Posts: 605
Threads: 0
Joined: Mar 2014
Reputation:
4
(09-02-2015, 04:20 PM)bhaskara Wrote: Dulu aku beberapa kali naik Prameks, tapi karena lama-lama banyak gangguan di Prameksnya, akhirnya kembali naik bus antar kota. Waktu lebih fleksibel / pilihan lebih banyak, bagiku cenderung lebih nyaman, walaupun waktu tempuh lebih lama.
Dua jam duduk bis AC bisa jadi pilihan daripada berdiri satu setengah jam di Prameks, asal bis AKAP surabayaan bukan yang AKAP bumel hehe. Cuma kekurangannya harus naik dari terminal & terminal Giwangan jaraknya lumayan dari pusat kota Jogja.
Terjadinya gangguan di Prameks, ada ga ya wacana penggunaan lok CC+kereta untuk menggantikan KRD?
Regards,
Public Transportation Enthusiast
Posts: 18
Threads: 0
Joined: Jan 2013
Reputation:
0
(10-02-2015, 07:13 PM)Ardhani Muhad Wrote: (09-02-2015, 04:20 PM)bhaskara Wrote: Dulu aku beberapa kali naik Prameks, tapi karena lama-lama banyak gangguan di Prameksnya, akhirnya kembali naik bus antar kota. Waktu lebih fleksibel / pilihan lebih banyak, bagiku cenderung lebih nyaman, walaupun waktu tempuh lebih lama.
Dua jam duduk bis AC bisa jadi pilihan daripada berdiri satu setengah jam di Prameks, asal bis AKAP surabayaan bukan yang AKAP bumel hehe. Cuma kekurangannya harus naik dari terminal & terminal Giwangan jaraknya lumayan dari pusat kota Jogja.
Terjadinya gangguan di Prameks, ada ga ya wacana penggunaan lok CC+kereta untuk menggantikan KRD?
Ikut nimbrung...
Saat ini, terutama semenjak KA semakin naik-turun pelayanannya, cukup banyak yang beralih ke bus. Biasanya, mereka nyetop di Janti/Maguwo. Yap, enaknya yang AKAP Suroboyo, kalo bus Solo-Jogja asli bisa 3 jam malahÂ
Wacana ganti rangkaian? Lok C1 masih ada lah stoknya...K3 oranye rata2 di LPN ada 5an yang nganggur...nggak tau di SLO berapa. Tapi, apa nutup biaya operasionalnya? Juga kurang efisien menurut saya, mbolak-mbalik lok...tapi kalau KRDE penyakitan...hmmm
Posts: 394
Threads: 0
Joined: Jul 2014
Reputation:
1
(10-02-2015, 07:54 PM)budimanto321 Wrote: (10-02-2015, 07:13 PM)Ardhani Muhad Wrote: (09-02-2015, 04:20 PM)bhaskara Wrote: Dulu aku beberapa kali naik Prameks, tapi karena lama-lama banyak gangguan di Prameksnya, akhirnya kembali naik bus antar kota. Waktu lebih fleksibel / pilihan lebih banyak, bagiku cenderung lebih nyaman, walaupun waktu tempuh lebih lama.
Dua jam duduk bis AC bisa jadi pilihan daripada berdiri satu setengah jam di Prameks, asal bis AKAP surabayaan bukan yang AKAP bumel hehe. Cuma kekurangannya harus naik dari terminal & terminal Giwangan jaraknya lumayan dari pusat kota Jogja.
Terjadinya gangguan di Prameks, ada ga ya wacana penggunaan lok CC+kereta untuk menggantikan KRD?
Ikut nimbrung...
Saat ini, terutama semenjak KA semakin naik-turun pelayanannya, cukup banyak yang beralih ke bus. Biasanya, mereka nyetop di Janti/Maguwo. Yap, enaknya yang AKAP Suroboyo, kalo bus Solo-Jogja asli bisa 3 jam malahÂ
Wacana ganti rangkaian? Lok C1 masih ada lah stoknya...K3 oranye rata2 di LPN ada 5an yang nganggur...nggak tau di SLO berapa. Tapi, apa nutup biaya operasionalnya? Juga kurang efisien menurut saya, mbolak-mbalik lok...tapi kalau KRDE penyakitan...hmmm 
wah wah , kasian juga KRDe kuning ngambek mulu
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(10-02-2015, 07:54 PM)budimanto321 Wrote: (10-02-2015, 07:13 PM)Ardhani Muhad Wrote: (09-02-2015, 04:20 PM)bhaskara Wrote: Dulu aku beberapa kali naik Prameks, tapi karena lama-lama banyak gangguan di Prameksnya, akhirnya kembali naik bus antar kota. Waktu lebih fleksibel / pilihan lebih banyak, bagiku cenderung lebih nyaman, walaupun waktu tempuh lebih lama.
Dua jam duduk bis AC bisa jadi pilihan daripada berdiri satu setengah jam di Prameks, asal bis AKAP surabayaan bukan yang AKAP bumel hehe. Cuma kekurangannya harus naik dari terminal & terminal Giwangan jaraknya lumayan dari pusat kota Jogja.
Terjadinya gangguan di Prameks, ada ga ya wacana penggunaan lok CC+kereta untuk menggantikan KRD?
Ikut nimbrung...
Saat ini, terutama semenjak KA semakin naik-turun pelayanannya, cukup banyak yang beralih ke bus. Biasanya, mereka nyetop di Janti/Maguwo. Yap, enaknya yang AKAP Suroboyo, kalo bus Solo-Jogja asli bisa 3 jam malahÂ
Wacana ganti rangkaian? Lok C1 masih ada lah stoknya...K3 oranye rata2 di LPN ada 5an yang nganggur...nggak tau di SLO berapa. Tapi, apa nutup biaya operasionalnya? Juga kurang efisien menurut saya, mbolak-mbalik lok...tapi kalau KRDE penyakitan...hmmm 
Kalo Progo (syukur2 juga Bengawan) bisa diutak-atik jadwalnya jadi cukup pakai 1 rangkaian sih gpp, ada surplus K3. Masalahnya skrg, ada ga surplus lok?
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 18
Threads: 0
Joined: Jan 2013
Reputation:
0
(11-02-2015, 08:59 AM)CC-201-23 Wrote: (10-02-2015, 07:54 PM)budimanto321 Wrote: (10-02-2015, 07:13 PM)Ardhani Muhad Wrote: (09-02-2015, 04:20 PM)bhaskara Wrote: Dulu aku beberapa kali naik Prameks, tapi karena lama-lama banyak gangguan di Prameksnya, akhirnya kembali naik bus antar kota. Waktu lebih fleksibel / pilihan lebih banyak, bagiku cenderung lebih nyaman, walaupun waktu tempuh lebih lama.
Dua jam duduk bis AC bisa jadi pilihan daripada berdiri satu setengah jam di Prameks, asal bis AKAP surabayaan bukan yang AKAP bumel hehe. Cuma kekurangannya harus naik dari terminal & terminal Giwangan jaraknya lumayan dari pusat kota Jogja.
Terjadinya gangguan di Prameks, ada ga ya wacana penggunaan lok CC+kereta untuk menggantikan KRD?
Ikut nimbrung...
Saat ini, terutama semenjak KA semakin naik-turun pelayanannya, cukup banyak yang beralih ke bus. Biasanya, mereka nyetop di Janti/Maguwo. Yap, enaknya yang AKAP Suroboyo, kalo bus Solo-Jogja asli bisa 3 jam malahÂ
Wacana ganti rangkaian? Lok C1 masih ada lah stoknya...K3 oranye rata2 di LPN ada 5an yang nganggur...nggak tau di SLO berapa. Tapi, apa nutup biaya operasionalnya? Juga kurang efisien menurut saya, mbolak-mbalik lok...tapi kalau KRDE penyakitan...hmmm 
Kalo Progo (syukur2 juga Bengawan) bisa diutak-atik jadwalnya jadi cukup pakai 1 rangkaian sih gpp, ada surplus K3. Masalahnya skrg, ada ga surplus lok?
Progo n Bengawan masih tembus di utak-atik, bisa jadi 1 rangkaian...misal: Progo berangkat belakang Bogowonto, pulangnya tetep malem, kalo bengawan kebalikannya. Bisa sih, mau dibuat kayak Daop 2 gitu...btw di SLO bukannya masih ada 6-7 K3 nganggur ex jakting lama? Apa udah disebar?Â
Surplus lok? Di SLO kayaknya tiap siang lumayan tuh, di YK juga ok, minta dikirimin dari SDT aja, paling enggak 3 C1, kan sana udah banyak puongsss  Â
Posts: 605
Threads: 0
Joined: Mar 2014
Reputation:
4
(11-02-2015, 09:32 AM)budimanto321 Wrote: (11-02-2015, 08:59 AM)CC-201-23 Wrote: (10-02-2015, 07:54 PM)budimanto321 Wrote: (10-02-2015, 07:13 PM)Ardhani Muhad Wrote: (09-02-2015, 04:20 PM)bhaskara Wrote: Dulu aku beberapa kali naik Prameks, tapi karena lama-lama banyak gangguan di Prameksnya, akhirnya kembali naik bus antar kota. Waktu lebih fleksibel / pilihan lebih banyak, bagiku cenderung lebih nyaman, walaupun waktu tempuh lebih lama.
Dua jam duduk bis AC bisa jadi pilihan daripada berdiri satu setengah jam di Prameks, asal bis AKAP surabayaan bukan yang AKAP bumel hehe. Cuma kekurangannya harus naik dari terminal & terminal Giwangan jaraknya lumayan dari pusat kota Jogja.
Terjadinya gangguan di Prameks, ada ga ya wacana penggunaan lok CC+kereta untuk menggantikan KRD?
Ikut nimbrung...
Saat ini, terutama semenjak KA semakin naik-turun pelayanannya, cukup banyak yang beralih ke bus. Biasanya, mereka nyetop di Janti/Maguwo. Yap, enaknya yang AKAP Suroboyo, kalo bus Solo-Jogja asli bisa 3 jam malahÂ
Wacana ganti rangkaian? Lok C1 masih ada lah stoknya...K3 oranye rata2 di LPN ada 5an yang nganggur...nggak tau di SLO berapa. Tapi, apa nutup biaya operasionalnya? Juga kurang efisien menurut saya, mbolak-mbalik lok...tapi kalau KRDE penyakitan...hmmm 
Kalo Progo (syukur2 juga Bengawan) bisa diutak-atik jadwalnya jadi cukup pakai 1 rangkaian sih gpp, ada surplus K3. Masalahnya skrg, ada ga surplus lok?
Progo n Bengawan masih tembus di utak-atik, bisa jadi 1 rangkaian...misal: Progo berangkat belakang Bogowonto, pulangnya tetep malem, kalo bengawan kebalikannya. Bisa sih, mau dibuat kayak Daop 2 gitu...btw di SLO bukannya masih ada 6-7 K3 nganggur ex jakting lama? Apa udah disebar?Â
Surplus lok? Di SLO kayaknya tiap siang lumayan tuh, di YK juga ok, minta dikirimin dari SDT aja, paling enggak 3 C1, kan sana udah banyak puongsss  Â
Misal diganti rangkaiannya ga perlu panjang, soalnya ada risiko menghalangi PJL bandara. Cukup 3K3+KMP3 yang kalau ditotal kapasitasnya 300an seat keknya udah mencukupi, apalagi kalau ACnya ga diaktifin terus ga pake KMP3 bisa nambah lagi kapasitasnya.
Regards,
Public Transportation Enthusiast
Posts: 18
Threads: 0
Joined: Jan 2013
Reputation:
0
(11-02-2015, 11:16 AM)Ardhani Muhad Wrote: (11-02-2015, 09:32 AM)budimanto321 Wrote: (11-02-2015, 08:59 AM)CC-201-23 Wrote: (10-02-2015, 07:54 PM)budimanto321 Wrote: (10-02-2015, 07:13 PM)Ardhani Muhad Wrote: Dua jam duduk bis AC bisa jadi pilihan daripada berdiri satu setengah jam di Prameks, asal bis AKAP surabayaan bukan yang AKAP bumel hehe. Cuma kekurangannya harus naik dari terminal & terminal Giwangan jaraknya lumayan dari pusat kota Jogja.
Terjadinya gangguan di Prameks, ada ga ya wacana penggunaan lok CC+kereta untuk menggantikan KRD?
Ikut nimbrung...
Saat ini, terutama semenjak KA semakin naik-turun pelayanannya, cukup banyak yang beralih ke bus. Biasanya, mereka nyetop di Janti/Maguwo. Yap, enaknya yang AKAP Suroboyo, kalo bus Solo-Jogja asli bisa 3 jam malahÂ
Wacana ganti rangkaian? Lok C1 masih ada lah stoknya...K3 oranye rata2 di LPN ada 5an yang nganggur...nggak tau di SLO berapa. Tapi, apa nutup biaya operasionalnya? Juga kurang efisien menurut saya, mbolak-mbalik lok...tapi kalau KRDE penyakitan...hmmm 
Kalo Progo (syukur2 juga Bengawan) bisa diutak-atik jadwalnya jadi cukup pakai 1 rangkaian sih gpp, ada surplus K3. Masalahnya skrg, ada ga surplus lok?
Progo n Bengawan masih tembus di utak-atik, bisa jadi 1 rangkaian...misal: Progo berangkat belakang Bogowonto, pulangnya tetep malem, kalo bengawan kebalikannya. Bisa sih, mau dibuat kayak Daop 2 gitu...btw di SLO bukannya masih ada 6-7 K3 nganggur ex jakting lama? Apa udah disebar?Â
Surplus lok? Di SLO kayaknya tiap siang lumayan tuh, di YK juga ok, minta dikirimin dari SDT aja, paling enggak 3 C1, kan sana udah banyak puongsss  Â
Misal diganti rangkaiannya ga perlu panjang, soalnya ada risiko menghalangi PJL bandara. Cukup 3K3+KMP3 yang kalau ditotal kapasitasnya 300an seat keknya udah mencukupi, apalagi kalau ACnya ga diaktifin terus ga pake KMP3 bisa nambah lagi kapasitasnya.
Oh ya, MGW cuma cukup sekitar 3 kereta ya? Wah, kalo ac dimatiin, apa ga dipanggang penumpangnya? Kacanya aja ketutup gitu...
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(11-02-2015, 12:12 PM)budimanto321 Wrote: (11-02-2015, 11:16 AM)Ardhani Muhad Wrote: (11-02-2015, 09:32 AM)budimanto321 Wrote: (11-02-2015, 08:59 AM)CC-201-23 Wrote: (10-02-2015, 07:54 PM)budimanto321 Wrote: Ikut nimbrung...
Saat ini, terutama semenjak KA semakin naik-turun pelayanannya, cukup banyak yang beralih ke bus. Biasanya, mereka nyetop di Janti/Maguwo. Yap, enaknya yang AKAP Suroboyo, kalo bus Solo-Jogja asli bisa 3 jam malahÂ
Wacana ganti rangkaian? Lok C1 masih ada lah stoknya...K3 oranye rata2 di LPN ada 5an yang nganggur...nggak tau di SLO berapa. Tapi, apa nutup biaya operasionalnya? Juga kurang efisien menurut saya, mbolak-mbalik lok...tapi kalau KRDE penyakitan...hmmm 
Kalo Progo (syukur2 juga Bengawan) bisa diutak-atik jadwalnya jadi cukup pakai 1 rangkaian sih gpp, ada surplus K3. Masalahnya skrg, ada ga surplus lok?
Progo n Bengawan masih tembus di utak-atik, bisa jadi 1 rangkaian...misal: Progo berangkat belakang Bogowonto, pulangnya tetep malem, kalo bengawan kebalikannya. Bisa sih, mau dibuat kayak Daop 2 gitu...btw di SLO bukannya masih ada 6-7 K3 nganggur ex jakting lama? Apa udah disebar?Â
Surplus lok? Di SLO kayaknya tiap siang lumayan tuh, di YK juga ok, minta dikirimin dari SDT aja, paling enggak 3 C1, kan sana udah banyak puongsss  Â
Misal diganti rangkaiannya ga perlu panjang, soalnya ada risiko menghalangi PJL bandara. Cukup 3K3+KMP3 yang kalau ditotal kapasitasnya 300an seat keknya udah mencukupi, apalagi kalau ACnya ga diaktifin terus ga pake KMP3 bisa nambah lagi kapasitasnya.
Oh ya, MGW cuma cukup sekitar 3 kereta ya? Wah, kalo ac dimatiin, apa ga dipanggang penumpangnya? Kacanya aja ketutup gitu...
AC harus nyala, kaca udah tertutup (malah ada yg permanen) yang susah itu 3 K3+KMP3+lok, karena berarti tidak akan ada aling2 di satu sisi (atau malah kedua sisinya)
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 2,258
Threads: 0
Joined: Dec 2013
Reputation:
31
prameks bakal dapet tanbahan armada dari Daop II BD ex-krd patas itu  yang juga mantan raja boo-si  artinya doi bakal pulqng kampung
Sosmed saya
Facebook
Line:Luthfi20606
Instagram:Luthfi_20606
Ingin menjadi insan yang lebih baik
Posts: 333
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
2
weleh jangan diganti K3AC donk, prameks sekarang jauh lebih nyaman. klo ganti K3AC penumpangnya kabur donk naik kereta bau karbol wkwkwkwk
lagipula gak yakin kereta lok bakal bisa ngejar jadwalnya prameks karena lemah di akselerasi
visit my blog
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'
RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
|