Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bima
(12-01-2014, 10:24 PM)Yogi Abdi Nugroho Wrote: [spoiler]
(12-01-2014, 03:23 PM)BAMBANG EKO Wrote:
(11-01-2014, 10:34 PM)ardial Wrote:
(11-01-2014, 09:57 PM)mistericad Wrote:
(11-01-2014, 03:13 PM)CC20606 Wrote: wah iya banyak amat...:

mungkin Pak Bambang bisa ceritakan itu pas ada kejadian apa??

Kayaknya Pakde bambang pernah Cerita Tentang Para Guru yang Naik Sembrani digabung sama KA Bima karena Pesertanya Banyak BANGET!.
cuma lupa nomor postingannya

Yupsss He he he
Makanya disebut Top Score karena selama saya nonton sepur nggak pernah lihat rangkaian sebanyak itu
Tapi itu semua Nyata dan Fakta

Pada saat ada Konggres PGRI di Jakarta beberapa puluh tahun silam , para peserta dipelbagai kota memang disediakan fasilitas angkutan dengan KA Bima & KA Mutiara Utara
Karena tidak tertampung dalam satu rangkian maka di Double Traksi dan dicombinir antara rangkaian reguler dan rangkaian tambahan , jadilah stamformasi sbb :

KA Bima CC 201 + CC 201 BP > 9K1 > M > 9 K1 > BP
KA Mutiara Utara BB 304 + BB 304 > BP > 9 K1 > M 9 K1 > BP


dan pada era Perumka untuk rangkaian KA Parahyangan pun sering di DT / Combinir

CC 201 + CC 201 => 8 K2 > 3K1 > KM > BP

biasanya rangkaian panjang KA Parahyangan ini dioperasikan pada hari libur , week end , malam minggu atau senin pagi
Kado

dan Untuk Mas Slam Track rangkaian KA Bima yang membawa 2 DW yang dimaksud bukan BW ( K2 } tapi B ( Bagasi )

istilah dulu
DW > Kereta Bagasi ( sekarang B )
DPW > Kereta Bagasi dengan Pembangkit Listrik ( sekarang BP )


:[/spoiler]

nyuwun sewu,pak Bambang. kalo boleh tau,bagaimana caranya KA Top score tersebut silang-susul di stasiun?
BingungBingung
> Pertama , saya bukan orang yang bekerta di PT Sepur
> KA Top Score tersebut saya lihat di stasiun Jatinegara sekitar th 1985 an

Tetapi saya akan coba jawab sbb :

> Seperti lazimnya di Sumatra selatan sering terjadi KA Sriwijaya bersilang dengan KA Babaranjang ( Batu Bara Rangkaian Panjang 2 Lok membawa 20 gerbong ) atau KA Babaran Sujang ( Batu Bara Rangkaian Super Panjang ,4 Lok membawa 40 Gerbong ).
Padahal tidak semua stasiun yang dilalui mempunyai emplasemen dengan sepur yang mampu menerima rangkaian sebanyak 40 gerbong .
maka , solusinya adalah , Rangkaian Panjang berjalan langsung dan rangkaian pendek menunggu bersilang walau itu KA kelas Eksekutip & bisnis seperti KA Sriwijaya .
Jadi cara bersilang adalah , rangkaian biasa menunggu di stasiun , sedangkan rangkaian top score berjalan langsung . karena rangkaian top score berjalan hanya satu arah ( terjadi hanya satu kali kearah hilir dan satu kali ke arah hulu pada hari dan tanggal yang berbeda ) , maka tidak ada masalah dengan persilangan.
mungkin demikian.
Bye ByeXie Xie
CMIIW
Reply
(13-01-2014, 12:28 AM)BAMBANG EKO Wrote:
(12-01-2014, 10:24 PM)Yogi Abdi Nugroho Wrote: [spoiler]
(12-01-2014, 03:23 PM)BAMBANG EKO Wrote:
(11-01-2014, 10:34 PM)ardial Wrote:
(11-01-2014, 09:57 PM)mistericad Wrote: mungkin Pak Bambang bisa ceritakan itu pas ada kejadian apa??

Kayaknya Pakde bambang pernah Cerita Tentang Para Guru yang Naik Sembrani digabung sama KA Bima karena Pesertanya Banyak BANGET!.
cuma lupa nomor postingannya

Yupsss He he he
Makanya disebut Top Score karena selama saya nonton sepur nggak pernah lihat rangkaian sebanyak itu
Tapi itu semua Nyata dan Fakta

Pada saat ada Konggres PGRI di Jakarta beberapa puluh tahun silam , para peserta dipelbagai kota memang disediakan fasilitas angkutan dengan KA Bima & KA Mutiara Utara
Karena tidak tertampung dalam satu rangkian maka di Double Traksi dan dicombinir antara rangkaian reguler dan rangkaian tambahan , jadilah stamformasi sbb :

KA Bima CC 201 + CC 201 BP > 9K1 > M > 9 K1 > BP
KA Mutiara Utara BB 304 + BB 304 > BP > 9 K1 > M 9 K1 > BP


dan pada era Perumka untuk rangkaian KA Parahyangan pun sering di DT / Combinir

CC 201 + CC 201 => 8 K2 > 3K1 > KM > BP

biasanya rangkaian panjang KA Parahyangan ini dioperasikan pada hari libur , week end , malam minggu atau senin pagi
Kado

dan Untuk Mas Slam Track rangkaian KA Bima yang membawa 2 DW yang dimaksud bukan BW ( K2 } tapi B ( Bagasi )

istilah dulu
DW > Kereta Bagasi ( sekarang B )
DPW > Kereta Bagasi dengan Pembangkit Listrik ( sekarang BP )


:[/spoiler]

nyuwun sewu,pak Bambang. kalo boleh tau,bagaimana caranya KA Top score tersebut silang-susul di stasiun?
BingungBingung
> Pertama , saya bukan orang yang bekerta di PT Sepur
> KA Top Score tersebut saya lihat di stasiun Jatinegara sekitar th 1985 an

Tetapi saya akan coba jawab sbb :

> Seperti lazimnya di Sumatra selatan sering terjadi KA Sriwijaya bersilang dengan KA Babaranjang ( Batu Bara Rangkaian Panjang 2 Lok membawa 20 gerbong ) atau KA Babaran Sujang ( Batu Bara Rangkaian Super Panjang ,4 Lok membawa 40 Gerbong ).
Padahal tidak semua stasiun yang dilalui mempunyai emplasemen dengan sepur yang mampu menerima rangkaian sebanyak 40 gerbong .
maka , solusinya adalah , Rangkaian Panjang berjalan langsung dan rangkaian pendek menunggu bersilang walau itu KA kelas Eksekutip & bisnis seperti KA Sriwijaya .
Jadi cara bersilang adalah , rangkaian biasa menunggu di stasiun , sedangkan rangkaian top score berjalan langsung . karena rangkaian top score berjalan hanya satu arah ( terjadi hanya satu kali kearah hilir dan satu kali ke arah hulu pada hari dan tanggal yang berbeda ) , maka tidak ada masalah dengan persilangan.
mungkin demikian.
Bye Bye
CMIIW

[spoiler]
wah sy juga pernah lihat sekitar tahun 1990 di Jng pasca arus balik lebaran ketika ka tegal arum (relasi Tg-Jakk):di gandeng langsung dengan ka gaya baru utara (relasi Sbi-Pse) ...rangkaian panja.......ng nian nian prihal itu salah satunya ada yg kena trouble .....jadi terpaksa dah dimerger dan yg turun di Jng buuuuuanyak banget Ngakak
[/spoiler]
Oh yak makasih mas bambang atas info 2 DW nya ...yg sy kira 2BW ...oh ya sy lupa memang ketika itu ada DW alias gerbong bagasi barang ...he..he..he
Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply
(13-01-2014, 08:01 AM)slamtrack Wrote: [spoiler]
(13-01-2014, 12:28 AM)BAMBANG EKO Wrote:
(12-01-2014, 10:24 PM)Yogi Abdi Nugroho Wrote: [spoiler]
(12-01-2014, 03:23 PM)BAMBANG EKO Wrote: [quote='ardial' pid='397229' dateline='1389454448']

Kayaknya Pakde bambang pernah Cerita Tentang Para Guru yang Naik Sembrani digabung sama KA Bima karena Pesertanya Banyak BANGET!.
cuma lupa nomor postingannya

Yupsss He he he
Makanya disebut Top Score karena selama saya nonton sepur nggak pernah lihat rangkaian sebanyak itu
Tapi itu semua Nyata dan Fakta

Pada saat ada Konggres PGRI di Jakarta beberapa puluh tahun silam , para peserta dipelbagai kota memang disediakan fasilitas angkutan dengan KA Bima & KA Mutiara Utara
Karena tidak tertampung dalam satu rangkian maka di Double Traksi dan dicombinir antara rangkaian reguler dan rangkaian tambahan , jadilah stamformasi sbb :

KA Bima CC 201 + CC 201 BP > 9K1 > M > 9 K1 > BP
KA Mutiara Utara BB 304 + BB 304 > BP > 9 K1 > M 9 K1 > BP


dan pada era Perumka untuk rangkaian KA Parahyangan pun sering di DT / Combinir

CC 201 + CC 201 => 8 K2 > 3K1 > KM > BP

biasanya rangkaian panjang KA Parahyangan ini dioperasikan pada hari libur , week end , malam minggu atau senin pagi


dan Untuk Mas Slam Track rangkaian KA Bima yang membawa 2 DW yang dimaksud bukan BW ( K2 } tapi B ( Bagasi )

istilah dulu
DW > Kereta Bagasi ( sekarang B )
DPW > Kereta Bagasi dengan Pembangkit Listrik ( sekarang BP )


:[/spoiler]

nyuwun sewu,pak Bambang. kalo boleh tau,bagaimana caranya KA Top score tersebut silang-susul di stasiun?

> Pertama , saya bukan orang yang bekerta di PT Sepur
> KA Top Score tersebut saya lihat di stasiun Jatinegara sekitar th 1985 an

Tetapi saya akan coba jawab sbb :

> Seperti lazimnya di Sumatra selatan sering terjadi KA Sriwijaya bersilang dengan KA Babaranjang ( Batu Bara Rangkaian Panjang 2 Lok membawa 20 gerbong ) atau KA Babaran Sujang ( Batu Bara Rangkaian Super Panjang ,4 Lok membawa 40 Gerbong ).
Padahal tidak semua stasiun yang dilalui mempunyai emplasemen dengan sepur yang mampu menerima rangkaian sebanyak 40 gerbong .
maka , solusinya adalah , Rangkaian Panjang berjalan langsung dan rangkaian pendek menunggu bersilang walau itu KA kelas Eksekutip & bisnis seperti KA Sriwijaya .
Jadi cara bersilang adalah , rangkaian biasa menunggu di stasiun , sedangkan rangkaian top score berjalan langsung . karena rangkaian top score berjalan hanya satu arah ( terjadi hanya satu kali kearah hilir dan satu kali ke arah hulu pada hari dan tanggal yang berbeda ) , maka tidak ada masalah dengan persilangan.
mungkin demikian.
Bye Bye
CMIIW

[spoiler]
wah sy juga pernah lihat sekitar tahun 1990 di Jng pasca arus balik lebaran ketika ka tegal arum (relasi Tg-Jakk):di gandeng langsung dengan ka gaya baru utara (relasi Sbi-Pse) ...rangkaian panja.......ng nian nian prihal itu salah satunya ada yg kena trouble .....jadi terpaksa dah dimerger dan yg turun di Jng buuuuuanyak banget Ngakak
[/spoiler]
[/spoiler]
Oh yak makasih mas bambang atas info 2 DW nya ...yg sy kira 2BW ...oh ya sy lupa memang ketika itu ada DW alias gerbong bagasi barang ...he..he..he
Quote:O iya , di saat2 musim liburan / Libur Lebaran , saat itu tak jarang memang KA Bima merangkai kereta BW [ K2 ] karena memang jumlah KT1 / KT2 sangat terbatas sehingga rangkaian menjadi :

CC 201 > 3 KT2 > 2 KT1 > 2 K1 > 2 K2 > M > B > BP
Kado

Sekedar mengingat kembali

Istilah dulu Sekarang Artinya :

AW => K1 : Kereta Penumpang Kelas 1 [ Eksekutip ]
BW => K2 : Kereta Penumpang Kelas 2 [ Bisnis ]
CW => K3 : Kereta Penumpang Kelas 3 [ Ekonomi ]
DW => B : Kereta Bagasi
DPW => BP : Kereta Bagasi dengan Pembangkit Listrik
DPPW => P : Kereta Khusus Pembangkit Listrik [ Pembangkitnya Ganda ]
FW => M : Kereta [ Khusus ] Makan
BFW => KM2 : Kereta Penumpang Kelas 2 dengan Ruang Makan
CFW => KM3 : Kereta Penumpang Kelas 3 dengan Ruang Makan
SAGW => KT1 : Kereta Tidur Kelas 1
SBGW => KT2 : Kereta Tidur Kelas 2


dst dst
mungkin ada yang mau nambahin ?

dan sedikit variasi dalam rangkaian KA Bima dari masa ke masa :

> sekitar th 1967 BB 200 > 3 KT2 > 2 KT1 > M > B > BP
> sekitar th 1970 BB 301 > 3 KT2 > 2 KT1 > M > B > BP
> sekitar th 1976 BB 304 > 3 KT2 > 2 KT1 > M > B > BP
> sekitar th 1980 CC 201 > 3 KT2 > 2 KT1 > M > B > BP
> sekitar th 1990 CC 201 > 5 K1 > 2 KT2 > M > B > BP
> sekitar th 2000 CC 203 > 7 K1 > M > B > BP
> sekitar th 2010 CC 204 > 6 K1 > M > B > BP

Quote:Sekilas Info Perubahan stamformasi dari
3 KT2 > 2KT1 > M > B > BP ( Kapasitas 150 seat )
menjadi
5 K1 > 2 KT2 > M > B > BP ( Kapasitas 332 seat )
terjadi pada tahun 1984 saat PT Sepur mendatangkan beberapa kereta penumpang dari Arad Rumania sbb :

13 K1 847 xx
2 M 847 xx
3 BP 847 xx


distribusinya sbb :

10 K1 847 , 2 M 847 xx dan 2 BP 847 xx dioperasikan untuk KA Bima
3 K1 847 dioperasikan pada KA Parahyangan
1 BP 847 untuk cadangan
CMIIW
mungkin ada yang mau memperjelas ?
monggo

Bye ByeBye Bye
Reply
Wah,infonya sangat bermanfaat... saya jadi tau istilah ka jaman dulu...
Sosmed sayaBig Grin
Facebook
Line:Luthfi20606
Instagram:Luthfi_20606

Ingin menjadi insan yang lebih baikWek


Reply
(13-01-2014, 12:28 AM)BAMBANG EKO Wrote:
(12-01-2014, 10:24 PM)Yogi Abdi Nugroho Wrote: [spoiler]
(12-01-2014, 03:23 PM)BAMBANG EKO Wrote:
(11-01-2014, 10:34 PM)ardial Wrote:
(11-01-2014, 09:57 PM)mistericad Wrote: mungkin Pak Bambang bisa ceritakan itu pas ada kejadian apa??

Kayaknya Pakde bambang pernah Cerita Tentang Para Guru yang Naik Sembrani digabung sama KA Bima karena Pesertanya Banyak BANGET!.
cuma lupa nomor postingannya

Yupsss He he he
Makanya disebut Top Score karena selama saya nonton sepur nggak pernah lihat rangkaian sebanyak itu
Tapi itu semua Nyata dan Fakta

Pada saat ada Konggres PGRI di Jakarta beberapa puluh tahun silam , para peserta dipelbagai kota memang disediakan fasilitas angkutan dengan KA Bima & KA Mutiara Utara
Karena tidak tertampung dalam satu rangkian maka di Double Traksi dan dicombinir antara rangkaian reguler dan rangkaian tambahan , jadilah stamformasi sbb :

KA Bima CC 201 + CC 201 BP > 9K1 > M > 9 K1 > BP
KA Mutiara Utara BB 304 + BB 304 > BP > 9 K1 > M 9 K1 > BP


dan pada era Perumka untuk rangkaian KA Parahyangan pun sering di DT / Combinir

CC 201 + CC 201 => 8 K2 > 3K1 > KM > BP

biasanya rangkaian panjang KA Parahyangan ini dioperasikan pada hari libur , week end , malam minggu atau senin pagi
Kado

dan Untuk Mas Slam Track rangkaian KA Bima yang membawa 2 DW yang dimaksud bukan BW ( K2 } tapi B ( Bagasi )

istilah dulu
DW > Kereta Bagasi ( sekarang B )
DPW > Kereta Bagasi dengan Pembangkit Listrik ( sekarang BP )


:[/spoiler]

nyuwun sewu,pak Bambang. kalo boleh tau,bagaimana caranya KA Top score tersebut silang-susul di stasiun?
BingungBingung
> Pertama , saya bukan orang yang bekerta di PT Sepur
> KA Top Score tersebut saya lihat di stasiun Jatinegara sekitar th 1985 an

Tetapi saya akan coba jawab sbb :

> Seperti lazimnya di Sumatra selatan sering terjadi KA Sriwijaya bersilang dengan KA Babaranjang ( Batu Bara Rangkaian Panjang 2 Lok membawa 20 gerbong ) atau KA Babaran Sujang ( Batu Bara Rangkaian Super Panjang ,4 Lok membawa 40 Gerbong ).
Padahal tidak semua stasiun yang dilalui mempunyai emplasemen dengan sepur yang mampu menerima rangkaian sebanyak 40 gerbong .
maka , solusinya adalah , Rangkaian Panjang berjalan langsung dan rangkaian pendek menunggu bersilang walau itu KA kelas Eksekutip & bisnis seperti KA Sriwijaya .
Jadi cara bersilang adalah , rangkaian biasa menunggu di stasiun , sedangkan rangkaian top score berjalan langsung . karena rangkaian top score berjalan hanya satu arah ( terjadi hanya satu kali kearah hilir dan satu kali ke arah hulu pada hari dan tanggal yang berbeda ) , maka tidak ada masalah dengan persilangan.
mungkin demikian.
Bye ByeXie Xie
CMIIW

baiklah,terima kasih infonya,Pak..
Reply
Dapet info katanya awal februari ini Bima mau diperpanjang relasinya sampai Jember, apa ada yang tahu?
Reply
(17-01-2014, 08:54 PM)ma2d_iwag Wrote: Dapet info katanya awal februari ini Bima mau diperpanjang relasinya sampai Jember, apa ada yang tahu?

Info dari mana, tuh?
Sumbernya valid apa gak?
Jangan2 itu cuman berita HOAX lagi...Bethe
Coba liat di @KAI121, kalo gak ada, berarti emang HOAX beritanya, kalo ada, berarti (kemungkinan) valid...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(17-01-2014, 09:06 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(17-01-2014, 08:54 PM)ma2d_iwag Wrote: Dapet info katanya awal februari ini Bima mau diperpanjang relasinya sampai Jember, apa ada yang tahu?

Info dari mana, tuh?
Sumbernya valid apa gak?
Jangan2 itu cuman berita HOAX lagi...Bethe
Coba liat di @KAI121, kalo gak ada, berarti emang HOAX beritanya, kalo ada, berarti (kemungkinan) valid...

Walah bisa ngos-ngosan nih kereta Heran nggak bisa istirahat tuh si BimaSakit... Nggak usah diperpanjang lah biarin aja sampai SGU. Lagian yang ke arah Jember udah ada muttim tuh jam 9 Xie Xie
Nangis
Reply
Diperpanjangnya sampe PB aja, nanti berhenti WR juga utk penumpang yg ingin lanjut naik bis
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
Kenapa ga si BK aja yang diperpanjang sekalian?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)