Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
(26-08-2014, 07:07 PM)panji084 Wrote:
(26-08-2014, 06:55 PM)ady_mcady Wrote: ^^

Quote:Cilacap - Tiga remaja mengalami nasib nahas. Mereka tewas setelah tertabrak kereta barang. Diduga, ketiganya tidak mendengar deru kereta saat bersantai di rel.

Peristiwa itu terjadi di lintasan Cilacap-Maos, tepatnya di Dusun Kedungdumung, Desa Kalisabuk, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (26/8/2014) sekitar pukul 03.00 WIB. KA barang pengangkut semen Holcim melintas dan menabrak ketiga korban...

lha ini ngapain jam 3 pagi muda-mudi pada duduk2 di rel? kayak kurang kerjaan saja mengundang maut..

daripada keluyuran, jam 3 pagi itu mending makan krabby patty saja... Big Grin

Paling juga mabok mas... game over deh..
Orang waras liat lampu lok yg mentereng jg pasti dah minggir....

Ternyata ketiduran, ga disebutkan karena mabuk atau bukan

Berita:
[spoiler]
Tiga Remaja Tewas Terlindas KA setelah Tertidur di Rel

Tiga remaja tewas setelah tertabrak kereta api (KA) di jalur KA Cilacap-Maos. Ketiganya diduga tertidur di rel aktif sehingga tidak mendengar datangnya KA.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop V Purwokerto, Surono mengatakan, tiga remaja yang terdiri dari dua pria dan seorang wanita tewas tertabrak kereta api angkutan semen nomor 2728. Kejadian mengenaskan tersebut terjadi Selasa (26/8/2014) dinihari di jalur rel Cilacap- Maos, km 5+3 antara stasiun Karangkandri- Kasugihan sekitar pukul 02.50.
"Saat itu KA barang yang mengangkut semen Holcim dari Karangtalun dengan tujuan Cirebon Prujakan yang sedang melintas, menabrak 3 orang yang sedang tiduran di jalur rel KA, sehingga ketiganya meninggal dunia seketika. Kemungkinan awalnya mereka tiduran di rel namun lama- lama terlelap, sehingga saat ada KA melintas tidak mendengar dan tertabrak," jelas Surono dalam siaran persnya, Selasa sore.
Ketiga korban meninggal dunia tersebut adalah Mohamad Moehijal (17) alamat Desa Kalisabuk RT 7/14, Adam bin Yatino (17) alamat Desa Kuripan Induk RT 4/6, dan Novi Anggi Kristianisa (16) perempuan alamat Jl Mangga RT 2/15 Desa Maos Lor.
KA pengangkut semen Holcim tersebut saat itu membawa 15 gerbong isi semen dalam perjalanan dari Karangtalun menuju Cirebon Prujakan. KA barang ini ditarik lok CC 20657 diawaki oleh masinis Suparman dan asistennya Asep S dari UPT crew KA Kroya.
Surono menegaskan, kejadian mengenaskan seperti ini mestinya tidak perlu terjadi jika saja masyarakat mau mematuhi undang- undang dan tidak seenaknya menggunakan jalur KA untuk melakukan aktivitas, baik berjalan, bermain ataupun aktivitas yang lain.
Sesuai Undang- undang nomor 23 tahun 2007 Tentang Perkeretaapian, pasal 38, area selebar 6 meter dari rel KA ke sebelah kanan dan kiri sepanjang jalur rel kereta api adalah merupakan Ruang Manfaat Jalur KA (Rumaja) yang tertutup untuk umum. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di area yang hanya diperuntukan guna keperluan pengoperasian KA ini.
"Rumaja adalah area tertutup untuk umum. Masyarakat dilarang melakukan aktifitas apapun dalam area ini. Setiap orang yang berada dalam area rumaja ini bahkan sudah bisa dikenakan pidana penjara atau denda," kata Surono lagi.
Diatur oleh pasal 199 UU 23 Tahun 2007, setiap orang yang berada di ruang manfaat jalur KA, menyeret barang diatas atau melintasi jalur KA tanpa hak, dipidana penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp.15 juta. (Tribunjogja.com)
[/spoiler]

Klo ga salah, diantara petak sta.Karangkandri-sta.Kesugihan ada tikungan. Bisa saja jadi ga liat lampu lok, apalagi ketiduran. Tapi teteup, jangan melakukan aktifitas diatas rel apalagi tidur Curiga Baget
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
(27-08-2014, 09:42 AM)Ardhani Muhad Wrote: Berita:
[spoiler]
Edited.
[/spoiler]

Klo ga salah, diantara petak sta.Karangkandri-sta.Kesugihan ada tikungan. Bisa saja jadi ga liat lampu lok, apalagi ketiduran. Tapi teteup, jangan melakukan aktifitas diatas rel apalagi tidur Curiga Baget
Semoga buat pelajaran untuk masyarakat yang tinggal di sisi rel. Sedih
anak remaja di usia 17 tahun terkadang pemikirannya masih sangat labil dan masih butuh bimbingan dari orang yang lebih tua. Sakit

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
^^ ....
Di petak TG-PPK dah berulang kali kejadian seperti itu Heran

Tegal – Bagi anda yang tinggal di dekat rel kereta (KA), jangan pernah mencoba menantang nyawa anda dengan bermain didekat rel apalagi sambil tidur. Di Tegal, Jawa Tengah seorang pria terlindas kereta BBM dari Maos Cilacap tujuan Depot Pertamina Stasiun Tegal.

Info

=======

Nah, itu remaja yang tidur dini hari di rel KA ngapain yah ?? nungguin bintang jatuh ? Ngikik
Jam segitu tidur di ranjang kan enak
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
twitter : @zulfahmiID
Reply
"Sumber Berita"

[Spoiler=
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Diminta Pro Rakyat

TEGAL – Rencana penggusuran warga RT 7, RT 8/RW III Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, yang akan dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), kembali menuai beragam komentar dari para wakil rakyat.]

Anggota DPRD Kota Tegal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sutari SH mengatakan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) diminta agar mengeluarkan kebijakan atau keputusan yang berpihak pada rakyat. “Kami minta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat yang di situ. Yang saya lihat, dengan ganti rugi bangunan permanen sebesar Rp250 ribu dan untuk yang semi permanen Rp200 ribu, itu belum berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Sutari mengemukakan, adalah benar bahwa tanah yang ditempati oleh warga merupakan aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Akan tetapi, kata dia, meskipun mereka Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Tegal, kebijakannya tidak bisa dikerjakan serta merta tanpa melibatkan Pemerintah Kota Tegal. “Kebijakan tidak bisa serta merta, tanpa berkoordinasi dengan kebijakan Pemerintah Kota Tegal. Jangan sampai ini merugikan masyarakat. Pemerintah Kota Tegal juga harus pro aktif dengan masalah ini,” terangnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tegal, Rachmat Raharjo SE mengatakan, sebagai bentuk saling menghargai, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak boleh asal menggusur warga begitu saja. “Harus ada pembicaraan tripartit, yakni PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Pemerintah Kota Tegal, dan DPRD Kota Tegal,” kata dia, (29/8).

Rachmat mengingatkan, ketiga institusi tersebut merupakan alat pembangunan yang memiliki visi sama, yakni membuat masyarakat makmur dan sejahtera. Oleh karena itu, sambung dia, jangan sampai ada satu pihak (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) mengambil langkah secara mandiri tanpa melibatkan Pemkot dan DPRD, bila langkah tersebut berdampak serius bagi warga masyarakat Kota Tegal.

“Langkah penataan aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah amanat negara, namun perlu diingat juga bahwa tujuan akhir dari semua agenda adalah pembangunan rakyat. Maka hati-hati melangkah, diskusikan secara serius untuk mencari solusi yang terbaik,” jelasnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Tegal dari Partai Kebangkitan Bangsa Hary Budiman mengatakan, jika bisa, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merelokasi warga dengan biaya relokasi yang pantas. “Kalau bisa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merelokasi warga yang terkena penggusuran.

Bisa di tanah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yang memang tidak dipakai atau di tempat lain yang tidak dimanfaatkan sebagai rumah tinggal sementara. Apabila memberikan ganti rugi, ya harus dengan biaya yang semestinya dan pantas, supaya tidak menimbulkan gejolak,” tegasnya.


Sumber

[/Spoiler]


"Sumber Berita"

[Spoiler=
Rencana Pembangunan Ruang Publik
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Tak Perlu Intimidasi Warga
]

TEGAL - Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop IV Semarang, Suprapto menegaskan, pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak perlu mengintimidasi warga. Sebab, tanah yang digunakan warga merupakan tanah negara yang diamanahkan kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Hal itu ditegaskannya kemarin sehubungan kabar warga di wilayah RT 7 dan RT 8 RW III Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur diintimidasi oleh oknum yang mengatasnamakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ratusan warga di wilayah RT 7 dan RT 8 RW III Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur atau tepatnya di belakang bekas Kantor Birao/SCS akan digusur, karena lahan tersebut akan dibangun ruang publik. Oleh karena itu, Suprapto menambahkan, apabila lahan tersebut akan digunakan dan warga berkeberatan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tentunya akan menempuh langkah-langkah penegakkan hukum.

''Hal itu dilakukan apabila warga tidak mau membongkar bangunannya secara sukarela dengan imbalan mendapatkan uang ganti bongkar dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero),'' ucapnya. Menurut dia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan melaksanakan proses penertiban di kawasan area wilayah yang dihuni warga di kedua wilayah RT tersebut dalam rangka pembangunan fasilitas publik.

Untuk itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan biaya ganti pembongkaran dengan besaran sesuai Surat Keputusan (SK) Direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Yakni, untuk bangunan permanen Rp 250.000/m dan semi permanen Rp 200.000/m. ''Kegiatan tersebut akan kami laksanakan setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak,'' ucapnya.
Dia menjelaskan, sesuai rencana lahan di belakang bekas Kantor Birao itu akan dibuat ruang publik. Misalnya, di depan bekas Gedung SCS akan digunakan untuk keindahan dan sarana jalan kaki. Sedangkan, dia menambahkan, kawasan yang ditertibkan akan dipakai sebagai sarana pendukung bagi pengembangan bangunan SCS seperti Gedung Lawang Sewu di Semarang, sehingga Tegal memiliki tempat wisata bersejarah. Tentang rencana untuk hotel berbintang, kata Suprapto, untuk saat ini hanya digunakan sebagai pendukung area publik bagi museum wisata gedung SCS.

Bekas Lapangan
Sementara itu Ketua DPRD Sementara, Edy S menyarankan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) seharusnya memprioritaskan pembangunan di lahan bekas lapangan PJKA yang selama ini tak digunakan. Sebab, sebelumnya lahan lapangan yang berada di dekat Stasiun Tegal pernah direncanakan untuk tempat parkir dan pasar bagi para pedagang yang menempati Taman Poci. Menurut dia, langkah tersebut dinilai lebih tepat dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merelokasi ratusan warga. "Sampai sekarang rencana awal yang sebelumnya lahan lapangan PJKA akan digunakan untuk tempat parkir dan pasar, justru tidak ada kejelasan. Padahal, saat itu sudah dibahas dengan Pemkot dan DPRD Kota Tegal, " katanya.

Dikatakannya, pada dasarnya lembaga PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dibentuk oleh pemerintah pusat untuk ditugaskan menangani masalah perkeretaapian.

Sedangkan, untuk pengembangan aset merupakan tugas instansi lain. Oleh karena itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) diminta menghentikan aktivtas apa pun selama belum ada koordinasi dengan Pemkot Tegal dan DPRD. "Hingga kini belum ada pihak dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang memberikan penjelasan secara rinci tentang keperuntukan lahan yang selama ini dihuni warga di RT 7 RT 8 RW III," tegasnya.

Edy juga menyatakan, warga yang menempati lahan tersebut selama ini juga sudah membayar PBB. Oleh karena itu, pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada masyarakat. Selain itu, mencarikan solusi yang tepat agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Sedangkan anggota DPRD, Sisdiono Ahmad menambahkan, Pemkot harus memberikan solusi yang tepat. Sebelum ada lokasi yang jelas untuk penempatan warga yang akan direlokasi, maka pihaknya meminta agar pembokaran rumah warga tidak dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Selain itu, juga harus ada kepastian tentang tempat tinggal baru dan pembayaran ganti untung


Sumber

[/Spoiler]


Semoga masalahnya dapat terselesaikan dengan baik Xie Xie
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
"Sumber Berita"

[Spoiler=
Asyik Duduk-duduk di Rel KA, 3 Santri Tewas Tersambar KA
Heran
PEKALONGAN - Tiga anak Panti Asuhan di Pekalongan, Jawa Tengah tewas secara bersamaan tersambar kereta api barang di perlintasan Kereta Api (KA) Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Senin (1/9/2014).]

Ketiganya diduga tidak mendengar ada kereta yang akan melintas karena sedang asyik bermain dan mendengarkan music box dari handphone. Tiga mayat siswa naas itu sempat menjadi tontonan warga sebelum akhirnya dievakuasi oleh anggota Satlantas Polres Pekalongan dibantu anggota Polsek setempat.

Para korban merupakan penghuni Panti Asuhan Attaqwa Wiradesa yang juga merupakan siswa SMA di Kabupaten Pekalongan. Mereka tewas tersambar kereta api barang yang melintas dari arah Jakarta.

Sebelum kecelakaan terjadi, mereka sedang asik bergurau sambil bermain handphone dan mendengarkan mp3 dari music box handphone. Diduga mereka tidak mendengar adanya kereta yang melintas dari arah barat. Kereta dengan kecepatan tinggi itu langsung menambrak ketiga pemuda tersebut dan jatuh dari atas rel langsung tewas di tempat kejadian. Tubuh mereka terpental di sekitar lokasi.
Kasatreskrim Pekalongan, AKP Sukirwanta, menyebutkan, tiga pelajar itu adalah Nasrul Solihin dan Santoso, merupakan warga Kabupaten Pemalang sedangkan satu orang lagi Sobirin warga Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Kejadian pertama kali di ketahui oleh seorang warga setempat yang baru saja pulang mengantar anaknya sekolah. “Saat berangkat dia melihat tiga orang tengah nongkrong di atas rel, namun saat pulang dia mendapati tiga orang tersebut sudah tewas dan jatuh di semak. Melihat hal tersebut warga langsung melaporkan kepada pihak desa yang selanjutnya di teruskan ke Mapolsek Wiradesa,” katanya.


Sumber


[/Spoiler]

UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Serasa de javu ama berita yg 1 ini....

Dua Pria dan Satu Wanita Tidur di Rel Tewas Dilindas Kereta
TRIBUNnews.com – Sel, 26 Agu 2014
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho

TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - 3 remaja yang tewas tertabrak kereta api barang di jalur perlintasan KM 3-4 Dusun Kedungdemung, Cilacap, Jawa Tengah terdiri dari 2 pria dan 1 wanita. Mereka yaitu Moehijal, laki laki, (17) warga Desa Kalisabuk RT 07 / 14, Adam, laki-laki, (17) warga Dusun Sumurgemuling RT 04 / 06 Dusun Kuripan induk dan Novi Anggi Kristianisa, perempuan, (16) warga Jalan Mangga RT 2/15 Desa Maos Lor. "Ketiga orang tersebut meninggal dunia setelah tertabrak KA barang yang melintas dari arah Cilacap yang berada di jalur lintasan KA di KM 3-4 Dusun Kedungdemung Desa Kalisabuk tadi pagi,"ujar AKP Malik Fahrin Husnul Aqif Kasatreskrim Polres Cilacap, Selasa (26/8/2014).

Ketiga remaja tersebut, sebelu tertabrak sempat duduk di rel kereta api. Diduga karena tak mendengar ada kereta melintas, akhrinya mereka tertabrak dan terseret beberapa meter. Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Wilayah Purwokerto, Surono membenarkan bahwa KA barang pengangkut semen menabrak 3 orang yang diduga akibat tertidur di jalur rel tersebut. "Laporan yang saya terima dari masinis, kejadian Selasa (26/8) dinihari se-kitar pukul 02.50 di jalur rel Cilacap - Maos antara stasiun Karangkandri - Kasugihan (Cilacap),"kata Surono.

Saat itu, kata dia, KA barang yang mengangkut semen Holcim dari Karangtalun dengan tujuan Cirebon Pru-jakan yang sedang melintas, menabrak 3 orang yang sedang tiduran di jalur rel KA sehingga ketiganya meninggal dunia seketika. (*)

Sumber :
https://id.berita.yahoo.com/dua-pria-dan...31525.html

Sama persis soalnya.... cuma beda lokasi aja nan jauh di propinsi yg sama...

Reply
Kisah nenek Masmatum, 30 tahun jaga perlintasan tanpa palang

MERDEKA.COM. Masmatum, seorang nenek 70 tahun secara sukarela menjaga perlintas kereta api tanpa palang pintu di Kampung Kemang, Kecamatan Cipocok, Kota Serang. Seharusnya perempuan berusia senja itu tak pantas melakukan kegiatan tersebut.

Fisik Maspatum tidak bugar. Sudah tiga puluh tahun lebih, semenjak dirinya menggunakan sebidang tanah milik PT Kereta Api Indonesia untuk membangun rumah bersama keluarganya, Maspatum menjalankan hari-harinya seperti itu.

Aktivitasnya menjaga perlintasan kerata api tak berpalang sebagai bentuk terima kasih kepada pemerintah yang telah mengizinkannya membangun rumah tepat di samping perlintasan kereta api.

"Secara sukarela sudah lebih dari tiga puluh tahun, karena pemerintah sudah baik ngasih saya bangun rumah di tanah ini. Jadi saya membalas kebaikan pemerintah dengan cara seperti ini," ujar Maspatum, yang di temui di sela-sela aktivitasnya menjaga pintu perlintasan kereta api.

Selama menjaga pintu perlintasan kereta, Maspatum mengaku melakukannya secara ikhlas tanpa mengharapkan bayaran dari pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ataupun dari pengendara.

"Sama sekali enggak minta uang ke siapa pun, ikhlas ngelakuinnya. Kalau ada yang ngasih ya diterima alhamdullilah. Kalau enggak ada, ya ga mau minta," katanya.

Tubuh rentanya tak menghalangi niat tulusnya untuk menjaga perlintasan. Dalam sehari lebih dari 6 kereta penumpang termasuk kereta batu bara melintas di perlintasan tersebut. Melakukan kegiatannya Maspatum tak mengenal siang ataupun malam, hingga jadwal kereta melintas pun dia sudah hafal.

"Jadwal kereta sudah hafal, jadi kalau kereta sudah dekat saya lari dari dalam (rumah) sambil teriak berhentiin mobil sama motor yang mau lewat," tandasnya.

Sumber: https://id.berita.yahoo.com/kisah-nenek-...34834.html
Reply
^^ ... nambah videonya gan,
Seorang nenek berusia 70 tahun menjaga perlintasan Kereta Api secara sukarela Heran
▶ YouTube
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)