Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
(18-03-2014, 09:23 PM)ferial Wrote: maaf mau nanya, dah lama ga apdet berita.
denger2 mau ada cashback ya buat pembelian tiket eko panas dengan harga lama untuk keberangkatan 1 April dst.
ada yg tau prosedurnya ga?

Mungkin maksudnya K3 AC Split kali? Kalo istilah eko panas kayaknya udah gak pas lagi dipake, soalnya K3 Ekspres pada pake AC Split semua. Nah kalo masalah itu mungkin tekait tarif baru K3 split yg diberi PSO, jadi wajar kalo bakal diberi cashback. Untuk prosedurnya, coba aja tanya ke CS stasiun terdekat, atawa hubungi call center 121, atau coba email ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) buat kejelasannya, thx...Bye Bye
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
dulu kereta "merakyat" tapi tidak "manusiawi". gerbong penuh penumpang plus pedagang hilir mudik, toiletpun di "diami" orang hingga tidak bisa dipakaiBethe
Reply
- edited -

maap, salah posting Ngeledek
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil

mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil
Reply
(04-10-2014, 09:08 PM)pws1996 Wrote: mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil

mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil

tapi Pak Ijo punya alasan kan buat itu semua .
Reply
(04-10-2014, 09:08 PM)pws1996 Wrote: mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil

mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil

Pak jonan pasti ada alasan,
kalo akang pernah naik turun dari KA ekonomi subsidi di SGU/SBI. pasti akang tau alasannya
banyak penumpang Ekonomi subsidi yang naik taksi di sekitaran stasiun

sekarang dipiir, naik taksi yang jarak dekat dan tarifnya hampir sama kayak JAK-SB via GBMS PSO aja bisa, kenpa naik bisnis/eksa gak mau, padalan KA Ekonomi PSO saarannya adalah orang-orang kelas ekonomi menegah kebawah yang naik turun dianter saudara Sakit

diliat sekarang juga, namanya ajah udah PT . meskipun BUMN, KAI pun gak mau rugi banyak ataupun untung yang dibawah target, mereka pasti punya sasaran penghasilan tertentu, makanya dicabut PSO meskipun tarif segitu, pasti ada ajah peningkatan pelayanan kedepan. PSO KA Jarak jauh/menengah diatur di Pemerintah pusat, sedangkan PSO KA LOKAL diatur oleh Pemda setempat

jadiii, berbahagialah meskipun subsidi KA Jarak jauh dicabut, sementara KA lokal tetep pada tarifnya, syukur-syukur jadi turun Ngakak ataupun nambah rangkaian

(22-04-2014, 04:58 PM)agunx.perakhalida Wrote: dulu kereta "merakyat" tapi tidak "manusiawi". gerbong penuh penumpang plus pedagang hilir mudik, toiletpun di "diami" orang hingga tidak bisa dipakaiBethe

sekarang manusiawi tapi kurang merakyat harganya Ngakak
SALAM Railfans 4604+12M_PJL64
Tag Kereta Lebih Baik
Reply
Kalo mau merakyat & manusiawi, ngemis PSO dulu tuh ke Kemenhub :p
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
kemungkinan penumpang k3 yang keberatan bakal pindah moda ke bus. tapi kalo nanti bbm subsidi jadi naik sampai 3000 per liter, gak jamin apakah tiket bus tetap.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
(06-10-2014, 12:58 PM)wahyu_4604_pjl64 Wrote:
(04-10-2014, 09:08 PM)pws1996 Wrote: mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil

mulai januari 2015 kereta api memang benar benar tidak merakyat.
tarifnya tidak terjangkau bagi rakyat kecil

Pak jonan pasti ada alasan,
kalo akang pernah naik turun dari KA ekonomi subsidi di SGU/SBI. pasti akang tau alasannya
banyak penumpang Ekonomi subsidi yang naik taksi di sekitaran stasiun

sekarang dipiir, naik taksi yang jarak dekat dan tarifnya hampir sama kayak JAK-SB via GBMS PSO aja bisa, kenpa naik bisnis/eksa gak mau, padalan KA Ekonomi PSO saarannya adalah orang-orang kelas ekonomi menegah kebawah yang naik turun dianter saudara Sakit

diliat sekarang juga, namanya ajah udah PT . meskipun BUMN, KAI pun gak mau rugi banyak ataupun untung yang dibawah target, mereka pasti punya sasaran penghasilan tertentu, makanya dicabut PSO meskipun tarif segitu, pasti ada ajah peningkatan pelayanan kedepan. PSO KA Jarak jauh/menengah diatur di Pemerintah pusat, sedangkan PSO KA LOKAL diatur oleh Pemda setempat

jadiii, berbahagialah meskipun subsidi KA Jarak jauh dicabut, sementara KA lokal tetep pada tarifnya, syukur-syukur jadi turun Ngakak ataupun nambah rangkaian

(22-04-2014, 04:58 PM)agunx.perakhalida Wrote: dulu kereta "merakyat" tapi tidak "manusiawi". gerbong penuh penumpang plus pedagang hilir mudik, toiletpun di "diami" orang hingga tidak bisa dipakaiBethe

sekarang manusiawi tapi kurang merakyat harganya Ngakak

Lagi-lagi analogi ajaib ...

Orang kere identik dengan ojek dan angkot gitu? Nah gimana kalau kasusnya ternyata itu bawa barang banyak atau keluarga penuh, di jam kedatangan yang kurang waras? Malah taksi adalah pilihan paling rasional daripada yang lainnya. Taksi itu kendaraan orang yang pintar mengelola benefit and cost, jadi gak perlu jadi kaya untuk bisa naik taksi...

Pernah naik taksi atau tau cara ngitung tarifnya taksi ndak mas? Sering terjadi yang ada jatohnya tarif taksi itu lebih murah daripada ojek atau becak, atau ngangkot sekeluarga dan oper-oper hingga tempat tujuan. Sudah prinsip manusia mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat dan biaya.

Kalau masih pengen PSO sangat tepat sasaran dan tidak jadi rebutan semua kalangan ya jangan jual secara online, yang mau beli harus ke loket tunjukkan surat keterangan tidak mampu atau semacamnya. Mundur dong? Ya iya. Siapa suruh dijual online, hehehe.

Nah kalau ternyata gak dapet PSO lagi ya monggo, cuma kalau bikin tarif terutama parsial semoga lebih waras. Serayu JAKK-KAC adalah salah satu contoh penerapan tarif yang kurang waras... Ngikik
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)