Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sistem Transit di Jabodetabek. Mungkinkah?
#21
Yang lebih terbaru :
[Image: iphr.jpg]
Gak ada lagi nama - nama stasiun yang cuma khayalan semata alias yg menyesatkan alias yg belum juga dibangun... Kalau pun tetap dicantumin, tapi dikasih kode lingkaran merah yg menandakan itu stasiun - stasiun yg non aktif atau pun jg yg msh dlm tahap rencana dan ada juga yang tidak disinggahin...

Reply
#22
Ma'af, smoga gak salah tmp yah... Tersenyuum Tapi ini terkait misi pentransitan armada KA di Jabodetabek sih...
Jakarta Raya    Bodetabek

KRL MANIA TANGERANG Tolak Kereta dari Luar Daerah

Muhammad Abdi Amna - Rabu, 11 Februari 2015, 15:55 WIB
Bisnis.com, TANGERANG - Usulan Pemerintah Kota Tangerang kepada Kementerian Perhubungan terkait dengan pembangunan stasiun terintegrasi di Batuceper yang melayani rute kereta api luar kota dan provinsi itu ditentang oleh komunitas pengguna kereta atau KRL Mania. Nurcahyo, Koordinator KRL Mania, mengatakan penyediaan kereta rute luar kota dan provinsi dari stasiun Batuceper, Kota Tangerang berisiko mengganggu jadwal perjalanan kereta Commuter Line, apalagi ke depan akan ada kereta Bandara Soekarno-Hatta. “Stasiun Batuceper terhubung dengan stasiun-stasiun sibuk seperti Duri dan Tanah Abang, sehingga berisiko mengganggu jadwal perjalanan Commuter Line. Sejauh ini integrated station di Kota Tangerang cukup melayani rute kereta Bandara Soetta,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (11/2/2015).

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan penyediaan kereta api rute luar kota dan provinsi di Batuceper yang berisiko menganggu jadwal perjalanan Commuter Line dapat diantisipasi dengan penentuan jadwal perjalanan kereta api pada jam non sibuk. “Jadwal perjalanan dapat disesuaikan pada jam-jam tidak sibuk Commuter Line, misalnya pada malam hari. Usulan ini bertujuan mengurangi beban DKI Jakarta dalam menerima arus kendaraan dari wilayah satelit seperti Tangerang,” ujarnya. Jika usulan tersebut dilaksanakan, lanjutnya, kelak ketika kereta bandara beroperasi, Stasiun Batuceper akan memiliki enam moda transportasi, yaitu kereta Bandara, Commuterline, Kereta Luar Kota, Bus APTB, AKAP, dan Bus Dalam Kota.


Nurcahyo menambahkan hingga saat ini DKI Jakarta belum memiliki stasiun terintegrasi. Karena, stasiun-stasiun yang melayani rute perjalanan kereta luar daerah justru tidak dapat dijadikan tempat pemberhentian kereta Commuter Line. “Stasiun Gambir misalnya, penumpang Commuter Line harus berhenti di stasiun sebelum atau setelah Gambir kemudian menggunakan moda transportasi lain menuju stasiun itu. Ini membingungkan, padahal di Stasiun Gambir juga terdapat terminal Bus Damri yang melayani rute luar daerah,” tuturnya.

Editor : Fatkhul Maskur

http://jakarta.bisnis.com/read/20150211/...uar-daerah

Reply
#23
usul walikota kajj mau ke jalur tangerang? lha wong wesel di duri aja sudah wassalam, mau lewat mana? malah ribet mau puter lok juga gak bisa Big Grin
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#24
Wesel di Duri ama puter loko? Maksudnya? Kalo diibaratkan smua perjalanan KAJJ yang ke Tangerang via Ps Senen aja pasti msh bisa ke Tangerang khan... Tersenyuum Datang dr arah utara masuk jalur 4 stasiun Duri pake emplasemen utk KRL - KRL Commuter Line ke Tangerang... Semisal aja si KAJJ cm langsir doank atau bs juga jmlnya dikit... Semisal cuma KA Ekonomi rute A (salah satu kota di Jawa) dan KA Bisnis atau Eksekutif rute A (salah satu kota di Jawa) yg mengakhiri perjalanan di stasiun Tangerang...
Di st Tangerang pun khan ada emplasemen utk jalur simpen yg hampir sama dg Tj Priok, yaitu di situ ada weselnya yg sekiranya utk pindah loko meskipun di st TNG cuma ada 4 jalur aja...

Kalo mau serius, PT. KAI nampaknya msh sanggup khan utk nambahin 2 jalur baru semisal di stasiun Poris sbg stasiun transit sekaligus persinggahan bagi perjalanan KAJJ juga... Kalo perlu ditambah Duri jg... Jadi semisal dr Serpong cukup 2x ganti KRL aja utk menjangkau st Duri yg skr bisa kita nikmatin... Sampe Duri baru nyambung si KAJJ dg rute ke kota A tsb...

Reply
#25
lho? situ beneran gak tahu? sudah lama wesel sebelah utara arah angke yang mau masuk jalur 3-4 sudah dicabut semua. jadi kalo ada kereta yang mau kearah tangerang sekarang cuma ada 2 cara:
  1. kalo dari arah utara/angke: maju sampai batas sinyal keluar arah thb, trus mundur ke jalur 3-4, lalu maju kearah tng.
  2. kalo dari arah selatan/thb: masuk jalur 3-4, balik arah, lalu jalan lagi kearah tng. ini juga bingung gimana cara putar loknya lantaran jalur 3-4 ujungnya sudah badug semua Big Grin
jadi ribetnya itu bukan di dalam koridor tng tapi manuver di duri nya itu. kalo sudah lepas duri sudah gampang masbro. dan parkir di tng juga bisa diatur.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#26
Iya sih... tau mas ady... Tapi yah hr gini kyknya utk PT. KAI bangun rel percangan lg alias nambahin wesel dr sisi utara Duri ke jalur 3 dan 4 gak byk masalah sih... Apalagi khan di sepur badug 3 dan 4 itu gak ada bangunan permanen... Tinggal dipanjangin aja jalurnya... Tapi yah kita lihat gmn pemerintah aja...
[Image: 16513430492_6ca6256160_z.jpg]
New Duri Station 2 by Dana Komuter, on Flickr
Di foto ini menggambarkan (pojok kiri bawah) relnya bercabang dr arah Angke....

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)