berprofesi sebagai konsultan dan trainer kepribadian memberi kartu nama ke saya dan mau mengajari saya sedikit tentang dunia fashion, sosialita, pariwisata Bali, hingga kehidupan model. Berbagai pertanyaan awam saya tentang profesi dan dunianya mau dijawab dengan baik, dijelaskan gamblang, dll.
Sejak KA berangkat hingga tengah malam, ia bak magnet perhatian saya sehingga selama waktu tersebut saya bahkan gak mencatat Lapka sama sekali hehehehe. Mestinya di dalam KA saya tinggal tidur, maklum sejak Jumat malam hingga Minggu pagi saya nonstop ngantor.
Setidaknya yang saya catat, sejak petak Gambir hingga Manggarai laju KA berjalan normal. Di Stasiun Manggarai tak terlihat lagi antrian commuter line dengan penumpang berdesakan yang menunggu terlalu lama antrian KA. Namun selepas petak Bekasi - Cikampek laju KA berjalan 'nggremet'. KA Gajayana berjalan sepetak demi sepetak, tiap stasiun BLB hingga 10 menit untuk menunggu antrian KA didepannya.
Rupanya terjadi gangguan persinyalan di Stasiun Cikampek. Seluruh KA yang berangkat pada jam tersebut mengalami demikian. KA Lokal PWK saja sekitar pkl 19.00wib masih Stasiun Lemah Abang, mestinya KA tersebut beranjak dari sana lebih dari sejam sebelumnya. Akibat gangguan sinyal tersebut, KA Gajayana baru lepas Cikampek ketika waktu sudah menunjukkan waktu kurang lebih diantara pkl 21.00-21.30. Pokoknya telat 2 jam dari jadwal seharusnya. Semestinya pada waktu tersebut KA sudah melewati Stasiun Cirebon, apa daya KA masih tertahan. Selepas Cikampek baru laju KA kencang tak ada halangan.
Dalam catatan saya dari Cirebon hingga Blitar KA 40 berjalan cepat. Rasanya hampir tak mengalami silang susul. Dari Stasiun Cirebon hingga Blitar setidaknya KA 40 mengalami keterlambatan hampir 2 jam.Â
[spoiler=K1 09 15ML]
![[Image: c.php?f=201503082148484_dsc_0404_54fc61500f187.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082148484_dsc_0404_54fc61500f187.jpg) [/spoiler]
[spoiler=Wlingi]
![[Image: c.php?f=201503082150294_dsc_0406_54fc61b5b72d8.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082150294_dsc_0406_54fc61b5b72d8.jpg) [/spoiler]
[spoiler=Malioboro Ekspress]
![[Image: c.php?f=201503082151564_dsc_0412_54fc620c38146.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082151564_dsc_0412_54fc620c38146.jpg) [/spoiler]
Di Wlingi, KA Gajayana harus berhenti lebih lama hingga 10-15 menit karena menunggu silang dengan KA Malioboro Ekspress. Disini pula saya mendapat informasi dari Polsuska, cukup beruntung KA 40 telat hampir 2 jam, karena KA Majapahit telat hingga 4 jam, selain gangguan sinyal di CIkampek juga ada gangguan kereta pula. Berselang setengah menitan sejak KA Moleks berangkat dari Wlingi, KA 40 diberangkatkan menuju Stasiun Kepanjen dan Malang.
[spoiler= Sumberpucung]
![[Image: c.php?f=201503082153074_dsc_0417_54fc62538167c.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082153074_dsc_0417_54fc62538167c.jpg) [/spoiler]
KA 40 akhirnya tiba di Stasiun Malang Kota pada pkl 11.00 wib dan dilangsir di jalur 1. Sayapun akhirnya mengakhiri perjalanan disini.
[spoiler=]
![[Image: c.php?f=201503082156054_dsc_0433_54fc63053eb6f.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082156054_dsc_0433_54fc63053eb6f.jpg) [/spoiler]
Penilaian :
Kenyamanan OK sih, Meski habis kerja 36 jam nonstop, sampai di Malang pun gak capek, AC juga dingin. Nilai 9- skala 1-10
Kebersihan, dalam kereta OK, minus sedikit di kloset. Perlengkapan kebersihan didalam KA termasuk toilet lengkap sih. Didalam KA sebenarnya OTC beberapa kali terlihat mondar mandir memunguti sampah. Nilai 8-
Interior dan eksterior, masih mulus dan terawat. Nilai 9.
Overall puaslah.
Posts: 177
Threads: 0
Joined: Oct 2012
Reputation:
2
08-03-2015, 11:07 PM
(This post was last modified: 08-03-2015, 11:10 PM by oke_sr.)
Senin, 2 Maret 2015
KA Gajayana (39), Malang - Jatinegara
Awalnya saya berniat kembali ke Jakarta pada hari Rabu, 25 Februari 2015 menggunakan KA Bima. Namun apa daya takdir berkehendak lain. Allah SWT memanggil Alm Bapak saya ke pangkuannya pada hari Senin, 23 Februari 2015 pkl 07.45wib di rumah sakit.
Segera saya menelpon atasan saya untuk meminta tambahan cuti, setidaknya hingga 7 hari wafatnya almarhum Bapak. Alhamdulilah permintaan saya dikabulkan sehingga saya mendapat tambahan libur dan dapat balik pada hari Senin, 2 Maret 2015 mendatang. Karena hari Senin, 23 Februari 2015 disibukkan dengan berbagai acara di rumah(memandikan, menshalat'i hingga menguburkan jenazah, serta tahlilan) reschedule tiket baru saya dapat lakukan keesokan harinya, Selasa 24 Februari 2015.
Proses reschedule tiket saya kira cukup mudah. Ternyata masih ada sedikit keribetan kalau ngurus di Stasiun Malang. Sama halnya dengan pembelian tiket, untuk perubahan jadwal tiket harus mengambil nomor antrian(sistem yang baru saya ketahui pada saat ini, selama 2 tahun sebelumnya saya menggunakan fasilitas online reservasi tiket KAI, tahun2 sebelumnya malah beli di ruang tunggu eksekutif Stasiun Malang).
Sempat was-was di layar TV LED terdapat keterangan sisa tiket KA Bima untuk keberangkatan Senin 2 Maret 2015 telah habis. Harapan pulang naik KA Bima pun sia-sia. Sementara sisa tiket KA Gajayana sendiri setali tiga uang, hanya bersisa 5 lembar saja(sementara sisa tiket KA Bima dan Gajayana untuk keberangkatan hari Minggu 1 Maret 2015 masih 90an, dan hingga saya selesai reschedule tiket dan keluar dari stasiun, ketersediaan tiket masih diatas 85). Sambil menunggu antrian saya ambil beberapa lembar form pemesanan tiket, untuk diisi KA ABA dan Sembrani(sengaja saya pilih KA ini karena jam kedatangannya pas setelah subuh, tak kepagian dan setiba di stasiunpun bisa langsung cabut untuk naik Transjakarta dan bis kota).
Beruntung ketika didepan loket alokasi tiket Gajayana masih tersedia. Bahkan saya mendapat tiket subclass terendah seharga Rp 435.000,00. Tiket KA Bima saya sebelumnya juga subclass terendah dengan harga yang sama. Dengan tarif administrasi sebesar 25%, saya membayar Rp 109.000,00 untuk mengubah jadwal keberangkatan KA saya.
Skip. AKhirnya tibalah hari keberangkatan saya. Berangkat sendiri ke stasiun pada pkl 12.40wib. beruntung berangkatnya dari rumah yang tak jauh dari stasiun. Naik mikroletpun setibanya di stasiun waktu masih menunjukkan pkl 13.10wib. Pas dengan pengumuman KA Gajayana mau langsir di jalur 1(disaat yang sama KA Bima langsir di jalur 3).
[spoiler=Rangkaian KA Bima]
![[Image: c.php?f=201503082258444_dsc_0567_54fc71b480fea.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082258444_dsc_0567_54fc71b480fea.jpg) [/spoiler]
[spoiler=Malabar K1 livery baru]
![[Image: c.php?f=201503082304314_dsc_0599_54fc730fb5dd5.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082304314_dsc_0599_54fc730fb5dd5.jpg) [/spoiler]
[spoiler=KA Gajayana langsir dari selatan]
![[Image: c.php?f=201503082259514_dsc_0583_54fc71f7941c8.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082259514_dsc_0583_54fc71f7941c8.jpg) [/spoiler]
Saya sendiri mendapat tempat di K1-6 dengan tempat duduk sebelah jendela persis. Pada hari KA Gajayana membawa 7 K1, sebuah kereta makan, 1 gerbong pembangkit, dan 1 buah kereta cargo. Nomor KA saya adalah K1 00902 ML (seperti pengalaman sebelumnya, kali ini ketiban apes mendapatkan kereta yang berkursi kulit coklat krem itu). K1 00915 ML malah digunakan sebagai K1-7 (arrrghhh andai tahu sejak awal tentu akan memilih pesan tempat duduk di kereta eksekutif 7).
[spoiler=K1 00902]
![[Image: c.php?f=201503082301484_dsc_0591_54fc726c53c95.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082301484_dsc_0591_54fc726c53c95.jpg) [/spoiler]
[spoiler=interior]
![[Image: c.php?f=201503082303204_dsc_0594_54fc72c8cf2d4.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082303204_dsc_0594_54fc72c8cf2d4.jpg) [/spoiler]
[spoiler=interior]
![[Image: c.php?f=201503082303574_dsc_0596_54fc72edab546.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082303574_dsc_0596_54fc72edab546.jpg) [/spoiler]
Kondisi interior sendiri tampak kinclong. Meja makan masih tersedia di kursi masing2. Tombol reclining sudah diganti tuas. Pintu geser otomatis dan tuas bagasi masih berfungsi dengan amat sangat baik(dari Malang - Jatinegara tidak ada bunyi bagasi yang terbuka sendiri selama perjalanan).
Selain itu kondisi toilet KA bersih. Malah lebih bersih dan wangi dibandingkan K1 00915 yang saya naiki sebelumnya. Kondisi lantai toilet ketika di Stasiun ML kering(baguslah!!), tissue, sabun tangan dan pengharum ruangan tersedia utuh. Kondisi AC kurang dingin, sedikitnya karena ada pengaruh udara di luar dan perjalanan siang hari yang cerah. Baru selepas Madiun suhu ruangan KA 39 mulai sedingin udara Kota Malang pada waktu subuh.
Kali ini berbeda dengan perjalanan sebelumnya. Jika sebelumnya partner sebelah saya adalah seorang wanita muda cantik yang seumuran, kali ini Bapak-Bapak setengah baya yang cenderung pendiam. jadi sepanjang perjalanan yah lebih banyak sibuk urusan masing2. Saya sendiri memanfaatkan waktu yang ada untuk mencoba tidur.
Tepat pkl 13.40wib KA Gajayana diberangkatkan dari Stasiun Malang Kota. Sepanjang petak Malang - Kertosono, KA Gajayana cukup tepat waktu. Kalaupun ada selisihnya, paling-paling hanya 1-2 menit saja. Namun ketika tiba di Stasiun Madiun terdapat kehebohan di stasiun tersebut.
Rupanya KA Sancaka tujuan Yogyakarta mengalami masalah, sehingga pada pkl 19.00 KA 83 tersebut belum diberangkatkan dari Stasiun Yogya. KA Gajayana sendiri semestinya berangkat kembali menuju Gambir pada pkl 18.40wib, namun kebijakan stasiun untuk mengevakuasi sebagian penumpang KA Sancaka ke KA Gajayana(kebetulan K1-7 banyak yang kosong), membuat KA 39 harus menunggu hingga 19.05 wib sebelum berangkat kembali menuju Gambir. Pada waktu tersebut pula nampak KA Sancaka 84 tujuan Surabaya Gubeng.
Nasib KA Sancaka 83 sendiri pada waktu itu terpaksa dikosongkan. Aliran listrik dimatikan sehingga dari luar nampak kereta yang kosong dan gelap. Sebagian penumpang yang tak kebagian evakuasi ke KA Gajayana memilih bertahan di peron 1 dan 2 menunggu evakuasi ke KA berikutnya.
Selepas Madiun, KA Gajayana berjalan normal dan cepat. Saya sendiri memilih tidur untuk mempersiapkan aktifitas esok harinya. Itupun beberapa kali terbangun sendiri karena merasa kurang nyaman dengan kursi kulit ini. Ibaratnya perjalanan 5 jam pertama = masih nyaman, 5 jam berikutnya = mulai kerasa panas di (maaf) pantat, 5 jam terakhir kaki mulai menggeliat2. Apalagi saya masih memiliki sisa cedera hamstring bekas main sepakbola beberapa bulan sebelumnya. Kena kursi kulit ini cedera hamstring itu mulai kambuh kembali dan berasa nyeri sekali hehehehehe.
[spoiler=Jatinegara]
![[Image: c.php?f=201503082305354_dsc_0620_54fc734f724ea.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=201503082305354_dsc_0620_54fc734f724ea.jpg) [/spoiler]
Pada akhirnya KA 39 tiba di Stasiun Jatinegara pada pkl 04.45 wib. Awalnya saya nerus ke Gambir sebelum ganti naik Transjakarta dan buskota kembali. Namun rasa-rasanya saya menemukan jalur kepulangan ke rumah dan kantor lebih cepat dibandingkan ketika harus turun di Gambir. Toh, untuk pertama kalinya pula saya keluar dari Stasiun Jatinegara di waktu subuh dan sampai dengan selamat di rumah pada pkl 06.00wib.
Fyi, Bapak2 sebelah saya pesan kopi panas dan air mineral 600ml masing-masing2 seharga Rp 6.000,00. Lebih mahal dari layanan PT Reska di KA-KA eksekutifnya. Bapak itu juga membeli makanan steak, tapi lupa saya berapa harganya. Semoga penyedia katering di KA Gajayana(dan Bima) mampu memberikan layanan jasa kuliner diatas KA dengan harga kompetitif(dalam artian seenggak2nya bisa menyamai PT Reska yang lebih murah dan sering memberikan menu dan tarif promo).
Penilaian :
Kenyamanan : poin 8- skala 1-10. Minus di desain kursi kulit yang bikin cedera hamstring kambuh lagi.
Kebersihan : 9, top, no complaint.
Pelayanan : 9. Baik OTC, customer service on train dan kondektur ramah melayani penumpang.
Interior : 8,5+, minus sedikit reclining seat yang memakai tuas hahahaha...
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
@oke_sr: Innanillahiwainnailaihiroji'un, semoga amal ibadah bapak Anda diterima di sisi-Nya, semoga Anda pula diberi ketabahan, amiinnn...  Â
Eh, ngomong2, tempat alm. bapaknya di Malang sebelah mana? Koq saya agak kepo (tidak tau, red), ya?Â
Btw, seru juga ya bisa sebelahan sama mantan finalis Miss Indonesia 2008, apalagi taun lahirnya sama, ceileee....  Â Kalo naik Matarmaja, koq gak bisa ya dapet momen begitu? Apa mereka gak tertarik naik K3 apalagi PSO, ya??Â
Posts: 177
Threads: 0
Joined: Oct 2012
Reputation:
2
(08-03-2015, 11:19 PM)stasiunkastephanie Wrote: @oke_sr: Innanillahiwainnailaihiroji'un, semoga amal ibadah bapak Anda diterima di sisi-Nya, semoga Anda pula diberi ketabahan, amiinnn... Â
Eh, ngomong2, tempat alm. bapaknya di Malang sebelah mana? Koq saya agak kepo (tidak tau, red), ya?Â
Btw, seru juga ya bisa sebelahan sama mantan finalis Miss Indonesia 2008, apalagi taun lahirnya sama, ceileee....  Kalo naik Matarmaja, koq gak bisa ya dapet momen begitu? Apa mereka gak tertarik naik K3 apalagi PSO, ya?? 
Stephanie, terima kasih atas doanya. Semoga mendapat balasan pahala yang berlipat ganda pula. Amin.
Di pemakaman umum Kasin sis. Masih wilayah Kota.
Iya seruuu banget. Di kereta jadinya gak ada bosennya, ada temen ngobrol dan sekaligus dapat pengalaman baru 
Tapi sis, di Matarmaja kan pernah dinaiki beberapa artis dan mantan atlet. Dari Denny Dumargo, Herjunot Ali, Fedy Nuril hingga Finalis Putri Indonesia 2008(nah loh sama2 2008nya) hehehehehe....
Posts: 425
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
3
Sebelumnya, izinkan saya mengucapkan innalillahi wainnailaihi raji'un... turut berduka cita atas kepulangan ayahanda mas... semoga, amal ibadahnya diterima disisi-Nya, aamiin...
Beralih ke 40 dan 39
40
ciyeee, dapet K1 0 09 15  surga berjalannya gajayana. Cukup telat juga, yah, sampai silang maleks di Wlingi. Waktu saya naik 40, telatnya setengah jam, silangnya di MLK.
39
pergi naik surga, pulang naik neraka *hiperbola*  restorasi 39-40 itu dipegang CV Rama. Waktu naik 40, saya makan bistiknya. Lumayan, tidak sekeras stopblok lokomotif. Rasa juga cukup oke.
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
Kalau di K1 0 09 15 GMR-ML, apakah ada tombol untuk menurunkan sandaran kursi? atau sudah diganti tuas?
Quote: Kurang lebih pkl 17.30 wib, KA Gajayana datang di Stasiun Gambir. Saya naik di K1-3, kereta bernomor K1 009 15 dari ML yang baru selesai PA SGU 30 Oktober 2014 lalu. Ternyata saya cukup beruntung, KA yang saya naiki kursinya masih pake kursi yang lama, empuk dengan selubung kursi berwarna biru. Sebagai informasi K1-2 K100902 ML dan K1-4 K100903 ML menggunakan kursi kulit Ngakak
Noted, terima kasih
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 177
Threads: 0
Joined: Oct 2012
Reputation:
2
(09-03-2015, 07:20 AM)Darfian_R Wrote: Sebelumnya, izinkan saya mengucapkan innalillahi wainnailaihi raji'un... turut berduka cita atas kepulangan ayahanda mas... semoga, amal ibadahnya diterima disisi-Nya, aamiin...
Beralih ke 40 dan 39
40
ciyeee, dapet K1 0 09 15 surga berjalannya gajayana. Cukup telat juga, yah, sampai silang maleks di Wlingi. Waktu saya naik 40, telatnya setengah jam, silangnya di MLK.
39
pergi naik surga, pulang naik neraka *hiperbola* restorasi 39-40 itu dipegang CV Rama. Waktu naik 40, saya makan bistiknya. Lumayan, tidak sekeras stopblok lokomotif. Rasa juga cukup oke.
Terima kasih mas doanya. Semoga kebaikan Mas Darfian dan Mbak Stephanie dibalas Allah SWT dengan pahala berlipat ganda..
Iya mas.. tumben tumbenan telatnya parah. Tapi gak jadi kecewa berat karena yang mengalami telat juga semua KA yang melintas di Cikampek pada waktu2 tersebut
Betul mas, sensasi pulangnya berkebalikan dengan ketika berangkatnya.. Hampir merasakan perbedaan bumi dan langit *lebay sedikit  Bistiknya sih penampakannya lumayan menggoda, ada kentang, wortel dan buncisnya, Meski kuah dagingnya terlihat kayak rendang gitu hehehehe
(09-03-2015, 09:30 AM)CC-201-23 Wrote: Kalau di K1 0 09 15 GMR-ML, apakah ada tombol untuk menurunkan sandaran kursi? atau sudah diganti tuas?
Noted, terima kasih
Masih pake tombol yang lama mas.
Posts: 31
Threads: 0
Joined: Nov 2014
Reputation:
0
SUKUN, KOMPAS.com — Aksi nekat dilakukan oleh dua petani di Gadang Malang yang menghadang laju KA Gajayana, Rabu (18/3/2015) sekitar pukul 14.00 WIB.Â
Edi Sudarmi dan Bonadi memberanikan diri menghentikan laju kereta karena mengetahui ada bagian rel yang rusak.
Karena aksi petani itu, masinis KA Gajayana menghentikan kereta yang penuh penumpang, di tengah area persawahan di daerah Gadang Gang X atau Km 53 jalur rel Malang.
Masinis selanjutnya turun dan melihat langsung kondisi rel kereta yang rusak dan melapor ke atasannya. Penghentian KA Gajayana itu bermula dari Edi, yang melihat kondisi rel menganga.
"Waktu saya jalan mau melayat ke kampung sana, saya lihat kok relnya rusak. Ketika saya kembali, saya lihat kondisi rel selain menganga, juga mulai melengkung, padahal dari pagi kereta sudah bolak balik lewat. Saya khawatir kereta berikutnya nanti terguling," kata Edi.
Edi awalnya berencana mendatangi stasiun untuk melapor. Namun karena sudah ada kereta yang akan melintas lagi, Edi dan temannya berinisiatif menghadang kereta yang lewat saat itu, yakni KA Gajayana.
"Teman saya, Pak Bonadi, berdiri di rel sambil mengibar-ngibarkan gombal (kain), dan keretanya berhenti sekitar 100 meter dari rel yang rusak," papar Edi.
Akibat kerusakan rel itu, KA Gajayana harus menunggu hampir satu jam. Setelah petugas perbaikan datang, KA Gajayana baru diizinkan melanjutkan perjalanan. Kecepatan KA pun hanya 5 km per jam saat melintas di rel yang rusak.
Tim dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selanjutnya melakukan perbaikan darurat dengan mengganjal rel yang rompal menggunakan balok kayu yang diikat kawat.
Penanganan darurat ini memungkinkan KA berikutnya, yakni KA Malabar, dapat melintas meski secara perlahan.
Kepala Bagian Jalan Rel PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Resor Malang Suharno yang menangani kerusakan di lokasi menyebut bahwa kerusakan rel berupa gompal di sambungan rel. Bagian rel yang gompal terputus sekitar 12 cm.
"Kalau kereta melaju cepat, kerusakan di rel ini bisa saja menyebabkan kereta anjlok," kata Suharno di lokasi.
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
|