Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Rencana pembuatan jalur bullet train ( shinkansen ) di indonesia(Jakarta-Bandung)
#11
(30-01-2014, 01:52 PM)ady_mcady Wrote: tiket 200rb itu pada tahun 2020. jika sampai cirebon tiket sekitar 380rb.

ini pernyataan, harapan, atau pertanyaan ya?
maafBig Grin
Reply
#12
(30-01-2014, 01:54 PM)alfarand Wrote:
(30-01-2014, 01:52 PM)ady_mcady Wrote: tiket 200rb itu pada tahun 2020. jika sampai cirebon tiket sekitar 380rb.

ini pernyataan, harapan, atau pertanyaan ya?
maafBig Grin

ini yang ngomong bukan saya. silahkan dipelajari di sini:

http://www.jetro.go.jp/jetro/activities/...t03_en.pdf
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#13
RI Lewati Jalan Panjang Buat Punya KA Shinkansen Jakarta-Bandung

Liputan6.com, Jakarta : Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai rencana pembangunan kereta api super cepat Shinkansen Jakarta-Surabaya akan memakan waktu cukup panjang. Pasalnya, realisasi mega proyek ini membutuhkan investasi dengan nilai fantastis hingga ratusan triliun. Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kemenkeu, Askolani mengungkapkan, implementasi rencana pembangunan proyek kereta api Shinkansen sepanjang 1.020 kilometer (km) antara lain, rute Jakarta-Bandung 160 km, lalu tambah jarak ke Surabaya sepanjang 860 km tidak mudah."Tidak segampang itu, apalagi uangnya banyak dan butuh pinjaman jangka panjang. Prosesnya bisa lebih panjang dari pembangunan Mass Rapid Transit (MRT)," kata dia saat berbincang denganLiputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Kamis (30/1/2014). Lebih jauh Askolani menambahkan, sebelum masuk tahap pembangunan, proyek ini harus melalui fase studi kelayakan (feasibility study/FS) yang biasanya membutuhkan waktu satu-dua tahun. Lamanya FS ini sama seperti proyek besar lain, yakni Jembatan Selat Sunda (JSS). Setelah FS rampung, maka tahap selanjutnya adalah menggodok dari sisi pendanaan. "Kemenkeu (Ditjen Pengelolaan Utang) melihat dari sisi utang, beban, dan bunganya. Dilihat lagi skemanya mau seperti apa Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS) atau melalui business to business. Ini semua tergantung hasil studinya karena paling baik sih dibantu oleh swasta serta BUMN," terang dia. Meski begitu, dia belum bersedia menjelaskan secara lebih rinci apakah dana pembangunan kereta api Shinkansen senilai Rp 53 triliun untuk rute Jakarta-Bandung dan total investasi Jakarta-Surabaya Rp 250 triliun bisa menggunakan dana APBN. "Belum tahu, masih jauh karena pandangan ini masih awal dan proyeknya diperkirakan baru akan selesai 2020. Kita harus lihat dulu kelayakannya, planning-nya. Tapi yang pasti sesama pemerintah harus saling bicara soal proyek ini," tutur Askolani. Terkait tarif kereta api Shinkansen yang diusulkan Rp 200 ribu per orang, Askolani mengatakan jika moda transportasi tersebut menyasar segmen kalangan menengah ke atas. Namun dia belum bisa memastikan apakah pemerintah akan memberikan subsidi bagi para penumpang sekelas business man."Harga tiket Rp 200 ribu mungkin segmennya menengah ke atas, jadi belum tahu akan ada subsidi atau tidak karena tergantung kelayakan proyeknya. Terlalu cepat bicara soal subsidi," tandasnya.
Sumber: http://m.liputan6.com/bisnis/read/813593...ng?wp.bsns
Reply
#14
terlalu cepat bicara tiket saat ini.
200rb bs saja murah, biasa, atau mahal. kita lihat saja kondisi perekonomian negeri ini bbrp thn kedepan.
Reply
#15
jangan lupa. proyek shinkasen Jakarta - Bandung baru rampung / selesai diperkirakan 2020.
turut mendukung dan semoga bukan wacana.

*moga-moga kelarnya di percepat sampai di tahun 2016 :p

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
#16
Kereta Shinkansen Jakarta-Bandung Dirancang Melayang

Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah makin serius mengembangkan moda transportasi terbaru, kereta supercepat mirip Shinkanses di Jepang. Untuk tahap awal, kereta peluru ini akan melayani rute perjalanan Jakarta-Bandung. Meski baru tahap uji kelayakan, Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah membocorkan sedikit teknologi yang akan diterapkan pada moda transportasi ini. Salah satu teknologi yang akan diterapkan adalah kereta dirancang untuk mengambang di atas rel. Teknologi ini berbeda jauh dari moda transportasi kereta konvensional. "Shinkansel ini tidak napak, alias mengambang, jadi harus elevated," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy Priyatna dalm sebuah kesempatan. Dengan teknologi terbaru tersebut, tak heran jika kereta peluru ini sanggup melesat hingga 300 kilometer per jam. Bahkan waktu tempuh untuk rute Jakarta-Bandung sanggup dilahap hanya hitungan menit atau sekitar 37 menit. Namun, masyarakat khususnya di Jakarta dan Bandung harus bersabar untuk bisa menikmati moda transportasi terbaru ini. Proses studi kelayakan rencananya baru selesai dari dua tahun ke depan. Jika hasil studi menunjukan hasil positif, calon penumpang harus menunggu hingga 2020 untuk bisa menaiki kereta supercepat tersebut. Tak kurang tarif Rp 200 ribu harus dikeluarkan para pengguna kereta Shinkansen. Akankah kereta supercepat bermodal Rp 53 triliun hingga Rp 56 triliun ini terealisasi, masyarakat kini tinggal menggu waktu dan keseriusan pemerintah. 
Sumber: http://m.liputan6.com/bisnis/read/813956...el?wp.bsns
Reply
#17
(30-01-2014, 08:04 AM)ady_mcady Wrote: dari forum sebelah:
quashlo;110288609 Wrote:JIC Transport finally published a press release on the new study it will be preparing for the first phase of an HSR network for Indonesia as part of a Japan International Cooperation Agency (JICA) project:
http://www.jictransport.co.jp/admin/news...20_HSR.pdf

Specifically, the winning team is led by日本コンサルタツ (Japan International Consultants for Transportation) and includes the following firms:

八千代エンジニヤリグ (Yachiyo Engineering)
オリエンタルコンサルタンツ (Oriental Consultants)
三菱総合研究所 (Mitsubishi Research Institute)
日本工営 (Nippon Kōei)

The contract was awarded by JICA and signed on 2013.12.24.

Traffic congestion on intercity expressways in Indonesia is gradually worsening year after year, and one of the major cornerstones of Indonesia’s current railway master plan is construction of a 730 km high-speed railway linking Jakarta and Surabaya. From a financing and economics perspective, the Indonesian government has designated the 140 km segment between the capital Jakarta and Bandung (located at 700 m elevation above sea level) as the first phase, and placed a request with the Japanese government in March 2013 to prepare a feasibility study for the segment. The contract will last from December 2013 to March 2015.

The work will involve ridership forecasts, development of a project implementation scheme, and investigation and preparation of a master plan and construction plan. Like Japan, Java has high population densities, and is frequently subject to natural disasters like earthquakes, rainfall, and volcanic activity. As a result, it’s hoped that Japan’s 50 years of expertise in dealing with these issues for the Shinkansen will make a positive contribution to Indonesia’s infrastructure development.

Map
Solid red = HSR first phase (Jakarta – Bandung)
Dotted red = HSR later phases (Bandung – Surabaya)
Black solid = Conventional (low-speed) rail lines
Black dotted = Abandoned conventional lines
Blue = Expressways


[Image: RebT28c.jpg]

History
Japan has assisted Indonesia in various stages of this project over the course of the last few years:

March 2009: Japan External Trade Organization (JETO日本貿易振興機構) prepares a project study for an HSR system for Java (Jakarta – Surabaya) (インドネシア・ジャワ島高速鉄道建設事業調査)
March 2012: Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT 国土交通省) prepared a study to flesh out a vision for an HSR line between Jakarta and Bandung (インドネシア(ジャカルタ~バンドン間)における高速鉄道構想の案件形成に関する調査)
November 2012: Ministry of Economy, Trade and Industry (METI経済産業省) prepares a study investigating how to implement HSR between Jakarta and Bandung (インドネシア・ジャカルタ~バンドン間高速鉄道導入検討調査)
May 2011 to October 2012: Master plan study for a special investment zone for the Jakarta capital region (インドネシア・ジャカルタ~バンドン間高速鉄道導入検討調査)

sumber

---------------

rencana stasiun di jakarta adalah dukuatas. sementara di bandung adalah gedebage.
Ada beberapa pertanyaan
1. Apakah kereta 'Shinkansen' cita rasa Indonesia sudah sangat urgent/mendesak? Apakah tidak lebih baik membangun/memperbaiki infrastruktur KA di luar Jawa. Misal jalur KA sepanjang Sumatra (dari Lampung-Aceh), Kalimantan, Sulawesi, dll, sehingga pembangunan merata di seluruh Indonesia dan tidak 'melulu' di Jawa. Di sini lain saya pun juga senang bila suatu hari INA juga punya kereta peluru (Saya juga baca ada dana hibah dari Jepang juga. Dan saya juga pernah membaca di artikel dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kalau kereta peluru memang salah satu mega proyek hingga 2030).

2. Agak sedikit nyeleneh pikiran saya. Apakah jalur kereta peluru aka bersinggungan dengan jalur kereta yang sudah ada, khususnya JKT-BDG dan CRB-SMG-SBY? Bersinggungan/bersebelahan yg sangat dekat sekali mungkin tidak akan terjadi, atau bahkan tidak mungkin (menurut saya bahkan tidak mungkin memakai track yang sudah ada sekarang yaitu dengan narrow gauge 1067mm, minimal kan harus standar gauge 1435mm. Atau pakai dual gauge? Mikir Dulu )

3. Ini kan ada dana/hibah Jepang, saya jadi negative thinking sama Jepang (hahaha, pikiran jelek banget deh). Apakah Jepang pengen melakukan pembaharuan Shinkansen-nya lalu Shinkansen yg lama dijual ke Indonesia? Kayak KRL Jabodetabek gitu Ngakak

Segini dulu pertanyaannya, mohon pencerahan dari para master RF ya. Jawaban yg memuaskan Insya Allah dapet Kado Ngeledek
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply
#18
Pengusaha dukung kereta cepat Jakarta-Surabaya

Merdeka.com - Pemerintah bersiap membangun kereta super cepat ala Shinkansen yang beroperasi di Jepang. Kebetulan, proyek ini merupakan kerja sama dengan pemerintah Jepang melalui dana hibah sebesar USD 15 juta.Dalam risalah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, rute kereta cepat ini adalah Jakarta-Bandung. Buat pengusaha, jalur itu tak akan terlalu signifikan mendorong perekonomian.Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo B. Sulisto menyarankan agar pemerintah membangun kereta super cepat di jalur lebih strategis, misalnya Jakarta-Surabaya."Jakarta-Bandung memang sudah mulai padat jalan raya, tapi (rute) Jakarta-Surabaya melalui jalur utara menurut saya prioritas lebih tinggi karena akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi, kelancaran logistik dan barang," ujarnya di Jakarta, Kamis (30/1).Pengusaha akan mendukung infrastruktur transportasi yang tidak hanya berorientasi mengangkut penumpang. Kendati demikian, dengan teknologi tinggi, harga jual tiketkereta tersebut kemungkinan memang agak mahal.Untuk itu Kadin meminta biaya angkut tinggi, bisa dikompensasi sungguh-sungguh dengan waktu tempuh lebih cepat. Dalam gambaran Bappenas, kereta ala Shinkansen ini bisa melaju 200 kilometer per jam."Bayangkan kalau Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu empat jam, orang akan lebih memilih naik KA. Buat businessman, (selisih) waktu setengah jam berharga," kata Suryo.Sesuai risalah Bappenas, studi kelaikan proyek kereta super cepat dijalankan mulai bulan ini hingga Juni mendatang. Rencananya, jarak kereta dari Ibu Kota menuju Bandung ini mencapai 133 kilometer. Bila pembangunan sesuai jadwal, masyarakat bisa menikmati kereta super cepat pada 2020.Total biaya dibutuhkan ini mencapai Rp 56 triliun. Stasiun awal ini adalah Dukuh Atas, Jakarta Pusat, berakhir di Stasiun Gedebage, Kota Bandung.
Sumber: http://m.merdeka.com/uang/pengusaha-duku...abaya.html
Reply
#19
(30-01-2014, 09:31 PM)Rail_Ram Wrote: Kereta Shinkansen Jakarta-Bandung Dirancang Melayang

Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah makin serius mengembangkan moda transportasi terbaru, kereta supercepat mirip Shinkanses di Jepang. Untuk tahap awal, kereta peluru ini akan melayani rute perjalanan Jakarta-Bandung. Meski baru tahap uji kelayakan, Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah membocorkan sedikit teknologi yang akan diterapkan pada moda transportasi ini. Salah satu teknologi yang akan diterapkan adalah kereta dirancang untuk mengambang di atas rel. Teknologi ini berbeda jauh dari moda transportasi kereta konvensional. "Shinkansel ini tidak napak, alias mengambang, jadi harus elevated," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy Priyatna dalm sebuah kesempatan. Dengan teknologi terbaru tersebut, tak heran jika kereta peluru ini sanggup melesat hingga 300 kilometer per jam. Bahkan waktu tempuh untuk rute Jakarta-Bandung sanggup dilahap hanya hitungan menit atau sekitar 37 menit. Namun, masyarakat khususnya di Jakarta dan Bandung harus bersabar untuk bisa menikmati moda transportasi terbaru ini. Proses studi kelayakan rencananya baru selesai dari dua tahun ke depan. Jika hasil studi menunjukan hasil positif, calon penumpang harus menunggu hingga 2020 untuk bisa menaiki kereta supercepat tersebut. Tak kurang tarif Rp 200 ribu harus dikeluarkan para pengguna kereta Shinkansen. Akankah kereta supercepat bermodal Rp 53 triliun hingga Rp 56 triliun ini terealisasi, masyarakat kini tinggal menggu waktu dan keseriusan pemerintah. 
Sumber: http://m.liputan6.com/bisnis/read/813956...el?wp.bsns

Ini agak aneh menurut saya, dikatakan nanti kereta nya bakalan melayang alias gak napak. Sedangkan kereta dgn teknologi ini dijepang sendiri baru akan beroperasi bbrp thn mendatang. Skr msh tahap development.
Menurut sy sih nanti bakal pake kereta shinkansen hibahan yg skr beroperasi setelah digantikan dgn teknologi baru itu.
Kita lihat saja.

Ada beberapa pertanyaan
1. Apakah kereta 'Shinkansen' cita rasa Indonesia sudah sangat urgent/mendesak? Apakah tidak lebih baik membangun/memperbaiki infrastruktur KA di luar Jawa. Misal jalur KA sepanjang Sumatra (dari Lampung-Aceh), Kalimantan, Sulawesi, dll, sehingga pembangunan merata di seluruh Indonesia dan tidak 'melulu' di Jawa. Di sini lain saya pun juga senang bila suatu hari INA juga punya kereta peluru (Saya juga baca ada dana hibah dari Jepang juga. Dan saya juga pernah membaca di artikel dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kalau kereta peluru memang salah satu mega proyek hingga 2030).

2. Agak sedikit nyeleneh pikiran saya. Apakah jalur kereta peluru aka bersinggungan dengan jalur kereta yang sudah ada, khususnya JKT-BDG dan CRB-SMG-SBY? Bersinggungan/bersebelahan yg sangat dekat sekali mungkin tidak akan terjadi, atau bahkan tidak mungkin (menurut saya bahkan tidak mungkin memakai track yang sudah ada sekarang yaitu dengan narrow gauge 1067mm, minimal kan harus standar gauge 1435mm. Atau pakai dual gauge? Mikir Dulu )

3. Ini kan ada dana/hibah Jepang, saya jadi negative thinking sama Jepang (hahaha, pikiran jelek banget deh). Apakah Jepang pengen melakukan pembaharuan Shinkansen-nya lalu Shinkansen yg lama dijual ke Indonesia? Kayak KRL Jabodetabek gitu Ngakak

Segini dulu pertanyaannya, mohon pencerahan dari para master RF ya. Jawaban yg memuaskan Insya Allah dapet Kado Ngeledek
[/quote]

Coba menjawab seadanya.
1 dibilang mendesak saya kira belum di level itu. Msh banyak jauh lebih prioritas menurut saya. Tp melihat dari adanya bantuan hibah dari jepang, bisa jadi pemerintah jg tidak ingin menyianyiakan bantuan itu, ini jg utk kemajuan transportasi indonesia.
Nah pertanyaaannya knp jepang rajin amat pke mau cape2 hibah dana utk kemajuan transport di negeri ini? Berkaca pada CL yg kebanyakan keretanya hibahan dari jepang. Kenapa shinkansen ini tidak dilakukan hal serupa?shinkansen dijpg sdh berumur cukup lama, banyak yg sdh digantikan dgn series terbaru, nah kereta yg sdh diganti apakah dirucat?klo msh bs dipakai spt CL di indo knp tidak?CL hibahan saja pergerbong berharga 1M, gimana klo shinkansen?dan lagi, new teknilogy shinkansen akan segera beroparasi bbrp tahun mendatang(diatas 2020 sptnya)dgn speed max 500-an kpj. Jelas shinkansen yg ada saat ini akan tergeser. mgkn atas dasar itu proyek ini dilakukan.

2. Klo dilihat dr peta artikel yg di posted sblmnya, jalurnya hampir sama dgn yg ada saat ini, tp tdk akan pararalel bersebelahan tentunya, mengingat shinkansen ini butuh radius belok yg sangat besar agar taspatnya ttp terjaga. Bisa banyak jembatan panjang atau bahkan elevated serta terowongan sptnya agar track nya bisa minim belokan, tanjakan/turunan,
Seperti track shinkansen saat ini di negeri sakura sana.

3. Saya rasa sdh terjawap pada poin no 1

Maaf apabila jawabannya blm bs membantu/memuaskan.
Trima kasih
Reply
#20
Kereta Shinkansen RI Bisa Buat Maskapai Gulung Tikar

Liputan6.com, Jakarta : Rencana pembangunan kereta supercepat Shinkansen rute Jakarta-Surabaya bakal mendorong peralihan moda transportasi masyarakat. Maskapai penerbangan diperkirakan bakal mengalami kerugian terbesar.Dalam skala lebih besar, maskapai penerbangan yang melayani rute-rute sama seperti kereta Shinkansen bakal gulung tikar. "Jakarta- surabaya itu sudah dibandingkan dengan beberapa kota di dunia, dari Paris Bursel, ada kereta 2 jam (jarak tempuh). Itu membuat gulung tikar maskapai pesawat," ujar Pengamat Transportasi dari Universitas Gajah Mada Joko Stijowarno kepadaLiputan6.com.Joko menjelaskan, dengan jarak tempuh yang dekat menuju stasiun, masyarakat yang tadinya menggunakan pesawat akan beralih menggunakan kereta cepat. Namun pemerintah tetap disaranakan untuk segera memperluas fasilitas transportasi masal kereta supercepat. Lewat moda transportasi ini, kepadatan pesawat yang selama ini terjadi di Bandara bisa segera teratasi.Menurut Joko, pemerintah yang baru bahkan seharusnya mulai memikirkan pembangunan kereta cepat dengan berbagai kota tujuan di pulau Jawa. Dengan cara seperti ini, rute penerbangan dalam satu pulau bisa dihilangkan atau dikurangi."Bisa dikurangi, bisa untuk penerbangan antar pulau, jadi penerbangan di pulau Jawa dihilangkan saja. Seperti Semarang-Jakarta tidak perlu pesawat lagi," ungkapnya.
Sumber: http://m.liputan6.com/bisnis/read/816039...ar?wp.trkn
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)