Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mulai 15 Agustus 2014, Loket Stasiun Tidak Melayani Pemesanan Tiket KA
#1
Sad 
Yups, kebijakan mengejutkan kembali dilontarkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Mulai tanggal 15 Agustus 2014, loket Stasiun Kereta Api tidak lagi melayani pemesanan tiket Kereta Api.
Hanya melayani :
Tiket Kereta Api go show
Tiket Kereta Api reduksi (Lansia, Veteran, PWRI, TNI/POLRI, Wartawan, & Korpri)


Pemesanan dilakukan di seluruh agen resmi KAI dan channel eksternal yang berkerjasama.

[Image: qrgro0.jpg]
Heran
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#2
untuk reservasi h-30 utk kereta lokal gmana kbarnya,dibatalkankah kebijakannya,mungkin mas kentang atau mas pandji bisa bantu jawab,thx.
Reply
#3
"tiket di agen dijamin harga sama aja"

itu artinya gimana? gak ada biaya administrasi maksudnya?
Lok Merah Biru ayo naik kereta api!!!
Reply
#4
(15-05-2014, 09:00 PM)krakozhia Wrote: "tiket di agen dijamin harga sama aja"

itu artinya gimana? gak ada biaya administrasi maksudnya?

nggak yakin juga nih harga sama... moso agen nggak mau dapet "jasa agen" ? tapi who knows aja ...
dan lagi semoga kejadian di agen resmi yang susah mengakses server kai nggak terulang jika dalam waktu bersamaan server kai diakses banyak calon penumpang/agen resmi seperti halnya masa lebaran
Reply
#5
Setahu saja untuk pemesanan tiket KA di agen (termasuk minimarket, PPOB, ,,,) ada bea admin (biaya tambahan).
Untuk pemesanan struk tiket di minimarket kena admin Rp.6500,-
Hitung...HitungGak Punya Uang

Dan sepertinya ada perubahan jadwal untuk GAPEKA 2014 pada Juni mendatang

[Image: 35byzcy.jpg]
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#6
Agak kontra saya dengan kebijakan ini..
Karena kalau pesan di stasiun enak, ga kena biaya admin, dan gak antri2 amat (buat yang domisili di sby, hindari SGU kalau ga mau antri panjang) dan yang paling penting, kalau pergi rame2 ga pisah tempat duduk.. Lumayan 7500 per tiket bisa dihemat buat beli nasi bungkus.
Ngeledek
Reply
#7
(15-05-2014, 11:27 PM)ma2d_iwag Wrote: Agak kontra saya dengan kebijakan ini..
Karena kalau pesan di stasiun enak, ga kena biaya admin, dan gak antri2 amat (buat yang domisili di sby, hindari SGU kalau ga mau antri panjang).. Lumayan 7500 per tiket bisa dihemat buat beli nasi bungkus.
Ngeledek
Setuju,saya juga agak kontra sama kebijakan ini. Baru aja menikmati di BOO bisa pesen tiket KA JJ,eh belum juga setahun udah gak bisa lagiBethe lagian kalo pesen tiket di BOO(PLG) jarang antri,kalo antri juga gak panjang dan itupun pas masa pemesanan tiket lebaran ajaNgeledek
Sosmed sayaBig Grin
Facebook
Line:Luthfi20606
Instagram:Luthfi_20606

Ingin menjadi insan yang lebih baikWek


Reply
#8
Kurang sreg kalau naik Kereta Api tetapi tidak beli karcis di loket Stasiun.
Beli tiket di Stasiun sekalian melihat SEPUR.
Dan cari pemandangan PlayboyPlayboy
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#9
(15-05-2014, 11:27 PM)ma2d_iwag Wrote: Agak kontra saya dengan kebijakan ini..
Karena kalau pesan di stasiun enak, ga kena biaya admin, dan gak antri2 amat (buat yang domisili di sby, hindari SGU kalau ga mau antri panjang) dan yang paling penting, kalau pergi rame2 ga pisah tempat duduk.. Lumayan 7500 per tiket bisa dihemat buat beli nasi bungkus.
Ngeledek

Sini...sini om tak cetakin SGU - LPN PP... Hot seat menanti.... (kursi B pasundan) Ngakak
Hindari SGU kalo gak pengen diJudesin petugas loket... Eh iya lupa...

Beli go show aja wag kalo seat masih tersedia.. bisa hemat 7500 buat prameks LPN - YK..

Paling pinter om john ini kalo cari untung.. Lama2 nih ntar meals di reska bisa order online juga pas booking tiket kayak air asia Xie Xie
Reply
#10
Kebijakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan pembelian tiket lebaran secara online menuai kritik. Sistem ini dianggap menguntungkan agen-agen besar.
Heran
Paguyuban Masyarakat Pengguna Kereta Api (PMPKA) mengungkapkan dugaan tersebut dalam poin pernyataan sikapnya menyikapi kejanggalan dalam pembelian tiket kereta api untuk perjalanan Lebaran 2014, Juli mendatang. PMPKA menduga, di balik perubahan sistem pemesanan dan pembelian tiket kereta api yang disebut memudahkan masyarakat, faktanya justru terjadi sebaliknya. Banyak masyarakat yang justru susah mendapatkan tiket.

"Pembelian tiket menggunakan metode online banyak di untungkan oleh para agen-agen besar tiket KA," tulis Pengurus PMPKA, Stefanus D Widiyanto.

Menurut PMPKA, mengapa agen besar diuntungkan? Ini karena agen-agen besar tiket kereta api tersebut pastinya memiliki akses koneksi internet dengan kecepatan tinggi dalam melakukan block system.

"Sedangkan belum semua masyarakat Indonesia bisa terakses dengan koneksi internet. Jika dibandingkan di tahun-tahun sebelumnya walaupun masyarakat antri diloket sepanjang apapun masyrakat masih bisa mendapatkan tiket," tulis PMPKA lagi.

Akibat kalah dalam kecepatan internet, pembelian tiket kereta api dengan sistem online pun dianggap merugikan. Dari pengalaman para pemburu tiket online kereta api, mereka kerapkali mengalami gagal pembelian.

"Ketika posisi jam 01.10 WIB saya mencoba booking satu tiket ekonomi, tapi lama loadingnya, belum sampai mengetik nama penumpang, muncul pesan "Kursi sudah habis, silahkan ulangi pencarian!". Posisi jam 00.11 WIB (saya refresh kembali.. dan tampilan error.. saya refresh lagi baru muncul seperti tampila semula, mulai memilih tanggal, dan jurusan perjalanan). Posisi jam 00.15 WIB saya coba melakukan pemesanan lagi, cukup lama prosesnya karena harus menunggu loading yg agak lama, bisa mengisi sampai tahapan memilih kursi, tapi ketika akan melakukan langkah terakhir, ternyata tiket sudah habis.. dan gagal lagi," tulis salah satu anggota komunitas ini.

BetheBethe

Dikutip dari TribunNews
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)