07-09-2014, 01:35 AM
masuk KA Madiun Jaya itu,YK-MN
ayo dilanjut om...

ayo dilanjut om...
|
Pantura Semarang dilanjut Jalur Selatan Solo
|
|
07-09-2014, 01:35 AM
masuk KA Madiun Jaya itu,YK-MN
![]() ayo dilanjut om...
07-09-2014, 12:46 PM
Yang non kaca pesawat ada di kedua ujung, K1-1 (0 02 09) dan K1-7 (0 08 07)
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
07-09-2014, 06:13 PM
(This post was last modified: 07-09-2014, 06:26 PM by forever.agus.)
(07-09-2014, 01:35 AM)CC20606 Wrote: masuk KA Madiun Jaya itu,YK-MN Ooo kereta ManJa tooh. Makasih infonya ![]() (07-09-2014, 12:46 PM)CC-201-23 Wrote: Yang non kaca pesawat ada di kedua ujung, K1-1 (0 02 09) dan K1-7 (0 08 07) Seingat saya memang ada 1 di depan dan 1 di belakang. Hanya saya saya lupa persisnya. Makasih atas infonya. ![]() Oke, mari dilanjut. KA9 Argo Dwipangga berangkat tepat waktu pada pukul 19.25 dari setasiun Balapan, Kota Solo yang jadi kenangan, kowe karo akuuuuuu. Eh koq malah nyanyi sih? Daripada rekan2 RF dengerin saya nyanyi, lebih baik kita kembali ke TR saya. Saat berangkat, seperti biasa Cleaning Service, serta polsuska mengecek pintu2 agar tertutup. Saya masih di bordes. Namun ada insiden kecil, saat kereta mulai bergerak perlahan, ada ibu2 membawa barang dan berlari mengejar. Saya masih ngeliatin, bersiap berteriak, berhentiiiii / tungguuuuuu. Namun polsuska datang. Menanyakan kepada saya ada apa? Ada yang ketinggalan, kata saya. Polsuska melihat saja. Kereta masih berjalan pelan, dan ibu itu sepertinya berhasil naik KA9. Hufft. Hampir ketinggalan. Saya kembali duduk ke seat saya. Kereta 2 no 12C. Sebelah saya seorang pria, agak gemuk, berumur sekitar 35 – 40 tahun. KA9 baru berangkat dan dia sudah tidur. Biarlah. Saya tdk ingin mengganggu istirahatnya. Saat itu saya baru menyadari bahwa di seat saya telah disiapkan selimut. Maklum, K1 yg berjalan malam hari. Argo lagi. Dingin deh. Disertakan pula kantong plastic. Mungkin untuk mereka yang suka mabuk kendaraan. Selimut KA9 [spoiler] [/spoiler]Okupansi KA9 saat berangkat dari Solo, dipantau dari kereta 2 sekitar 40-50%. Saat itu, saya merasakan bahwa KA9 berjalan ngebut sekali. Bahkan saat baru selepas Solo Balapan. Mari kita cek kecepatan saat itu Kecepatan di PJL Purwosari [spoiler] [/spoiler]Sudah 83,79 km / jam cuyy!! Bahkan kalo diliat waktunya, jarak Balapan – PWS hanya ditempuh dalam waktu sekitar 3 menit saja. Mantab ![]() Interior KA9 difoto dari seat saya [spoiler] [/spoiler]Emang kereta yang saya naikin ini agak payah. Terlihat di foto di atas bahwa penutup bagasi tidak bisa ditutup. Pukul 19.48 KA 9 masuk Klaten. Tidak berlama-lama, hanya berhenti 3 menit. Berangkat kembali 19.51. Cukup banyak yang naik dari Klaten. Okupansi KA9 dari kereta 2 menjadi sekitar 70%. Di Klaten saya tidak mengambil gambar, karena cukup banyak yang naik, dan waktunya singkat sekali. Lanjut pemberhentian berikutnya, Yogyakarta. Menjelang Stasiun MAguwo, KA9 yang sedang melaju cukup kencang tiba tiba direm dengan keras. Dan masinis membunyikan Semboyan 35 lumayan panjang. Sekitar 15 detik. Entah ada apa di depan sana. Bayangin dong, Semboyan 35 nya puongs kan kenceng banget tuh. Lha ini dibunyiin sekitar 15 detik. Siapapun yang mendengar pasti kaget. KA 9 tidak berhenti, berjalan perlahan di Maguwo. Lanjut. LS LPN 20.12 dengan perlahan, ya sekitar 40 km / jam. Pukul 20.15 KA9 masukjalur 4 YK. Cukup banyak penumpang yang naik dari YK. Sejak masuk YK, kira2 okupansi KA9 menjadi 100%. Di sebelah KA9, yaitu di jalur 5, sudah standby Senja Utama YK. Alhamdulillah belum punah. KA 119 SU Yk jadwal keberangkatannya pukul 20.30. Saya lihat di stasiun Tugu Yogyakarta masih ada stand pedagang. Lega saya. Kenapa lega? Karena stasiunnya jadi tidak terlalu sepi, dan masih memberikan kesempatan kepada wong cilik untuk mencari nafkah. Yah, asalkan tertib dan jumlahnya tidak terlalu banyak, saya rasa keberadaan pedagang di dalam stasiun KA masih dibutuhkan. KA9 berangkat lagi dari YK pukul 20.20. Tepat waktu. Penumpang naik dari YK [spoiler] [/spoiler]Sebenarnya saya ambil beberapa foto di YK, tapi koq malah blur semua, yang masih lumayan yang di atas ini. Mohon maaf yaa…
07-09-2014, 08:22 PM
(This post was last modified: 07-09-2014, 09:03 PM by forever.agus.)
Nah, selepas YK, seat sudah penuh. Banyak penumpang yang terlelap. Maklum, besoknya sampe Jakarta sudah harus bersiap kembali ke rutinitas bekerja. Harus atur tenaga biar ga drop saat bekerja. Saya males tidur. Kalo tidur mah di rumah aja, atau pas masuk petak CN-BKS. Saya mengisi waktu dg browsing saja.
LS KTA 21.09 Browsing terus, saya mulai bosan. Nah, saat itulah saya mulai bergerilya. Baru bergerak kea rah belakang, udah dapet mangsa. Jadi penumpang di belakang saya, tidur di bawah. Wah, kayak di K3 aja. Oke deh saya jepret dulu Tidur di bawah, blur [spoiler] [/spoiler]Sayang fotonya blur. Tapi emang saya akui sangat sulit untuk mengambil gambar dengan baik, saat malam hari, di atas KA yang sedang bergerak cepat. Posisi saya berdiri lagi. Jaga keseimbangan aja agak agakk.. #alesan Lalu sasaran kita adalah toilet. Ya ampuuunnn,, masih pake toilet jongkok. Saya belum pernah ngerasain sih, kereta lagi melaju kencang, dan di dalamnya saya bongkar muatan dari perut, di atas toilet jongkok. Gimana tuh? Ada rekan2 yang pernah? Toilet jongkok [spoiler] [/spoiler]Wastafel [spoiler] [/spoiler]Flusher [spoiler] [/spoiler]Selfie in the toilet on KA9 ![]() [spoiler] [/spoiler]Hadehh,, saya koq keliatan gemuk banget ya. Itu cuma acting gemuk aja koq sama sedikit efek tipuan kamera. #halah Tempat sampah [spoiler] [/spoiler]Saya sempat ke kereta 3. Saya perhatikan, sambungan antar keretanya koq sepertinya ada yang terlepas ya? Maksud saya, yang di bagian yang diinjak / dilintasi penumpang / kru. Kalo ada yang kurang hati-hati bisa terperosok lho. Bahaya! ![]() Sambungan kereta [spoiler] [/spoiler]Saya pun kembali ke seat. Sebelah lagi tidur nih. Pasang posisi, jeprett Tidur tidur tidur bobok bobok bobok [spoiler] [/spoiler]Saat itu di dalam kereta sedang ditayangkan film Souce Code. Sempat saya coba foto, tapi, malah TV nya reflektif.. Ga jelas deh.. Padahal scene yang saya foto itu pas scene di kereta. Cocok banget kan, film dalam KA nyajiin filem yang salah satu adegannya dilakukan dalam KA. Tayangan dalam KA, Source Code [spoiler] [/spoiler]TV terdekat di belakang, yang di depan terlalu jauh. Akhirnya tidak bisa dinikmati sarana hiburan tsb. Daripada bengong, browsing lagi. Tak lama, ada bunyi yang mengganggu. Rupanya ada prami yang kesulitan membuka pintu di kereta 2 ini. Maksudnya pintu yang memisahkan antara bordes dengan ruangan penumpang. Saya bantuin, Dan ternyata emang susah!! Berdua berusaha membuka pintu tsb, dan setelah berhasil, tangan saya terasa amat sakit. Prami tsb (2 orang) berjalan menuju ke kereta 1, untuk menawarkan sajian dalam KA. Pada akhirnya kedua prami tsb menghampiri saya. Prami pertama menawarkan, saya tolak secara halus. Tak lama datang prami kedua, saya tolak lagi, tapi dia cukup gigih. Saya katakan bahwa saya lebih memilih utk memesannya di restorasi. Dan dia tidak menyerah. Dia menawari saya untuk memesan melalui dia, sehingga saat saya ke restorasi, sudah disiapkan. Tentunya di waktu yang disepakati. Akhirnya saya memesan Indo*ie bakso dan A*ua botol 600cc. Saya berencana ke restorasi jam 11. Entah dalam perjalanan itu berapa kali saya menolong prami / kru lain buka pintu. Yah, rasa kemanusiaan aja sih. Mereka (prami) wanita, beberapa kali sambil membawa pesanan penumpang dengan 1 tangan, dan tangan lainnya mencoba membuka pintu yang utk membukanya susahnya minta ampun. Kebayangkan gimana repotnya? Makanannya bisa jatoh tuh. Makanya ane inisiatif bantuin mereka ![]() Karena pintunya emang error banget, maka ane memberi julukan pintu itu “Pintu Semprulâ€Â. Pintu Semprul ini berada di kereta 2 KA9 (K108416) yang lebih dekat dengan nomor kursi besar (12, 13). Sayangnya saya lupa foto penampakan pintu tsb. Saya perhatikan, di beberapa stasiun menjelang PWT ini, KA9 selalu masuk pelan-pelan. Saya kira bahkan mau BLB. Hal itu terjadi di Sumpiuh, Kroya, Kebasen, Notog. Bahkan saat di Sumpiuh, KA9 masuk stasiun, sudah nyaris berhenti, baru dikasih sinyal ijo dari PPKA. Ada apa ya? Waktu yang sempet saya catat : LS Kroya 22.16 LS Kebasen 22.26 LS Notog 22.32. Akhirnya pada pukul 22.44 KA9 masuk stasiun Purwokerto (telat 4 menit). Saya perhatikan, ada beberapa orang turun, dan ada beberapa juga yang naik. KA9 berangkat lagi pukul 22.53. Ngepasin Gapeka. Purwokerto (tulisan ga keliatan) [spoiler] [/spoiler]Lagi [spoiler] [/spoiler]Sepi aja [spoiler] [/spoiler]Penampakan [spoiler] [/spoiler]Foto di atas ini foto 2 orang kru. Sepertinya ini adalah masinis dan ass mass yang sebelumnya dinas KA9, setelah pergantian, mereka menuju mess masinis. CMIIW. Jalur 3 dst [spoiler] [/spoiler]Kereta tipe E [spoiler] [/spoiler]Ada yang bisa menjelaskan? Kalo ga salah kecepatan maksimal 100 km / jam dan berat kereta 40 ton ya? CMIIW Nah saya perhatikan, semua rangkaian KA9 ini pake gerbong / kereta tipe E. Ini kan kereta kelas Argo. Koq hanya diperbolehkan kecepatan maks 100km / jam? Lokomotif CC201,203,204,206 kan bisa lari dg kecepatan maks 120km/jam!? Ada yang bisa menjelaskan? Jam 22.53 KA9 berangkat dari jalur 2 Sta Purwokerto. Saya duduk lagi di seat. Mengisi waktu dengan browsing, penumpang sebelah masih terlelap. Tak lama kemudian, ada prami mau masuk kereta saya. Seperti biasa pasti kesulitan dong. Saya bantuin deh. Nah, akhirnya terjadilah peristiwa itu. Niatnya mau mbantuin orang, malah apes. Peristiwa apakah itu?
07-09-2014, 09:24 PM
kalo tipe kereta E itu setau saya max.kecepaatan 100 km/h persis seperti om bilang,dan setau saya juga setiap setelah PA tipe kereta ikut berubah dari F ke E,E ke D.
itu setau saya loh yamungkin ada yang lebih mengerti
08-09-2014, 08:54 AM
Ketumpahan makanan yg dibawa prami ya mas?
11-09-2014, 04:52 PM
13-09-2014, 08:34 AM
(This post was last modified: 13-09-2014, 08:37 AM by forever.agus.)
(07-09-2014, 09:24 PM)CC20606 Wrote: kalo tipe kereta E itu setau saya max.kecepaatan 100 km/h persis seperti om bilang,dan setau saya juga setiap setelah PA tipe kereta ikut berubah dari F ke E,E ke D. Seriusan tuh mas kalo setelah PA tipe kereta bakalan downgrade? ![]() Kalo udah berkali2 PA bisa jadi nanti kecepatan maks nya cuma 60km/jam aja dong, atau bahkan lebih kecil lagi... ![]() Btw makasih lho atas kunjungannya (11-09-2014, 04:52 PM)triez_RF Cirebon Wrote:(08-09-2014, 08:54 AM)yogisuryawan Wrote: Ketumpahan makanan yg dibawa prami ya mas? Bukan bukan.. Ayoo tebakk. Saya rencana mau ke restorasi jam 11 tapi kan saya ngobrol sama penumpang di sebelah, so lupa waktu deh.. BTW, ane ga ada foto praminya, adanya foto back side pas mereka apel sblm dinas. BTW, TR ane koq sepi amat pengunjungnya? Jadi ga semangat..
13-09-2014, 03:45 PM
Oke deh, biar tambah semangat aku pantau terus deh..
![]() Ditunggu kelanjutan TRnya..
13-09-2014, 09:25 PM
(This post was last modified: 13-09-2014, 09:45 PM by forever.agus.)
(13-09-2014, 03:45 PM)zae abjal Wrote: Oke deh, biar tambah semangat aku pantau terus deh.. Makasih lho mas atas kunjungannya ![]() =============================== Baik kita lanjut TR nya. Peristiwa apa yang terjadi yang membuat saya apes? 1. Ketumpahan makanan yang dibawa prami? Belum tepat. 2. Jatoh bareng prami? Hush, ngawur. Harapan terlalu tinggi. Kebanyakan nonton sinetron ya? Jadi, saat itu ada prami mau masuk kereta 2 dari kereta 3. Udah narik2, susah. Saya bantuin. Nah saat udah berhasil terbuka, saya malah kepeleset dan jatuh ke tempat bagasi yang ada di dekat toilet. Jadi bisa dibilang, saya berhasil ngebuka si pintu semprul. Tapi justru itu pintu tiba2 terbuka dengan cepat. Ane yang kaget malah kehilangan keseimbangan dan jatuh. Kebayang dong malunya. Praminya nolongin saya berdiri dan minta maaf serta mengucapkan terima kasih udah nolongin buka pintu. Nah saat sudah berdiri, jam tangan saya terlepas. Saya kaget, ternyata jam tangan saya (kulit) putus, dan ada bekas goresan di tangan kiri saya. Syukurnya tidak berdarah. Tapi lumayan perih kalo kena air. Jam tangan putus [spoiler] [/spoiler]Bekas goresan di tangan kiri [spoiler] [/spoiler]Saya perhatikan, jam tangan saya masih bisa diperbaiki. Dan saat penyusunan TR ini pun sudah dapat kembali saya gunakan. Agak malam, penumpang di sebelah seat saya terbangun. Sempet basa basi sebentar. Eh akhirnya malah kami kenalan dan ngobrol lama. Namanya *hris*ian, dia org asli Sragen. Tujuan Jakarta, rencana turun di Gambir. Dia bekerja di salah satu perusahaan migas yang punya konsesi gas di Kalimantan. Rupanya dia pegawai regular PJKA. Maksudnya, hampir tiap weekend, dia pulang ke Sragen, naik KA tentunya. Pulang Jum’at Kembali Ahad. Kalo buat drilling engineer perusahaan migas, tiap weekend menempuh Jakarta-Solo PP naik Argo mgkn bukan masalah berat. Anak istrinya di Sragen. *hris*ian tinggal di Depok. Rumah milik sendiri. Dia bercerita kalo sebelumnya anak istrinya dibawa ke Jakarta, tapi lama kelamaan tidak betah, karena di Jakarta (Jabotabek) selalu macet. Makanya anak – istrinya di Sragen saja. *hris*ian banyak bercerita tentang suka duka bekerja di sektor oil and gas. Agak lama kami mengobrol. Hingga dia memutuskan untuk mengakhirinya karena besok dia akan kembali bekerja. Okelah. Saat itu saya pamit untuk ke restorasi. Saat itu sudah sekitar jam 12 malam. Padahal saya rencana akan ke restorasi jam 11 malam. Restorasi / kereta makan terletak di 3 kereta di belakang kereta saya. Di kereta restorasi, ada KP, polsuska, dan beberapa kru restorasi sedang berbincang-bincang maupun baca Koran. Ada muka yang familiar. Siapa dia? KP KA9 ternyata KP yang sama saat saya naik KA134 Menoreh tgl 19 Agustus. KP itulah yang sempat mencoba aplikasi QR Code di gadgetnya dengan meminjam tiket KA134 saya. Sembari menantikan pesanan saya disiapkan, saya pindah ke meja KP tersebut. Dia agak kaget ketika saya ingatkan bahwa dia sempat meminjam tiket KA 134 saya untuk mencoba aplikasi pemeriksa QR Code di gadgetnya. Akhirnya kami ngobrol ngalor ngidul. Nama KP tsb adalah *ajar A*ri*anto. Dia cerita bahwa tugas KP adalah mengawal perjalanan KA. Kalo kereta BLB harus diketahui penyebabnya, memastikan keamanan perjalanan KA. Sebenarnya saya juga menanyakan pola kerja-libur nya dia, tapi saya lupa. Dia sudah bekerja di Kereta Api sejak tahun 2005. Sudah 9 tahun ya. Mantab. ![]() Sambil ngobrol, saya juga menanyakan, kenapa sih kecepatan KA sekarang koq terbatas? Selama naik KA9 (maupun saat saya naik KA 134), sepertinya kecepatannya tidak pernah lewat 100 km/jam. Kata KP tersebut, sekaligus untuk menjawab pertanyaan mas Radityagajayana, ternyata kecepatan KA dibatasi maks 95km / jam!! Waw, kaget juga. Dia juga cerita, kalo dulu sempat diijinkan untuk hajar taspat untuk mengejar (mengurangi) keterlambatan, tetapi saat ini manajemen fokusnya untuk keselamatan perjalanan KA. Hmmm begitu ya.. Setelah mendengar penjelasan dari KP tsb, saya sudah tidak bersemangat lagi untuk ngecek, berapa kecepatan KA yg saat itu saya naiki. Mengapa? Males aja. Pengennya ngebut, gas poll, malah jalan biasa aja. Kecewa sih mendengarnya. Omong2 soal taspat, dia juga cerita tentang masinis yang dipecat karena melanggar taspat dan sialnya, kereta yang dikemudikan mengalami PLH. Wah, tegas juga ya manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sekarang. KP tersebut juga menceritakan suka duka menjalani pekerjaannya. Mungkin jika suatu hari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mau buka ‘magang’ untuk jadi kru KA, pasti banyak RF yang ngajuin diri ya? KP tersebut juga menceritakan bahwa tadi KA9 sempat BLB di tengah sawah. Saya juga tau sih, saat itu saya sedang ngobrol dengan penumpang sebelah seat saya. Dia bercerita bahwa masinis memutuskan untuk BLB karena melihat ada kebakaran / pembakaran lahan yang sangat dekat dengan lintasan KA, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan KA. BLB tsb dilaporkan ke stasiun terdekat. Dan setelah masinis dapat memperhitungkan bahwa tidak membahayakan perjalanan KA, masinis melanjutkan perjalanan KA. Saat BLB tsb, KP mengamati dari belakang, dan memastikan tidak adanya gangguan thd KA. KP tersebut dinas KP KA9 sejak dari PWT. Sebelumnya dia dinas KA Bengawan TPK-PWT. Dia juga bercerita bahwa banyak penumpang berangkat dari Solo turun di YK atau PWT. Dan bahkan, banyak yang naik KA9 dari CN. Padahal itu bisa dibilang tengah malem lho. Dan karena dia bertugas memeriksa tiket penumpang, katanya bahkan sering ada kursi yang sampai didatangi 3 kali, karena dalam 1 perjalanan ada penumpang turun naik, misal naik dari Solo Balapan, turun YK. Trus yang naik dari YK turun di CN. Yg naik dari CN sampe Jkt. Yah, something like that lah.. Mas *ajar A*ri*anto bercerita bahwa KA9 itu KA jagoan. Menang silang terus. Bahkan menang silang dari KA8 dan nanti akan menyusul Taksaka Malam dari YK di BKS. Waw kereenn. Saat kami mulai ngobrol, posisi KA9 di sekitar daerah Ciledug. Dan KA9 sudah semakin mendekati CNP. LS CNP 00.55 Masuk CN 00.59 Menjelang KA 9 masuk CN, Sang KP pamit, untuk bertugas mengawal KA9. Sampai disitulah perjumpaan kami. Sepeninggal KP, saya melanjutkan makanan saya sampai habis. Kemudian baca Koran sebentar. Saat KA 9 berangkat dari CN, KP tersebut blm kembali. Dia sempat lewat restorasi, tapi jalan terus karena harus memeriksa rangkaian KA9, termasuk memeriksa tiket penumpang yg naik dari CN. KA 9 berangkat dari CN jam 01.04. Telat 9 menit. Sisa2 mie bakso [spoiler] [/spoiler]Karena KP tak jua kembali, maka saya segera bayar pesanan saya dan kembali ke seat saya di kereta 2. Sampai kereta 2, saya mendapati bahwa paket selimut yang ada di kursi saya sudah tidak ada, dan dijadikan ganjelan di pintu semprul. Ya sudahlah, mata saya pun sudah sepet. Dingin sih AC nya, ga ada selimut, tapi saya pake jaket. Ya sudahlah. Markidur. Mari kita tidur. |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|