Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(18-03-2014, 09:23 PM)ferial Wrote: maaf mau nanya, dah lama ga apdet berita.
denger2 mau ada cashback ya buat pembelian tiket eko panas dengan harga lama untuk keberangkatan 1 April dst.
ada yg tau prosedurnya ga?
Mungkin maksudnya K3 AC Split kali? Kalo istilah eko panas kayaknya udah gak pas lagi dipake, soalnya K3 Ekspres pada pake AC Split semua. Nah kalo masalah itu mungkin tekait tarif baru K3 split yg diberi PSO, jadi wajar kalo bakal diberi cashback. Untuk prosedurnya, coba aja tanya ke CS stasiun terdekat, atawa hubungi call center 121, atau coba email ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) buat kejelasannya, thx...
Posts: 1
Threads: 0
Joined: Apr 2014
Reputation:
0
dulu kereta "merakyat" tapi tidak "manusiawi". gerbong penuh penumpang plus pedagang hilir mudik, toiletpun di "diami" orang hingga tidak bisa dipakai
Posts: 2,236
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
14
- edited -
maap, salah posting
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .
Posts: 779
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
5
Posts: 121
Threads: 0
Joined: Sep 2014
Reputation:
2
04-10-2014, 09:08 PM
(This post was last modified: 04-10-2014, 09:22 PM by pws1996.)
mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil
mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil
Posts: 394
Threads: 0
Joined: Jul 2014
Reputation:
1
(04-10-2014, 09:08 PM)pws1996 Wrote: mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil
mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil
tapi Pak Ijo punya alasan kan buat itu semua .
Posts: 82
Threads: 0
Joined: Sep 2014
Reputation:
1
06-10-2014, 12:58 PM
(This post was last modified: 06-10-2014, 01:00 PM by wahyu_4604_pjl64.)
(04-10-2014, 09:08 PM)pws1996 Wrote: mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil
mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil
Pak jonan pasti ada alasan,
kalo akang pernah naik turun dari KA ekonomi subsidi di SGU/SBI. pasti akang tau alasannya
banyak penumpang Ekonomi subsidi yang naik taksi di sekitaran stasiun
sekarang dipiir, naik taksi yang jarak dekat dan tarifnya hampir sama kayak JAK-SB via GBMS PSO aja bisa, kenpa naik bisnis/eksa gak mau, padalan KA Ekonomi PSO saarannya adalah orang-orang kelas ekonomi menegah kebawah yang naik turun dianter saudara
diliat sekarang juga, namanya ajah udah PT . meskipun BUMN, KAI pun gak mau rugi banyak ataupun untung yang dibawah target, mereka pasti punya sasaran penghasilan tertentu, makanya dicabut PSO meskipun tarif segitu, pasti ada ajah peningkatan pelayanan kedepan. PSO KA Jarak jauh/menengah diatur di Pemerintah pusat, sedangkan PSO KA LOKAL diatur oleh Pemda setempat
jadiii, berbahagialah meskipun subsidi KA Jarak jauh dicabut, sementara KA lokal tetep pada tarifnya, syukur-syukur jadi turun  ataupun nambah rangkaian
(22-04-2014, 04:58 PM)agunx.perakhalida Wrote: dulu kereta "merakyat" tapi tidak "manusiawi". gerbong penuh penumpang plus pedagang hilir mudik, toiletpun di "diami" orang hingga tidak bisa dipakai
sekarang manusiawi tapi kurang merakyat harganya
SALAM Railfans 4604+12M_PJL64
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
Kalo mau merakyat & manusiawi, ngemis PSO dulu tuh ke Kemenhub :p
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
kemungkinan penumpang k3 yang keberatan bakal pindah moda ke bus. tapi kalo nanti bbm subsidi jadi naik sampai 3000 per liter, gak jamin apakah tiket bus tetap.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(06-10-2014, 12:58 PM)wahyu_4604_pjl64 Wrote: (04-10-2014, 09:08 PM)pws1996 Wrote: mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil
mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil
Pak jonan pasti ada alasan,
kalo akang pernah naik turun dari KA ekonomi subsidi di SGU/SBI. pasti akang tau alasannya
banyak penumpang Ekonomi subsidi yang naik taksi di sekitaran stasiun
sekarang dipiir, naik taksi yang jarak dekat dan tarifnya hampir sama kayak JAK-SB via GBMS PSO aja bisa, kenpa naik bisnis/eksa gak mau, padalan KA Ekonomi PSO saarannya adalah orang-orang kelas ekonomi menegah kebawah yang naik turun dianter saudara 
diliat sekarang juga, namanya ajah udah PT . meskipun BUMN, KAI pun gak mau rugi banyak ataupun untung yang dibawah target, mereka pasti punya sasaran penghasilan tertentu, makanya dicabut PSO meskipun tarif segitu, pasti ada ajah peningkatan pelayanan kedepan. PSO KA Jarak jauh/menengah diatur di Pemerintah pusat, sedangkan PSO KA LOKAL diatur oleh Pemda setempat
jadiii, berbahagialah meskipun subsidi KA Jarak jauh dicabut, sementara KA lokal tetep pada tarifnya, syukur-syukur jadi turun ataupun nambah rangkaian
(22-04-2014, 04:58 PM)agunx.perakhalida Wrote: dulu kereta "merakyat" tapi tidak "manusiawi". gerbong penuh penumpang plus pedagang hilir mudik, toiletpun di "diami" orang hingga tidak bisa dipakai
sekarang manusiawi tapi kurang merakyat harganya 
Lagi-lagi analogi ajaib ...
Orang kere identik dengan ojek dan angkot gitu? Nah gimana kalau kasusnya ternyata itu bawa barang banyak atau keluarga penuh, di jam kedatangan yang kurang waras? Malah taksi adalah pilihan paling rasional daripada yang lainnya. Taksi itu kendaraan orang yang pintar mengelola benefit and cost, jadi gak perlu jadi kaya untuk bisa naik taksi...
Pernah naik taksi atau tau cara ngitung tarifnya taksi ndak mas? Sering terjadi yang ada jatohnya tarif taksi itu lebih murah daripada ojek atau becak, atau ngangkot sekeluarga dan oper-oper hingga tempat tujuan. Sudah prinsip manusia mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat dan biaya.
Kalau masih pengen PSO sangat tepat sasaran dan tidak jadi rebutan semua kalangan ya jangan jual secara online, yang mau beli harus ke loket tunjukkan surat keterangan tidak mampu atau semacamnya. Mundur dong? Ya iya. Siapa suruh dijual online, hehehe.
Nah kalau ternyata gak dapet PSO lagi ya monggo, cuma kalau bikin tarif terutama parsial semoga lebih waras. Serayu JAKK-KAC adalah salah satu contoh penerapan tarif yang kurang waras...
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
|