Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
gerbong lama/jadul yang bekas dijual sahaja keluar negeri barangkali saja ada yang mau beli. biar kita nggak cuma beli bekas doang (krl).
negara2 yang railway nya level dibawah indonesia macam filipina, bangladesh (yang pakai gauge 1067 lho) mungkin mau beli? kalau lihat foto2nya gerbong2 punya mereka dekil2 semua. masih bagusan gerbong tua punya kita.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 1,515
Threads: 0
Joined: Jan 2012
Reputation:
18
Berhubung banyak KA baru,
menurut saya langkah ini tepat kok..
Kan kasian KA 'utama' rangkaian cadangan-nya dicomotin buat KA lain,apalagi yang jauh dari DIPO kereta tempat ia berasal..
Posts: 128
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
0
02-01-2014, 01:25 PM
(This post was last modified: 02-01-2014, 01:25 PM by Yogi Abdi Nugroho.)
dipo & BY-nya kira2 memadai gak ya kalo nambah 1000an gerbong/kereta?
Posts: 538
Threads: 0
Joined: May 2013
Reputation:
7
(02-01-2014, 12:14 AM)Logawa_ATB Wrote: (01-01-2014, 01:59 PM)juanhalim7 Wrote: -edit-
kira-kira kalau menurut RF sekalian, perlu banget ga sih kereta2 jadul diganti? secara kalau melihat perawatan yang sekarang nampaknya masih cukup laik jalan. secara Rp. 400 milliar itu ga kecil 
monggo didiskusikan 
Kalo menurut saya perlu banget & wajib, Kang... bis2 komersial yg kelas bisnis ac, vip, eksekutif dan super eksekutif ajah sekarang baru2 loh. Perawatan kereta2 yg udah uzur itu lbh mahal ketimbang kereta yg baru, Kang... Coba bandingin ajah sampeyan punya kendaraan motor dah lama, biaya perawatannya lebih hemat mana dibanding motor baru...?
Soal duit biarlah operator yg ngitung, keuntungan bersih tahun lalu ajah bs tembus 400 M loh, jd sanggup lah utk mulai beli. Keuntungan bersih PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kah? Atau PT KCJ? Cuma 400 M? Ada info/link mengenai keuntungan ini?
Soalnya saya pernah lihat info di KATV kalau [entah itu] keuntungan atau pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu sekitar 6 T - 9 T [mungkin saya salah lihat] dan didominasi dari pendapatan KA Barang.
CMIIW
Dan yang jadi pertanyaan besar saya adalah, selama 5-7thn pembelian gerbong baru, gerbong lama diapain ya? Apa diperbaiki/direnovasi lagi?
Harapan saya, semoga untuk kelas ekonomi dan bisnis jadi lebih baik tempat duduknya. Semoga saja selanjutnya kursi K2 seperti K1, dan K3 seperti K2. Untuk K1 harus lebih berinovasi lagi supaya penumpang nyaman. Lalu WC-nya kalau perlu WC duduk, ACnya jangan split lagi.
Semoga sukses terus PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Posts: 114
Threads: 0
Joined: Feb 2013
Reputation:
1
Semoga Program ini bisa meningkatkan pelayanan dan kenyamanan untuk penumpang...
Khususnya untuk K1 karena dirasa penigkatannya tidak sedrastis K2 atw K3...
Posts: 389
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
1
Gerbong baru yang telah ada ya di Gojat dan Gajayana untuk jendela pesawat serta Argo Lawu untuk jendela lebar sedangkan BP dan M1 baru untuk K1 ada di Gajayana itupun tahun 2009 tapi masih dianggap baru lah.. Sudah saatnya lah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperbarui armadanya jadi tidak selalu identik dengan retrofit serta hibah dari Kemenhub dalam hal APBN untuk pengadaan kereta ekonomi AC.. Alangkah baiknya kalo Kemenhub fokus di perbaikan prasarana seperti peningkatan kualitas rel dan reaktivasi jalur mati.. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah berusaha untuk menyediakan lokomotif baru a.k.a cc206 dan tahun depan 1000 kreta baru. Jadi percuma saja kalo buat kreta pada jalur eksisting, aye ngarep supaya ada jalur Banyuwangi - Jakarta (pantura), Yogyakarta - Kroya - Sukabumi, Wonosobo - Jakarta, Ponorogo - Jakarta.
Posts: 97
Threads: 0
Joined: Dec 2013
(02-01-2014, 12:36 PM)ady_mcady Wrote: gerbong lama/jadul yang bekas dijual sahaja keluar negeri barangkali saja ada yang mau beli. biar kita nggak cuma beli bekas doang (krl).
negara2 yang railway nya level dibawah indonesia macam filipina, bangladesh (yang pakai gauge 1067 lho) mungkin mau beli? kalau lihat foto2nya gerbong2 punya mereka dekil2 semua. masih bagusan gerbong tua punya kita. 
jangan dijual, sayang banget. apalagi kereta2 jadul eks SAGW/SBGW yang punya nilai historis tersendiri di kalangan RF
Posts: 1,531
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
16
(02-01-2014, 03:37 PM)Batpod Wrote: (02-01-2014, 12:14 AM)Logawa_ATB Wrote: (01-01-2014, 01:59 PM)juanhalim7 Wrote: -edit-
kira-kira kalau menurut RF sekalian, perlu banget ga sih kereta2 jadul diganti? secara kalau melihat perawatan yang sekarang nampaknya masih cukup laik jalan. secara Rp. 400 milliar itu ga kecil 
monggo didiskusikan 
Kalo menurut saya perlu banget & wajib, Kang... bis2 komersial yg kelas bisnis ac, vip, eksekutif dan super eksekutif ajah sekarang baru2 loh. Perawatan kereta2 yg udah uzur itu lbh mahal ketimbang kereta yg baru, Kang... Coba bandingin ajah sampeyan punya kendaraan motor dah lama, biaya perawatannya lebih hemat mana dibanding motor baru...?
Soal duit biarlah operator yg ngitung, keuntungan bersih tahun lalu ajah bs tembus 400 M loh, jd sanggup lah utk mulai beli. Keuntungan bersih PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kah? Atau PT KCJ? Cuma 400 M? Ada info/link mengenai keuntungan ini?
Soalnya saya pernah lihat info di KATV kalau [entah itu] keuntungan atau pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu sekitar 6 T - 9 T [mungkin saya salah lihat] dan didominasi dari pendapatan KA Barang.
CMIIW
Dan yang jadi pertanyaan besar saya adalah, selama 5-7thn pembelian gerbong baru, gerbong lama diapain ya? Apa diperbaiki/direnovasi lagi?
Harapan saya, semoga untuk kelas ekonomi dan bisnis jadi lebih baik tempat duduknya. Semoga saja selanjutnya kursi K2 seperti K1, dan K3 seperti K2. Untuk K1 harus lebih berinovasi lagi supaya penumpang nyaman. Lalu WC-nya kalau perlu WC duduk, ACnya jangan split lagi.
Semoga sukses terus PT. Kereta Api Indonesia (Persero) 
sya malah gk pernah berharap nemuin WC duduk di kereta..soalnya untuk orang kampung spt sya ini, gk biasa pake WC yg model kaya gitu.. 
kunjungi blog saya di sini
Posts: 97
Threads: 0
Joined: Dec 2013
(02-01-2014, 09:19 PM)zae abjal Wrote: (02-01-2014, 03:37 PM)Batpod Wrote: (02-01-2014, 12:14 AM)Logawa_ATB Wrote: (01-01-2014, 01:59 PM)juanhalim7 Wrote: -edit-
kira-kira kalau menurut RF sekalian, perlu banget ga sih kereta2 jadul diganti? secara kalau melihat perawatan yang sekarang nampaknya masih cukup laik jalan. secara Rp. 400 milliar itu ga kecil 
monggo didiskusikan 
Kalo menurut saya perlu banget & wajib, Kang... bis2 komersial yg kelas bisnis ac, vip, eksekutif dan super eksekutif ajah sekarang baru2 loh. Perawatan kereta2 yg udah uzur itu lbh mahal ketimbang kereta yg baru, Kang... Coba bandingin ajah sampeyan punya kendaraan motor dah lama, biaya perawatannya lebih hemat mana dibanding motor baru...?
Soal duit biarlah operator yg ngitung, keuntungan bersih tahun lalu ajah bs tembus 400 M loh, jd sanggup lah utk mulai beli. Keuntungan bersih PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kah? Atau PT KCJ? Cuma 400 M? Ada info/link mengenai keuntungan ini?
Soalnya saya pernah lihat info di KATV kalau [entah itu] keuntungan atau pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu sekitar 6 T - 9 T [mungkin saya salah lihat] dan didominasi dari pendapatan KA Barang.
CMIIW
Dan yang jadi pertanyaan besar saya adalah, selama 5-7thn pembelian gerbong baru, gerbong lama diapain ya? Apa diperbaiki/direnovasi lagi?
Harapan saya, semoga untuk kelas ekonomi dan bisnis jadi lebih baik tempat duduknya. Semoga saja selanjutnya kursi K2 seperti K1, dan K3 seperti K2. Untuk K1 harus lebih berinovasi lagi supaya penumpang nyaman. Lalu WC-nya kalau perlu WC duduk, ACnya jangan split lagi.
Semoga sukses terus PT. Kereta Api Indonesia (Persero) 
sya malah gk pernah berharap nemuin WC duduk di kereta..soalnya untuk orang kampung spt sya ini, gk biasa pake WC yg model kaya gitu.. 
haha setuju sekali  entah kenapa saya juga kurang suka dengan WC duduk
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(02-01-2014, 08:53 PM)juanhalim7 Wrote: (02-01-2014, 12:36 PM)ady_mcady Wrote: gerbong lama/jadul yang bekas dijual sahaja keluar negeri barangkali saja ada yang mau beli. biar kita nggak cuma beli bekas doang (krl).
negara2 yang railway nya level dibawah indonesia macam filipina, bangladesh (yang pakai gauge 1067 lho) mungkin mau beli? kalau lihat foto2nya gerbong2 punya mereka dekil2 semua. masih bagusan gerbong tua punya kita. 
jangan dijual, sayang banget. apalagi kereta2 jadul eks SAGW/SBGW yang punya nilai historis tersendiri di kalangan RF
Kalo ga salah, di trit sebelah pernah dibilang kalo ex SAGW tu cuman tinggal 1 aja yg jadi Nusantara, sisanya udah pada dirucat  Kalo ex SBGW emang masih banyak sisanya, terutama yg jadi K1 yg diretrofit (mungkin).
Kembali ke masalah pembelian kereta baru, kalo menurut saya mending kereta bekas diretrofit aja ke PT INKA biar dibikin serasa baru lagi, & kalo bisa standarnya disejajarkan ma kereta baru, jadi biar gak kayak yg sekarang, jangankan beda dipo, yg satu dipo aja standar keretanya pada acakadut gak karuan
Satu lagi, kalo bisa, pembelian kereta baru itu meliputi semua kelas, K3, K2, K1, serta rangkaian B & berAC sentral semua, khusus K3 ma K2 kalo bisa kursinya dibuat kayak K1 (reclining seat) & bagasinya juga dibuat kayak K1 argo/satwa batch 90an, sedangkan K1nya dibuat kayak pesawat premium class aja, jadi biar kerasa makin nyaman. Terus di K3 diberi tambahan audio on train, jadi selama perjalanan diputerin musik sembarang, soalnya kan K3 JJ bebas pengamen  Terus yg K2 dilengkapi TV dan audio, jadi bisa diputerin video & musik, nah kalo yg K1 ditambahi fasilitas AVOD (Audio-Video on Demand) di tiap kursinya, & yg paling depan juga dikasih AVOD, biar yg bosen liat tayangan di TV bisa liat d AVOD yg dilengkapi dg USB flash drive, DVD/Blu-ray drive, deelel. Yg paling penting sebenernya adalah di semua kelas dikasih colokan listrik untuk tiap penumpang, kaca anti pecah, bodi anti penyok kalo dilempar batu, serta toilet vacuum. Ini cuman sekedar saran aja, realisasinya tinggal tunggu aja Paijo bersabda.
|