Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Rencana Induk Nasional Perkeretaapian
#41
Kalo di lihat saat ini ada beberapa jenis kereta api yaitu; KA penumpang jarak jauh, KRL, KRDE/KRDH, dan KA Barang, dan Rail Bus (utk Rail bus ini blom jelas konsep operasinya, seperti Rail Bus Solo, Rail bus Padang,dll).

Utk KRL sekarang ini operasinya masih terfokus di wilayah JABODETABEK, ini berkaitan dengan mobilisasi masa dari luar ibu kota jakarta seperti Bekasi, Depok, Bogor, Tanggerang dan Serpong, menuju ke Jakarta. Mereka kebanyakan adalah para pekerja dan karyawan yg bekerja di jakarta tetapi tinggal di luar jakarta, karena utk wilayah jakarta sendiri sudah sedikit lahan untuk tempat tinggal (kebanyakan lahan untuk gedung2 perkantoran dan pusat perbelanjaan).
Masyarakat memlih KRL karena waktu tempuh yg relatif cepat dan terbebas macet, serta biaya yg juga relatif murah bila dibandingkan dgn menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.
Tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk mengembangkan sistim kereta listrik (KRL) di kota-kota lain di indonesia, seperti Bandung, Surabaya.

Untuk KA Penumpang jarak jauh, pulau jawa masih menjadi fokus utama dari Kereta ini. Pulau jawa merupakan pulau yg terpadat di indonesia, di pulau ini terdapat beberapa kota besar sperti jakarta sebagai ibukota negara, Surabaya yg terletak di arah timur pulau jawa, Bandung, kota yg kaya sejarah, objek wisata, dan perdagangan, serta kota2 lainnya. Mobilisasi penduduk dari satu kota ke kota lainnya di pulau jawa termasuk tinggi, dan sarana Kereta api adalah salah satu alat transportasi yg paling diminati untuk melakukan perjalanan. Kita lihat bgm tiket KA habis ludes pada waktu2 libur panjang atau akhir pekan. Tapi pada sisi ini KA sebagai alat transportasi punyai pesaing seperti BIS, TRAVEL, PESAWAT.
Disini diperlukan terobosan2 dalam peningkatan pelayanan agar KA tetap menjadi pavorit bagi masyarakat sebagai alat transportasi.

Untuk KA Barang saat ini lebih di dominasi oleh angkutan batu bara KA BABARANJANG di sumatera di bandingkan daerah lainnya, dimana setiap harinya puluhan gerbong dan ratusan ton batu-bara di bawa dari tambang batu-bara di sumatera selatan ke pelabuhan lampung. Utk angkutan barang di pulau jawa kemungkinan di kembangkan angkutan barang dari Pabrik-pabrik ke wilayah pemasarannya atau ke pelabuhan (utk ekspor), seperti angkutan besi baja, angkutan semen, dll. Untuk ini di perlukan jaringan rel KA yg terhubung dengan pelabuhan dan pusat pergudangan. Karena angkutan barang dgn KA merupakan angkutan barang dalam jumlah banyak, maka di perlukan lahan untuk bongkar muat dan untuk penyimpanan.

Untuk Kereta Api jenis KRDE/KRDH masih belum konsisten dan eksis untuk operasionalnya, karena kereta jenis ini masih sedikit sekali di gunakan. Mungkin kereta jenis ini cocok di gunakan untuk angkutan bandara (PT Rail link) seperti Bandara kuala namu Medan, karena angkutan Bandara merupakan angkutan jarak pendek dgn penumpang yg tidak terlalu padat.
Mungkin model angkutan dengan menggunakan KRDE/KRDH ini bisa di terapkan di Bandara-bandara besar di indonesia, seperti jakarta (akan mau di terapkan), dan Surabaya.

Untuk model kereta api Rail Bus kayaknya belum ada konsep yg jelas untuk operasinya, seperti Rail Bus Solo, Rail Bus Padang dll.
Reply
#42
Kalau saya punya usul jalur PWT ke Wonosobo dihidupkan lagi, mengingat jalur ini kalau ditempuh dengan moda angkutan bus terlalu lama; di buat jalur sodetan/pintas sebelum Stasiun Kroya dibuat agar kereta dari arah Bandung ke PWT atau ke CP Lokomotifnya tidak usah langsir di Stasiun KYA, lagi pula kalau lokomotif kareta langsir memakan waktu kurang lebih 13 s.d. 15 menit.

Jalur Sukabumi ke Bandung agar dihidupkan kembali, mengingat jalur bogor cianjur sudah ada keretanya; jalur cianjur ke sukabumi sudah ada keretanya, sementara jalur Sukabumi ke arah Bandung belum ada; lebih ramai lagi kalau ada kereta dari Bogor ke YK atau SLO ada supaya masyarakat Bogor dan sekitarnya ada pilihan dalam menentukan moda transportasi. Mhn maaf atas komentar/usulannya mas bro.
Reply
#43
Asyik........ berdasarkan dokumen ini akan ada kereta api di Pulau Madura
Reply
#44
Oleh DitJen perkeretaapian .105,6 TRILLIUN AKAN dianggarkan untuk membangun rel sepanjang 3000 Km. sDi Pulau Sumatra, rencananya pemerintah akan mempercepat pembangunan jalur kereta yang menghubungkan Sumatera Utara, Sumatra Barat dan Sumatera Selatan, serta melanjutkan pembangunan jalan kereta api di Aceh, khususnya yang menghubungkan Lhokseumawe -Bireun. Untuk mewujudkannya, Ditjen KA akan mengaktifkan kembali jalur sepanjang 111 km serta membangun jalur baru sepanjang 1.399 km dan jalur ganda sepanjang 80 km.Sementara itu di Sulawesi, pemerintah akan mempercepat pembangunan jalur kereta api trans Sulawesi melalui pengembangan jalur kereta api baru sepanjang 1.772 km di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Sulawesi Utara.Selanjutnya, Pulau Kalimantan juga akan terjamah akses kereta api melalui pembangunan jalur baru trans Kalimantan sepanjang 2.428 km yang menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimatan Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Barat.Terakhir, pemerintah akan mempercepat pembangunan jalur kereta api trans Papua melalui pengembangan jaringan kereta api baru sepanjang 390 km di Papua Barat.
Reply
#45
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
#46
Rencana yang indah

[Image: SsqiV4o.jpg]
Reply
#47
Semoga aja seluruh rencana tersebut dapat terlaksana semua dah. Dan seluruh wilayah indonesia punya kereta api. Mengingat sekarang Menhub nya mantan dirut KAI semoga semuanya gk cuman rencana.  Xie Xie
Reply
#48
Proyek Kereta Papua Groundbreaking Oktober 2016, Kalimantan di 2017
Selasa, 10/05/2016 16:05 WIB

Jakarta - Pengembangan rel baru di luar Jawa menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dari program kereta itu, jalur kereta Trans Papua akan groundbreaking atau dimulai pembangunannya paling lambat Oktober 2016.

"Semester 2, bulan September/Oktober mulai groundbreaking," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko saat acara press background di Hotel Peninsula, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Pembangunan ini bisa dilakukan sesuai jadwal dengan syarat pembebasan lahan sudah dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat. Persoalan di Papua, tak hanya membayar ganti rugi lahan namun ada juga pembayaran hak ulayat di tanah adat. 

Nilai pembayaran hak ulayat kadang bisa lebih tinggi dari biaya pembebasan lahan. 

"Prinsipnya jalur rel Trans Papua kalau tanah sudah siap, kami bayar dengan dana yang ada dan bisa langsung groundbreaking," ujarnya.

Pada proyek rel Trans Papua, Kemenhub tahap awal akan memprioritaskan pengembangan jalur kereta rute Sorong-Manokwari sepanjang 390 kilometer. Total panjang rel Trans Papua ialah 1.550 km dengan perkiraan kebutuhan dana Rp 108 triliun.

Sementara itu, Hermanto mengaku proyek rel Trans Kalimantan akan dimulai tahun 2017 atau setelah groundbreaking rel di Papua. Fokus pengembangan di area Kalimantan Timur dan Selatan. Lanjut Hermanto, pengembangan rel di Kalimantan diperkirakan menelan investasi lebih tinggi daripada di Sulawesi atau Sumatera.  

"Kondisi lahan, geometrinya berat karena banyak lahan gambut sehingga perlu teknik khusus. Rencana groundbreaking rel Trans Kalimantan dimulai 2017," tuturnya.

sumber: http://finance.detik.com/read/2016/05/10...mpifinance
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)